Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
S'2 Perdebatan Oma vs Cucu



Ovidio Guzman Lopez akhirnya ditangkap setelah intelijen gagal menahannya tiga tahun lalu. Pria berusia 25 tahun itu merupakan putra gembong narkoba Meksiko Joaquin "El Chapo" Guzman.


Dia ditangkap Jumat (3/2/2023) malam di kota barat laut Culiacan dan diterbangkan ke Mexico City dengan pesawat militer. Penangkapan terjadi setelah intelijen melacaknya selama enam bulan. Namun atas campur tangan salah satu oknun yang tidak mau menyebutkan jati dirinya kemarin berhasil membekuk Ovidio yang adalah putra dari raja narkoba itu.


Penangkapan Ovidio sendiri tak berjalan dengan mulus. Operasi ini memicu kerusuhan di sejumlah kota Meksiko, terutama di basis-basis kartel Sinaloa, organisasi kriminal narkoba yang dipimpin El Chapo.


Sebanyak sepuluh tentara dan 19 tersangka kriminal tewas dalam operasi besar-besaran tersebut. Dilansir AFP, Sabtu (4/2/2023), Pemerintah Meksiko menyatakan penangkapan itu diwarnai dengan baku tembak dramatis yang merusak tiga pesawat dan menebar teror di bandara setempat.


Ovidio, yang dijuluki "El Raton" (Si Tikus), diduga membantu menjalankan operasi ayahnya sejak mantan bos kartel Sinaloa itu Menghilang dari Amerika Serikat (AS) pada 2017 lalu. Ia kemudian menjadi tokoh kunci dari kartel tersebut.


Ovidio sebelumnya sempat dibekuk pada 2019 namun dibebaskan hingga membuat pamor pemerintahan Presiden Andres Manuel Lopez Obrador turun.


Lalu seperti apa kartel Sinaloa pimpinan El Chapo yang terkenal brutal itu?


Berita News pagi ini yang menggemparkan negara itu pagi ini. Ya sejak tahun 2017, El Chapo menghilang karena selain ia menjadi buronan polisi ia juga berurusan dengan Kelompok Mara Salvatrucha yang membantu menangani kasus narkoba di beberapa negara. Hal itu membuat El Chapo memilih untuk diam di markas dan puteranya yang meneruskan kariernya itu.


Berita yang membuat rakyat setempat merasa senang namun tidak dengan El Chapo yang merasa terpukul dan terkejut begitu mendengar berita terkini di negara itu.


"Apa? para intelijen dibantu seseorang yang tidak menyebutkan jati dirinya? siapa manusia bajiangan itu?" teriak El Chapo penuh emosi sehingga mampu menghancurkan beberapa barang berharga yang ada di ruangannya.


"Toni..!!! Cepat cari tahu siapa yang ada dibalik ini semua" teriak pria itu sekali lagi.


"Baik bos" jawab sang asisten yang langsung melakukan perintah bosnya.


.


.


Di tempat lain


Gadis yang baru saja menyelesaikan makanannya itu kembali duduk manis setelah hendak keluar dari Restoran tersebut namun begitu melihat berita terkini yang sedang di tayangkan di televisi yang tergantung di dinding restoran itu yang sangat menarik perhatiannya membuatnya kembali duduk.


Terima kasih adik-adikku yang sudah memudahkanku untuk menangkap putera dari bajingan itu. Batin Maggie yang merasa puas. Ternyata adik-adiknya bekerja dengan cukup baik sehingga bisa menembus pertahanan putera El Chapo.


Baru kemarin pagi mereka melaporkan keberadaan Ovidio putera El Chapo berasa dan hingga semalam tepat pukul 11.00 tengah malam, Maggie dan anggotanya yang ia siapkan tanpa sepengetahuan keluarganya berhasil menangkap Ovidio dan menyerahkan kepada pihak kepolisian Mexico.


Hal itu adalah bagian dari rencana Maggie untuk mengalihkan perhatian El Chapo sehingga bisa dengan gampang ia bisa menyelamatkan sang opa dan asistennya.


Trying trying trying


📞Halo kaka, wah kaka sangat keren. Dalam waktu kurang dari 8 jam, kaka sudah berhasil menangkap orang terlicik itu. (Ucap Daffi begitu sambungan telepon sang kaka dan abangnya tersambung)


📞Itu semua atas bantuan kejeniusan kedua adik kesayangan kaka. Kalian memang yang terbaik, bisa menembus pertahanan para bajingan itu dan dengan gampang melacak keberadaannya.


