Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
S'2 Kepergian Maggie



Jangan lupa ikuti novel author yang berjudul Terpaksa Menikahi Putera Majikan Ayah


Happy Reading ❤️


Hari sudah mulai senja, Mey sibuk di dapur dan tiba-tiba puterinya mendekati dengan wajah ceria.


"Mom, ajarin Kaka masak dong" ucapnya dengan nada manja.


"Hahaha apa yang mau Kaka masak, nasi apa lauk? atau kue-kue?" tanya Mey pada sang Puteri.


"Akhh kenapa ribet bangat sih di dapur? kenapa harus pake masak ini itu?" gerutunya karena terlalu banyak tawaran sang mommy.


"Ya itulah pekerjaan cewek sayang, kalau Kaka mau jadi cewek benaran ya harus tahu macam-macam masakan?" jelas Mey.


"Emang Kaka bukan cewek benaran ya? mommy yang benar aja, orang aku jadi rebutan di kampus" ucapnya kecoplosan.


"Oh ya? berarti anak mommy benar-benar primadona kampus ya?" ucap Mey meledek puterinya.


"Nggak mom, Kaka salah ucap tadi" ucap Maggie mengelak dari sang mommy yang sudah terlanjur mengganggunya.


"Akhhh sudah ah, apa yang mau dikerjakan" ucap Maggie mengbil alih pisau dari tangan sang mommy. Dengan hati-hati gadis itu mengupas wortel yang tadi dipegang oleh mommynya.


"Hati-hati kena tangan ya sayang?" ucap Mey sambil melakukan pekerjaan yang lain.


"Iya mom" jawab Mey sambil terus serius dalam membersihkan bagian luar wortel.


Mommy tahu kamu hanya melampiaskan emosimu dengan masuk dapur. Jika itu yang harus kamu lakukan demi keselamatan maka mommy akan membiarkanmu jadi seorang pembunuh, tapi mommy harap kamu tetap baik-baik saja buat mommy dan daddy serta twins, kami sangat mencintaimu sayang. Batin Mey sambil menatap puterinya dengan tatapan intens.


Keduanya terus bekerja hingga selesai walaupun Maggie hanya membantu seadanya tapi membuat Mey bahagia karena itulah yang dia inginkan sejak dulu. Bahkan memory saat mereka cuci piring bersama dan bekerja di dapur bersama walaupun Puteri kecilnya dulu hanya membantu memporak-porandakan isi dapur.


Setelah menyelesaikan tugas dapur, sepasang anak mommy itu kembali ke dapur karena sebentar lagi mereka akan makan bersama.


.


.


"Kaka, tadi ada yang mengantar motormu ke sini" ucap Oma saat mereka sudah menyelesaikan makan malam bersama.


"Iya Oma, esok Kaka akan jalan pagi sekali karena mau ikut kuliah karena sudah terlambat banyak materi" jelas Maggie membuat sang mommy menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan karena ia tahu puterinya akan pergi malam ini sesuai dengan apa yang tadi dia dengar saat puterinya berbicara melalui telepon.


Malam ini, Maggie tidak bergabung bersama keluarga untuk bersantai di ruang tamu karena ia harus beristirahat karena ia akan pulang nanti pagi sekali sesuai yang dikatakan kepada keluarganya.


.


.


Tepat di tengah jam 11 malam, Maggie keluar mengambil air minum di dapus sekaligus memastikan apakah ada yang masih sadar atau sudah pada tidur.


Setelah mengambil air minum dan memastikan semua lampu kamar sudah padam, Maggie bergegas menggantikan pakaiannya dan memasang jaket kebesarannya, setelah itu mengambil semua perlengkapan yang selalu dia bawa jika ingin menghadapi musuh.


Maggie mengendarai motor kesangannya dan melaju pergi meninggalkan villa tempat mereka menginap sejak kemarin.


Di balik salah satu kaca jendela kamar, berdiri seorang wanita yang meneteskan air matanya menghantar kepergian sang Puteri yang baru ia temui dua hari ini.


