Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
65. Keluarga Nina



Aldrich akan menjalani rencananya namun ia kembali mengingat jika Alfa tahu kalau Viola adalah sekretarisnya karena itu pasti tidak gampang untuk menaklukan seorang Alfa.


Aldrich kembali mencari cara agar bisa memisahkan Alfa dan Mey dengan cara yang tidak disadari kedua manusia tersebut.


Malam ini Aldrich menuju ke club yang telah ia pesan pada sahabatnya.


"Roy, apakah yang aku minta tadi sudah disiapkan?" ucap Aldrich.


"Sudah brow, kali ini tidak akan mengecewakan" ucap Roy sahabat Aldrich sekaligus pemilik club ini.


"Semoga" ucapnya.


Pria itu melangkah masuk ke ruang vip yang tidak terlalu berisik, Aldrich yang baru masuk ke ruangan itu langsung disambut oleh seorang wanita yang sangat sempurnah.


"Hi,," ucap wanita yang berpakaian kurang bahan itu.


"Hi" jawab Aldrich yang masih terpaku memandang wanita itu tanpa berkedip.


"Aku Nasya" ucap wanita itu memperkenalkan diri sambil ingin bersalaman dengan Aldrich.


"Aku Aldrich, apakah aku akan mendapat servis terbaik malam ini?" tanya Aldrich memastikan dan hanya dibalas dengan senyum godaan dari Nasya.


Keduanya berjalan ke arah sofa yang ada di ruangan itu lalu duduk dengan Nasya yang duduk tepat di atas pangkuan Aldrich karena pria itu langsung menariknya saat akan duduk tadi.


"Sepertinya aku baru melihatmu malam ini" ucap Aldrich basa-basi sambil menyeruput alkohol di gelasnya, dan tangan yang satunya ia pakai untuk memainkan rambut panjang wanita itu.


"Iya aku baru di tempat ini" ucapnya tersenyum genit yang mengundang hasrat pria yang tengah memangkunya.


Aldrick segera menarik tengkuk wanita itu dan menyatuhkan bibir mereka, seperti ucapnya tadi bahwa servis terbaik akan diberikannya pada pria yang saat ini ada dalam pelukannya.


"Kamu sungguh berpengalaman sayang" ucap Aldrich dengan suara seraknya


Kedua insan itu kembali berciuman dengan sangat intim di sofa ruangan itu. Semangat keduanya juga yang begitu menggebu-gebu membuat keduanya semakin larut dalam pertukaran salivah mereka.


Aldrich menggendong wanita itu ke salah satu kamar yang sudah ia pesan sebelumnya, tanpa melepas pagutan mereka dan pria itu melangkah ke kamar tersebut.


"Kamu sangat luar biasa beb" ucap Aldrich sambil melepaskan pakaian mereka dan terjadilah pertempuran di atas kasur malam itu.


Keesokan paginya, Aldrich lebih dahulu bangun dan menatap setiap jengkal wajah wanita itu.


Kamu terlalu sempurnah, tapi aku lebih memilih dia dari pada kamu. Aku akan menjadikanmu umpan untuk menjatuhkan si Alfa. Batin Aldrich sambil menghadiahkan sebuah kecupan tepat di bibir wanita itu.


Nasya yang kelelahan dengan pertempuran sengit mereka semalam, hanya bergerak sebentar lalu kembali menutup mata membuat Aldrich merasa gemas hingga kembali melancarkan aksinya, mau tidak mau wanita itu harus kembali melayaninya di pagi hari.


Setelah kegiatan panas itu, Aldrich membawa Nasya ke kamar mandi dan merekapun mandi bersama tapi tanpa melakukan apa-apa.


Setelah menyelesaikan ritual mandi dan bertukar pakaian yang telah disiapkan oleh anak buah Aldrich, merka mulai menikmati makanan yang di pesan Aldrich sebelumnya.


"Setelah makan, aku ingin membicarakan seauatu yang penting denganmu" ucap Aldrich


"Baiklah" balas Nasya.


Keduanya menghabiskan makanan mereka dan mengambil tempat duduk di ujung tempat tidur, dan mulai membicarakan rencana mereka, sebelum Nasya menolak karena ia pikir pria ini akan membahas soal hubungan mereka tapi ternyata dugaannya salah. Dengan berbagai bujuk rayu akhirnya diiyakan oleh wanita itu.


