Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
48. Melihat Dari Jauh



Hi semuanya... maaf ya, sudah direview ulang soalnya ada yang mengirim pesan untuk cadelnya Maggie jangan dihilangkan dulu. Jadi ada perubahan dibeberapa bab.


Happy Reading,


Jangan lupa Like, comen n Vote sebanyak mungkin.


******


Pagi ini Maggie malas-malasan dan tidak mau bangun. Gadis kecil itu berguling dari ujung kembali ke ujung tempat tidur.


"Ade, bangun dan mandi nanti bisa telat masuk kelas" ucap Mey yang lagi mempersiapkan baju sekolah puterinya.


"Ade da mau cetolah mauna te tantol aja mom" ucap Maggie dengan terus berguling ke sana kemari


"Ade harus rajin sekolah biar cepat pintar" ucap Mey


"Ade malas, cetolah telus da pindah telas, ade tan udah pintal mom. Ade bilang opa ijin tacih ade, ade mauna te tantol caja" gerutu Maggie yang setiap hari belajar hal yang sama. Namanya juga materi anak usia dini tapi gadis kecil itu merasa sudah tahu semuanya.


(Oh Tuhan kenapa puteriku tidak sabaran sekali, nurun dari siapa sih sayang?) batin Mey


Gadis kecil itu turun dari tempat tidur lalu berjalan menuju pintu dan membukanya lalu keluar dan menuju ke kamar opanya.


Duk duk duk duk


Bukan mengetok tapi langsung menabok pintu kamar opanya. Karena belum ada suara dari dalam, tangan kecil itu semakin kuat menghantam pintu itu.


"Opaaaa, udah ciang... tata oma Latna bangun teciangan nanti lezeki dipatok ayam!!" seru gadis kecil itu dari luar, membuat opanya langsung bangun dan membuka pintu.


"Kenapa ade belum siap ke sekolah?" tanya opa


"Makana ade te cini mau minta bantuan opa. Opa ijin tacih ade ya, ade malas te cetolah, ade mau te tantol caja" ucap Maggie memelas


"Oke opa minta ijin" jawab opa


"Ayah, kenapa ikut maunya?" ucap Mey yang baru menyusul puterinya


"Talna ade cucuna opa, iya tan opa?" jawab Maggie mewakili opanya. Hal itu membuat opa tersenyum.


"Huh, dasar" gerutu Mey sambil melangkah pergi meninggalkan dua orang itu.


"Hihihiihi" Maggie cekikikan sambil mengangkat tangannya ke arah opa untuk bertos ria, dan disambut opa yang ikut tersenyum melihat tingkah cucunya ini.


Maggie yang belum melihat Novi keluar dari kamar, kembali membuat kegaduhan di depan kamar Novi.


Buk buk buk buk


"Ta Noviii,,, cepat bangun nanti jodohna diambil olang mau?" teriak Maggie dibalik pintu kamar Novi


Novi yang mendengar suara cemprek gadis kecil itu dengan malas membuka pintu yang menampilkan muka bantalnya.


"Ta Novi jolok, cana mandi bial halum" ucap Maggie sambil mengibaskan tangannya kepada Novi


"Yee ade juga belum mandikan? itu masih pakai baju tidur" ucap Novi mengejek


"Oh iya ade lupa" ucap gadis kecil itu sambil menepuk jidatnya membuat Novi tertawa tebahak-bahak


Keduanya masing-masing masuk ke kamar mandi yang ada di kamar mereka.


Setiap pagi Mey selalu menyiapkan handuk kecil, dan semua perlengkapan mandi bahkan pakaian ganti puteri kecilnya di kamar mandi. Sikat gigi juga sudah diberi pasta gigi sehingga puterinya tidak kesusahan dan tinggal sikat gigi. Mey selalu melatih puterinya untuk mandiri.


Kedua gadis beda usia itu keluar dari kamar mereka dalam keadaan sudah rapi dan langsung menuju meja makan.


Mey yang sudah menyiapkan sarapan pagi di meja makan, kembali ke kamar untuk bersiap karena hari ini pertemuan dengan semua pemegang saham jadi ayah Devid juga akan hadir, apa lagi Maggie dan Novi juga akan ikut ke kantor hari ini.


