Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
161. Bereaksi



"Ka, apa yang membuat papa, mama dan ade sampai diculik?" tanya Novi saat mereka sudah mulai keluar dan membelah jalan kota tersebut.


"Ini ada hubungannya dengan perusahaan daddy yang jatuh ke tangan orang jahat. Sepertinya keluarga Alfa sudah mengunci semua file penting termasuk bagian keuangan sehingga mereka tidak bisa menggelapkannya jadi jalan satu-satunya adalah mereka menuduh papa karena dia orang satu-satunya dari keluarga mommy" Jelas Reno.


"Jangan dipaksakan ka, jika memang itu harus jadi milik mereka asal jangan sampai korban nyawa." ucap Novi yang memang gelisah karena baru semalam ia rindu untuk bertemu dengan ketiga orang itu tapi hari ini ia malah mendengar kabar buruk tentang mereka.


"Mau diperjuangkan atau tidakpun akan tetap ada korban nyawa sayang, jadi sekarang yang perlu kita lakukan adah membentengi diri dan berjuang agar masalahnya cepat selesai" jelas Reno yang memang kenyataannya seperti itu.


"Tapi kamu janji harus pulang dengan selamat ya? jika kamu mati aku tidak akan memaafkan kamu" ucap Novi dengan wajah imutnya membuat Reno terkekeh sekaligus merasa gemas dengan isterinya itu.


"Aku akan kembali karena aku belum berhasil" ucap Reno membuat Novi bingung dengan pembicaraannya tadi.


"Maksudnya?" tanya Novi


"Aku belum berhasil membuat kamu hamil anak kita jadi aku pasti kembali dengan selamat sayang." ucap Reno sambil tangannya yang sebelah memegang kemudi dan yang satu mengusap pucuk kepala isterinya.


"Terima kasih ka" jawab Novi dengan memberikan senyuman terbaik kepada sang suami.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup akhirnya mereka tiba di mansion utama keluarga Smith.


******


Setelah mengantarkan Novi ke rumah ayah Devid, Reno dan Alfa langsung pergi ke tempat yang diberi tahukan oleh oma Ratna tadi melalui telepon.


"Mas hati-hati ya?" pesan Mey.


"Iya ka, kalian hati-hati dan cepat bawa pulang mama papa sama ade" sambung Novi.


Para suami itu akhirnya pergi meninggalkan mansion besar itu dan bergegas ke markas tempat penyekapan keluarga Reno.


Sepanjang perjalanan Reno terus berharap agar keluarganya baik-baik saja. Ia kembali teringat saat masih kecil dan kedua orang tuanya harus pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya.


"Apa yang kamu pikirkan hah?" tanya Alfa kepada Reno.


"Aku hanya memikirkan nasib keluargaku yang tertinggal saat ini. Adikku sangat manja dan aku yakin dia pasti sangat menderita jika diperlakukan dengan kasar" ucap Reno sedih.


"Kita tidak bisa melakukan penyerangan sekarang karena hari masih siang dan akan sangat berbahaya. Kita akan menunggu Riko untuk menyusun strategi untuk ke sana malam ini." jelas Alfa sambil melajukan mobilnya ke suatu tempat yang telah disiapkan untuk mereka melakukan rencana mereka malam ini.


Keduanya akhirnya tiba di semuah rumah yang cukup mewah dan masih di sekitar kota tersebut.


"Selamat datang tuan muda." ucap Riko yang sudah ada di sana menyambut mereka.


"Apa kamu sudah memikirkan cara untuk kita bisa masuk ke sana?" tanya Alfa langsung pada intinya.


"Sudah tuan muda, kami sudah menyiapkan semuanya dan kita dibantu oleh seseorang yang akan memberi arahan kepada kita untuk masuk lewat sebelah mana dan di titik-titik mana kita akan berhati-hati" jelas Riko.


