
"Om, kaka mana sih" tanya Ike yang belum melihat Tanda-tanda kehadiran sang kaka di meja makan. Gadis itu bertanya karena sang kaka yang biasanya mengantarnya ke sekolah setiap pagi.
"Ka kami semalam nggak pulang sayang" jawab Arjo membuat semua menatap ke arahnya kecuali isteri Arjo yang tahu jika snag putera semalam nginap di ma
nasional keluarga Adipaty.
"Loh, emang kaka tidur di mana sampai nggak pulang?" tanya Ike penasaran mewakili yng lainnya.
"Kaka nginap di mansion Adipaty, mau pulang tapi sudah larut jadi tidak dibolehin sama Maggie karena takut kejadian di hotel terulang lagi" jawab Arjo lagi.
"Hah? ka Maggie ada di indonesia ya? ade kangen bangat sama ka Maggie." ucap Ike memelas membuat Reno mengerti karena kedua gadis itu memang sangat dekat.
"Iya nanti pulang sekolah ade ketemu sama kaka" jawab Reno.
"Yeeee" seru Ike girang.
Mereka kembali melanjutkan sarapan pagi ini karena Arjo akan ke kantor walaupun ia sudah mengalihkan jabatan kepada sang Putera namun ada beberapa berkas yang masih jadi tanggungjawabnya.
"Sayang, hari ini aku juga keluar sebentar ya? aku ada urusan sama Roky sebelum kita kembali" ucap Reno kepada sang isteri.
"Iya sayang, tapi jangan lupa sebelum pulang kita berkunjung ke rumah ayah ibu ya?" ucap Novi kepada sang suami.
"Iya sayang" jawab Reno. Kedua orang tua Novi tersenyum bahagia, akhirnya Putera Puteri mereka bisa punya hubungan baik walaupun status mereka adalah saudara tiri.
"Nak Arjo, hari ini ayah sama ibu juga pulang ke rumah ya? kamu harus ikut menjaga keadaan cucuku" nasehat Veron
"Iya ayah, kenapa tidak menunggu biar sama-sama dengan Novi dan Reno, ayah?" ucap Arjo.
"Ayah sama ibu lebih dahulu karena masih ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan. Nak Reno nanti baru nyusul ngga apa-apakan?" tanya ayah Veron.
"Iya ayah, nanti aku sama Novi datang ke sana. Ade mau ikut?" tanya Reno kepada puterinya.
"Kalau nggak sibuk pa, kan nanti ade bisa ke sana sama om Arjo dan tante, iyakan?" ucap Ike.
"Iya sayang" jawab isteri Arjo.
Merekapun menyelesaikan sarapan ketika Roberth pun sampai di mansion.
"Selamat pagi semuanya" seru Roberth.
"Selamat pagi" jawab semuanya serentak.
"Sarapan dulu" ucap Reno kepada keponakannya.
"Aku sudah sarapan bersama Maggie, om" ucap Roberth.
"Ciehhh kaka lepas kangen sama ka Maggie ni e" ucap Ike menggoda sang kaka.
"Tapi kaka nggak lupa tugas ngantar ade ke sekolah kan?" tuntut Ike.
"Di antar sopir aja sayang, kan kakaku harus ke kantor. Ini hari pertama kaka masuk kantor sebagai pemimpin jadi jangan telat" ucap Novi yang tidak mau puterinya menyusahkan sepupunya.
"Nggak ko tante. Aku bisa ngantar ade ke sekolah, kan satu arah sama kantor" ucap Roberth yang memang sudah berjanji akan selalu ada buat sang adik. Roberth yang tidak punya saudara dan juga Ike yang juga tidak punya saudara membuat kedua sepupu itu saling menyayangi.
Roberth menuju ke kamar untuk bersiap pergi ke kantor dan sebelumnya mengantarkan sang adiknya.
Setibanya di parkiran sekolah, Ike keluar dari mobil kakanya dan pergi menuju kelas sambil melambaikan tangan untuk kakanya yang kembali memutar arah mobil untuk keluar dari parkiran.
Ike merasa heran karena banyak orang yang menatapnya aneh bahkan ada yang mencibirnya. Gadis itu tidak mengerti apa yang sudah dia lakukan sehingga orang-orang seolah tengah bergosip tentangnya.
Ia terus melangkah hingga kelasnya, kembali keanehan di rasa di kelas itu. Semua orang menatapnya dengan tatapan tajam dan menjijikan.
