
Waktu yang ditunggutunggu akhirnya tiba juga. hari ini adalah hari bersejarah untuk yang kedua kalinya bagi Alfa dan mey yang kembali melangsungkan janji suci mereka.
walaupun tanpa ada undangan dari luar dan hanya melibatkan keluarga inti namun pernikahan kedua pewaris tuggal itu cukup mewah dan luar biasa.
"Terima kasih sayang, sudah mau menerimaku kembali." ucap Alfa dengan suara yang dibuat serendah mungkin sehingga hanya Mey yang dapat mendengarnya.
"Iya mas, aku juga berharap kamu tidak mengecewakan kami lagi dan ini adalah kesempatan terakhir yang aku berikan" ucap mey dengan suara yang juga rendah namun penuh penekanan.
"Iya sayang aku janji tidak akan melakukan hal yang akan membuat kamu kecewa lagi" ucap Alfa sambil memberi satu kecupan di pucuk kepala wanita yang kini sudah sah menjadi isterinya kembali.
*****
Malam harinya keluarga mulai berbaris memberi ucapan selamat kepada kedua mempelai. Dengan senyum yang tidak pernah pudar dari wajah keduanya dan juga orang tua mereka yang turut merasakan kebahagiaan mereka hari ini, mereka mulai menyambut tamu dengan penuh bahagia.
Dari bagian belakang Maggie dan oma Ani, serta Reno dan Novi juga kedua orang tuanya ikut berbaris untuk memberi selamat kepada kepada Mommy dan daddynya.
Mey yang melihat puterinya tidak kuasa lagi menahan air matanya yang sudah mengalir deras di kedua pipinya.
"Selamat ya mom, dad, ade sayang sekali sama kalian" ucap gadis kecil itu pada kedua orang tuanya. Alfa juga yang sangat sedih berjongkok tepat di depan puterinya.
"Maafin daddy sayang. Daddy pernah jahat sama ade dan mommy" ucap Alfa sambil mengusab air matanya yang sudah ikut mengalir. Ia tidak membayangkan jika tidak ada gadis kecil ini diantara mereka pasti pernikahan ini tidak pernah terjadi kembali.
"Daddy jangan jahat-jahat lagi sama ade, sama mommy. Jangan buat mommy nangis lagi tiap malam" ucap Maggie polos karena memang sejak perpisahan kedua orang tuanya, Mey sering menangis di tengah malam dan beberapa kali Maggie memergokinya.
Ucapan gadis kecil itu benar-benar menyayat hati seorang Alfa. Pria itu sampai tidak sanggup lagi untuk pura-pura kuat di depan tamu yang sedang berbaris di sana, tidak dipungkiri juga oma Ratna dan oma Ani ikut meneteskan air mata.
Karena masih banyak yang berbaris untuk memberi selamat, Alfa terpaksa menari puterinya untuk ikut berdiri dengan kedua orang tuanya.
Maggie yang juga mendapar selamat dari para tamu menjadi senang tapi lama-lama ia malas juga karena terus berdiri.
"Akhh ade mau duduk saja, ade cape beldili telus" ucapnya sambil mundur ke belakang dan naik ke atas tempat duduk yang disiapkan untuk mempelai.
"Abis belum dad?" seru adis kecil itu yang merasa jenuh karena tamu yang belum juga selesai.
"Sedikit lagi de" ucap Mey dengan lembut.
Acara malam ini berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan dan juga hambatan apapun hingga akhirnya. Semua mulai pergi meninggalkan mansion keluarga Smith kecuali beberapa keluarga yang jauh seperti dari Indonesia yang tetap tinggal di sana.
Mey salah tingkah karena malam ini ia harus tidur sekamar dengan pria yang sudah sah menjadi suaminya itu. Sedangkan Maggie jangan di tanya, gara-gara otak Novi yang gersek itu ia sudah menghasut gadis kecil itu untuk jangan mengganggu kedua orang tuanya.
Alfa dan Mey sudah tiba di kamar yang selama ini di tempati oleh Mey dan Maggie namun pria itu tidak melihat puterinya di sana padahal tadi bilangnya mengantuk namun ti atas tempat tidur tidak ada siapa-siapa.
"Sayang, adenya mana?" tannya Alfa.
