Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
40. Kejadian di Club



Happy Reading


Jangan lupa Vote, like, and komen yach!


Semua berkas perceraian telah disiapkan oleh Pengacara Alfa, tinggal menunggu waktuya saja. Alfa yang tahu jika Nina sama sekali tidak pernah merawat Jeffrino menjadi sedih melihat bayi kecil itu.


Walaupun bukan putera kandungnya tapi Alfa terlanjur mengasihi anak itu, mengingat ia pernah mengabaikan seorang gadis kecil yang sangat mengharapkan kasih sayangnya namun diabaikan sehingga membuat Alfa sadar akan semua kesalahannya.


Alfa ingin melakukan pengobatan kepada bayi kecil itu tapi untuk sementara ia masih punya banyak beban hidup, bahkan pekerjaan kantornya saja hampir dikerjakan semua oleh asistennya Roky.


Alfa semakin terpuruk sejak menyaksikan mantan isterinya yang tengah bermesrahan dengan pria lain, membuatnya malam ini menghabiskan waktu di sebuah club yang biasa ia datangi. Keadaan pria itu mulai mabuk berat dan merancau sembarangan sehingga membuat asistennya kewalahan.


Asisten Roky memilih menelepon sang isteri untuk membantunya membujuk Alfa untuk pulang karena sejak tadi dia tidak mau pulang dan ingin membuat masalah di club tersebut.


Nina yang ditelepon awalnya merasa kaget karena suaminya sejak tadi di ruang kerjanya kenapa sekarang sudah di club?


Ide cemerlang Nina muncul saat asisten Roky mengatakan jika Alfa mabuk berat. Wanita itu langsung menelepon ayah tirinya untuk bertemu di club dengan membawa berkas-berkas pengalihan harta dan berkas perceraiannya dengan Alfa


30 menit kemudian sampailah Nina di club tersebut dengan sopir pribadi yang bekerja di mansion Adipaty yakni pak Agus.


Nina yang kaget dengan keadaan suaminya yang saat ini terlentang disebuah sofa panjang sambil merancau menyebut nama mantan isterinya dan puterinya menjadi naik darah, namun sekuat tenaga ia tahan emosinya agar rencananya tidak berantakan.


"Sayang, kita pulang ya?" bujuk Nina


"Aku tidak mau pulang jika bukan Mey yang menjemputku" bentak Alfa dengan suara yang tidak jelas.


"Roky, kamu pulang saja Alfa biar aku yang mengurusnya" ucap Nina tegas


"Tapi nyonya, tuan Alfa lagi tidak sadarkan diri jadi tidak mungkin aku pergi meninggalkannya" ucap Roky yang juga tegas


"Oke, kalau begitu kamu membantuku untuk menyewa satu kamar agar dia beristirahat sampai esok pagi, dalam keadaan begini tidak mungkin kita bisa membawanya pergi" ucap Nina


Merasa ucapan wanita ini masuk akal, Rokypun mengiyakan usulan itu dan pergi memboking sebuah kamar untuk tuan muda bersama isterinya beristirahat.


Nina dibantu oleh Roky dan pak Agus membopong tubuh Alfa memasuki sebuah kamar VIP yang ada di clup tersebut. Setelah Alfa ditidurkan di atas tempat tidur dan diselimuti oleh Nina, wanita itu kembali berbicara dengan kedua pria yang telah membantunya.


"Roky, pak Agus malam ini aku dan suamiku tidur di sini sampai esok pagi aku akan menghubungi kalian untuk menjemput kami jika dia sudah sadar." ucap Nina


"Baiklah nyonya, jika demikian kami pulang istirahat, jangan lupa hubungi kami jika terjadi sesuatu dengan tuan Alfa" ucap Asisten Roky


"Itu pasti Roky" ucap Nina bersemangat


Roky dan pak Agus melangkah keluar dari kamar itu dan langsung ditutup pintunya oleh Nina. Pak Agus langsung melangkah pergi ke parkiran dan memilih pulang karena waktu sudah menunjuk pukul 2 tengah malam. sementara Roky menuju ke toilet sebentar.


