
Di salah satu kamar hotel dan lebih tepatnya kamar pengantin, beberapa MUA tengah merias seorang gadis karena ini adalah malam puncaknya.
"Non, kamu cantik bangat sih?" ucap salah seorang MUA yang tengah menata rambut Maggie.
"Dari lahir ka, udah cantik sejak masih orok" ucapnya santai membuat semua yang berada di dalam ruangan itu tertawa.
"Ketemu di mana sih sama mas gantengnya itu?" tanya mereka lagi.
"Oh kita ketemunya di Australia saat masih sekolah PAUD" jelas Maggie
"Wah perkenalannya tingkat internasional coi" seru salah satunya bangga.
"Ya gitulah" jawab Maggie. Proses merias terus berlanjut hingga selesai.
Para undangan sudah mulai berdatangan dan memenuhi ballroom hotel tempat diadakannya acara resepsi. Tidak banyak yang diundang dari teman kuliah mereka dulu karena baik Roberth maupun Maggie tidak punya banyak teman bahkan hanya dua atau tiga, apalagi Maggie hanya punya Ria seorang.
"Mari kita sambut kedua mempelai yang paling berbahagia malam ini.!" Seru pembawa acara yang sudah stay di atas panggung bagian samping kiri pelaminan.
Dari ujung ballroom sepasang suami isteri yang baru melepas masa lajang mereka pagi ini, bergandengan menuju ke panggung yang sudah ditempati oleh kedua orang tua masing-masing.
"Sayang, kamu cantik sekali" bisik Roberth dengan sedikit bersuara karena ruangan itu cukup berisi dengan suara musik maupun para undangan. Ungkapan Roberth berhasil membuat wajah gadis itu merona karena menahan malu. Semenjak menikah dengan Roberth pagi ini, ia sudah banyak menahan malu karena di goda oleh keluarganya dan disanjung oleh suaminya.
"Iiiih jangan banyak bicara dulu,, banyak orang kan malu akunya" ucap Maggie manja membuat sang suami semakin gemas.
Kedua mempelai akhirnya tiba di atas pelaminan dan banyak yang mengagumi kecantikan dan ketampanan mereka dan satu kata yang pantas buat mereka adalah COCOK.
Diantara sekian banyak orang, ternyata ada seseorang yang turut hadir di sana. Dia adalah teman masa kuliah Roberth dan Maggie waktu itu. Lebih tepatnya musuh buyutannya Maggie dan gadis yang mengagumi Roberth. Ya dia adalah Sela.
"Ckck ternyata gadis kampung itu yang berhasil bersanding dengan Roberth" gerutu Sela. Ya Maggie tidak banyak dikenal di depan publik karena ia lebih banyak bekerja di belakang layar.
"Siapa?" ucap sang kekasihnya.
"Itu teman kuliahku. Dia seorang gadis kampung yang berhasil merayu tuan muda Roberth" jelas Sela.
"Biarkan saja, itu karena mereka jodoh. Dan jodoh tidak mengenal siapa orangnya entah kampung atau kota, kaya atau miskin" jelas sang kekasih membuat Sela terdiam, tidak mau membuat sang kekasih merasa curiga.
Acara dimulai dan tahap demi tahap berlalu.
"Semua hadirin / para undangan yang berbahagia. Penasaran tidak? bagaimana perjalanan cinta mereka hingga berhenti di pelaminan malam ini?" ucap Pembawa acara membuat semuanya kepo ingin mengetahui perjalanan cinta mereka.
"Nah, karena banyak yang penasaran maka aku selalu pembawa acara mewakili mereka semua untuk meminta sedikit penjelasan soal perjalanan cinta kalian" ucap Pembawa acara.
Mic diberikan kepada Roberth dan Maggie.
"Kenapa bukan kamu aja sayang?" jawab Roberth menggoda kekasihnya sehingga mendapat cubitan di pinggangnya dari sang isteri.
"Baiklah, karena katanya aku sebagai kepala keluarga, jadi aku yang akan menceritakan sedikit soal perjalanan cinta kami" ucap Roberth tersenyum dan menatap ke arah isterinya penuh cinta.
"Kalau bertemu, ya kamu bertemu di salah satu sekolah TK yang ada di Australia. Kami sama-sama bersekolah di sana yang artinya kami sudah saling kenal dari usia 4 tahunan." ada yang terkejut dan ada pula yang kagum. Ternyata sepasang suami isteri ini adalah temanan masa kecil.