Opa dan Mey turun dari kamar mereka masing-masing dan menuju ke meja makan yang sudah ada dua gadis di sana.


"Ade uda lapal tenapa lama cetali?" ucap Maggie sinis


"Maaf sayang" ucap Mey


Maggie yang hendak mencomot paha ayam kesukaannya langsung dihentikan oleh mommynya


"Hei, sebelum makan apa dulu?" tanya Mey pada puterinya


Keluarga ini makan dengan tenang, karena opa sudah mengajarkan mereka agar saat makan tidak boleh bersuara.


"Om Leno, ade cama ta Novi itut te tantol" lapor gadis kecil itu pada asisten Reno.


"Oh ya?" ucap Reno sambil melirik ke arah Novi


"Om Leno tenapa liat-liat ta Novi?" ucap Maggie. Reno yang ketahuan anak kecil sedang melirik gadis pujaannya langsung salah tingkah.


"Ayo, kita berangkat" ucap Reno mengalihkan


Akhirnya semua hanya tersenyum dan melangkah keluar menuju parkiran dan masuk ke dalam mobil.


Seperti biasa, opa dan Maggie duduk di depan dan Mey serta Novi di belakang. Keluarga ini pergi meninggalkan rumah besar itu menuju ke kantor.


*****


Alfa dan asistennya sudah selesai bersiap dan akan berangkat ke kantor Macquarie-Group. Namun sebelumnya ada telepon.


📹Halo pa, bagaimana?


📹Iya boy, mamamu masuk Rumah Sakit.


📹Oke pa, setelah dari sini aku langsung ke London


📹Oke boy


Panggilan diakhiri dan Alfa menyusul Roky di parkiran untuk berangkat ke perusahaan mantan isterinya.


*****


Di Perusahaan Macquarie-Group


Orang-orang mulai berdatangan baik para karyawan maupun para petinggi-petinggi yang diundang.


Tuan Devid juga beru tiba bersama dengan keluarganya, dan kebiasaan Maggie yang super duper heboh selalu menarik perhatian semua orang yang gemas dengannya.


"Ade, jangan nakal dan awas jatuh" ucap Mey memberi peringatan.


Sementara sejak tadi ada sepasang mata yang terus menatap keluarga ini dari mereka turun hingga masuk ke lobi kantor.


Melihat gadis kecil yang semakin pintar dan mulai bertumbuh besar membuatnya ingin sekali berlari ke sana untuk menggendong serta meminta maaf.


Pria itu akhirnya turun dari mobil dan diikuti asistennya setelah melihat keluarga mantan isteri dan puterinya itu menghilang dari balik pintu utama kantor.


(Nak, kita sudah sangat dekat tapi untuk memelukmu saja daddy tidak bisa. Maafkan daddy yang tidak pantas ini) batin Alfa memjerit.


Semua yang datang hari ini ke perusahaan Macquarie-Group semuanya bahagia apa lagi menyaksikan keaktifan anak kecil yang baru saja masuk ke lift kusus tadi. Hanya ayah dari anak itu yang merasa tersiksa karena ia seperti orang asing di tempat ini.


Semua melangkah menuju ruang istimewa yang biasa dipakai untuk pertemuan resmi di kantor ini.


"Ade sama ka Novi tunggu di sini saja ya? mommy sama opa dan om Reno mau ikut pertemuan dulu" ucap Mey pada puterinya.


"Tenapa ade cama ta Novi tida di ajak mom?" protes gadis kecil itu.


"Ade, belum saatnya kita masuk ke ruangan itu. Ka Novi saja tidak bisa apalagi kamu?" ucap Novi mengejek


"Yeee bialin ade tan penacalan di cana ada apa? ada matan enak?" ucap anak kecil itu yang pikirannya mulai berkelana soal makanan.


"Ade, om Reno sudah siap makanan di ruang mommy jadi tinggal ade makan saja oke?" ucap Mey lagi


"Yeee ta Novi ayo tita matan" ucap Maggie melompat kegirangan


"Perut apa ban karet? baru juga makan di rumah, giliran sebut makan enak perutnya mendadak kempes" sungut Novi ikut masuk ke ruangan itu dan ketiga orang dewasa itu melangkah pergi ke ruangan istimewa itu.


-Bersambung-