*****


Di tempat lain, mama Ratna dan papa Alberth tengah mengunjungi markas untuk melihat keadaan di sana.


"Selamat pagi tuan, nyonya" ucap mereka sambil membungkuk menyambut kedatangan sang ketua mereka.


"Riko, ikut ke ruanganku" ucap mama Ratna yang melangkah masuk dengan tetap menggandeng suami tercintanya.


Keduanya duduk di sofa yang ada di ruang tersebut sambil menanti Riko, salah seorang kepercayaan mereka yang jago soal IT dan bela dirinya yang di atas rata-rata.


"Bagaimana tuan, nyonya, apa yang bisa aku lakukan?" tanya Riko saat sudah berdiri di depan kedua atasannya.


"Apa yang dilakukan wanita itu selama ini. Apa dia berulah?" ucap mama Ratna


"Tidak nyonya. Walaupun pelayanan cukup bagus tapi dia sepertinya sangat tertekan sehingga semakin hari tubuhnya semakin melemah" ucap Riko.


"Aku suka yang begitu" gumam mama Ratna menampilkan senyum iblisnya.


"Lalu apa yang kamu tahu tentang pergerakan mereka" ucap papa Alberth yang sejak tadi hanya diam saja.


"Sejauh ini belum ada pergerakan darinya, hanya saja..." ucap Riko terhenti.


"Hanya saja apa?" ucap papa Alberth.


"Orang tua Nina sudah mulai bergerak dan perusahaan di Indonesia sempat goyang" ucap Riko


"Kenapa Roky tidak memberitahukan?" ucap papa Alberth.


"Dia tidak ingin mengganggu waktu kebersamaan tuan muda dan keluarga kecilnya" ucap Riko jujur.


"Baiklah kalau dia mengerti" gumam papa Alberth yang malah tidak menganggap serius masalah tersebut.


"Oke kamu juga tolong bantu Roky, kasihan dia sendiri harus menangani perusahan dan masalah di sana, pasti dia kewalahan" ucap Mama Ratna prihatin.


"Baik nyonya, kalau begitu aku permisi" ucap Riko.


Pria itu melangkah keluar meninggalkan sepasang suami isteri itu dan kembali ke ruangannya.


Ya, Riko dan Roky adalah saudara kembar yang sangat setia bekerja pada papa Alberth. Riko yang adalah seorang kakak selalu memantau keadaan sang adik dan semua yang dilakukannya. Seperti kemarin, saat perusahaan mengalami masalah, Rikolah yang menangani dengan menyebarkan virus terbaiknya untuk melindungi data perusahaan sehingga perusahaan itu tidak memgalami kerugian yang besar.


*****


"Bi, papa sama mama kemana ya?" ucap Alfa saat masuk ke dalam rumah dan tidak mendapati kedua orang tuanya.


"Tidak tahu tuan tapi sepertinya tuan dan nyonya keluar sebentar katanya" ucap ART menjelaskan.


"Pakai baju apa bi?" tanyanya lagi.


"Tuan dan nyonya memakai pakaian hitam semua" ucap Bi Mia.


Ternyata mereka sudah ke sana. Batin Alfa tahu jika kedua orang tuanya saat ini berada di markas, jika didengar dari warna pakaian mereka.


Alfa kembali keluar dan mengikuti ke dua orang tuanya di markas.


*****


"Ade, tadi kamu nembak mobil itu dibagian apanya sampai terbalik" tanya Mey penuh selidik, dan pertanyaan Mey membuat opa dan Novi terkrjut karena ternyata yang membasmi mobil pertama adalah gadis kecil nan polos itu.


"Ade tembac di ban, bial da bica laju, eh malah telbalik. Itu butan calah ade tan? ciapa culuh mau tejal tita" ucapnya membela diri.


"Ade, membunuh itu dosa. Jangan lagi ya?" ucap Mey menasehati agar puterinya jangan berbuat yang lebih jauh lagi.


"Mom, ade tan mau jaga dili. Talo meleka da mati nanti tita yang mati. Iya tan opa?" ucap Maggie tidak mau disalahkan.


"iya sayang. Dalam keadaan bahaya, kamu bisa berbuat seperti tadi." ucap opa mendukung.


"Mom. Tenapa olang jahatna banak cetali?" ucap Maggie


Semua diam karena tidak bisa menjawab pertanyaan si kecil itu.


-Bersambung-