"Apa yang kamu pikirkan hmmm" ucap Alfa yang sudah melingkarkan tangannya di perut sang isteri dari arah belakang.


"Dad, kenapa harus Kaka yang menyelesaikan semua kesalahan kita dimasa lalu?" ucap Mey yang masih terus meneteskan air mata.


"Mama memilih dia karena, hanya dia yang bisa diandalkan, kamu tahu? dia bahkan sudah punya musuh sejak kecil saat dia membunuh dua orang sekaligus di penculikan waktu itu" jelas Alfa dengan tenang padahal ia juga merasakan hal yang sama tapi ia tidak mau menunjukkannya kepada sang isteri karena sekarang ia harus kuat demi isterinya.


"Aku takut Kaka kenapa-kenapa, dia masih sangat muda" ucap Mey yang sudah sesugukan.


"Tujuh tahun mom, tujuh tahun dia dilatih oleh opa Gaston tentu hal itu bukanlah gampang, semua trik dan ilmu bela diri dan semua sudah dia pelajari. Lagian papa sudah menempatkan beberapa kelompok untuk menjaganya dari jarak yang tidak dia ketahui" jelas Alfa lagi.


"Jadi Daddy juga tahu kalau malam ini dia akan pergi ke sebuah club untuk bertemu dengan orang jahat itu?" tanya Mey yang tidak tahu jika suaminya pun tahu soal kepergian sang Puteri


"Daddy tidak tahu soal itu tapi mama sudah tahu semuanya. Mama bahak tahu kalau dua musuh sekaligus yang akan dihadapi oleh kaka" ucap Alfa.


.


.


Di sisi lain, Maggie yang melajukan motor dengan kecepatan diatas rata-rata membuatnya sudah melewati kawasan hutan dan sudah hampir tiba di jalan tol, gadis itu bahkan tidak peduli dengan keadaan. Jalan yang sepi membuatnya terus melajukan motor kesayangannya dengan aman.


"Apaka mereka masih bersenang-senang di sana?" tanya Maggie kepada anak buahnya melalui benda kecil yang melekat di telinganya.


"Iya nona, mereka masih bersenang-senang sekarang" jawab pria dibalik benda kecil yang sama dengan yang dipakai oleh Maggie.


"Biarkan mereka menikmatinya sebelum aku mengirim mereka ke neraka" ucap Maggie dengan nada yang menakutkan.


.


.


Setengah jam kemudian Maggie tiba di sebuah club di kota itu. Gadis itu memarkirkan motornya di parkiran lalu ia mengambil jalur aman melalui lorong samping yang terhubung ke jalur belakang dan langsung bisa tembus ke ruang di mana para musuhnya itu bersenang-senang.


Tiba-tiba lampu kelap-kelip itu menjadi gelap gulita. Wanita-wanita sewaan itu histeris karena lampu yang tak kunjung menyala.


"Hei siapa kau?" ucap salah seorang dari mereka dengan suara bentakan, namun tidak menggetarkan sosok yang tengah berdiri didepan mereka dengan menyeret tubuh seorang pria yang bahkan sudah tak bernyawa. Ya saat ini lampu telah menyala kembali tapi bukan lampu yang suram tadi melainkan lampu yang sangat terang.


"Hmm siapa aku? aku adalah malaikat pencabut nyawamu" ucap gadis itu terkekeh karena melihat wajah panik para wanita yang mengenakan pakaian kurang bahan itu.


"Hahaha hahaha hahaha hei anak kemarin sore, rupanya kau terlalu bernapsu mengambil nyawa orang sampai mengganggu kesenangan kami" ucap salah satu pria yang sombong itu.


"Tertawalah selagi Anda masih punya kesempatan untuk tertawa, karena setelah ini kesempatan untuk menangispun sudah tak ada untukmu" ucap Maggie dingin membuat para wanita itu semakin gemetar dingin karena ketakutan.


Bersambung