"Kapan cinta itu muncul? ya bingung jawabnya? walaupun masih usia anak-anak waktu itu namun kami sudah saling menunjukkan rasa perhatian dan saling sayang. Kami juga sudah saling mengklaim jika kami adalah pasangan di masa mendatang dan itu didoakan langsung oleh papa mertuaku diacara ulang tahun Maggie yang ke 5 tidak salah ya sayang?" ucap Roberth. Sebenarnya ia ingin mengatakan jika Maggie lah yang mengklaimnya sebagai calon suami masa depan namun ia tidak ingin orang lain berpikir buruk tentang isterinya.
Ruangan kembali riuh dengan suara para undangan.
"Namun sayangnya, kami akhirnya berpisah beberapa hari setelah acara ulang tahun waktu itu. Dan perpisahan kami tanpa persiapan sehingga tanpa ada pamit dan sejak saat itu kami hilang kabar. Aku kembali bersama kedua orang tua ku ke Indonesia. Dan setelah sekian purnama, kami kembali bertemu di salah satu universitas dimana tempat aku kuliah beberapa tahun lalu. Ia datang sebagai anak pindahan dengan penampilan yang sangat jauh berbeda dari waktu kecil sehingga aku tidak mengenalinya dan bahkan kita sempat menjadi musuh waktu itu" jelas Roberth sedikit sedih dengan kejadian waktu itu karena sempat membuat sang isteri menangis kala itu.
"Kami akhirnya kembali saling mengenal setelah ada sebuah insiden dan sejak saat itu kami kembali melanjutkan hubungan kami dengan serius" jelasnya lagi yang langsung disambut dengan tepukan tangan.
"Baiklah, Terima kasih mas Roberth yang ganteng. Berarti diantara kalian berdua tidak ada mantan dong?" umpan Pembawa acara.
"Iya" jawab keduanya serentak dan cepat membuat para undangan kembali tertawa dengan kekompakan mereka.
"Oke, aku juga dengar kalau nona Maggie pernah berpura-pura menjadi orang miskin saat pertama datang ke indonesia" tanya Pembawa acara lagi.
"Kalau itu sih biar daddy aja yang jelasin" ucap Maggie.
"Baiklah karena aku sudah ditodong oleh mempelai perempuan jadi ijinkan aku berbicara" ucap Alfa yang berhasil membuat banyak orang terkejut. Putera dari pebisnis no. 1 di Indonesia ini mengejutkan banyak undangan.
"Seperti yang kalian kenal, aku Alfaro Putra Adipaty. Aku seorang pria beristri yaitu Puteri dari seorang pengusaha asal Australia, papa mertuaku Devid Smith. dan aku memiliki tiga anak, seorang puteri dan dua orang Putera. Seperti yang kalian ketahuilah, bahwa anak pertamaku Puteri dan dia adalah Maggie Pradania Adipaty." ucap Alfa sambil mendekat dan merangkuk puterinya.
"Gadis kecil yang cukup tangguh. Sejak kecil dia sudah dilatih dengan banyak hal yang membuat dirinya bisa dikatakan seorang wonderwoman. Sebagai anak gadis dari dua pebisnis terkenal, membuatku sebagai daddynya sangat ingin melindunginya dengan cara menjadikan dia gadis biasa. Hari ini aku resmi mempublikasikan dia setelah ada yang bisa menggantikan posisi ku untuk melindunginya yaitu suaminya" ucap Alfa membuat sang Puteri meneteskan air mata sehingga dirangkul oleh dua pria yang menjadi cinta pertama dan keduanya.
Walaupun Maggie yang banyak kali melindungi keluarganya, namun secara dunia gelap Alfa tidak memperkenalkan status puterinya.
"Pesanku, selamat berbahagia Puteri kecil ku, dan kaka pantas untuk bahagia. Daddy, mommy dan twins sangat mencintaimu. Dan untuk menantuku, jaga dia, cintai dan sayangi dia seperti kami sekeluarga memperlakukan dia. Kaka orang yang aktif dan mungkin akan banyak hal baru yang kamu temui setelah hidup bersama dengannya tapi jangan pernah itu kamu jadikan alasan untuk membuatnya terluka" ucap Alfa.
"Terima kasih daddy" jawab Roberth mengiyakan ungkapan sang mertua.
Ruangan kembali heboh. Banyak teka-teki terjawab sudah. Sela semakin membenci musuh masa kuliahnya setelah mengetahui kenyataan jika gadis itu bukan orang sembarangan.
Di sana juga ada seorang pria yang tengah hadir dalam acara tersebut.
Kurang ajar, ternyata anak sialan itu menikah dengan Puteri dari pebisnis terkaya di negeri ini. Tidak bisa dibiarkan, setelah mendapatkan harta dari keluarga, sekarang dia mendapatkan lagi istri yang kaya raya sedangkan aku? Batin pria itu penuh emosi. Siapa lagi kalau bukan pamannya Papa Arjo.
BERSAMBUNG