
Alfa tiba di depan kamar dan membukanya pelan, namun ia tidak menemukan isterinya di sana. Alfa mencari ke balkon namun tidak menemukannya juga.
Pria itu semakin ketakutan dan buru-buru berlari ke kamar mandi.
Deg
Wanita hamil itu ternyata sedang tertidur di dalam bathub, padahal malam sudah semakin larut.
"Sayang.. sayang" panggil Alfa pada isterinya namun yang dipanggil tetap menikmati tidurnya di dalam bathub.
Alfa segera mengangkat tubuh isterinya yang polos dan perutnya yang sudah membuncit dari dalam bathub menuju kamar mereka. Pria itu dengan telaten mengeringkan tubuh isterinya dan menyelimutinya agar tidak masuk angin.
"Maaf sayang. Jangan buat aku ketakutan" ucap Alfa sambil ikut masuk ke dalam selimut dan memeluk tubuh polos sang isteri dengan sayang.
Alfa akhirnya ikut tertidur sambil memeluk Mey.
Sedangkan di ruang makan, mereka semua mulai masuk ke kamar masing-masing. Sejak ada di London, Maggie selalu tidur bersama opa dan omanya.
Novi yang belum begitu pulih karena sejak diculik ia bahkan tidak diberi makan dengan baik sehingga gadis itu juga mengalami sakit lambung.
Reno yang sudah lebih baik keadaannya, mengurus sang kekasih dengan sangat telaten. Reno semakin yakin dan mempercepat untuk mempersuting Novi.
"Sayang, minum dulu obatnya" ucap Reno setelah menuntun Novi ke kamar gadis itu.
"Iya ka' Tapi aku takut, obatnya kebesaran" rengek Novi.
"Kamu harus minum sayang biar cepat sembuh." ucap Reno lagi.
Keduanya melangkah masuk ke kamar dan mendudukan Novi dipinggir tempat tidur, lalu ia kembali mengambil air hangat untuk Novi meminum obatnya.
"Maaf sayang, maaf karena aku sudah menarikmu masuk dalam duniaku yang penuh dengan kejahatan" ucap Alfa merasa kurang enak sama Novi.
"Kenapa ka' bicara seperti itu?" ucap Novi yang tidak suka dengan ucapan Reno tadi.
"Aku hanya takut karena hampir saja kehilanganmu" ucap Reno jujur.
"Maaf ka." ucap Novi singkat.
Deg
"Apa yang terjadi sayang" ucap Reno panik dengan pikiran yang sudah ane-ane.
Ia takut terjadi sesuatu yang tidak dia inginkan.
"Bagian mana yang dia sentuh? katakan kepadaku atau dia sudah melakukan yang lebih?" tanya Reno.
Tanpa mendengar jawaban dari Novi, Reno langsung menyambar bibir kekasihnya dengan sedikit kasar. Dalam pikiran Reno, ia hanya ingin menghapus jejak pria brengsek itu.
"Ka.. ka Reno" suara serak serta tertahan yang keluar dari bibir Novi saat tangan Reno sudah masuk ke dalam kaosnya dan menyentuh sesuatu yang ada di dalam sana.
Reno semakin bersemangat untuk melakukan hal itu setelah mendengar suara indah sang ke kasih.
"Apakah bagian ini juga dia sentuh?" tanya Reno sambil tangannya merambat turun hingga dibawah perut.
"Ka, jangan" ucap Novi dengan susah payah menahan nafas agar tidak mengeluarkan suaranya. Ia memperingatkan agar Reno tidak bertindak lebih.
"Aku akan menghapus semua jejaknya" ucap Reno dengan suara parau karena ia juga sudah dikuasai oleh keinginannya.
Bibir pria itu beralih ke bagian leher jenjang gadisnya menyesap beberapa saat dan menaikan kaos ketat yang membungkus dua aset berharganya Novi.
Tangannya meraba-raba bagian belakang mencari pengait yang membungkus aset gadis itu. Tiba-tiba terlepas dan dua benda berharga itu langsung menyembul keluar setelah Reno menarik pembungkusnya.
"Ka... please ja ngan la ku kan ituh" ucap Novi terbatah-batah.
