Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
S'2 Sah



Pagi-pagi sekali, Semua sudah bangun karena hari ini adalah hari yang paling bersejarah. Semua sibuk-sibuk untuk berangkat ke gereja karena sebelumnya harus diadakan gladi untuk pernikahan hari ini, mengingat mempelai perempuan yang bahkan belum tahu apapun jadi harus diadakan gladi terlebih dahulu.


"Ma, kaka belum bangun sedangkan MUA sudah ada di depan" ucap Mey yang sudah selesai mandi namun masih mengenakan pakaian santai.


"Iya biar mama saja yang membangunkannya" ucap Oma Ratna.


Pintu kamar yang tidak terkunci itu membuat sang oma bisa dengan gampang untuk masuk. Setelah masuk ternyata anak gadis itu masih nyaman di bawa selimut.


"Kaka, ayo bangun sayang. Semua sudah siap-siap karena kita akan segera berangkat." ucap oma Ratna sambil mengusap kepala cucunya dengan sayang.


"Rasanya baru kemarin, oma membawamu kemana-mana. Membayarmu dengan makanan karena membantu oma menyelesaikan banyak masalah. Tapi hari ini, oma harus melihatmu bersanding dengan pria yang kamu cintai dan juga mencintaimu. Masa sulitmu akan terbayar lunas dengan kebahagiaanmu sayang. Oma sudah tidak takut lagi jika terjadi sesuatu sama oma" gumam Wanita tua itu dengan mata berkaca-kaca.


"Oma?" ucap Maggie yang baru bangun dan terkejut begitu melihat sang oma yang tengah duduk diujung ranjangnya.


"Bangun dan bersiaplah, di depan sudah ada MUA yang akan merias kita" ucap oma.


"Hah? MUA? merias kita? emang ada acara apa sih?" tanya Maggie yang bahkan belum sadar bertul karena bangun tidur tapi kembali terkejut dengan pernyataan sang oma.


"Iya... emang kamu lupa, semalam daddymu katakan kalau hari ini kita akan adakan acara kekeluargaan untuk merayakan hari valentine. tapi kita akan merayakan bersama karuawN kantor semua dan kita diminta untuk mengenakan kostum ala pangeran dan princess" jelas oma dan hanya dituruti oleh cucunya.


Seperti yang dikatakan oleh oma nya, setelah ia mandi dan keluar dari kamar ndi ternyata sudah ada orang-orang yang akan menyulapnya jadi princess.


Mey juga masuk ke kamar puterinya dengan sudah mengenakan kebaya model terbaru yang membuatnya sangat cantik.



"Wah mommy cantik bangat, daddy bisa pangling nih" seru Maggie bangga dengan mommynya yang masih sangat cantik itu. Mey sering dibilang kakanya Maggie karena memang sang mommy melahirkannya diusia belasan tahun.


"Ya iyalah. Jadi kaka juga harus dandan yang cantik hari ini" ucap Mey. Maggie mendadak sedih karena percuma ia berdandan cantik namun tidak bisa dilihat oleh sang kekasih. Jangankan lihat, meneleponnya saja pun tidak.


"Ayo cepat, semua sudah pada siap dan kita harus berangkat sekarang" ucap Mommy yang kembali keluar agar anaknya bisa bersiap. sedangkan para pria sudah pada siap dan juga para oma-omanya.


Semua mobil telah berjejer di depan mansion dengan hiasan yang sama dibagian kaca depan. Dan setelah satu jam, orang yang ditunggu-tunggu akhirnya keluar dari kamar dengan digandeng oleh sang mommy.


"Rasanya baru kemarin daddy berdebat sama seorang gadis kecil tapi sekarang ia bahkan sudah cocok menjadi pengantin, ahhh daddy pengen cepat menikahkan kaka sama Roberth, jika dia kelamaan akan daddy nikahkan sama orang lain" ucap Alfa menggoda puterinya.



"Wah, kaka cantik sekali, seandainya ka Roberth melihatnya pasti pangling nih" ucap Daffi yang ikutan menggoda sang kaka.


Kecurigaan Maggie hilang setelah ia melihat semua opa-opa, daddy dan kedua adiknya serta beberapa orang penting Alfa yang bekerja di kantor yang ada di sana semua mengenakan kostum yang hampir sama pakaian formal.


"Baiklah kita berangkat sekarang, kasihan yang sudah menunggu" ajak Alfa dan masing-masing masuk ke dalam mobil mereka. Maggie satu mobil bersama kedua adik kembarnya dan masing-masing dengan pasangannya. Mereka mulai beriringan keluar meninggalkan Mansion besar itu.


"Acaranya sebesar apa sih?" tanya Maggie kepada kedua adiknya,


"Ya kata opa Alberth sih ini pertama kalinya kantor merayakan hari kasih sayang dan memang sangat meriah karena gabungan antara semua karyawan Adipaty-Group dan Maquerie-Group jadi ya sangat meriah lah" jelas Daffa meyakinkan sang kaka.


Mereka akhirnya tiba di salah satu gereja terbesar di kota itu dan membuat jantung Maggie semakin tak karuan.


