
"Karena kau sudah melukai anak gadisku maka aku juga akan menunjukkan kepadamu bagaimana seorang Alberth yang dulu kau kenal lembut bisa menggambar di wajah puteramu dengan ini." ucap papa Alberth sambil memutar pisau lipat yang ada dalam genggamannya.
"Jangan macam-macam kau Alberth jika tidak ingin keluargamu hancur ditanganku" ucap Adam penuh penekanan. Pria itu tidak lagi menekan pisau itu ke leher Novi namun terlanjur darahnya terus mengalir.
Adam panik dengan ancaman Alberth yang ingin merusak wajah puteranya. Degan sekali gerakan, Novi sudah berpindah ke salah seorang anak buah Adam, dan pria itu langsung mencabut pistol dan menodongnya ke arah tuan Alberth.
"Katakan selamat tinggal kepada isteri dan anak serta menantu dan cucumu" ucap Adam dengan tersenyum penuh kemenangan, karena sejak tadi dia tidak melihat Alberth dikawal oleh seorangpun. Itu artinya para anak buahnya sudah mengalahkan anak buah Alberth. Ditambah lagi dengan Alberth yang datang dengan tidak membawa senjata tajam di tangannya. Bahkan semua ruang sudah sepi tidak ada lagi suara tembakan jadi Adam tersenyum puas kalau Alberth dan seluruh anak buahnya sudah dikalahkan.
Alberth tersenyum mengejek ke arah Adam saat pria itu menodongkan pistol ke arahnya. Wajah senyum Alberth membuat pria itu semakin emosi dan saat akan menarik platuk, tiba-tiba ia kembali mendengar suara tembakan di ruangan lain yang saling bersahutan di sana.
Pria itu mengurungkan niatnya.
"Di mana kau menyembunyikan puteraku pria brengsek?" ucap Adam geram.
"Jika aku mengatakannya apakah kau sanggup menyelamatkannya?" ucap tuan Alberth penuh kemenangan karena melihat wajah bingung Adam.
"Apa maksudmu sialan?" bentaknya dengan suara meninggi.
Sementara Novi saat ini sudah pingsan karena darahnya yang terus keluar. Reno yang tak berdaya tapi masih setengah sadar, melihat kekasihnya rubuh dalam pelukan anak buah Adam, hatinya sangat sakit sampai meneteskan air mata namun tidak bisa berbuat apa-apa karena tubuhnya diinjak oleh anak buah Adam, begitupun Roky.
"Puteramu ada di tangan ketua mafia Mara Salvatrucha" ucap tuan Alberth santai namun tidak dengan Adam yang pucat pasi. Pria itu bahkan sampai gemetar tangannya yang memegang pistol tadi.
Dorr dorr dorrr
Tiba-tiba bunyi tembakan beberapa kali yang memekik telinga mereka. Anak buah Adam yang ada dalam ruang itu tumbang satu persatu membuat Adam semakin panik.
Beberapa detik kemudian, munculah seorang wanita berpakaian serba hitam dengan pistol di tangannya.
"Hai Adam, apa kabarmu selama ini?" ucap wanita itu santai.
"Cih hanya wanita lemah, siapa kau?" ucapnya mencibir karena ia pikir siapa ternyata isteri dari Alberth.
"Siapa aku?" tanya mama Ratna.
"Aku Ratna isteri Alberth. Aku juga Ratna kembaran Ratih, gadis yang mati di tanganmu karena menolak cintamu" ucap Mama Ratna dingin jika kembali mengingat saudara kembarnya itu.
"Dan aku Ratna adik Randy ketua Mafia Mara Salfatrucha di California" ucap mama Ratna penuj penekanan membuat pria itu semakin gugup dan tak sengaja tangannya menekan pelatuk.
Dorrr
Satu peluru sudah melesat tepat di bahu kiri papa Alberth. Mama Ratna yang melihat suami tercintanya terluka langsung berlari ke arah papa Alberth dan langsung memeluknya dan menuntun sang suami untuk duduk dengan perlahan tanpa peduli Adam yang masih memegang pistolnya.