"Tidak tahu mas" ucap Mey
"Sayang, malam ini kita tidur sama ade dulu ya? aku sangat merindukan tidur dengannya" ucap Alfa minta pendapat sang isteri takut Mey salah paham.
"Iya mas, soalnya sejak kecil dia tidak pernah tidur pisah dariku. Pernah aku kena musibah dan tidak pulang semalam, dia tidur tapi hanya dipangkuan ayah dan Novi" ucap Mey menjelaskan.
"Iya mas, waktu itu aku masih belum diperkenalkan sebagai anak ayah, kebetulan aku yang menangani pembangunan di luar kota jadi saat mau pulang ada hujan badai jadi aku dan Reno pulang hampir malam tapi di tengah jalan ada yang ingin berbuat jahat sama kami tapi sepertinya ada juga orang yang mau menolong kami jadi kami di suruh lewat jalur lain sehingga kemalaman tiba jadi terpaksa kami menginap di hotel yang dekat di pinggir kota malam itu." jelas Mey panjang lebar.
"Maaf sayang, aku bahkan tidak tahu soal itu" ucap Alfa sedih.
"Sudahlah jangan mewek, cari ade aku mau ganti dulu." ucap Mey sambil melangkah masuk ke kamar mandi.
Tiba-tiba ada sepasang tangan yang melingkar tepat di perut rampingnya sebelum ia mencapai pintu kamar madi.
"Biarlah seperti ini sebentar saja." uap Alfa sambil menenggelamkan wajahnya di keruk leher isterinya.
"Mas" seru Mey yang merasa kegelian sehingga suaranya kedengaran seperti ******* di telinga Alfa.
"Kenapa sayang?" tanya Alfa sambil terus membuat Mey kegelian hingga wanita itu melepaskan tangan suaminya yang melingkar di perutnya tadi.
Alfa dengan cepat kembali menarik tangan isterinya yang hendak kabur dari sana, pria itu langsung mendaratkan bibirnya tepat dibibir isterinya. Mey yang tadinya sedikit memberontak perlahan mulai tenang seperti terhipnotis dengan kelembutan ciuman suaminya.
Pria itu ********** dengan lembut hingga beberapa saat kemudian ia melepas ciuman itu dan memeluk isterinya dengan sayang.
"Terima kasih sayang" ucapnya sambil mengusab bibir isterinya yang masih basah oleh ciuman mereka tadi dengan ibu jarinya.
"Kamu ganti ya, aku cari ade ke kamar ayah" ucap Alfa sambil menuntun isterinya masuk ke kamar mandi dan menutup pintu dan setelah itu ia keluar dari kamar tersebut untuk mencari sang anak.
"Ayah, mana Maggie?" ucap Alfa yang melihat ayah, mama, papa, bi Ani serta kedua orang tua Novi yang masih ngerumpi di ruang keluarga sambil menikmati camilan buatan bi Ani.
"Mana ayah tahu, dimana anakmu berada? bukannya baik jika malam ini dia tidak mengganggu kalian." ucap ayah meledek sang menantu.
"Ayah Mey cape jadi kami hanya akan tidur makanya aku mencari puteriku karena aku tidak pernah tidur barengnya" jelas Alfa menyampaikan isi hatinya.
"Tuh di kamar Novi," ucap ayah sambil menunjuk dengan bibirnya.
Alfa kembali naik ke lantai dua dan menuju kamar Novi, di sana ia mendengar puterinya yang belum tidur tapi masih bercerita dengan Novi sambil tertawa.
"Ade, ini daddy nak" panggil Alfa sambil mengetok pintu.
Sedangkan di dalam Maggie cekikikan tapi tanpa suara sambil memberi kode pada Novi untuk diam dengan memberi tanda diam.
"Ade, daddy dobrak pintunya mau?" ancam Alfa membuat gadis kecil itu langsung mengeluarkan suaranya.
"Daddy, kalau pintunya lusak ade kasih tahu om Leno bial malah daddy ya" ucap gadis kecil itu sambil membuka pintu kamar Novi.
Tanpa menjawab, Alfa langsung membopong puterinya dan membawanya ke kamar sebelah yaitu kamar Mereka.
"Daddy, ade mau tidul sama ka Novi, katanya daddy sama mommy mau buat ade untuk Maggie jadi jangan diganggu" ucap anak kecil itu sambil memberontak dalam gendongan sang daddy tapi tidak dipedulikan.
-BERSAMBUNG-