Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
54. Kedatangan Keluarga Smith ke London



Keluarga Smith saat ini berada di meja makan menikmati makan malam berasama tapi malam ini mereka makan malam tanpa Reno karena pria itu di tugaskan oleh tuan Devid untuk melihat perkembangan pembangunan di luar kota.


Tuan Devid tidak mengijinkan Mey untuk bepergian jauh karena ia tahu bahwa saat ini puterinya lagi terancam.


"Opa!" seru Maggie meminta perhatian opanya


"Iya sayang" jawab opa


"Opa tahu tida?" tanya Maggie


"Mana opa tahu ade, kamu saja belum kasih tahu, ka Novi saja tidak tahu" jawab Novi membuat Maggie jeles.


"Tahu apa sayang?" tanya opa sabar


"Masa opa lupa? coba opa ingat, satu minggu lagi hari apanya ade?" ucap anak kecil itu mengumpan opanya


"Apa ya?" jawab opa bingung


"Akhhh opa nebelin. Kan ulang tahunna ade ceminggu lagi tan?" ucapnya marah karena semua orang lupa akan hari istimewanya


"Ya ampun sayang, opa lupa. Sebagai permintaan maafnya ade mau minta apa saja nanti opa turuti" ucap opa yang memang lupa karena banyak kejadian yang mengacaukan pikirannya.


"Benal?" tanya anak kecil itu memastikan.


"Benar. Opa janji" jawab opa mantap


"Oke, talo begitu ade mau minta..." ucapnya pura-pura berpikir


"Minta jalan-jalan saja ade, biar ka Novi temani" sambung Novi memprovokasi


"Ade mau tetemu daddy" ucapnya kemudian


Deggg


Jantung opa dan Mey sama-sama tersentak.


"Apa ade serius?" tanya Mey dengan menahan gejolak hatinya


"Ade celius mom" jawabnya


"Aku ijinkan ade ketemu daddy tapi mommy tidak tahu apa daddy akan menerima kamu atau tidak" jawab Mey pura-pura tidak tahu tentang musibah yang dialami mantan suaminya


"Benalan mom?" ucap Maggie


"Benar sayang" ucap Mey tenang


"Apa betul kamu membiarkan Maggie bertemu daddynya?" ucap ayah memastikan


"Benar ayah" ucap Mey mantap.


"Kalau begitu kamu harus ikut" putus ayah


"Apa harus begitu ayah" tanya Mey


"Iya harus" tegas ayah


Keputusan mendatangi Alfa sudah bulat dan itu membuat Maggie sangat bahagia sementara Mey merasa gugup akan seperti apa nantinya jika bertemu mantan suaminya nanti.


Antara gelisah dan gugup jadi satu tapi melihat semangat gadis kecilnya yang luar biasa itu membuat Mey mengikuti semua keputusan yang sudah dibuat ayahnya.


Rencana keberangkatan dua hari sebelum ulang tahu Maggie. Jadi hari ini mereka mulai beres-beres untuk mempersiapkan apa saja yang akan dibawa nanti.


"Mom, nanti di cana ade mau olahlaga jadi bawa baju olahlaga ade ya?" ucap Maggie yang biasanya paling repot jika bepergian karena ia akan bertanya apa saja yang bisa dilakukan di sana maka semua perlengkapan akan dibawa semuanya. Khusus Maggie sendiri, kopernya akan dua atau tiga karena semuanya dibawa. Jika opanya bilang nanti beli di sana maka dia akan protes habis-habisan.


……………


Hari ini keluarga Smith berangkat ke London. Reno setia mengantar rombongan majikannya ke bandara untuk menggunakan Jet pribadi keluarga Smith berangkat ke London.


"Opa, tenapa tida ada olang di pecawat? yang ade nonton biacana pecawat itu banak olang" ucap Maggie yang tidak menemukan orang lain selain keluarganya dan para petugas dalam jet itu.


"Karena ini pesawat milik opa jadi cuma kita yang di sini" jawab Novi


"Opana ade taya ya?" tanya Maggie yang penasaran dengan kekayaan opanya


"Nanti kalau sudah dewasa baru ade hitung sendiri" jawab Novi mulai malas meladani adik kecilnya ini


"Hadeh ade malas hitung" ucapnya dengan gaya lelah


Penerbangan dari Australia menuju ke London memakan waktu hampir seharian penuh membuat mereka lelah apalagi Maggie yang masih bertamasia di dunia mimpinya walaupun saat ini pesawat mulai mendarat.


Mey terpaksa membangunkan puterinya karena tidak mungkin mereka harus menggendongnya yang semakin hari semakin berisi dan berat badannya semakin meningkat.


Keluarga Smith melangkah keluar dari jet dengan suasana hati mereka yang bersuka cita kecuali Mey yang semakin merasa tak karuan, entah karena apa? tapi rasanya ia tidak sanggup bertemu dengan mantan suaminya itu.


Di sana sudah ada beberapa mobil yang menjemput mereka yang pasti ada para pengawal tuan Devid yang ada di sana. Pria tua itu memang punya pengawal di mana-mana, jadi ke manapun ia pergi, tidak pernah merasa kesusahan.


Tuan Devid dan keluarganya meninggalkan bandara menuju sebuah apartemen yang baru saja dibeli beberapa hari yang lalu. Biasanya tuan Devid akan menginap di hotel jika ada di negara ini tapi berhubung kali ini ia datang bersama keluarganya sehingga ia memilih untuk membeli apartemen agar anak cucunya lebih nyaman.



"Opa.. ini lumahna ciapa?" tanya Maggie saat mobil yang membawa mereka dari bandara itu berhenti tepat di depan sebuah bangunan mewah.


"Ini akan jadi rumahnya ade jika ade datang ke sini" jelas opa pada cucunya


"Yeee ade puna lumah balu" serunya sambil keluar dari mobil dan melompat-lompa di depan apartemen tersebut.


Terima kasih Tuhan, sudah mengubah takdir hidupku dengan cara yang luar biasa. Aku yang dulunya tidak punya apa-apa dan sempat putus asa saat dengan paksa membawa puteriku pergi dari kemewahan hidup daddynya, tapi Engkau kembali menyiapkan seorang malaikat penolong yang adalah ayahku sendiri. Biarlah kebahagiaan ini jangan cepat berlalu dari hidup kami. Batin Mey mensyukuri kebesaran Tuhan dalam hidupnya dan puterinya.


Mereka memasuki aparteman itu dengan diantar oleh para pengawal tuan Devid yang membawa semua koper mereka.


Rumah yang cukup luas dan nyaman untuk dihuni. Di sana juga sudah ada beberapa pelayan yang akan menyiapkan segala keperluan mereka. Ayah Devid sengaja menyiapkan itu semua agar tidak mengganggu acara mereka yang yelah direncanakan jauh sebelumnya itu.


"Lumah ade besal tan?" ucap Maggie bangga


"Mentang-mentang punya rumah baru saja sombong" cibir Novi


"Bialin. Nanti ade celita cama daddy talo ade cudah puna lumah balu, iya tan opa?" ucap Maggie


"Iya sayang" balas opa gemas dengan cucuny yang jiwa pamernya dan matrenya sangat tinggi dan tentu itu 100% gen Alfa yang lebih tinggi dalam diri anak kecil ini.


Karena sudah sangat malam jadi mereka akhirnya masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat karena esok mereka punya planing yang lebih banyak yakni mulai dari persiapan hari ulang tahun Maggie sampai menjenguk Alfa.


-Bersambung-