Melihat kesempatan itu, Adam kembali menarik pelatuk untuk membunuh Ratna yang adalah kembaran gadis yang sudah menolaknya mentah-mentah.
Dorrr
"Akhhh" erang seseorang.
Tiba-tiba pistol yang ada di genggaman Adam jatuh saat satu peluru menembus tangannya itu.
"Ahhh daddy mah nyebelin. Kaka kan mau nolongin opa sama oma tahu?" ucapnya sinis pada sang daddy saat daddy menggeser tubuh kecilnya ke arah samping agar terhalang tembok.
Oma Ratna yang sudah terbakar emosi langsung mengangkat kembali pistolnya dan dan melakukan satu tembakan lagi. Namun sayang, bukan Adam yang tumbang melainkan puteranya yang tumbang tepat di depannya saat akan menjadi tameng bagi sang ayah.
Adam tercekat melihat putera satu-satunya tersenyum kearahnya dan beberapa saat kemudian tak sadarkan diri.
"Seret dia!" ucap mama Ratna lantang.
Para pengawalnya langsung bergerak membawa Adam ke ruang tempat penampung para musuh.
Flash Back
"Sayang. Kita harus ke London sekarang" ucap Alfa yang tidak mau pikirannya terbagi.
"Ada apa mas?" tanya Mey yang panik melihat perubahan.
"Tidak apa-apa sayang. Hanya aku tidak bisa meninggalkan kamu dan kakak di sini karena ini sangat berbahaya jadi aku harus membawa kalian dan juga ayah." ucap Alfa yang memang tidak bisa untuk meninggalkan orang-orang terkasihnya.
"Tapi kenapa mas. Apa yang terjadi sama mama dan papa" ucap Mey
"Sayang. Saat ini Novi dalam bahaya diculik. Reno sekarang sudah berada di London karena para penculik sudah membawa Novi ke sana" ucap Alfa.
Deg
"Mas, kita harus ke sana, jangan sampai Novi dalam bahaya" ucap Mey panik.
"Iya sayang, tidak perlu siap-siap, bi sudah menyiapkan semuanya" ucap Alfa.
Alfa membawa isteri anak dan ayah mertuanya menuju London.
"Sayang aku harus membantu Reno dan yang lainnya. Kamu jangan kemana-mana sayang diluar bahaya" ucap Alfa yang baru mendapat kabar bahwa keadaan di markas lagi memanas.
"Iya mas, tolong bawa Novi kembali" ucapnya sambil menangis.
Alfa mengecup kening isterinya dan melangkah keluar setelah menutup kembali pintu.
Tak lupa juga Alfa pamit pada mertuanya.
Alfa melangkah pergi dengan dengan tergesa-gesa bersama dua orang pengawalnya pergi.
Alfa melewati jalur rahasia, saat akan turun dari mobil, pria itu dikejutkan dengan seorang gadis kecil yang juga baru menyembulkan kepala keluar dari tempat duduk paling belakang.
"Kakak?" ucap Alfa panik karena anaknya bisa dalam bahaya ada di tempat ini.
Gadis kecil itu santai dan tidak merasa berslah sama sekali.
"Ini, kakak pegang ini dan kakak jangan jauh sedikitpun dari daddy" ucap Alfa sambil memberi salah satu pistol yang baru saja ia terima dari anak buahnya.
"Telima kasih daddy. Daddg baik deh" ucapnya sambil cengengesan.
Alfa akhirnya membawa puterinya masuk ke markas diikuti oleh kedua pengawalnya.
******
Markas Mara Salvatrucha dilengkapi dengan dokter hebat sehingga keempat orang itu langsung ditangani.
Papa Alberth yang sebenarnya tidak begitu sakit namun bucinnya mama Ratna mengharuskan suaminya untuk menjalani pengobatan seperti ketiga orang lainnya.
*****
Sementara di mansion keluarga Adipaty. Mey harap-harap cemas apalagi tidak menemukan anaknya di sana. Wanita hamil itu semakin panik setelah mendapat pesan dari suaminya kalau puterinya ada bersamanya.
BERSAMBUNG