
Keluarga Smith telah kembali ke Negara asal mereka dan tentu mereka pulang bersama Alfa karena banyak kekurangan yang harus mereka lengkapi untuk pernikahan nantinya.
"Sayang, nanti esok aku jemput ya? kita beli cincinya sekalian fiting bajunnya" ucap Alfa saat hendak kembali ke hotel tempat penginapannya.
"Iya mas, nanti saat makan siang ya, aku masuk kantor dulu" jawab Mey.
"Da ade, daddy pergi dulu ya" ucap Alfa sambil memberi ciuman di kedua pipi puterinya.
"Dad, kok pelgi lagi sih" ucap Maggie yanh sejak tadi asyik dengan ponsel sang mommy.
"Nanti daddy kembali lagi sayang" ucap daddy memghindari pertanyaan aneh dari anaknya.
"Iya daddy, nanti bawa ole-ole buat ade ya?" ucapnya tanpa melihat ke arah daddynya.
Emang ponsel lebih menarik ya? sampai daddynya mau pergi saja tidak peduli. Batin Alfa mengumpat.
Pria itu pergi meninggalkan mamsion keluarga Smit kembali ke hotel tempatnya menginap. Memang negara Australia tidak sama dengan Indonesia yang selalu ikut campur urusan orang namu Alfa tidak mau membuat kesan buruk pada calon isterinya dan keluarganya.
*****
Keesokan harinya Alfa datang lebih pagi untuk mengantarkan sang puteri ke sekolah sebelum gadis kecil itu bertindak.
Alfa yang perlahan sudah mulai hafal dengan tingkah anaknya menjadi merinding sendiri.
"Pagi sayang, udah bangun?" sapa daddy Alfa sekaligus bertanya pada sang puteri yang sudah duduk santai di sofa ruang keluarga menunggu para orang tua bersiap.
"Telus yang duduk ni setan ya?" ucapnya culas.
Dih kumat dia, masih pagi de sudah kaya monster aja. Batin Alfa
Kedua anak daddy itu duduk dalam diam sambil menunggu yang lain.
"Sopan sekali si de" ucap Novi yang baru bergabung dengan keduanya.
"Iyalah, olang belgelak malah, sopan juga malah" ucapnya dengan masih culas.
Rupanya Gadis kecil ini baru diceramahi oleh sang mommy untuk tidak bergerak takutnya kotor lagi.
"Oke, ayo kita sarapan sebelum berangkat." ucap Mey mengajak mereka semua.
Alfa menuntun puterinya menuju meja makan, dan tumben anak itu mendadak anteng pagi ini.
Keluarga itu menikmati sarapan dengan diam tanpa ayah yang sudah pergi sejak pagi sekali.
Setelah menyelesaikan sarapan, mereka berangkat terlebih dahulu mengantarkan Novi dan Maggie dan setelah itu Alfa mengantarkqn calon isterinya menuju kantor.
*****
"Sayang. Kamu suka yang seperti apa?" ucap Alfa saat mereka sudah berada di toko perhiasan.
"Terserah mas saja" ucap Mey
"Mbak, boleh lihat cincin nikah yang terbaik di toko ini?" tanya Alfa pada salah seorang pelayan.
"Baik tuan silahkan duduk sebentar" ucap si pelayan.
Alfa dan Mey duduk sambil menunggu pesanan, keduanya juga berbincang ringan.
"Awal kita menikah, puteri kita mash dalam kandungan kamu. sekarang dia sudah besar dan sangat pintar" ucap Alfa sambil tersenyum ke arah Mey.
"Tapi aku penasaran, kenapa pagi ini anteng sekali anaknya?" tanya Alfa lagi.
"Ya tamengnya tidak ada jadi begitulah" ucap Mey santai
"Jadi tamengnya ayah?" tanya Alfa kembali.
"Iya, ayah pergi pagi-pagi sekali jadi dia tidak bisa sesuka hatinya saja" ucap Mey lagi
"Kamu jangan terlalu keras sama dia sayang, kasihan kalau dia tertekan" ucap Alfa merasa kasihan pada anaknya.
"Alaaah ratu drama, paling juga menarik simpatimu tadi" ucap Mey
"Tuan, nyonya... ini cincinnya ada tiga macam" ucap si pelayan sambil meletakan kotak perhiasan sebanyak tiga kotak tepat di meja depan Alfa dan Mey.
