Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
S'2 Emosi



Tanpa basa basi, El masuk ke ruangan opa Gaston dan langsung menghajar pria tua itu tanpa ampun.


"Rupanya aku terlalu mengulur-ulur waktu untuk membunuhmu!" teriak El setelah puas menghajar opa Gaston.


"Tubuhmu yang aku penjarakan tapi otak licikmu bahkan sudah berkembang di luar sana" ucapnya lagi penuh emosi.


"Toni...!!! Sini kau!!" teriak El memanggil asistennya. Rupanya berita penangkapan sang putera membuat emosinya tidak stabil.


"Lakukan video call pada nomor yang sering kita kirimi pesan, buat dia bertekuk lutut melihat mantan bosnya dan dengan begitu pemimpinnya itu datang dengan sendirinya" ucap El menggebu-gebu.


"Baik bos" jawab Toni patuh.


Pria itu melakukan panggilan, dan beberapa saat kemudian panggilan itu tersambung.


.


.


.


"Bagaimana, apakah masih mau berdebat ataukah kita harus segera pergi menyelamatkan opa?" ucap Maggie sambil mengusab perutnya yang masih kekenyangan.


"Berangkat sekarang" ucap oma Ratna dan juga Alfa serentak.


"Oke, let's go" seru Maggie.


Tring tring tring


"Kaka ada telepon" ucap Alfa saat melihat ponsel puterinya berdering di atas meja.


"Diangkat aja dad" ucap Maggie.


Rockzy yang lebih dekat dengan meja langsung mengangkat saat melihat ada video call.


📱Halo anak muda


📲 Siapa kau?


📱Oh maaf, lupa memperkenalkan siapa aku. Aku adalah orang yang saat ini menjaga tuan Gaston (Ucap pria itu langsung mengarahkan kamera ke arah opa Gaston yang sudah babak belur)


📲 Papa? Kurang ajar, kau apakan papaku hah? (Teriak Rockzy tidak menahan emosi saat melihat sang papa)


📱Santai,, oh rupanya pria tua ini punya seorang putera. Oh ya, jika kau ingin papamu selamat, datanglah ke markas Kartel sendirian bersama pemimpinmu yang baru.


Rockzy langsung memutuskan telepon sepihak karena tidak kuat melihat sang papa.


"Kenapa?" tanya Oma Ratna


"Keadaan papa sangat memprihatinkan. Kita harus segera ke sana, aku takut kita terlambat menolong papa" ucapnya yang bahkan sudah meneteskan air mata.


"Baiklah. Ayo semuanya sudah siapkan?" tanya Oma Ratna.


"Sudah" semua serentak menjawab.


"Baiklah kita berangkat sekarang" ucap Wanita itu dan langsung melangkah keluar dan diikuti oleh semua orang.


Mereka pun mulai terpencar menjadi empat bagian. Alfa dan Riko, Reno dan Roky, oma Ratna dan Rockzy sedangkan Maggie sendiri. Masing-masing pergi dengan anak buahnya termasuk oma dan timnya kecuali Maggie.


Mereka akan mendatangi markas itu dari empat arah yaitu dari arah utara, selatan, timur dan barat.


Entah apa yang sudah mereka rencanakan namun sesuai dengan cerita Maggie bahwa El Chapo sudah mengetahui pemimpin Mara Salvatrucha tapi bukan Maggie yang dia kenal melainkan ada pribadi lain yang ia percaya sebagai pemimpin yang baru.


Hari semakin gelap dan mereka pun masih dalam perjalanan karena walaupun sama-sama di pinggiran kota namun jarak tempat itu cukup jauh dengan markas Kartel.


"Tante, apakah orang yang dikenal tuan El itu bukan Maggie?" tanya Rockzy kepada saudari dari papanya.


"Sepertinya iya" jawab Oma Ratna.


"Lalu siapa yang dia kenal sebagai pengganti papa?" tanya anak muda itu.


"Salah satu dari kita. Jika bukan kamu berarti tante" jelas Oma tetap tenang.


"Ko syukur?" tanya Oma merasa heran dengan jalan pikir anak muda itu.


"Iya tante, setidaknya Maggie bisa lepas dari orang jahat itu" ucap Rockzy.


"Kenapa kamu mengkhawatirkannya?" tanya oma.


"Aku hanya ingin dia bahagia setelah ini. Dia pernah kehilangan kebahagiaan masa kecilnya dan setelah itu dia dipisahkan dari orang tuanya" jelas Rockzy sendu.


