
Keluarga Smith dan Adipaty menikmati makan malam mereka dengan tenang kecuali gadis kecil itu yang punya segudang cerita, yang dia bagikan kepada orang-orang di sana.
Ada kata-kata tertentu yang tidak bisa dimengerti oleh daddynya bersama opa dan oma dari daddynya tapi Mey dengan setia menterjemahkan kepada mereka.
Seusai makan malam bersama, dua keluarga ini kembali ke ruang tengah yang tadi di pakai untuk acara.
Maggie sudah melangkah lebih dahulu dituntun oleh oma Ratna diikuti yang lainnya.
Mey yang hendak menyusul tiba-tiba merasa tangannya dicekal oleh sebuah tangan dari arah belakang. Wanita itu sedikit terkejut saat berbalik dan mendapati pria yang bahkan sampai saat ini masih bertakhta di hatinya.
Mey berusaha melepaskan tangan kokoh itu, namun Alfa menatapnya dengan penuh harap, akhirnya kedua insan itu melangkah keluar ke taman yang ada di samping Apartemen itu.
Sepersekian menit keduanya terdiam saat sudah berada di sana yang dekat dengan lampu taman, tidak seorangpun yang bersuara. Ada rasa canggung apalagi mereka tidak pernah terlibat dalam komunikasi yang sehat sejak dulu masih beratatus suami isteri.
"Maaf" ucap Alfa yang hampir tidak kedengaran.
Mey menarik napasnya dalam lalu menghembuskan dengan perlahan untuk mengusir perasaannya yang canggung itu.
"Maaf untuk apa?" tanya Mey yang berusaha tegar.
"Tidak seharusnya aku ada di sini setelah banyak kejahatan yang aku perbuat pada kamu dan dia" ucap Alfa dengan penuh penyesalan dan mata berkaca-kaca.
"Mungkin aku bisa egois jika perlu, tapi aku sudah berjanji sejak dia ada di dunia ini, aku akan membahagiakannya bukan hanya dengan mengorbankan perasaanku tapi juga nyawaku sendiri" ucap Mey tegas.
Alfa terdiam, menyadari semua perbuatannya yang begitu menghancurkan perasaan wanita yang ada di depannya saat ini.
"Terima kasih. Karena puteriku kamu hampir kehilangan nyawa untuk menyelamatkannya" lanjut Mey yang seperti belati tajam yang sedang mengoyak hati Alfa.
Pria yang sejak tadi menunduk, seketika mengangkat kepalanya dan menatap wanita yang sudah berstatus mantan isterinya. Segitunya dia membentengi hidupnya sampai harus meminta terima kasih pada Alfa padahal pria itu ayah kandung puterinya.
"Maaf" hanya itu yang bisa Alfa ucapkan untuk mewakili semua perbuatan kejinya pada wanita ini.
"Aku tidak melarangmu untuk menemuinya, karena dia juga butuh kasih sayang seorang daddy" ucap Mey
"Terima kasih" ucap Alfa menanggapi.
Keduanya kembali terdiam hingga orang tua Alfa pamit pulang.
*******
Di Belahan Bumi Lain
Seorang pria tengah mengamuk menghancurkan seluruh barang berharga yang ada di kamarnya. Kematian orang kepercayaannya membuatnya kesulitan untuk mendapat informasi soal wanita pujaannya yang sudah hampir seminggu tidak merespon semua panggilan yang mungkin sudah ratusan kali.
"Kemana kamu sayang? kenapa tidak ada kabar?" ucapnya sambil kembali meneguk minuman dari botol alkohol yang dipegangnya.
"Apa pria itu masih hidup ataukah sudah mati? Brengsek seharusnya dia mati waktu itu sehingga orang-orangku tidak mati binasa" geram Aldrich
📹Cepat kamu cari tahu dimana wanitaku berada saat ini.
📹Baik tuan muda.
Sambungan telepon antara Aldrich dan orang kepercayaan lainnya terputus.