"Siapakah orangnya? apa dia orang baru yang baru saja direkrut oleh mama?" tanya Alfa karena dia mengenal betul semua orang yang bekerja pada mamanya apalagi jika orang itu adalah orang kepercayaan mama Ratna.


"Baiklah, aku ingin pembuktian karena ini menyangkut nyawa tiga orang yang harus kita selamatkan." ucap Alfa penuh penekanan.


Setelah menyusun strategi dan menyiapkan semua senjata yang harus mereka bawa, Riko akhirnya memberikan sebuah alat kecil untuk dipasang di masing-masing telinga untuk bisa mendapat instruksi dari orang yang dijelaskan Riko tadi.


Dengan ragu Alfa menerima dan memasangnya di telinga namun tidak mendengar apa-apa.


"Barang apaan ini, tidak berfungsi dengan baik. Masa aku tidak mendengar apapun" gerutu Alfa yang hendak membuang benda tersebut.


"Cihhh lebay" terdengar suara anak kecil dari alat tersebut membuat Alfa kembali memasangnya tapi ternyata suara itu sudah tidak lagi berbicara.


(Siapa suara tadi, sepertinya aku mengenal suara itu) gumam Alfa yang penasaran dengan suara orang tadi.


Mereka akhirnya pergi meninggalkan gedung itu setelah hampir setengah hari menghabiskan waktu di sana. Kini hari sudah gelap dan sudah saatnya mereka menjalankan misi penyelamatan tersebut.


Mereka tidak pergi sendirian karena ada satu kelompok lagi yang telah disiapkan oma Ratna untuk misi penyelamatan tersebut.


"Masuknya lewat utala ya" ucap suara itu yang terdengar di telinga mereka membuat Alfa syok.


"Jadi itu kamu kaka?" ucap Alfa.


"Sekalang kita bukan anak daddy, kita adalah patnel kelja" ucap Maggie tegas membuat Alfa memutar bola matanya malas.


"Sekalang lakukan tugas kalian, Om Leno selamatin kaka, daddy selamatin opa telus om Riko selamatin mama." jelas Maggie membagi tugas pada ketiga orang itu.


(Cih, tadi katanya bukan anak daddy tapi patner tapi apa tadi? dia masig panggil aku daddy) batin Alfa mencibir puterinya sendiri.


Alfa, Reno dan Riko mulai menjalani tugas mereka masing-masing.


"Om Leno selong kili, di ujungnya hati-hati kalena ada olang jaga" jelas Maggie membuat Reno mengikuti instruksinya.


"Kaka ada di tempat paling dalam dan paling gelap jadi om Leno halus hati-hati ya" ucap gadis kecil itu lagi.


Reno terus melangkah dengan penuh hati-hati hingga tiba di salah satu ruang yang paling dalam dan gagang pintunya dililit denga rantai yang cukup besar lalu dikunci dengan sebuah gembok yang bergantung di sana.


Ditempat lain, Alfa sudah berhasil masuk dengan beberapa anak buahnya karena yang lain harus tetap siaga di luar untuk memantau keadaan.


"Dad, ada musuh di depan sekita 20 meter" ucap Maggie. Alfa hanya mengikuti perintah anaknya, sebenarnya ia heran kenapa sampai anaknya itu tahu posisinya dan apa yang sebenarnya telah dilakukan oleh puteri kecilnya itu.


Alfa dan teman-temannya berjongkok saat ada seseorang dari penjaga itu yang iseng menyalakan senternya ke arah di mana mereka berada namun karena Maggie sudah memberitahukan terlebih dahulu jadi mereka cepat-cepat menghindar dari sana.


"Aman dad, keluarlah dari sana melalui tanaman bunga itu lalu masuk lagi melalui pintu belakangnya karena opa Sandlo ada di sebelahnya" jelas Maggie sambil terus memantau tiga kelompok yang sedang menjalani misi penyelamatan tersebut. Sejauh ini belum ada musuh yang menyadari akan kehadiran mereka di sana karena bantuan sang gadis kecil tersebut.


BERSAMBUNG


.