Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
69. Misi pertama



"Mom, ade masih ngantuk tau?" ucap Maggie dengan sedikit merajuk karena diganggu tidurnya. Sebenarnya Alfa yang membuat puterinyà tidak nyaman agar Mey tahu akan keberdaannya di dalam kamar itu. Alfa takut jika Mey yang tidak sadar itu, bisa melakukan hal yang tidak terduga jika berganti pakaian nanti.


Sebagai seorang pria normal, Alfa tidak ingin melakukan kesalahan kembali saat hubungan mereka baru membaik.


*******


Alfa tidak mau ada drama dalam kamar itupun memilih membelakangi Mey.


"Akhhhhhhhhh" teriak Mey histeris saat ada seorang pria di dalam kamarnya, hingga Alfa yang mendengar teriakan itu menjadi panik.


"Mey, ini aku hei" ucap Alfa gugup takut Mey memikirkan yang tidak-tidak tentangnya. Mey semakin dibuat kalang kabut dengan kondisinya saat ini yang hanya melilikan handuk saja.


"Mas" ucap Mey panik sambil membelakangi Alfa karena malu. Alfa yang merasa bersalahpun berniat keluar namun matanya menangkap sebuah jubah handuk yang tergantung di sudut kamar itu, ia melangkah pergi dan mengambilnya dan membawanya menuju Mey lalu menyelimuti jubah handuk itu di tubuh Mey.


"Maaf" lirihnya penuh penyesalan


Alfa melangkah keluar, dan menuruni tangga dan melangkah menuju taman belakang mansion itu, di sana ia terus berpikir jika Mey marah padanya.


Sementara di dalam kamar, Mey merasa malu dan marah tapi melihat perubahan Alfa yang sangat lembut saat menyelimutkan handuk tersebut, ia merasa tersentuh apalagi saat Alfa membisikan kata maaf tepat ditelinganya tadi.


Mey yang sudah selesai berganti, berlari menuruni tangga hendak mengejar Alfa meninggalkan gadis kecil yang sama sekali tidak terganggu tidurnya itu, , namun setelah tiba di luar, ia tidak menemukan siapa-siapa di sana. Dengan langkah gontai dan perasaan yang campur aduk, Mey melangkah masuk kembali ke dalam rumah, namun baru beberapa langkah ia menabrak seseorang yang juga ada di sana.


Mey yang sejak tadi menunduk langsung mendongakkan kepalanya dan melihat sosok yang dicarinya saat ini sedang ada di depannya.


"Kamu kenapa?" tanya Alfa penasaran dengan tingkah Mey namun tidak menjawab, wanita yang adalah ibu dari anaknya itu langsung menghambur memeluknya.


"Aku pikir kamu akan meninggalkan kami lagi" ucap Mey sesugukan. Alfa yang mendengar ucapan dari wanita yang ada dalam dekapannya itu merasa terharu bercampur senang.


"Tidak akan lagi" ucap Alfa tegas. Dengan lembut ia semakin mengeratkan pelukannya pada wanita yang sudah sekian lama ia rindukan itu.


"Ahhmmmm" ayah pura-pura batuk di belakang Alfa.


"Ayah?" Mey yang baru menyadari kehadiran sang ayah langsung spontan melepaskan pelukannya dari mantan suaminya itu.


"Sejak kapan ayah ada di sini?" tanya Mey sambil menunduk karena malu.


"Sejak tadi, karena memang ayah sama Alfa baru selesai memberi makan ikan, iyakan Alfa?" ucap papa sambil menyembunyikan senyumnya karena melihat wajah puterinya yang sudah seperti tomat matang.


Alfa kembali membawa wanitanya ke dalam pelukannya, sehingga Mey bisa menyembunyikan wajahnya dalam dada bidang pria itu. Alfa dan ayah saling menatap dan tersenyum penuh arti.


"Yuk kita duduk dulu, tadi katanya kamu mau bicara sesuatu sama ayah," Ucap Ayah memberi kode pada Alfa. Mereka bertiga akhirnya melangkah menuju sofa ruang keluarga dan duduk di sana.