Selang satu jam kemudian, terdengar ketukan dari balik pintu ruangan itu
Tok tok tok
"Masuk" ucap Aldrik dari dalam ruang kerjanya.
"Tuan, Wanita itu sedang berlibur dengan keluarganya ke London" ucap anak buah Aldrich yang baru saja mendapat telepon dari orang suruhannya yang ditempatkan di semua negara jadi dengan gampangnya ia mendapat informasi.
"Hmmm kamu boleh pergi" Aldrich hanya merespon dengan berdaheman.
Pria itupun langsung keluar meninggalkannya di ruangan itu.
"Rupanya kamu lagi menikmati liburan sayang. Selamat bersenang-senang, aku selalu merindukanmu" ucap pria itu sambil mengecup sepucuk foto yang masih ada di tangannya.
Setelah mendapat informasi dari orang kepercayaannya itu, pria itu akhirnya merasa tenang, karena ternyata wanitanya bukan menghindarinya tapi sedang menikmati liburan.
******
Seorang wanita tengah menikmati masa penyesalannya yang mendalam. Disaat ini wanita itu dengan penampilan yang sudah sangat memprihatinkan semakin dibuat tak berdaya ketika melihat sebuah pertunjukan menarik dari anak buah mama Ratna yang sedang menyeret mayat seorang laki-laki yang sangat dikenalinya.
Ternyata Lexi sudah mati di tangan mereka. Aku harus keluar dari tempat terkutuk ini. Aku tidak mau mati binasa di sini, mumpung wanita tua itu belum muncul hingga saat ini. Batin Nina
Ya wanita malang itu adalah Nina, mantan isteri Alfa yang serakah dan tidak tahu diri.
Wanita itu melihat ke semua sudut ruangan itu, ternyata tidak ada seorangpun yang ada di sana. Dengan sekuat tenaga, ia berusaha untuk melepaskan diri dari ikatan itu.
Kamu harus bisa Nina, kamu harus berusaha mendapatkan jalan keluarnya. Batin Nina yang mulai gelisah karena ternyata ikatan itu tidak main-main. Sudah dengan berbagai cara dia lakukan tapi tetap tidak bisa lepas malah ikatan itu semakin kuat saat ia bergerak.
Nina yang mulai putus asa hanya bisa meneteskan air matanya, ia betul-betul pasrah dengan keadaannya saat ini. Ia juga menyesali semua tindakannya yang terlalu gegabah, padahal ia tahu bahwa mama Ratna tidak pernah menyukainya dan sudah pasti semua gerak-geriknya selalu dipantau oleh orang-orangnya wanita tua itu.
Saat ini, Nina hanya berusaha untuk mengambil perhatian para penjaga itu agar dia bisa lepas dari tempat terkutuk itu.
Flash Back
Setibanya di sebuah gedung yang diketahui itu adalah markas kedua Mafia Mara Salvatrucha setelah yang pertama di California yang dipimpin oleh kakaknya mama Ratna.
📱Mana wanita itu? (Ucap mama Ratna saat vc tersambung dengan anak buahnya yang ada di markas)
📱Ini nyonya. (Ucap pria yang memegang ponsel sambil mengarakan kamera depan tepat di depan Nina sehingga wanita itu dapat melihat secara langsung wajah geram mantan mertuanya itu)
📱Dengan baik-baik wanita sampah. Aku akan datang jika puteraku bangun. keselamatanmu tergantung keselamatan puteraku.
Sambungan vc berakhir dan wanita itu bergetar hebat saat tahu jika mantan suaminya saat ini dalam keadaan tidak baik-baik saja dan tentu itu juga akan berakibat buruk pada nasib hidupnya.
Melihat wajah mantan mertuanya yang seperti orang haus darah membuat Nina semakin ketakutan.
Off
Sudah empat bulan, mantan mertuanya belum juga datang ke tempat itu. Dan itu artinya, Alfa masih berjuang antara hidup dan mati. Dan itu juga menandakan bahwa keselamatannya juga sangat tipis, karena itu wanita ini berjuang untuk bisa keluar dari tempat itu.
-Bersambung-