
Selamat membaca🙏**
"Mom, cape juga ya kelja di dapul" ucap Mey yang baru selesai merendam wortel dan lanjut kupas bawang.
"Iya, ibu dapur itu juga cape nak." jawab Mey.
"Kalau begitu kaka mau kaya oma Latna aja, tak pelnah masuk dapul" ucap Maggie santai sedangkan Mey hanya melotot, sedangkan seseorang yang sejak tadi berdiri di pintu dapur hanya menggeleng kepala.
****
"Dad ayo dg bantu ni" seru Maggie yang menyadari sang daddy ada di sana.
"Bantu apaan, itu tugas perempuan loh" ucap Alfa memulai.
"Cih, emang laki-laki tak boleh makan ya?" tanya Maggie pada daddynya.
"Makan tapi dilyani perempuan karena itu tugasnya" ucap Alfa.
"Telus kenapa mommy halus capek-capek bantu daddy di kantol kalo daddy tak bisa bantu mommy di dapul?" protes Maggie tidak mau kalah.
"Hahahha" Mey tertawa terbahak-bahak karena puterinya yang mampu mengalahkan sang daddy.
"Cih kenapa puteriku ngomong selalu benar ya" gerutu Alfa sambil melangkah mendekat dan langsung duduk di dekat meja dapur.
"Itu kalena kaka pintal dad" serunya lantang.
"Nih tugas daddy ilis cabenya, iyakan mom cabenya diiliskan?" tanya Maggie.
"Loh kenapa daddy harus dikasih yang pedas-pedas?" protes Alfa.
"Cih cemen. Itu cuma cabe loh dad." ucap Maggie membalas protes sang daddy.
"sini, cuma ini kan?" tanya Alfa memastikan.
"Nanti ada lagi dad, telgantung mommy kasih tugasnya" jawab gadis kecil itu tanpa mengalihkan pandangan dari sebutir bawang yang sementara dia kupas.
Alfa melakukan tugas yang diberikan oleh sang anak dengan telaten, Maggie pun melakukan tugasnya.
Sepasang anak dan daddy itu terlalu serius melakukan tugas mereka sampai tidak sadar bahwa sejak tadi Mey sejak tadi mengamati mereka dengan tersenyum geli.
Keluarga kecil itu melakukan tugas mereka dengan kompak dan terlihat sangat indah.
Selesai memasak, Mey menyuruh suami dan anaknya untuk lebih dahulu ke kamar dan mandi karena seeikit lagi Reno dan Novi akan datang.
Sepasang anak dan daddy itu akhirnya melangkah naik ke kamar masing-masing karena Mey masih menata makanan di atas meja. Alfa akhirnya membantu meringankan pekerjaan isteri dengan memandikan si kembar.
"Hai anak-anak daddy, loh kenapa mainnya pakai masuk kolom segala?" ucap Alfa yang baru masuk ke kamar twins dan keduanya lagi main sembunyi-sembunyi bersama asisten Lina.
"Bi tolong bantu pindahkan twins ke kamar utama" peritah Alfa dan diikuti oleh bi Lina yang langsung mengambil alih Daffa dalam gendongannya.
"Baik tuan" jawab Lina sambil mengekori Alfa yang juga sudah menggendong Daffi yang tidak mau diam itu.
Setibanya di kamar mandi, Alfa membawa kedua puteranya masuk dalam kamar mandi setelah kepergian bi Lina.
"Ayo saatnya mandi" seru Alfa sambil melepaskan pakaian dua anak itu dan menyiapkan air dalam bathup lalu membawa mereka masuk ke dalam bathup itu.
Alfa membiarkan kedua anaknya berendam air hangat, namun bukan Daffi jika tidak membuat kekacauan. Anak lelaki kecil itu sering membuat onar. Posisi duduknya yang dekat dengan kran air, iseng memutarnya sehingga air kembali keluar memenuhi bathup.
Daffa yang sudah ketakutan karena air yang semakin naik malah histeris sedangkan Daffi bermain air dan tertawa bahagia. Melihat itu, Alfa bukannya menghentikan ulah dede, ia malah terkekeh dan malas tau dengan keadaan.
