
Daffa dan Daffi telah bersiap-siap untuk pulang ke negara asal mereka. Keduanya adalah anak yang cukup jenius, selain kuliah mereka juga membantu kedua orang tuanya untuk menangani perusahaan jika ada sedikit masalah.
Opa Devid dan isterinya juga memutuskan untuk pulang terlebih dahulu bersama kedua cucu mereka.
"Daddy sama mommy akan menyusul besok atau lusa setelah opa Gaston kembali" ucap Alfa.
"Iya dad" jawab Daffa mewakili kembarannya.
"Tetap berhati-hati dan jangan banyak berinteraksi dengan orang baru, apalagi sampai mereka tahu jati diri kalian. Cukup mereka tahu kamu sebagai keturunan Adipaty jangan soal dunia gelap. Kasihan kalau kita harus mengganggu masa berdua kaka dan suaminya" ucap oma Ratna menasehati kedua cucunya.
"Iya oma" jawab keduanya serentak.
Merekapun menuju ke bandara dengan diantar oleh sopir keluarga Adipaty.
Selepas kepergian opa Devid, oma Ani dan juga kedua cucu mereka, Alfa dan isteri serta ketiga orang tuanya itu kembali masuk ke dalam rumah.
"Sebaiknya kita bicarakan sekarang" ucap opa Gaston membuat keempat orang itu heran dengan apa yang akan dibicarakan.
"Bicara apa ka?" tanya oma Ratna.
"Aku sudah semakin tua dan aku harus membahas dari sekarang masa depan anak cucu kita" jawab pria itu.
"Baiklah, sebaiknya kita bicarakan di ruang kerja saja" putus papa Alberth.
Mereka bersama-sama menuju ke ruang kerja papa Alberth yang dulu dan juga menjadi ruang kerja Alfa juga setelahnya.
Kelima orang itu duduk dan mulai membicarakan satu per satu harta mereka.
"Bagaimana?" tanya papa Albert. Mey hanya menjadi pendengar setia karena tidak mungkin ia melangkahi ayahnya untukembagikan hartanya.
"Semua harta keluarga Adipaty sudah jatuh ke tangan kaka Maggie sejak dulu dengan perantara Mey. Tapi aku rasa kurang adil jika ketiga cucuku tidak merasakan yang sama dari kami sebagai opa dan omanya" jelas oma Ratna.
"Aku sudah memisahkan hartaku jadi dua bagian, 35% akan aku berikan kepada Rockzy karena dia adalah putera ku dan 65% kepada kaka." ucap opa Gaston.
"Maaf, aku sedikit memberi masukan karena ini bicara soal harta untuk cucu-cucu kalian yang adalah anak-anakku. Mungkin aku nggak bisa melangkahi ayah dalam membagikan harta sebelum waktunya. Tapi mungkin sebaiknya agar tidak terpecah dan menghilangkan nama perusahaan yang sudah dibawa sejak dulu, Sebaiknya Royal-Adipaty diberikanlah kepada salah satu dari si kembar dan dari Maquerie-Group kepada yang satunya lagi. Dan setelah itu baru dicopot beberapa persen dari kedua perusahaan itu untuk digenapkan kepada kaka dari milik opa Gaston" jelas Mey yang sejak tadi diam.
Alfa bangga, isterinya yang hanya berpendidikan rendah itu punya hikmah yang luar biasa.
"Iya mama setuju seperti itu." ucap Oma Ratna.
"Papa juga" sambung opa Alberth.
"Bagaimana ka" tanya oma Ratna kepada sang kaka.
"Aku juga setuju dengan ide menantuku" jawab Opa Gaston tersenyum tulus.
"Makasih ya sayang, kamu sudah adil buat Anak-anak" ucap Alfa sambil mengecup kening sang isteri.
"Walaupun demikian, kita harus bicarakan semuanya sama kaka dan setelah itu baru kita maju ke tahap selanjutnya untuk mengurus perpindahan aset atas nama mereka" usul Mey lagi dan diangguki oleh para orang tua itu.
Sejak dulu, semua hal yang serius harus melibatkan kaka, selain dia sebagai kaka, dia juga anak yang bisa diandalkan untuk keluarga Adipaty dan Smith.
.
.
.
.
Sudah saatnya jam istirahat pertama.
"Mau bicara apa Jac?" tanya Ike sambil membereskan Buku-buku dan menatanua ke dalam tasnya.
