
Hari ini weekend Reno dan isteri serta Puteri mereka memilih untuk datang ke mansion keluarga Smith karena mengingat sudah jarang sekali mereka bersilaturahmi.
"Papi, Ike udah cantik belum?" tanya Puteri Reno kepadanya
"Anak papi selalu cantik Dengan baju apa saja" ucap Reno apa adanya namun jawaban itu tidak membuat puterinya puas. Gadis keci yang hampir berusia lima tahun itu kembali berdiri di depan cermin sambil melihat bayangannya di sana.
"Anak mami kenapa masih di sini?" tanya Novi pada puterinya yang tidak mau beranjak dari depan cermin di kamar orang tuanya.
"Kata papi, Ike jelek" adu gadis kecil itu membuat Reno yang baru keluar dari ruang ganti kaget karena puterinya berbicara yang tidak sesuai.
"Loh siapa bilang? anak mami cantik begini, bilang aja papi iri sama anak mami ni" ucap Novi sengaja membelanya karena memang tadi ia juga mendengar suaminya memuji puterinya itu.
"Sayang, bergaul sama siapa aja sih anak ini? sampai belajar menipu lagi" ucap Reno setengah berbisik dekat isterinya agar sang anak tidak mendengarnya.
"Anakmu itu tidak punya teman selain Maggie Pi" ucap Novi karena memang Maggie sesekali datang ke rumah itu jika kedua adiknya memilih ke taman bermain. Walaupun beda usia tapi mereka cukup nyambung ketika bersama.
"Waduh kenapa kaka yang harus jadi guru lesnya? bisa gawat masa depan anakku" ucap Reno ketika mengingat tingkah Maggie masa kecil yang belum sepenuhnya hilang.
"Sttt Awas nanti dia dengar terus ngadu sama si Kaka" ucap Novi memberi peringatan kepada sang suami.
"Cepat dg mami" seru Ike yang sudah tidak sabaran pergi ke rumah Maggie. Sebenarnya bukan tujuan utamanya Maggie tapi si Daffa kulkas dua pintu itu yang sedang ditaksirnya.
Sudah berulang-ulang Daffa melototinya hingga menangis namun ia semakin bersemangat untuk tebar pesona kepada pria kecil itu.
Setelah melewati beberapa drama di dalam kamar orang tuanya, Reno akhirnya membawa isteri dan anaknya pergi ke rumah mantan majikannya dulu.
"Papi, cala ngambil pelhatian cowok itu gimana sih?" tanya Ike yang sejak tadi memikirkan hal tersebut namun tidak menemukan caranya.
Oh Tuhan siapa lagi yang sedang ditaksir puteriku ini, jangan buat kedua putera Alfa berantam gara-gara kegenitannya. Nurun dari siapa sih? Batin Reno tidak habis pikir.
"Papi, dengal ga sih?" tanya Oke sewot.
"Papi lupa sayang, tanya aja sama mami kan sesama perempuan kan?" ucap Reno menghindar.
"Oh iya benal juga ya?" ucap Ike dengan gaya sok lupa.
"Loh kenapa jadi ke mami sih? kan mami ga pernah tuh ngambil perhatiannya papi, iya kan Pi?" ucap Novi ikut mengelak. Keduanya bingung karena anak mereka tidak menuruni sikap mereka berdua.
"Masa sih mi?" ucap Reno menggoda sang isteri.
"Iihh bilang aja kenapa sih?" gerutu Ike
"Emang siapa yang mau kamu ambil perhatiannya sayang?" tanya Reno yang kepo sejak tadi walaupun ia sudah feeling salah satu dari putera Alfa, karena setiap kali mereka ke rumah Alfa pasti Puteri kecilnya itu akan bersolek di depan cermin.
"Ka Daffa lah" jawabnya santai.
"Ya Tuhan nak, kenapa tidak Daffi aja biar gampang dapatnya sih?" ucap Reno membuatnya mendapat tabokan dari sang isteri.
"Mau ka Daffa aja" jawabnya mantap.
"Terserah deh" ucap Reno mengalah dengan kemauan anaknya.
