Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
S'2 Maggie Comeback



"Huh, niat hati ingin beri kejutan ke my Roberth jadi gagal deh, gara-gara manusia nggak tahu diuntung ini" Gerutu seorang gadis yang baru selesai menyekap pelaku yang hampir saja membunuh Roberth, sang kekasihnya.


"Nona, apa ada yang bisa kami bantu?" tanya salah seorang anak buah Maggie yang juga baru menyelesaikan tugas mengikat si penjahat itu.


"Nggak ada, kamu istirahat aja" perintah Maggie.


Pria itu kembali ke tempatnya untuk bersantai dengan yang lain. Di dalam gedung, tempat menampung para penjahat itu, Maggie sedikit merebahkan tubuhnya di sofa yang ada di ruangan kusus.


Gadis itu sedikit kesusahan karena gaun yang dia pakai sedikit ketat.


Flashback


Maggie yang merasa acara sudah setengah berjalan, akhirnya bergegas menyusul ke hotel di mana acara berlangsung.


Setibanya di parkiran, ia tidak langsung turun dari mobilnya, gadis itu malah bersantai sebentar sambil memperagakan kejutan yang akan dia lakukan kepada sang kekasih. Di tengah keasyikannya, tiba-tiba ada bayangan yang melewati samping mobilnya dan yang menarik perhatiannya adalah pria itu membawa sebuah tas jinjit persegi panjang seperti ukuran gitar dan tasnya.


Sebagai seorang ketua mafia yang Hari-harinya bergaul dengan benda keramat itu, tentu dia tahu apa yang sedang di bawa oleh pria itu. Dengan perlahan ia membuka pintu mobil dan tak lupa ia mengganti sepatu haknya dengan sepatu balet berbahan jelly yang selalu stay di atas mobilnya.


Dengan buru-buru ia memakainya dan keluar mengejar pria tadi yang sudah lebih dahulu masuk melalui pintu samping. setibanya di dalam, ia tidak menemukan siapa-siapa karena semua orang tengah asyik mendengar tuan Arjo berpidato.


Maggie melanjutkan langkahnya ke bagian belakang hotel.


"Shittt aku dikelabui" gerutu Maggie yang menyadari jika tidak mungkin pria itu akan masuk ke dalam hotel ini jika ia ingin mengincar seseorang di sana.


Matanya menangkap sebuah atap gedung tinggi yang bersebelahan dengan hotel tersebut.


Sebagai seorang penembak jitu, itulah tempat yang tepat untuk dia membidik orang yang ada di ballroom ini. Batin Maggie yang sudah hafal betul strategi itu.


Gadis itupun melangkah pergi meninggalkan gedung hotel itu, saat sudah berada tepat di pintu samping, Samar-samar ia mendengar suara Roberth tengah berpidato ketika ia hendak melangkah pergi mencari pria tadi.


Dan aku juga mau menyampaikan bahwa aku, Roberth Mike, sudah bertunangan dengan seorang gadis yang aku cintai sejak kecil. itulah sepenggal kalimat yang tertangkap oleh pendengaran Maggie sebelum ia benar-benar pergi meninggalkan gedung itu.


Dengan kecepatan kilat, Maggie kini sudah berada di tangga naik gedung itu. Saking tingginya gedung itu membuat Maggie sampai kelelahan tapi rasa penasarannya akan siapa orang yang diincar pria itu membuat gadis itu kembali bersemangat. Bahkan kata-kata Roberth yang baru saja ia dengar, seolah menjadi vitamin untuknya.


Ia berhasil tiba di atap gedung tersebut. Ia mulai perlahan-lahan melangkah ke sana, apalagi gaunnya berwarna biru navi sehingga tidak kelihatan jika berada di tempat yang gelap.


Deg


Maggie terkejut saat melihat laser dari senjata pria itu mengarahkan tepat di posisi panggung dan itu artinya yang menjadi incarannya adalah om Arjo atau kekasihnya. Hal itu seketika membuat gadis itu naik darah. Namun sayang seribu sayang, ia bahkan tidak membawa apapun di tangannya.