"Ada yang ingin aku bicarakan dan tanyakan, boleh kita makan di luar?" ajak Jackson.
"Kalau itu sih aku nggak berani. Kamu tahukan? banyak paparazi dimana-mana, Kemarin saja aku sampai viral di sekolah ini" ucap Ike tidak mau mengambil resiko.
"Bagaimana kalau kita pesan makan dan kita bicara di taman sekolah aja" sumbang Ike.
"Baiklah" Jackson memesan makanan dari luar dan mengajak Ike untuk beraantai di taman sekolah.
Keduanya melangkah pergi dengan banyak pasang mata yang menatap ke arah mereka.
Setibanya di taman, Ike memilih duduk di rerjmputan ketimbang duduk di kursi taman, sehingga mau tidak mau Jackson pun ikut duduk di sana.
"Apa yang mau kamu bicarakan?" tanya Ike to the point.
"Apa benar, beberapa hari lalu itu putera dan cucu dari group Royal-Adipaty?" tanya Jackson yang merasa penasaran apalagi sudah beberapa hari Ike tidak masuk sekolah, hal itu menambah rasa penasarannya.
"Iya benar. Kemarin itu om Alfa, putera dari opa Alberth Adipaty pemilik group Royal-Adipaty. Memangnya kenapa?" tanya Ike.
"Aku hanya merasa kurang yakin aja? ko kamu bisa kenal sama mereka sih? bahkan kemarin tuan Alfa sepertinya membenarkan kalau kamu calon menantunya" ucap Jackson.
"Hahaha kamu itu lucu ya?" ucap Ike dengan tawanya karena melihat wajah Jackson yang kurang yakin.
"Iya itu yang aku rasakan" ucap Jackson.
"Ceritanya, mamiku itu adik angkat dari isteri om Alfa yaitu mommynya cowok yang kemarin, dan papiku mantan asisten mommynya" jelas Ike.
"Hah?" Jackson terkejut.
"Iya kami tumbuh dan besar bersama di Australia. Aku terpaksa pindah karena papi sama mamiku kebanyakan bepergian jadi aku sendiri sama art. Ya sudah, papiku minta om sama tanteku di sini agar aku dipindahkan." jelas Ike yang tidak ingin mengatakan jika Daffa sempat mengabaikannya.
"Oh... lalu kenapa kemarin kamu tidak datang sekolah?" tanya Jackson penasaran karena sejak kejadian tempo hari, Ike malah tidak masuk sekolah beberapa hari.
"Oh itu, itu karena kakaku yang dikira tunangan ku itu menikah" jelas Ike.
"Ko aku lihat di sosmed yang lagi trending, kakamu menikah sama Puteri sulung tuan Alfa Adipaty? gimana ceritanya? ko ribet bangat sih?" ucap Jackson semakin bingung.
"Ya ceritanya panjang" jawab Ike yang tidak mauembuka lebih dalam soal keluarganya itu.
"Jujur ya? awalnya aku sempat memiliki rasa sama kamu, tapi akhirnya aku mengalah setelah tahu jika kamu sudah punya kekasih. Jika aku mengungkapkan sebelumnya, apakah kamu menerima aku?" tanya Jackson.
"Ya nggak lah" jawab Ike merasa lucu dengan pria dingin nan polos itu.
"Tapi pacar kamu tidak melarang kita temanan kan?" tanya Jackson.
"Kalau melarang sih iya, karena dia orang yang super duper posesif, tapi ya mau gimana lagi? kamu Satu-satunya teman yang aku punya di sekolah ini" ucap Ike jujur.
"Katakan kepadanya, aku murni ingin teman sama kamu, karena jujur aku juga cuma teman sama kamu" jawab Jackson membuat Ike tersentuh karena pria itu tidak menyimpan dendam kepadanya.
"Lalu soal lia dan kelompoknya yang suka membuat masalah sama kamu? apa kamu tidak ingin membalas mereka dengan kekuasaan yang kamu punya?" umpan Jackson.
"Nggaklah. Mereka yang punya masalah sama aku, tapi aku nggak punya masalah sama mereka" jelas Ike.
ternyata kamu bukan hanya cantik wajahnya saja tapi juga hatimu. Dari pribadimu yang luar biasa itulah kamu disayangi oleh orang-orang baik. Batin Jackson memuji Ike.
BERSAMBUNG