Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
S'2 Bantuan



Ponsel Maggie terus bergetar di dalam tasnya namun ia tidak peduli karena sekarang ia hanya ingin membuat sahabatnya untuk tidak putus kuliah.


"Oke kalau begitu aku balik dulu ya? Esok kita mulai menjalankan rencana kita, oke?" ucap Magir sambil mengangkat tas pundaknya dan berjalan keluar dari kosan sahabatnya. Ria pun melangkah keluar mengantar sahabatnya hingga depan kosan.


"Oke, nanti hubungi aku ya?" ucap Ria sebelum keduanya berpisah dari sana.


Maggie pergi dengan senyuman penuh kelicikan, kali ini ia akan benar-benar memanfaatkan sang kekasih untuk membantunya. Dengan jurus ngambeknya karena sudah dipanasi oleh papa Arjo, kini Maggie mengambil kesempatan tersebut sebagai senjata untuk meminta bantuan kepada Roberth.


"Halo sayang" ucap Maggie membuat Roberth kembali merinding karena ucapan sayangnya itu.


"Iya sayang, kamu di mana? udah sampai rumah belum?" tanya Roberth beruntun.


"Belum, masih di jalan" jawab Maggie.


"Aku di jalan mau balik ke rumah" ucap Maggie.


"Oke sharelook nya biar aku jemput" ucap Roberth buru-buru dan langsung mematikan ponselnya.


Beberapa saat kemudian, Roberth kembali melihat ponselnya karena ada bunyi pesan masuk dan ternyata itu dari Maggie yang memberitahukan kepadanya soal posisinya sat ini.


Pria itu langsung menancap gas menuju ke lokasi di mana sang kekasih berada.


Dari kejauhan, Roberth sudah melihat sang kekasih yang duduk di halte sambil memainkan ponsel cantiknya dan kebetulan tidak ada orang di sana hanya dia seorang diri.


Sebuah mobil mewah berhenti tepat di depannya, Maggie mengangkat wajahnya dan tersenyum kemudian bangkit berdiri dan melangkah ke arah mobil tersebut dan langsung masuk karena sang kekasih yang sudah membukakan pintu untuknya.


"Mau langsung pulang atau mau singgah di mana dulu" tanya Roberth kepada Maggie.


"Langsung pulang aja ke apartemen soalnya aku ingin istirahat dulu" jawab Maggie.


"Tidak. aku tidak mau kamu ke apartemen itu lagi karena tempat itu berbahaya" jawab Roberth tegas.


"Lalu aku harus ke mana?" tanya Maggie.


"Kamu ke kontrakan saja atau ke apartemen aku juga boleh" ucap Roberth.


"Tidak, antar aku ke kontrakan saja" balas Maggie yang tidak mau pergi ke apartemen Roberth.


Pria itu akhirnya melajukan mobil menuju kontrakan gadis itu. Keduanya sama-sama diam, Roberth sedang memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa bertanya Soal pembahasan antara Maggie dan sang papa tadi.


Sedangkan Maggie tengah berpikir bagaimana caranya agar iya bisa minta bantuan kepada sang kekasih.


"Apa yang membuatmu diam?" tanya Roberth penuh hati-hati.


"Tidak." jawab Maggie diam. Itulah senjata awal yang dia keluarkan.


"Maaf tadi aku sedang berusaha untuk memberi pelajaran kepada gadis yang merendahkan kamu di restoran tapi belum berhasil karena kamu sudah pergi dari sana sehingga aku juga tidak menyelesaikannya. Tapi aku akan berusaha untuk memberinya pelajaran" ucap Roberth panjang lebar membut Maggie tersentuh.


"Apa betul kamu sudah dijodohkan? maka mulai sekarang kita jangan bertemu lagi" tanya Maggie.


"Hah? jangan percaya apa yang dikatakan oleh papa. Kamu tahu? hanya kamu gadis yang aku kenal sejak kecil dan nyaman bersama kamu" jelas Roberth mulai frustrasi karena ternyata kekasihnya termakan oleh ucapan sang papa.


"Tapi itulah kenyataan yang aku dengar langsung dari papamu, tidak mungkin ia membohongiku" jelas Maggie santai sedangkan Roberth sudah kebakaran jenggot.