"Tapi bilang dulu Pi" ucap Ike lagi.
"Papi kan sudah bilang kalau papi ga ngerti soal urusan cewek sayang. Kan papi laki-laki" ucap Reno lagi.
******
"Kaka, hari ini kamu ada jadwal ke mana gitu?" tanya Daddy.
"Mau tidur aja dad, lelah" ucap Maggie sambil ngemil satu toples camilan yang dia pangku.
"Cih bulat aja, ngemil terus, tiddur terus" ucap Daffa yang memang tidak suka jika sang Kaka tidak memperhatikan penampilannya.
"Emang masalah buat loh? kalau gue montok" ucap Maggie malas tahu.
"Kaka itu lebih cantik kalau badannya Kaka diturunin dikit, liat tu kaya mommy yang semakin tua makin cantik" ucap Daffa memuji sang mommy.
"Aku harus makan banyak sejak sekarang karena tahun depan aku sampai di tangan saudara Oma Ratna maka tubuh montokku langsung kempis" ucap Maggie dengan nada dibuat-buat.
"Emang Kaka terima tawaran Oma Ratna untuk pergi ke Kalifornia?" Tanya Daffa memastikan.
"Iyalah, itu perintah bukan tawaran." ucap Maggie kepada sang adik.
"Berapa lama Kaka di sana?" tanya Daffa.
"Belum tahu sih?" ucap Maggie yang memang belum tahu berapa lama ia ada di sana.
"Ade jadi sedih deh ingat Kaka" ucap Daffi yang sejak tadi menyimak.
Alfa yang sejak tadi mendengar komunikasi anak-anaknya merasa sesak di dadanya. Puteri satu-satunya yang harus ia berikan sebagai penerus apa yang dipegang oleh mama dan pamannya. Ia tahu dunia Puteri kecilnya sudah kejam sejak masih kecil karena itu ia mengijinkan untuk pergi agar kelak bisa menjaga keluarganya.
Mereka terus berbincang hingga keluarga Reno tiba.
"Hai, Ike datang!!" seru Ike yang baru datang bersama kedua orang tuanya. Daffi yang tadi mewek karena membahas kepergian sang Kaka langsung kembali semangat saat mendengar suara cempreng gadis kecil yang sudah dia anggap seperti adik sendiri.
Sedangkan Daffa mendadak memasang wajah dinginnya karena mendengar suara berisik itu. Daffa yang biasanya sudah tahu kalau gadis kecil itu akan menyusahkan ya memilih diam di samping kakanya.
"Hai Alfa, sendiri aja. Mana Mey?" ucap Reno yang masih setia menggandeng tangan sang isteri.
"Di dapur. Ayo duduk" ucap Alfa yang mengajak Reno dan isterinya duduk. Sedangkan Ike sudah bergabung dengan grup anak-anak.
"Aku nyusul ka Mey aja" ucap Novi dan Renopun melepasnya untuk ke belakang.
"Kenapa wajah kamu kaya orang yang nggak dapat jatah tadi malam" tanya Reno penasaran karena orang yang sudah dianggap saudara itu seperti menutupi sesuatu yang sangat serius.
"Aku hanya memikirkan Kaka" ucap Alfa singkat.
"Loh Kaka kan baik-baik saja kan? memangnya apa yang kamu pikirkan tentang dia?" tanya Reno penasaran.
"Kamu kan tahu, Kaka itu anak yang istimewa yang pernah aku sia-siain" ucap Alfa.
"Ahhh jangan dipikirkan lagi apa yang sudah lama berlalu" ucap Reno yang tidak senang sahabatnya itu masih menyinggung masa kelamnya dulu.
"Bukan itu yang aku maksudkan, tapi aku harus kembali melepasnya untuk sesuatu yang sangat keras berbahaya dalam hidupnya. Awal tahun depan, mamaku akan mengirimnya ke Kalifornia untuk menjalani semua itu bersama pamanku di sana" Jelas Alfa membuat Reno terkejut.
"Hah? Lo serius bro?" tanya Reno tidak percaya karena usia Maggie baru akan genap 12 tahun.
BERSAMBUNG