Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
42. Aldrich dan Mey



"Opa, tenapa opa da te tantol lagi Cetalang?" tanya Maggie yang sudah siap dengan perlengkapan sekolahnya dan duduk manis menikmati sarapan bersama yang lain


"Karena opa sudah pensiun kerja sayang" ucap Mey mewakili ayahnya


"Penciun itu apa mom?" tanya Maggie yang mulai terpancing dengan kata yang baru di dengarnya.


"Pensiun itu arti opa sudah saatnya berhenti bekerja sayang" Jawab Mey menjelaskan. Opa dan Novi hanya tersenyum mendengar komunikasi antara ibu dan anak itu.


"Talo begitu ade juga mau penciun cekolah aja. Ade mau telja taya mommy" ucap Maggie tanpa beban.


Novi yang sejak tadi diam seketika langsung tertawa terbahak-bahak, membuat Maggie menatapnya dengan sinis seolah mau menelannya hidup-hidup.


"Ta Novi teculupan. Ade tu lagi celius tenapa ta Novi teltawa?" marah gadis kecil itu membuat Novi langsung bungkam


"Ade, opa itu sudah lewat masa sekolahnya setelah itu baru bisa kerja. Jadi kalau ade mau kerja harus sekolah dulu biar pintar supaya bisa kelolah perusahaan seperti mommy" ucap Novi memberi pengertian


"Belalti ade halus cekolah campe besal dulu ya?" ucap Maggie yang mulai memahami


"Iya sayang. Jadi nanti Mommy pensiun baru ade ganti atau ade sudah pintar baru ade kerja" jawab opa


"Yee belalti ade halus lajin belajal, bial cepat pintal iya tan opa?" ucap Maggie semangat


"Iya sayang, yuk cepat habiskan makannya supaya tidak terlambat ke sekolah" ucap opa.


Pagi ini Mey dan Reno langsung berangkat ke kantor karena ada pertemuan pagi dengan para tim kerja di kantor. Jadi Opa dan sopir pribadi opa yang mengantarkan Maggie dan Novi ke sekolah.


Maggie yang baru masuk kelas langsung dibuat emosi oleh salah satu temannya


"Maggie, katanya kamu tidak punya ayah kan?" ucap seorang gadis kecil yang usia tubuhnya lebih besar dari Maggie


"Atu puna daddy. Daddy telja di lual negeli" ucap Maggie tidak terima baik


"Buktinya ke mana-mana kamu hanya sama ibu dan opamu kan?" ucap gadis kecil itu lagi


"Talna daddy telja cali uang untuk Maggie. Ni daddynya Maggie" ucap Maggie sambil membuka tasnya dan mengeluarkan selembar foto yang selalu ia bawa ke mana-mana, sehingga temannya tadi langsung diam.


Hari ini suasana hati Maggie mendadak buruk sejak masuk kelas tadi sehingga dia tidak semangat belajar hari ini.


******


✉️ Aldrich: Mey, kamu ada waktu hari ini? aku mau ajak makan siang boleh? aku baru saja tiba di negara ini


✉️Mey: Boleh, kebetulan hari ini tidak padat kerjaku


✉️Aldrich: Oke. Nanti aku jemput ya?


✉️👌


Akhir-akhir ini, Aldrich rajin datang ke negara ini, entah karena apa... tapi memang dia punya perusahaan cabang di negara ini yang cukup besar.


Hari ini Aldrich kembali menginjakan kakinya di negara ini karena ada sesuatu yang menarik yaitu tambatan hatinya.


Pria berdarah Amerika tulen ini sejak tadi hanya berdiam diri di kamanya sambil menunggu waktu makan siang karena ia sudah janjian dengan wanita pujaan hatinya.


Tepat jam setengah satu, Aldrich sudah keluar dari apartemen miliknya menuju Macquarie-Group. Aldrich merasa bahwa waktu berputar sangat lambat padahal ia sudah tidak tahan untuk bertemu dengan wanita itu.


