Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
S'2 End



Satu jam kemudian, Mey dan Roberth keluar dari ruang persalinan. Mey keluar dengan wajah sumringah sedangkan Roberth jangan di tanya, wajahnya sudah seperti mayat hidup.


"Bagaimana Mey?" tanya mamanya Roberth yang sudah tidak sabaran.


"Aman Via, ibu dan anak sehat" jawab Mey dengan senyum bahagia. Via malah menatap puteranya yang sudah duduk di bangku panjang depan ruangan itu dengan kepala tertunduk sambil kedua tangannya menyatuh ke belakang tengkuknya.


"Lalu... " tanya Via sambil terus menatap puteranya.


"Selamat ya boy, kamu sudah jadi seorang ayah" ucap Arjo sambil ikut duduk di samping puteranya.


"Bagaimana dengan kaka, sayang?" tanya Alfa yang baru tiba. Pria itu bahkan bertanya sambil mengatur nafasnya antara panik dan kelelahan harena baru saja lari maraton tadi.


"Baik sayang," jawab Mey yang terus tersenyum.


"Boy or girl sayang?" tanya Alfa. Arjo bahkan lupa untuk bertanya gender cucunya karena melihat puteranya yang begitu syok entah karena apa. Ya Maggie dan Roberth memutuskan untuk tidak mengetahui jenis kelamin anak mereka walaupun dokter hendak memberitahukan setiap kali melakukan USG namun keduanya memilih untuk tidak mau tahu terlebih dahulu dan itu menjadi kejutan untuk mereka semua. Mereka hanya cukup tahu posisi bayi dan kesehatannya saja.


"Boy" jawab Mey.


"Kamu kenapa?" tanya Alfa yang baru melihat kondisi menantunya.


"Dia hanya syok saat melihat bayinya keluar." ucap Mey terkeh mengingat Roberth yang hampir pingsan saat melihat bayi yang begitu besar keluar melalui jalan lahirnya.


"Itulah kodrat seorang wanita sayang, karena itu hargai dan sayangi isterimu yang sudah berkorban melahirkan keturunan untukmu. bahkan semua wanita yang ada di muka bumi ini." jelas mama Via yang tahu perasaan anaknya.


Baru beberapa saat Maggie lahiran, keluarga sudah memenuhi lorong ruangan persalinan itu.


Dokter yang sudah menyelesaikan tugasnya akhirnya keluar.


"Pasien akan segera dipindahkan ke ruang rawat tuan" ucap Dokter yang beru keluar dan melihat Alfa, dengan sendirinya ia menjelaskan tanpa ditanya karena ia mengenal siapa itu Alfa. Putera tinggal pemilik rumah sakit ini.


"Baiklah" jawab Alfa tenang. Beberapa saat lagi Maggie serta bayinya dipindahkan ke ruang VVIP. ternyata bayinya sangat sehat sehingga sewaktu hamil Maggie keliatan seperti hamil bayi kembar.


"Siapa namanya kaka?" tanya Alfa begitu melihat cucu pertamanya yang malah anteng di dalam box bayi tanpa peduli dengan suara berisik para orang tua di dalam ruangan itu.


"Papanya yang sudah siapkan namanya" ucap Maggie sambil menatap sang suami yang sedang duduk di samping ranjang sambil menggenggam tangannya.


"Pratyaksa Safier Mike" ucap Roberth.


"Wah nama yang bagus, berarti panggilnya Safier" ucap Arjo.


"Safier. nama "Safier" mempunyai kepribadian yang Mengutamakan prinsip, keteraturan, pelayanan, sulit menerima batasan dan perkembangan yang mapan." ucap Mey membuat semua mata tertuju kepadanya.


"Arti nama yang bagus" balas Alfa sambil terus menatap bayi mungil itu.


Mereka berpindah ke sofa untuk mengobrol dan membiarkan bayi Safier untuk tidur, sedangkan Roberth setia menemani sang isteri yang terbaring di ranjang.


"Terimakasih sayang" ucap Roberth sambil menatap kedua mata indah isterinya dengan tulus.


"Untuk apa ka?" tanya Maggie yang heran dengan sang suami tiba-tiba berterimakasih.


"Untuk semuanya" jawab Roberth.