"Jadi betul kamu akan kembali ke Swis? kapan?" tanya ayah dengan mode serius pada Alfa.


"Betul ayah, aku akan berangkat dalam beberapa hari lagi setelah aku kembali dari sini. Aku akan usahakan untuk datang berkunjung tapi mungkin tidak setiap tahun" jawab Afa juga serius.


Alfa juga merasa teriris tapi apa daya, ia tidak bisa berbuat apa-apa. Pria itu hanya menatap wanitanya yang terus melangkah menaiki anak tangga satu per satu dengan langkah seperti orang yang tak bernyawa.


(Seharusnya aku tahu diri, aku bukan siapa-siapanya jadi kenapa aku harus memintanya tetap di sini? jalan kami memang sudah beda sejak dulu. Aku tidak mengapa, tapi bagamana puteriku? apakah ia juga harus kembali merasakan kepahitan ini? kasihan kamu nak, kamu masih sangat kecil tapi mental kamu harus hantam dengan masalah yang seharusnya di alami orang dewasa. Pantas hari ini kamu datang sangat pagi mas) Batin Mey sambil terus menapaki tangga menuju kamarnya.


Setelah Mey hilang dibalik pintu kamarnya, ayah kembali menatap Alfa sengan tatapan serius.


"Kapan kamu akan memulainya?" ucap ayah.


"Esok aku akan bertemu dengan wanita jadi-jadian itu, tapi sebelumnya aku akan bertemu mama yang sementara sudah terbang dari London" ucap Alfa tenang


"Ayah selalu mendoakanmu agar berhasil. jalan untuk kamu kembali bersatu memang sangat rumit, tapi ayah percaya sama kamu" ucap ayah yang juga sedih melihat puterinya yang harus terus menjadi korban dalam semua masalah baik keluarga Smith maupun keluarga Adipaty.


"Terima kasih ayah, mungkin aku tidak bisa bertemu dengan mereka saat ini karena aku harus segera pergi" ucap Alfa,


"Baik berhati-hatilah" ucap Ayah sambil mengantarkan mantan menantunya itu ke depan mansion.


Dengan berat hati Alfa melangkah keluar dari rumah besar itu dan kembali mengemudi mobilnya menuju bandara karena sebentar lagi mama kesayangannya akan tiba.


"Tuhan, jaga mereka untukku." gumam Alfa sambil mengecup wallpaper ponsel yang menampilkan wajah ceria wanitanya dan puterinya, tanpa sadar air matanya menetes membayangkan wajah kekecewaan Mey tadi.


(Aldrikh, kali ini aku tidak akan main-main lagi denganmu. Dengan tanganku sendiri aku akan menghantar nyawamu ke neraka) Batin Alfa.


Alfa menunggu untuk beberapa saat di bandara hingga akhirnya mamanya tiba juga.


"Dimana, cucuku dan menantuku. Apa mereka tidak ikut jemput?" tanya mama yang mengharapkan menantu dan cucunya ikut jemput di bandara.


"Nanti aku ceritakan saat tiba di hotel" ucap Alfa tenang namun terbesit kegeraman di raut wajahnya. Mama Ratna bisa menangkap dengan cepat perubahan wajah puteranya hingga memilih diam, karena ia tahu jika puteranya memintanya untuk turun tangan, itu karena masalahnya agak rumit.


Sepasang ibu dan anak laki-laki itu melangkah ke arah mobil Alfa dan pergi meninggalkan bandara tersebut menuju hotel yang menjadi tempat penginapan mereka.


Sepanjang perjalanan mereka hanya diam tanpa suara hingga tiba di hotel tersebut.


*****


"Halo Mey, bagaimana?" ucap Reno dibalik telepon saat tersambung.


"Ren, tolong kasih tahu seseorang untuk memantau Alfa yang katanya akan berangkat ke Swis beberapa hari lagi," ucap Mey dengan tidak bersemangat


"Baiklah, aku akan meminta setiap aktifitas Alfa untuk dikirimkan" jawab Reno sambil mengakhiri teleponnya.


-BERSAMBUNG-