Tanpa menjawab ucapan kekasihnya Reno langsung bermain dengan dua benda favoritnya membuat Novi hilang kendali dan mengeluarkan suara indah yang semakin memggila.
Reno semakin bersemangat dengan tangannya yanh sudah menari-nari dibalik kain segi tiga tipis yang menutup aset milik kekasihnya bahkan pria itu sudah melepaskanya sehingga gadis itu sudah polos. Reno yang sudah gelap mata berusaha menuntaskan hasratnya dengan kekasihnya itu namun ketika akan mengarahkan rudalnya, Reno melihat dengan jelas jika Novi telah meneteskan air matanya.
Pria itu langsung mengurungkan niatnya dan bangkit berdiri lalu memungut pakaian yang berserakan di lantai. Dengan tergesa-gesa pria itu masuk ke kamar mandi dan melakukan ritual selanjutnya.
Setelah menyelesaikannya, Reno keluar dan langsung keluar dari kamar Novi menuju kamarnya.
Deg
Jantung Novi seolah berhenti berdetak setelah melihat Reno pergi begitu saja.
Ternyata aku hanya sampah baginya. Batin Novi sambil menangis pilu. Padahal ayah Aldrich memang menyentuhnya namun sebatas menciumnya itupun ia berusaha menghidarinya.
Di kamar Reno
Aku hampir saja melakukan yang tidak-tidak kepadanya.
Reno bahkan tidak sanggup menatap wajah menangis kekasihnya sehingga ia pergi begitu saja dari kamar Novi. Rasa bersalahnya semakin besar hingga ia tertidur.
Keesokan harinya, sebelum semua orang bangun, Reno sudah pergi dari mansion keluarga mertua nyonyanya.
Sebelum Reno pergi ke bandara untuk kembali ke Australia, ia meminta ijin untuk lebih dahulu pergi ke markas Mara Salvatrucha.
"Apa yang bisa kami bantu tuan" ucap seorang penjaga markas yang ada di depan gerbang.
"Boleh aku bertemu dengan pria yang kemarin menculik calon isteriku?" tanya Reno kepada ptia itu.
"Boleh tuan" jawab pria itu sambil meminta salah seorang temannya menemani Reno masuk ke tahanan yang ada di bawah tanah.
Setibanya di sana, Reno dapat melihat jika pria itu sudah sekarat, bukan saja karena disiksa tapi karena ia juga mereasa bersalah karena anaknya mati saat akan menolongnya.
"Karena kau sudah berani menyentuh calon isteriku maka kau harus mati di tanganku" ucap suara bariton Reno yang mengejutkan pria itu.
"Aku hanya menciumnya, sumpah" ucapnya dengan suara lemah.
Deg
Reno tercekat, pantas saja Novi menangis karena ia sudah melakukan sejauh itu. Dengan emosinya Reno langsung mengeluarkan senjatanya.
Dorrr
Satu buah peluru menembus kepala pria itu dan berakhirlah hidupnya.
Reno yang merasa bersalah kepada Novi tapi juga malu bertemu dengan gadisnya itu memilih pergi terlebih dahulu ke Australia.
Di Mansion Adipaty
"Selamat pagi semuanya" ucap Maggie yang baru keluar dari kamar setelah rapi dengan pakaian santainya dan berjalan ke arah meja makan yang sudah ada semua orang kecuali Reno.
"Selamat pagi kaka" ucap semua menjawab salam gadis kecil itu.
"Om Leno mana?" tanya Maggie karena tidak melihat om Renonya itu.
"Om Reno tadi telepon kalau sudah pulang ke Australia pagi tadi karena ada kerjaan" ucap Mey.
Deg
Siapa aku untuknya sampai dia pergi tanpa memberitahuku. Sabar Novi, kamu pasti bisa. Batin Novi.
Yang lain hanya ber oh ria sementara Novi rasanya ingin menangis karena merasa hanya dimanfaatkan oleh Reno dan setelah itu dibuang begitu saja.
Semuanya akhirnya sarapan dengan tenang tanpa seorangpun yang sadar jika saat ini Novi lagi menahan sesak di dadanya.
BERSAMBUNG