"Oke kalau begitu sekarang kita datangi rumahku untuk bertanya secara langsung kepada kedua orang tuaku. Aku tidak main-main" ucap Roberth tegas membuat Maggie panik.


"Tidak tidak. Oke aku percaya kamu kali ini" jawab Maggie mengalah. Keduanya kembali terdiam untuk beberapa saat.


"Sayang, apakah aku bisa minta bantuanmu kali ini?" tanya Maggie.


"Kamu kenal Ria kan? teman kelas kita di kampus" jawab Maggie.


"Iya, ada apa dengannya" tanya Roberth.


"Sebenarnya tadi aku pergi buru-buru karena dia. Dia ingin putus kuliah karena sudah dikeluarkan dari tempat kerjanya dan ayahnya juga yang sudah tua sehingga ia memutuskan untuk berhenti kuliah." jelas Maggie.


"Lalu apa yang mau aku lakukan untuk membantunya?" tanya Roberth sekali lagi.


"Apakah kamu ada rekomendasi tempat untuk bisa menerimanya bekerja?" tanya Maggie.


"Hahaha anak sultan ko repot bangat mencari kerja untuk sahabatnya" ucap Roberth dalam tawanya karena Maggie yang ribet sendiri untuk mencari kerja.


"Maksud kamu" tanya Maggie belum mengerti.


"Kan tinggal kamu membawanya ke kantor orang tuamu itu dan memberinya pekerjaan, gampangkan?" ucap Roberth.


"Bukan itu masalahnya, sejak kecil Ria hanya mengenalku sebagai seorang gadis kecil yang tidak punya ayah. Dan lagian jika aku membawanya bekerja di sana, pasti dia akan merasa aneh karena pendidikannya yang belum selesai." ucap Maggie membuat Roberth mengerti.


"Baiklah, apa posisi yang dia mampu untuk kerjakan, biar aku memberitahukan kepada papaku" ucap Roberth.


"Apa saja yang penting halal" jawab Maggie.


*****


Hari ini merupakan hari pertama Rockzy kembali masuk kampus. Banyak hadis yang diam-diam nge-fans dengannya akhirnya lega, karena pria idaman mereka kembali.


Vira, Mira Adel dan beberapa gadis lainnya terus menatap ke arah pria itu namun yang ditatap sama sekali tidak memperdulikan mereka.


Ting


Satu pesan masuk ke ponsel Rockzy. Dengan cepat anak muda itu mengangkatnya dan langsung menatap tajam ke arah Maggie.


Yang ditatap malah cengengesan. Maggie begitu bersyukur sejak tahu siapa Rockzy, apalagi pria itu nekad membahayakan diri di tangan ibunya demi menyelamatkan nyawanya.


Anak dari wanita yang dulu membuat mereka diterlantakan oleh daddy-nya sendiri.


*****


"Mom, berapa lama lagi kita kembli ke Australia?" tanya Alfa kepada sang isteri.


"Mommy masih pengen sama Kaka, ketemunya aja belum lama" ucap Mey dengan wajah sedihnya. Gadis kecil yang dulu selalu dibawa ke mana-mana, kita sudah dewasa dan bahkan sulit untuk dijan yg kau.


"Iya Daddy mengerti dengan perasaan mommy, jika sudah tiba saatnya pasti kita akan berkumpul lagi" jelas Alfa penuh pengertian dengan keadaan sang isteri.


"Iya nanti kita ketemu sekali lagi sama Kaka baru pulang ya" lanjut Alfa.


"Iya dad" jawab Mey.


Sepasang suami isteri itupun akhirnya tidur juga malam itu.


Alfa yang belum bisa menutup matanya karena ada banyak hal yang bersarang di kepalanya. Pria itu memiringkan tubuhnya dan menatap isterinya yang sudah berada di alam mimpi.


Terima kasih sayang, kamu adalah wanita terhebatku. Kamu adalah wanita tangguh yang telah melahirkan ketiga malaikat untukku. Aku akan melindungi kalian dengan nyawaku. aku ingin kalian bahagia. Aku mencintaimu sayang. Batin Alfa sambil memberi satu kecupan sayang di kening sang isteri. Keduanya pun larut dalam tidur mereka malam ini hingga pagi menjelang.


BERSAMBUNG