"Jangan mempersalahkan dirimu karena itu bukan kesalahanmu tapi ibumu" jelas oma dengan penuh kelembutan, sebenarnya ia juga merasa sedih melihat Rockzy yang dibuang ibunya dan sampai saat ini ia masih hidup dengan penuh ra bersalah atas apa yang dilakukan sang ibu kepada keluarga yang begitu menyayanginya saat ini.


Anak muda itu tidak lagi menjawab dan ia hanya tertunduk lesu.


Semoga papa baik-baik saja. batin Rockzy


.


.


.


"Toni, persiapkan semua anak buah kita, aku yakin mereka akan segera datang setelah melihat pria tua ini" ucap Rl dan diangguki oleh sang asisten.


Kita lihat saja, karena kau yang sudah memulai sampai puteraku ditangkap pihak polisi maka aku juga akan menghancurkan takhta kejayaanmu.


Toni Mengumpulkan semua anak buah El Chapo dan memberi perintah kepada mereka untuk berjaga-jaga di semua sisi markas ini dan dengan patuh semuanya mulai terpencar untuk menjaga markas dengan sangat ketat.


Waktu sudah pukul jam 9 malam namun belum ada tanda-tanda orang mencurigakan yang datang. Hingga tepat pukul 10 malam, sebuah mobil berhenti tepat di depan pintu markas.


"Siapa kalian" tanya seorang penjaga yang bertugas.


"Di mana bosmu? kami datang untuk memenuhi undangannya" ucap oma Ratna dingin.


"Aku akan melaporkan terlebih dahulu" ucap pria itu sambil mengangkat teleponnya dan menghubungi Toni. Toni hanya menjawab jika bos mereka meminta untuk membiarkan dia orang itu masuk.


Keduanya malah dituntun menuju ke ruangan El bukan ke ruang dimana opa Gaston di sekap.


"Selamat datang di markas Kartel Sinaloa" ucap Pria itu dengan senyum liciknya.


Mereka akhirnya tiba dan langsung masuk tanpa beban.


"Tidak perlu kau berbasa basi El Chapo, dimana kau menyembunyikan papaku?" teriak oma Ratna.


"Wao, rupanya ini putera yang di sembunyikan oleh Gaston? Apa ini mamamu?" tanya El yang merasa senang karena ia bisa bertemu langsung dengan putera dari Gaston yang sudah lama di sembunyikan.


"Tidak penting. Jika terjadi apa-apa sama papaku makan aku akan meratakan markasmu ini sampai ke tanah" ucap oma Ratna penuh penekanan.


"Wooo ternyata kalian berdua punya sifat yang sama ya? hahahaha" ucap pria itu dengan tertawa terbahak-bahak.


"Tutup mulutmu sebelum kau kehilangan sebagian anggota tubuhmu lebih tepatnya mulutmu itu" ucap oma Ratna dengan nada yang sangat dingin.


"Jadi setelah kalian bersekongkol dengan polisi untuk menangkap puteraku lalu sekarang dengan gampang kau memintaku untuk melepaskan pria tua itu?" ucap El yang tadinya tertawa dan sekarang mulai terbawa emosi.


"Puteramu memang pantas dipenjarakan begitu juga dengan kau" jawab oma Ratna semakin menyulut emosi El Chapo.


"Kau tahu siapa itu El Chapo? Raja bisnis narkoba terhebat di dunia dan yang paling ditakuti di dunia ini. Kau hanya anak muda yang akan mati mengenaskan ditanganku beserta wanita ini dan juga pria yang kau sebut papa itu" ucap El penuh penekanan.


"Cepat keluarkan kakakku sebelum kaubterima akibatnya" ucap oma Ratna penuh penekanan.


"Hahahaha hahaha hahaha mimpi apa aku semlam, tanpa aku sadari saat ini aku tengah berhadapan dengan pemimpin Mara Salvatrucha, wah wah wah" ucapnya dengan bangga karena orang yang dia cari selama ini ada di hadapannya.


"Jika kau berdua ingin selamat keluar dari tempat ini maka turuti apa yang aku inginkan" ucapnya mencoba untuk bernego.


"Yang pertama, bebaskan puteraku dan yang kedua jangan menghalangi aku untuk menjalankan bisnisku" ucapnya mantap.


"Tidak untuk dua-duanya" ucap oma Ratna. Mendengar itu, El langsung melancarkan aksinya untuk menghajar wanita yang sejak tadi mengundang rmosinya, sehingga terjadilah aksi pukul memukul.


Rockzy hendak membantu oma Ratna namun dengan cepat ia mendapat kode dari oma dan berlalu pergi dari ruangan itu untuk mencari keberadaan sang papa.


BERSAMBUNG