Katanya acara di hotel, kenapa jadi nyasar di gereja sih? Batin Maggie dan hendak melayangkan protes jika mereka salah alamat tapi melihat mobil para orang tua yang ada di sana dan banyak mobil lainnya yang berjejer di sana membuatnya semakin tidak mengerti.


Daffa membawa mobil itu berhenti tepat di tangga depan pintu gedung gereja. Maggie yang dalam keadaan syok langsung disuguhkan lagi dengan seorang pria yang sudah membuka pintu mobil dan mengulurkan tangan ke arahnya untuk turun dari mobil.


"Apa maksud dari semua ini?" ucap Maggie lirih dan mulai berkaca-kaca.


"Tapi apa maksud semua ini?" tanya Maggie lagi dengan suara bergetar saat ia sudah turun dari mobil dan berdiri di samping Roberth bahkan banyak kamera yang sudah sejak tadi mengambil gambar mereka dari sebelum ia keluar dari mobil.


"Yeee kaka di prank..... Selamat ya kesayangan Daffi. Pokoknya kaka harus bahagia ya? ade sayang sekali sama kaka" ucap Daffi yang sedikit berteriak diikuti tepukan tangan semua keluarga. Maggie langsung terkejut sekaligus menangis sesugukan. MUA setia mengikutinya untuk memperbaiki riasan nya yang luntur akibat airmatanya.


"Sayang... hari ini kamu akan jadi seorang isteri, mommy harap kamu bahagia ya?" ucap Mey yang sudah berkaca-kaca juga mengingat terlalu cepat ia harus merelakan puterinya untuk hidup bersama orang lain yang akan menjadi suaminya.


"Roberth, kamu tahukan? kaka adalah berlian yang sangat berharga dalam keluarga Adipaty dan keluarga Smith. Aku melepaskannya untuk kamu bahagiakan, untuk kamu sayangi, untuk kamu jaga. Jika dia salah, tegurlah layaknya seorang suami yang menegur dengan kasih sayang bukan otot. Dan jangan pernah sakiti dia baik fisik maupun batin, karena jika kamu melakukan itu mka kamu sudah menyakiti dia keluarga besar sekaligus" nasehat Alfa panjang lebar kepada pria yang beberapa jam lagi akan menjadi menantunya.


"Nak, daddy sangat sangat mencintaimu. Harapan daddy hanya satu, melihat kaka bahagia" ucap pria itu kepada puterinya.


"Terima kasih dad, mom" ucap Maggie juga yang semakin bergetar.


"Maaf sayang, sudah membuatmu sedih pagi ini. Ayo kita masuk, jangan menangis karena nanti dikira kamu tidak bahagia nikah sama aku. " ucap Roberth menuntun sang kekasih untuk masuk ke dalam gedung gereja yang sudah disulap seperti istana dengan hiasan seperti di kayangan.



Maggie yang sudah bisa menebak apa maksud dari semua ini antara sedih dan bahagia juga marah seolah ia dikerja oleh semua orang termasuk keluarganya sendiri.


Mereka masuk dan mulai dengan gladi nya sebelum acara intinya.


Acara yang ditunggu-tunggu pun di mulai


Dan kini tiba pada sesi janji suci mereka.


Saudara Maggie Pradania Adipaty, Aku mengambil engkau menjadi istriku yang sah, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus. Ucap Roberth


Saudara Roberth Mike, Aku mengambil engkau menjadi suamiku yang sah, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus. Ucap Maggie.


Setelah mengucapkan janji dan menukar cincin, pendeta pun menumpangkan tangan ke atas kepala kedua mempelai dan memberkati hubungan mereka yang telah sah menjadi suami dan isteri.


Hiduplah menurut janjimu, hayatilah tugas dan tanggung jawabmu, dan terimalah berkat Tuhan: Allah, Bapa Tuhan Yesus Kristus yang telah memanggil dan mempersatukan kamu dalam perwakilan ini akan memberkati kamu dan memenuhi rumah tanggamu dengan kasih karunia Roh Kudus supaya dalam iman, pengahrapan dan kasih, kamu hidup suci dan bahagia selama-lamanya. Amin


.


.


.


Acara pemberkatan pun selesai.


"Kamu jahat, kenapa melakukan ini semua" ucap Maggie dalam tangisnya padahal saat ini mereka masih berada di gereja.


"Apa kamu bahagia sayang? maaf setelah kamu sering pergi-pergi tanpa pesan kepadaku, maka hanya ini buang bisa aku lakukan untuk mengikatmu sayang" ucap Roberth membuat gadis itu kembali menangis karena sudah dia minggu kekasihnya itu tidak menghubunginya.


"Selamat hari jadi kita sayang, dan happy valentine day istriku tercinta" ucap Roberth penuh bahagia.


"Valentine day too suamiku" ucap Maggie malu dengan ucapannya sendiri.


Kedua keluarga bersar bersama pengantin kembali ke mansion Adipaty dan mereka akan bersiap lagi untuk resepsi malam ini.


BERSAMBUNG