"Hai" ucap Ike saat sudah tiba di tempat duduknya. Yang di sapa sama sekali tidak peduli, pria itu malah asyik dengan ponselnya.
"Kenapa dih semua lihat aku pada aneh sih?" gerutu Ike sambil membanting tasnya di atas mejanya.
Jackson melihatnya dengan sinis bergantian dengan tas yang ia banting tadi.
Kawin? siapa yang kawin? Batin Ike yang kesal akhirnya keluar dari kelas tersebut menuju ke toilet. saat melewati beberapa gadis yang tengah heboh dengan ponsel mereka.
Apa sih yang mereka lihat? Ike kembali membatin.
Akhirnya gadis itu memberanikan diri untuk bertanya kepada para gadis itu.
"Hai, boleh tahu apa yang sedang kalian lihat?" tanya Ike, para gadis itu malah menyingkirkan ponsel mereka dari Ike namun dengan cepat ia merampas dan melihatnya.
Betapa terkejutnya dia yang menjadi bahan perbincangan satu sekolah karena bertunangan dengan CEO group Abadi. Ike yang merupakan anak baru dan walaupun sudah sebulan bersekolah di sana namun ia belum dimasukan ke grup sekolah sehingga ia tidak mengetahui apa yang diperbincangkan sejak pagi tadi.
Awalnya dia syok melihat hal itu, namun beberapa saat ia tersenyum licik dan kembali memberikan ponsel milik seorang gadis tadi.
"Thanks ya, aku pikir apa?" ucapnya sambil pergi dengan sukacita membuat beberapa gadis tadi terbengong.
Ike menuju ke toilet dan setelah itu kembali ke kelas.
Dia yang sudah tahu pokok masalah yang membuat semua orang melihatnya aneh, malah semakin menjadi. Karena pagi ini jam olahraga sehingga semua siswa-siswi keluar berganti pakaian dan menuju ke lapangan.
.
.
.
Di tempat lain
Walaupun Maggie sudah berjanji akan menunggu sang kekasih di mansion namun ia malah keluar dengan menggunakan motor kesayangannya.
"Puji, aku keluar sebentar ya?" pamit Maggie kepada art yang seumuran dengannya yang belum lama ini bekerja di sana.
"Iya non, makan siangnya di luar apa di rumah?" tanya puji agar dia bisa memasak untuk nona mudanya.
"Di rumah aja Ji" jawabnya dan melangkah pergi.
Maggie tiba di apartemen om Roky. Setelah beberapa kali membunyikan bel akhirnya pintu apartemen terbuka.
"Om Roky nggak ke kantor?" tanya Maggie.
"Bukannya kaka yang minta om jangan ke kantor hari ini?" tanya balik Roky yang gemas dengan cucu dari orang tua angkatnya itu.
"Hehehehe Maggie lupa kalau udah janjian sama om" ucapnya cengengesan.
"Kebiasaan. Ada perlu apa sampai kamu buat km bolos kerja hari ini?" tanya Roky dengan mode serius.
"Udah kaya anak sekolah aja om, pake acara bolos segala" ucap Maggie sambil setengah rebah di sofa ruang tengah.
"Cepat katakan Maggie Paradania Adipaty" ucap Roky lagi penuh penekanan.
"Aku ingin om cari tahu soal latar belakang keluarga om Arjo" ucap Maggie yang juga mulai serius.
"Kenapa? apa kamu mau berubah pikiran dan tidak mau nikah sma Roberth?" tanya Roky.
"Iiiihhh om Roky kalau ngomong nggak masuk di akal ya? aku hanya curiga kalau insiden semalam itu berasal dari salah satu anggota keluarga yang cukup dekat sama om Arjo." jelas Maggie.
"Iya, om akan segera cari tahu. Mmm kenapa tidak bertanya aja sama pria yang kmu sekap?" tanya Roky.
"Yeee mana ada maling ngaku om." jawab Maggie.
"Baiklah om, aku pulang ya?" pamit Ike dan kembali melangkah keluar.
"Om jangan urus kerja aja, cari cewek sana biar cepat nikah" Seru Maggie yang mulai menjauh membuat om kecilnya itu menggerutu.
Pengennya begitu tapi kami hidup di tempat yang berbeda dan jarang ketemu, bahkan sampai hari ini aku belum bertemu lagi dengannya. mungkin dia sudah menikah. Batin Roky.
BERSAMBUNG