Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
70. Makan Siang



"Mom, ade lapal" seru seorang gadis kecil dengan matanya yang masih terpejam.


"Bangun sayang, masa lapar tapi tetap tidur" ucap Mey


"Ade cape sekali mom" ucapnya dengan tetap tidak bergerak.


"Lah, kamu kerja apa sampai cape begitu?" tanya Mey yang tidak habis pikir dengan anaknya itu.


"Cape belmain sehalian mom. Siapa suluh daddy ajak ade ke taman belmain?" ucapnya membela diri tapi dengan mata masih tetap dipejam.


Dasar... bagamana bisa daddynya yang di salahkan. Yang main siapa yang salah siapa? Batin Mey bingung karena anaknya ini cepat sekali mengkambing hitamkan orang lain.


Karena tidak mendengar suara mommynya, gadis kecil itu akhirnya membuka mata dan mencari keberadaan sang mommy.


"Mom, daddy kapan datangnya?" tanya sang anak.


"Bukannya tadi daddy ke sini kamu yang buka pintunya?" tanya balik Mey.


"Daddy tidak datang. Bibi yang datang" ucapnya


"Tadi yang datangkan daddy, katanya ade yang buka pintunya" ucap Mey


"Hah daddy sudah datang? di mana daddy? ade mau salapan sama daddy aja" ucapnya sambil melompat turun dari atas tempat tidur.


"Ade, daddynya sud...." belum selesai bicara, gadis kecil itu sudah pergi dari hadapannya.


Dengan semangat gadis kecil itu menuruni tangga ingin cepat-cepat berjumpa daddynya. Namun tidak ada orang di sana hanya opa yang tengah bermain dengan anjing peliharaan mereka.


"Opa, mana daddy?" tanya Maggie


"Hah? daddynya sudah pulang sayang" ucap Maggie


"Kenapa pulang opa?" tanya gadis kecil itu penasaran.


Sang opa celingak celinguk memastikan tidak ada Novi maupun Mey.


"Ada orang jahat yang mau jahatin ade sama mommy jadi daddy mau basmi dulu" ucap opa memberi penjelasan.


"Kenapa daddy tidak ajak ade?" ucapnya dengan semangat.


Ratna Ratna, sepertinya cucu kita akan sama sepertimu, selalu haus dengan darah manusia. Semoga Mey tidak dibuat syok nantinya. Batin opa.


Opa dan sang cucu saling berbisik dan cekikikan saat melihat Mey yang baru berjalan menuruni tangga.


Maggie kembali melangkah naik menuju kamar, saat bertemu sang mommy di tangga, ia terus melangkah tanpa peduli pada sang mommy.


"De! mau ke mana" tanya Mey sedikit berteriak.


"Ade mau sikat gigi!" ucap Maggie dengan teriakan juga. Mey hanya menggeleng dan menatap punggung puterinya itu.


Apa betul dia anakku? kok tingkahnya begitu amat? Mey kembali membatin.


Anak kecil itu masuk ke kamar mandi dan melakukan ritualnya dan seperti biasa Mey sudah menyiapkan semua kebutuhannya setiap hari sebelum meninggalkan kamar.


Setelah menyelesaikan tugas bersih-bersihnya, gadis kecil itu kembali ke meja makan dan menikmati sarapannya tanpa membuat kegaduhan. Hal itu membuat Mey merasa heran, kenapa anaknya tidak merajuk saat keluar tadi tidak menemukan sang daddy.


******


Di tempat lain, Alfa dan sang mama tengah meeting interen di kamar mama Ratna.


"Al. Apa kamu yakin tidak jujur sama Mey?" ucap mama


"Tidak ma, aku ingin membuat Mey salah paham biar semuanya terlihat natural agar si brengsek itu cepat ketahuan" ucap Alfa


"Bagaimana jika Mey betul-betul marah karena kamu dua kali mengecewakannya?" tanya mama gelisah.


"Mungkin itu akan terjadi tapi tidak akan lama karena apa yang aku lakukan ini sudah aku bicarakan sama ayah Devid" jelas Alfa lagi.


"Oke. Esok kamu jalankan tugasmu" ucap mama.


Kedua orang itu menyelesaikan obrolan mereka dan Alfa kembali ke kamarnya.


Keesokan harinya, Alfa sudah bersiap untuk bertemu dengan wanita yang bernama Nasya.