Ketika hendak melangkah, ada yang mengganjal di bawa sepatunya. Benda itulah yang ia gunakan untuk menjalankan aksinya.


Off


Acara yang begitu meriah akhirnya bubar juga padahal belum sampai finish namun para undangan sudah pada pergi dengan ketakutan.


"Roberth, kamu tidak apa-apa?" tanya Reno yang baru kembali dengan yang lainnya.


"Tidak apa-apa om" jawab Roberth tenang.


"Syukurlah, kamu baik-baik saja" ucap Reno.


"Apa kalian sudah menangkap pelakunya Ren?" tanya papi Arjo.


"Kami tidak menemukan siapa-siapa di sana hanya senjatanya yang tertinggal dengan sedikit darah yang bercecer di sana. Sepertinya ada seseorang dibalik ini semua yang telah menolong kita" jelas Reno membuat semua orang tampak berpikir, kira-kira siapa orangnya.


"Sebaiknya kita pulang sekarang." ajak Arjo dan semuanya pun pulang.


"Ade, kamu ikut sama papa mama ya?" tawar Roberth.


"Iya ka" jawab Ike yang melangkah ke arah mobil kedua orang tuanya.


"Malam ini tidirlah di mansion Ren" ucap Arjo.


"Baiklah" jawab Reno.


"Kamu mau ke mana boy, sebaiknya pulanglah, mungkin saja musuh yang mengingatmu masih ada di sekitar ini" ucap Arjo yang sedikit panik dengan keselamatan anaknya.


"Aku akan menyusul pa, aku hanya ingin memastikan sesuatu" ucap Roberth dan langsung melangkah keluar.


Saat melewati Roky, ia setengah berbisik.


"Ikut aku om Roky" ucap Roberth. Pria itu langsung mengikutinya.


Roky meminta salah satu anak buahnya membawa mobilnya dan ia ikut dengan Roberth.


"Apa yang ada di pikiranmu Roberth?" tanya Reno saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Aku hanya ingin memastikan sesuatu, jika orang yang menolong kita itu bagian dari keluarga Adipaty maka penjahat itu ada di markas sekarang" ucap Roberth yang membuat Roky juga tersadar, ia tidak berpikir ke sana.


"Oke, kita datang ke sana untuk pastikan" jawab Roky.


Mobil itu terus melakukan dengan kecepatan penuh hingga tiba di gedung yang menjadi markas Marah Salvatrucha. Tentu saja Roberth sudah pernah ke sana sehingga ia bisa mengetahui ketang markas tersebut.


Keduanya masuk ke dalam dan para anak buah sedang bersantai, ada yang bermain kartu, ada yang bermain game di ponsel dan banyak kegiatan lain yang mereka lakukan. Di markas ini, mereka tidur dengan bergantian untuk berjaga-jaga, begitulah setiap malam.


"Apakah ada sesuatu yang baru saja terjadi tadi?" tanya Reky.


"Iya bos, nona muda datang dengan membawa seorang penjahat yang sudah diamankan di ruangan penyekapan" jelas salah seorang dari mereka.


"Hah? nona muda? sejak kapan dia tiba di sini?" tanya Roky


"Dia baru tiba saat membawa si penjahat itu dan kami tidak tahu sejak kapan dia tiba di negara ini" jelas pria itu lagi.


"Di mana nona sekarang?" tanya Roky.


"Di ruangan nona besar" jawab pria itu. Roky dan Roberth melangkah menuju ruangan kusus yang menjadi ruang rahasia oma Ratna selama ini.


"Apakah yang dimaksud itu adalah Maggie, om?" tanya Roberth yang sudah tidak mampu membendung rasa rindunya lagi.


"Iya, ternyata dia sudah tiba di negara ini tapi entah sejak kapan karena aku baru saja pulang dari mansion sore tadi." ucap Roky menanggapi anak muda itu.


Keduanya melangkah masuk ke dalam ruangan itu.


Deg


BERSAMBUNG