📞Karena kami mengkhawatirkan keadaan kaka yang menjadi tujuan utama mereka. (Kini giliran Daffa yang menjawab)


📞Baiklah, kaka sayang kalian berdua. Udahan dulu ya, kaka harus bertemu sama daddy untuk menolong opa.


📞Baik ka, Hati-hati ya!


📞iya


Sambungan telepon antara kaka beradik itu terputus dan Maggie melakukan mobil yang dia sewa itu menuju ke tempat di mana orang-orang sudah stay dan hanya menunggunya saja.


Sepanjang perjalanan gadis itu tersenyum puas dengan cara kerjanya dan juga Kekompakannnya dengan kedua adiknya.


Tak terasa, kaka sudah membawa kalian melangkah cukup jauh dalam menangani suatu masalah. Kalian yang terbaik, setidaknya kita bisa bekerja sama untuk melindungi orang-orang tercinta kita. Batin Maggie.


"Hei, dari mana saja kaka?" tanya oma Ratna yang merasa geram karena sudah terlalu lama menunggu.


"Makan" jawabnya santai.


"Hah? makan? yang lain boleh kekeringan kaka malah keenakan makan sendiri?" cecar sang oma.


"Yeee siapa yang melarang nggak boleh makan?" ucap gadis itu tidak mau kalah. Perdebatan mereka malah menjadi hiburan bagi semua orang.


Induk singa dan anak singa. bukannya akur untuk menjalani misi penyelamatan malah berdebat tentang hal yang tidak penting. Apa mereka tidak khawatir dengan keadaan tuan Gaston? dasar keluarga Singa. Batin Reno sambil menatap pertunjukan yang ada di depannya.


Oma Ratna menatap Maggie dengan tatapan intimidasi, membuat sang cucu menaikan sebelah alisnya seolah bertanya, 'Ada apa Oma?'.


"Jawab dengan jujur. Kaka tidak hanya makan kan tadi? dan apa yang sudah kaka lakukan di luar sana?" tanya Oma penuh penasaran sehingga menuntut cucunya untuk menjawabnya.


"Maksudnya apa oma?" tanya Maggie pura-pura tidak tahu.


"Kaka bukan orang jodoh yang tidak mengerti apa maksud oma" cecar oma lagi.


"Cihhh seperti Jaksa penuntut hukum aja" gerutunya.


"Jawab..!!" ucap Oma dengan penuh penekanan.


"Iya" jawabnya singkat.


"Iya apa?" tanya oma lagi.


"Ya iya? seperti yang oma curigai itu?" jawabnya membuat yang lain bingung. kecuali orang-orang yang sudah mengenalnya lebih.


"Jadi benar kekacauan itu karena ulah kaka?" tanya oma.


"Bukan kaka doang oma, tapi abang sama ade juga" jawabnya membela diri sehingga menyeret kedua adiknya juga.


"Mereka tidak ada di sini jadi jangan banyak alasan" ucap oma.


"Tapi mereka yang melacak keberadaan orang itu, lagian kaka hanya membantu meringankan pekerjaan para polisi negara ini" ucapnya masih membela diri.


"Mama kenapa sih? dari tadi debat sama kaka soal hal yang tidak penting" Alfa akhirnya harus masuk untuk menghentikan perdebatan itu.


"Iya dad, oma memang aneh" ucap Maggie bangga karena mendapat pembelaan dari sang daddy.


"Apa? kamu bilang hal tidak penting? heh dasar daddy tidak punya otak. Puterimu itu sudah menjungkir balikkan sesuatu yang bisa saja mengancam nyawanya. Kamu pikir dia berhadapan dengan siapa sekarang?" tanya oma yang tidak Terima baik karena masalah sebesar ini dianggap remeh oleh Alfa.


"Emang mama lupa? nurun dari siapa sikap nekad cucumu ini?" tanya Alfa tidak habis pikir dengan dua wanita yang sama-sama punya ego yang tinggi.


"Ah sudah ah. Kau yang buat anak lalu mama yang disalahkan?" ucap oma yang memang sudah tidak ada bahasa.


Yang lain hanya tersenyum, namun Maggie kini malah duduk karena kekenyangan sejak tadi.


Bersambung


Untuk kasus El Chapo dan puteranya Ovidio memang terjadi di dunia nyata, tapi maaf jika waktu yang tertera di dalam kasus itu sedikit berbeda dengan yang sebenarnya karena author sesuaikan dengan kisah novel ini.


Selamat membaca dan semoga suka dengan novelnya.