"Ya ampun daddy, anak-anak hampir tenggelam kamu malah diam saja?" pekik Mey yang baru masuk.
"Anak cowok sayang jadi harus belajar menyelamatkan diri." ucap Alfa santai.
Mey memakaikan sabun pada tubuh kedua anaknya dan membilas tubuh mereka sehingga dirinyapun ikut basah akibat kejahilan dede.
Selesai mandi, Alfa mengenakan handuk kecil kepada keduanya dan membawa mereka ke ranjang.
Alfa yang tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, cepat-cepat kembali masuk ke dalam kamar mandi tanpa peduli dengan kedua anaknya yang masih kedinginan berselimutkan handuk kecil masing-masing.
Alfa dengan telaten mengenakan baju kepada anak-anak. Sebelumnya ia terlebih dahulu mengosok minyak telon babby dan memberi bedak babby lalu mengenakan baju kepada masing-masing anaknya. Kedua bayi itu cekikikan karena merasa geli saat daddy mereka iseng saat menggosong minyak ke tubuh mungil mereka.
"Rupanya kalian senang daddy isengin kamu ya?" ucapnya sambil terus menggoda Anak-anak.
"Dad, cepat nanti mereka masuk angin" ucap Mey yang baru selesai mandi.
"Anak cowok sayang, jadi jangan dimanjakan." ucap Alfa tidak mau kalah.
Setelah menyelesaikan tugasnya, ia memanggil sang puteri yang sudah selesai bersih-bersih untuk menjaga kedua adiknya.
"Kaka, jaga abang sama dede ya?" ucap Alfa yang baru masuk ke kamar puterinya.
"Yee emang kaka babysitter nya" geritu gadis kecil itu tapi akhirnya pergi juga untuk menjaga kedua adiknya karena sang daddy juga akan mandi.
****
"Selamat malam tuan" sapa Reno saat mereka baru masuk ke mansion utama keluarga Smith.
"Selamat malam Reno, Novi" jawan Alfa yang duduk sendiri di ruang keluarga karena Mey dan ketiga anaknya masih di kamar utama.
"Mana Mey" tanya Reno.
"Kenapa kamu menanyakan isteriku?" tanya Alfa sinis.
"Kan Mey adikku jadi wajarlah aku menanyakannya" jawab Reno santai.
"Sejak kapan mertuaku lahirin lo?" sindir Alfa.
"Cih posesif dulu aja sia-siain, untung ada kaka" ejek Reno kepada Alfa.
"Sial lo, jangan bawa-bawa masa lalu" ucap Alfa sambil melempar Reno dengan bantal sofa.
"Dadyyyyy, sadal ya kalau udah punya anak, main tinggal-tinggal aja sih" pekik Maggie dari lantai atas karena Mey yang kewalahan membawa si kembar turun tangga.
"Cih makanya dandan itu jangan kelamaan" cibir Alfa yang hanya di dengar Novi dan Reno.
Novi langsung bangun dan melangkah naik ke atas untuk mengambil alih salah satu dari si kembar.
"Ka Novi sudah datang?" tanya Maggie.
"iya sayang" jawab Novi.
Daffi yang dasarnya suka yang cantik-cantik, lebih memilih digendong sama Novi padahal dia sudah digendong mommynya tapi ia merengek minta digendong Novi.
"Ka, anakmu kecil-kecil udah genit aja" ucap Novi sambil terlekeh.
"Tuh nurun dari daddynya kali" ucap Mey santai, membuat Afa yang mendengar langsung melotot ke arah isterinya.
"Hai om Leno, apa kabal?" tanya Mey yang baru tiba di ruang tamu dan lamgsung duduk di sofa tepat di samping Reno.
"Sudah lama tidak ketemu tapi ternyata kaka masih saja salah kalau sebut nama om" ucap Reno.
"Cih, pengeltian sedikit kenapa sih?" gerutu Maggie membuat Reno terkekeh.
BERSAMBUNG