"Kamu suka yang mana sayang?" ucap Alfa ketika sudah membuka ketiga kotak itu di depan sang wanitanya.
"Aku ini saja" ucap Mey saat melihat salah satu cincin yang sangat mirip dengan cincin nikah mereka yang pertama dan ternyata itu adalah cincin termahal.
Setelah Alfa melakukan transaksi dengan kasir, mereka lanjut ke butik yang sudah di beri tahu oleh mama Ratna sebelumnya. Kedua orang itu melakukan fiting baju dan pulang ke mansion.
Akhir-akhir ini jelang pernikahan, Mey bekerja setengah hari dan selanjutnya diselesaikan oleh Reno.
*****
📹Tuan, barusan pria dan wanita itu masuk ke toko perhiasan dan butik, sepertinya mereka tengah mempersiapkan pernikahan mereka.
📹Ikuti terus perkembangan mereka. Setelah puteraku hilang, mereka malah bersenang- senang.
📹Baik tuan.
Panggilan berakhir antara dua pria misterius tersebut.
Seorang pria yang sejak tadi mengikuti Alfa dan Mey bahkan ia juga pura-pura membeli perhiasan di toko yang sama untuk memantau gerak-gerik Alfa dan Mey.
******
Reno membawa semua berkas ke mansion utama untuk ditanda tangani oleg Mey, pria itu yang kebanyakan sibuk apalagi akhir-akhir ini dia yang harus menghendel perjalanan bisnis di luar negeri. Selain dia adalah orang kepercayaan tuan Devid dia juga sudah dianggap seperti anak sendiri.
"Om Leno, ade kangen." teriak Maggie yang melihat Reno melangkah masuk. Gadis kecil itu berlari ke arah Reno dan langsung melompat ke dalam gendongan pria itu.
"Om Reno juga kangen" ucapnya sambil memberi ciuman di seluruh wajah gadis kecil itu.
Alfa menggendong Maggie mendekat ke arah semua orang yang lagi duduk santai di ruang keluarga sambil berbincang ringan.
"Mey, tuh ada kerja buat kamu. Tanda tangani karena esok aku harus bawa untuk meeting." ucap Reno tanpa melihat wajah Alfa yang sudah berubah masam.
Pria itu merasa tidak puas saat dengan santainya Reno memberi perintah pada Mey yang adalah atasannya.
"Iya deh nanti aku tanda tangani." jawab Mey dengan tersenyum ke arah Reno.
"De, mana ka Novi" bisik Reno tepat di telinga Maggie.
"Di kamal" gadis kecil itu kembali berbisik di telingan Reno sambil menutupi dengan telapak tangan kecilnya.
"Ayah, aku keluar sebentar sama Novi bisa?" tanya Reno pada ayah Devid. Sejak sekian lama di pakasa panggil ayah akhirnya Reno bisa juga. Itupun karena ancaman ayah tidak merestuinya dengan Novi.
"Orangnya lagi eram di dalam kamar" ucap Ayah sambil terkekeh.
"Ade panggil ka Novi" ucap Reno pada Maggie.
Gadis kecil itu dengan malas melangkah naik ke kamar sang kakak dan membukanya tanpa mengetuk.
"Ka Novi" teriak Maggie saat tidak menemukan Novi, ternyata orangnya lagi mandi.
Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah Novi dengan pakaian santainya dan rambutnya yang masih dibungkus handuk kecil.
"Loh, ade kenapa di sini?" tanya Novi heran dengan kehadiran gadis kecil itu.
"Ade mau jemput ka Novi. Om Leno mau jalan sama ka Novi" ucapnya sesuai yang dia dengar tadi dari Reno saat minta ijin sama opanya.
Deg
Novi terkejut, kerna setelah sekian lama Reno seolah tak peduli dengannya tapi tiba-tiba mengajaknya jalan-jalan.
Aku takut kecewa, bisa saja kamu sudah punya kekasih. Batin Novi sambil terbengong.
"Ka Novi" teriak gadis kecil itu sekali lagi membuat Novi kaget.
"Eh iya ka Novi masih nyisir rambut" ucapnya salah tingkah.
BERSAMBUNG