Tepat pria itu tiba di depan kantor, Meypun baru melangkah keluar dari lobi kantor ke parkiran. Dengan senang hati Aldrich keluar dari mobilnya dan membuka pintu untuk sang pujaan hatinya dan hanya disambut dengan senyuman terbaik wanita itu yang menambah kadar kecantikannya.


Mobil yang membawa dua orang itu melesat jauh meninggalkan perusahaan Macquarie-Group, akhirnya sampailah mereka disalah satu restoran yang cukup bagus dikota ini karena menyajikan macam-macam menu makanan termasuk makanan khas Indonesia dan beberapa negara lainnya.


Mey tersenyum dengan suasana ruangan ini yang adem dan membuat suasana hati baik hanya dengan melihatnya.


Dengan penuh perhatian Aldrich menarik kursi dan mempersilahkan Mey duduk diikuti dengan dirinya yang ikut duduk tepat di depan Mey.


Seorang pelayan datang dengan mambawa buku menu untuk mereka, dan masing-masing mereka memesan menurut yang mereka suka.


Sambil menanti pesanan mereka, keduanya berbincang ringan soal pekerjaan dan sebagainya.


"Setelah makan, maukah kita ke sana sebentar?" ucap Aldrich sambil menunjukan jari telunjuknya ke arah laut yang terbentang luas di luar sana


"Mmm boleh" jawab Mey sambil tersenyum.


Akhirnya pesanan mereka datang dan keduanya mulai menikmatinya sambil terus berbincang hingga menyelesaikan makan mereka.


Seperti permintaan Aldrich tadi akhirnya mereka datang ke pantai yang ada di dekat restoran tersebut. Di sana ada beberapa rumah payung dan keduanya memilih duduk di sana untuk menikmati suasana laut siang ini.


"Mey, bolehkah aku mengatakan sesuatu?" ucap Aldrich penuh hati-hati


"Apa itu? bicara saja" ucap Mey tenang sementara Aldrich saat ini sudah berkeringat karena gugup.


"Maaf jika aku pertanyaanku sedikit menyinggung" ucap pria itu merasa kurang enak


"Tidak apa-apa" jawab Mey yang masih tenang


"Apakah betul kamu sudah memiliki anak? lalu dimana suami kamu?" ucap Aldrich sedikit merasa bersalah


Deg


Mey sedikit kaku mendapat pertanyaan itu namu secepatnya ia kendalikan.


"Mmmm aku dulu pernah menikah sehingga lahirlah puteri kami, tapi ada sedikit kesalah pahaman yang membuat rumah tangga kamu tidak bisa dipertahankan" jawab Mey dibuat setenang mungkin


"Maaf" ucap Aldrich semakin merasa bersalah, mungkin ia sudah membuat luka itu kembali perih dalam hati wanita ini


"Aku tidak apa-apa, toh manusia ada khilafnya juga" ucap Mey yang mengerti akan perasaan pria itu sekarang


"Maaf, jika aku bilang aku menyukaimu karena aku memang sudah jatuh hati sejak aku pertama kali datang ke kantormu waktu itu" ucap Aldrich sambil tersenyum kaku


Deg


Mey terdiam untuk beberapa saat.


(Apakah ini jalannya yang harus aku pilih agar bisa melupakannya?) batin Mey


"Tidak perlu menjawabnya sekarang, aku akan menunggu sampai kamu siap untuk menjawabnya" ucap Aldrich saat melihat raut wajah Mey yang sesikit menegang.


"B bbaiklah" ucap Mey gugup


"Yuk, kita jalan ke sana" ajak Aldrich yang langsung menarik tangan Mey dengan lembut untuk mencairkan suasana. Mey yang diperlakukan dengan manis hanya tersenyum dan mengikuti kemanapun pria itu membawanya pergi.


Keduanya betul-betul menikmati waktu berdua yang cukup singkat sebelum mengantar kembali wanita pujaannya ke kantor tempat wanita itu bekerja.


Aldrich baru mengantar kembali Mey ke kantor setelah satu jam mereka menikmati suasana laut di siang bolong ini.


-Bersambung-