Mereka berjanji untuk bertemu di salah satu Restoran terbaik di kota itu.


*****


"Selamat menjalankan tugasmu sayang. Aku akan menyusul untuk merayakan kemenangan kita" ucap Aldrikc dengan senyum puas karena tidak perlu kerja keras untuk mengajak Alfa datang memenuhi acara makan siang sekaligus meeting ala Nasya.


"Iya Al" ucap Nasya tersipu. Iapun keluar diantar Aldric menuju ke lift dan setelahnya wanita itupun pergi.


Setelah bertemu dengannya, aku yakin kamupun pasti akan tergila-gila padanya.Batin Aldrich sambil menatap ke arah pintu lift yang hampir tertutup rapat.


Pria itu kembali masuk ke kamar untuk bersiap-siap karena ia juga harus menjalankan rencananya.


📹Halo Mey, apakah kamu ada di kantor hari ini?


📹Iya benar, ada apa Aldrich?


📹Bisa aku ke sana?


📹Bisa.


📹Apa tidak mengganggu?


📹Sama sekali tidak. Kebetulan sebentar lagi istirahat makan siang.


📹Oke kalau begitu aku jemput biar kita makan bareng, aku yang traktir.


📹Di mana?


📹Ikut saja, aku jamin tempat ini makanannya sangat enak.


📹Oke aku menunggu.


Sambungan telepon pun berakhir. Mey yang sedikit kecewa dengan Alfa, memilih menerima tawaran Aldric untuk malan siang bersama.


Jam makan siang pun tiba, Aldrich yang terlalu bersemangat sudah lebih dahulu menunggu wanita itu sejak setengah jam yang lalu.


Melihat seorang wanita yang melangkah keluar dari balik pintu kaca di kanyor itu, Aldrich tersenyum dan langsung keluar dari mobil untuk menyambut Mey.


Pria itu dengan gembira membuka pintu bagian penumpang untuk mempersilahkan wanita pujaannya masuk.


"Apa kamu sudah dari tadi?" ucap Mey


"Belum begitu lama" ucap Aldrich


"Baiklah kita cari makan siang dulu" uvap pria itu sambil menutup kembali pintu tersebut dan berlari kembali ke arah samping dan masuk ke dalam mobil yang menghantar keduanya menuju tempat tujuan mereka.


Setibanya di sana, Aldrich kembali membuka pintu mobil untuk Mey dan keduanya melangkah masuk ke dalam Restoran tersebut. Aldrich mencari tempat yang strategis agar Mey bisa melihat pertunjukan yang akan terjadi nanti.


Sambil menunggu pesanan keduanya mengobrol, tidak lama kemuadian makanan mereka datang.


"Apa makanannya enak" tanya Aldrich saat melihat suapan pertama masuk ke dalam mulit wanita itu.


"Hmmm lumayan" ucap Mey sambil berhenti mengunyah sebentar.


Dari arah pintu, masuk seorang wanita dan pria dengan wajah berseri.


Deg


Mey yang saat itu duduk menghadap ke arah pintu langsunh terdiam. Matanya terus memantau pria dan wanita itu namun beberapa detik kemuadian air matanya menetes tanpa diminta saat melihat Alfa dengan mesrahnya menarik kursi dan mempersilahkan wanita itu duduk. Wanita yanh sangat sempurnah bagaikan model terkenal.


"Ada apa Mey?" ucap Aldrich


"Aku tidak kenapa-napa" jawab Mey yang berusaha tegar.


"Ayo lanjut makannya" ucap Aldrich yang tahu alasan kenapa Mey terlihat aneh.


Mey makan dengan tenang, namun ekor matanya terus mencuri pandang ke arah pria dan wanita yang terlihat sangat mesrah itu.


Sesekali Alfa membuat wanita itu trrsenyum dan yang lebih menyakitkan bagi Mey ketika Alfa dengan gampangnya membersihkan sisa makanan yang ada di ujung bibir wanita itu.


"Aku ke toilet sebentar ya?" ucap Mey dan langsung melangkah pergi.


Maaf membuatmu menangis lagi. Aku pastikan ini yang terakhir. Batin Alfa bergejolak menahan perih ketika harus bersandiwara tepat di depan wanitanya.


-BERSAMBUNG-