Tiba-tiba terdengar suara dobrakan pintu yang membuat Alfa terkejut dan langsung duduk di atas tempat tidur, sementara ada beberapa orang yang berdiri di sana, salah satunya adalah Nina yang tengah menangis dan memohon untuk dilepaskan, sementara ada dua orang yang sedang mengapit kedua lengannya.


"Apa yang kalian lakukan kepada isteriku? cepat lepaskan dia"


ucap Alfa yang marah besar


"Oke, Baiklah tapi aku mohon lepaskan isteriku. Apapun akan aku berikan jika kamu melepaskan isteriku dengan baik-baik" ucap Alfa


"Betul? kamu akan memberi apapun yang kami minta?" ucap salah seorang dari mereka


"Benar, aku tidak akan main-main dengan ucapanku" balas Alfa


"Baiklah, cepat tanda tangan berkas ini sekarang" ucap seorang lagi sambil menyodorkan map yang berisi barkas yang mereka bawa.


Flash Back


Setelah kepergian Asisten Roky dan pak Agus, selang beberapa menit datanglah pak Radit (Ayah tiri Nina) bersama seseorang yang kemungkinan pengacaranya. Mereka langsung memasuki kamar tersebut karena telash diberi tahu terlebih dahulu oleh Nina.


Kedua pria itu masuk dan mendapati Alfa yang masih merancau dengan suara tidak jelas. Pak Radit melangkah mendekati Nina dan menghadiahkan satu kecupan dibibir puteri sambungnya, dan pria yang tadi datang bersama pak Radit langsung menundukkan kepalanya saat menyaksikan adegan menjijikan itu.


"Pak Arya, silahkan keluarkan berkas yang tadi." ucap pak Radit kepada Pria yang satunya.


Setelah semua berkas dikeluarkan, Nina mulai menjalankan aksinya.


"Sayang, ayo bangun... " ucap Nina sambil menggoncang tubuh suaminya


"Hmmmm" Alfa hanya menjawab dengan daheman dan lanjut tidurnya


"Sebaiknya kita tunggu sampai esok pagi dia sadar, karena tidak mungkin kita memaksanya dalam keadaan seperti ini" ucap Nina


"Tidak mungkin sayang, keburu ada yang datang" ucap pak Radit


"Tidak akan, karena aku sudah berpesan agar mereka datang jika aku yang menelepon" ucap Nina meyakinkan


Keputusan akhirnya adalah mereka menunggu hingga Alfa sadar. Pak Arya disuruh pulang, sedangkan Nina dan ayah tirinya mulai menyusun strategi agar esok paginya rencana mereka bisa mulus.


Setelah menemukan solusi untuk rencana mereka. Kedua manusia bejad itu kembali melakukan hubungan terlarang di disebuah sofa panjang yang ada di dalam kamar yang sama dengan Alfa berbaring saat ini.


Alfa yang tak sadarkan diri, tidur ibarat orang mati yang tidak bergerak. Namun samar-samar ia mendengar suara berisik seperti suara ******* yang mengganggu tidurnya, karena merasa tubuhnya yang remuk dan sakit membuatnya tidak bisa bangu hingga dia hanya membuka matanya dan betapa terkejutnya Alfa saat melihat dua orang beda jenis yang dalam keadaan full naked tengah menikmati surga dunia mereka.


Alfa yang langsung mengenal siapa wanita yang tengah melakukan hubungan terlarang dengan pria tua itu memilih diam dan kembali menutup matanya apalagi mereka tidak tahu jika Afa sudah sadar.


Saat ini sudah hampir jam 5 subuh dan dua orang itu telah menyelesaikan kegiatan panas mereka. Pakaian Nina yang sudah tidak berbentuk karena tadi ditarik paksa oleh ayah tirinya saat mereka melakukan kegiatan mereka tadi, dipungut dan dikenakan kembali untuk menjalankan aksi mereka.


Pak Radit memanggil 4 orang yang bertubuh tegap dan wajah mereka yang menakutkan datang dan mengikat Nina. mereka melakukan itu dengan sangat berhati-hati tanpa mengeluarkan suara takut membangunkan Alfa sebelum persiapan mereka selesai.


Setelah semuanya beres, mereka membawa Nina ke arah pintu dengan keadaan Nina yang cukup mengenaskan seolah dia baru habis disiksa oleh orang-orang itu.


Off


*****


-Bersambung-