"Terimakasih karena sudah mau menjadi isteriku, sudah rela mencintaiku sejak kecil. Terima kasih sudah berkorban mengandung hingga melahirkan bayi untukku walau ujung-ujungnya namaku lah yang tersemat diakhir namanya. Terima kasih sudah menjadi isteri dan rumah untukku kembali dan mengaduh saat lelah dan butuh pengertian" ucapnya serius sampai tanpa mereka sadari semua mata yang tak jauh dari sana tengah menonton live drakor yang ditunjukkan oleh keduanya.


"Justru aku yang berterimakasih karena bantuan ka Roberth, aku jadi wanita sempurna seperti wanita lain yang bisa mengandung dan melahirkan. Jangan tinggalkan aku sama banyak Safier ya?" ucap Maggie serius.


"Tidak akan sayang. Kamu wanita satu-satunya yang aku cintai setelah mama Via. Bahkan tidak ada wanita manapun sebelum dan sesudah kamu" ucap Roberth.


Ya walaupun banyak sekali gadis yang tergila-gila padanya sejak ia mulai remaja hingga duduk di bangku kuliah bahkan bekerja, namun tidak ada sejarah yang mencatat jika ia memiliki mantan kekasih karena hanya ada Maggie, Maggie dan Maggie dalam hati dan hidupnya.


"Terimakasih sayang, aku bersyukur karena nggak salah jatuh cinta pada pria yang luar biasa ini" ucap Maggie yang bangga dengan diri sendiri. jika diingat kembali kisah masa kecilnya sungguh diluar dugaan karena mengklaim Roberth sebagai pria masa depannya namun ternyata takdir berpihak padanya sehingga semua jadi kenyataannya.


Semalam Arjo dan isterinya pulang ke rumah. Namun tidak dengan Alfa karena tidak berhasil mengajak Mey untuk pulang sehingga ia pun memilih tidur di ruang kusus yang ada di rumah sakit itu bersama sang isteri. Mey begitu posesif terhadap Puteri semata wayangnya serta cucunya kerana itu ia tidak mau pulang ke rumah karena takut Maggie membutuhkannya dan ia akan terlambat membantu puterinya itu.


Opa Alberth dan oma Ratna juga kini baru saja tiba satu hari setelah kelahiran banyak Safier.


"Halo sayang, siapa namumu?" tanya Oma Ratna sambil menoel-noel hidup kecil bayi tampan itu saat digendong oleh oma Mey.


"Namaku Safier oma, salam kenal ya?" ucap Mey meniru suara anak kecil membuat semua orang tersenyum bahagia.


"Uhhh cucu oma memang bibit premium, semoga kamu tidak menyusahkan papa mamamu seperti opa Alberth ya?" ucap Oma Ratna yang malah menyinggung puteranya sehingga membuat mata sang pemilik menatap wanita tua itu tajam.


Apa-apaan mama? kenapa harus ungkap masa laluku di depan cucuku? bagaimana bisa seperti itu. Untung cucuku belum mengerti apa-apa, bisa hancur harga diriku. Batin Alfa menggerutu.


"Ma, bagaimana bisa mama menjatuhkan harga diriku di depan cucuku sendiri?" ucap Alfa dengan nada tak suka.


Masih sempat-sempatnya dia mempertahankan harga dirinya padahal bayi itu bahkan tidak tahu apa yang dipersoalkan.


"Mana ada mama menjatuhkan harga dirimu? orang harga dirimu sudah jatuh sejak dulu?" ucap Oma Ratna cuek membuat mata Alfa hampir keluar saking tidak tahan dengan ucapan sang mama yang terlalu jujur itu.


Semua orang tertawa namun tidak dengan Alfa yang menunjukkan wajah juteknya.


Lengkaplah sudah kebahagiaan keluarga Alfa yang sebelumnya banyak lika liku yang menyesakkan namun dengan kehadirannya Maggie mempersatukan mereka dan menguatkan mereka untuk melewati masa-masa sulit keluarga mereka.


Gadis kecil yang dulu hidup dengan penuh air mata, kini sudah menjadi seorang wanita tangguh dan kuat, ia bahkan sudah melahirkan sorang bayi laki-laki yang sangat tampan sebagai pelengkap keluarga kecil mereka.


End


Terimakasih untuk para pembaca yang sudah setia hingga novel ini tamat.


Sampai ketemu di novel selanjutnya ya?


Novel baru sudah ready tapi belum di upload. Isi ceritanya melanjutkan kisah hidup Maggie dan keluarganya serta kisah cinta kedua adik kembarnya.


Judul Novelnya Adipaty's next generation


Akan segera dirilis dua hari lagi😁


See You Again❤🥰🙏💪🌹