Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
S'2 Musibah



Siang ini Maggie pulang dengan ojek andalannya setelah terjadi perdebatan antaranya dan Roberth karena pria itu ngotot untuk mengantarnya namun dengan satu alasan yang mendasar akhirnya pria itu mengalah dan membiarkan gadisnya pulang dengan ojek andalannya.


"Bos, gadis yang kita curiga sebagai Puteri tuan Alfa baru saja pergi dari kampus" ucap seorang pria melalui sambungan telepon.


"Baiklah, ikuti dia kemanapun dia pergi. Jangan sampai dia tahu jika kalian membuntutinya." ucap seorang pria dengan suara beratnya kepada anak buah yang dia sebarkan.


"Baik bos" jawab pria itu.


Beberapa pria menggunakan mobil terus mengikuti Maggie yang saat ini sedang bersama ojek andalannya. Gadis itu bahkan tidak tahu jika ada yang mengikutinya karena fokusnya hanya ke jalan.


Mereka terus beriringan dengan mobil lain sehingga tidak ada kecurigaan dari Maggie dan si tukang ojek.


Tring tring tring


"Bang, berhenti di depan ya? ada yang nelepon" ucap Maggie membuat pria yang membawa motor tersebut melambatkan laju motor hingga akhirnya berhenti di pinggir jalan.


"Halo, siapa ni?" tanya Maggie kepada si penelepon.


"Nggak penting, sekarang jangan dulu pulang ke rumah karena ada yang ngikutin kamu" ucap Roberth dari seberang telepon.


"Dari mana kamu tahu?" tanya Maggie.


"Aku sudah ngikutin kamu sejak dari gerbang kampus karena ada mobil yang sudah ada lama di sana tapi begitu lihatin kamu pergi langsung ngikutin" jelas Roberth yang juga berhenti di tempat yang sedikit jauh dan tentu saja mobil itupun berhenti di jalur yang sama.


"Iya aku akan pergi ke apartemen saja" jawab Maggie sambil kembali numpang motor tersebut.


Mobil tersebut kembali bergerak mengikuti mereka dan hal yang sama pun dilakukan oleh Roberth yang mengambil posisi agak jauh tadi kini sudah mendahului mereka agar tidak ada kecurigaan juga kepada mereka.


*****


Seorang pria tengah menyesap sebatang rokok sambil berdiri di atas ketinggian, lebih tepatnya di atas balkon salah satu gedung yang menjulang tinggi yakni apartemen di mana dia tinggal bersama wanita yang dia cintai selama ini.


"Alfa" gumamnya lirih.


"Kau telah membuat wanita yang aku cintai tidak menataku sama sekali dan itu artinya kau harus membayarnya dengan harga yang mahal" ucapnya dengan siara pelan namun penuh penekanan.


"Yah, dia adalah puterimu yang aku cari selama ini dan aku yakin tidak salah mengikuti orang kali ini" gumamnya lagi dengan geram.


Ya pria itu adalah Ridho, orang yang membawa Kabur Nina dari tempat penyekapan. Bahkan sampai hari ini dia masih tinggal bersama wanita itu tapi sayangnya, wanita itu tidak menginginkan sebuah pernikahan apalagi harus melahirkan seorang anak untuknya.


Walaupun keduanya saling memuaskan satu sama lain, tapi tetap membuat Ridho senang karena yang dia inginkan adalah pernikahan dan hadirnya seorang anak.


Tring tring tring


"Halo, bagaimana perkembangannya?" tanya Ridho langsung pada intinya.


"Dia tinggal di apartemen yang selama ini kita curigai" jawab pria itu.


"Baiklah, tunggu perkembangan selanjutnya dan bergeraklahalam ini juga, kamu harus membawanya hidup-hidup ke hadapanku." ucap Ridho tegas.


"Baik bos" jawab sang anak buah.


Telepon antara Ridho dan anak buahnya pun berakhir. Mereka terus memantau dari jarak jauh agar tidak ada yang mengetahuinya.


****


Alfa dan keluarga kini berada di dalam pesawat kembali ke Australia sehingga mereka beda pesawat dengan papa Alberth dan mama Ratna yang sudah lebih dahulu pergi sejak pagi.


Deg


Perasaan Mey tiba-tiba tak karuan, wanita beranak tiga itu merasa suasana hatinya sangat kacau membuatnya berdoa dalam hati.


Ya Tuhan lindungilah keluargaku. Lindungi puteriku dan kedua mertuaku serta kedua orang tuaku, jangan biarkan ada musibah yang menimpa kami. Aku mohon selamatkan keluargaku dari bahaya apapun. Amin. batin Mey mendoakan semua keluarganya.


"Apa yang sebenarnya akan terjadi? kenapa tiba-tiba hatiku seperti tak rela entah untuk apa." gumam Mey namun tidak didengar dengan jelas oleh Alfa karena sejak tadi dia ketiduran di atas pesawat. Ia baru setengah sadar ketika merasakan isterinya bergerak tak karuan seperti orang gelisah.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Alfa sambil berusaha mengumpulkan kesadarannya kembali.


"Nggak ko dad, aku cuma kurang nyaman aja terlalu lama di pesawat." Jawab Mey asal agar suaminya tidak panik.


"Tidurlah agar kamu tenang, oke?" ucap Alfa sambilembawa sang isteri masuk dalam dekapannya dan hanya dibalas dengan anggukan oleh sang isteri dan perjalan mereka terus berlanjut.


Hari sudah gelap kira-kira pukul delapan malam, Roberth kembali memlngingatkan sang kekasih agar tidak keluar dari apartemennya sekalian meminta ijin untuk kembali ke rumah membersihkan diri sekaligus tukar pakaiannya.


Maggie mengiyakan sang kekasih karena ia sama sekali tidak merasa cemas dan memang Maggie bukan orang sembarangan, apalagi di luar sana baik anak buah opa Gaston, Oma Ratna, Daddy Alfa bahkan opa Devid selalu berkeliaran di sekitarnya.


Ternyata keberadaan Roberth di sana juga dipantau sehingga begitu ia pergi, para orang jahat itu langsung bereaksi mendatngi kamar di mana Maggie tinggal.


Dengan persiapan yang cukup matang selama ini membuat mereka untuk tidak boleh gagal kali ini.


Tepat jam 21.20 para pria itu sudah berdiri di depan pintu apartemen Maggie.


Bel pintu apartemen berbunyi membuat sang penghuni bergegas untuk membuka pintu tersebut. Berselang beberap menit Maggie sudah tak sadarkan diri dan langsung dibawah pergi oleh para penjahat itu meninggalkan pintu apartemen yang tetap terbuka lebar.


"Akhirnya setelah sekian lama, kita berhasil juga membawa gadis ini ke hadapan bos" ucap salah satu penjahat itu saat mereka sudah berada di dalam mobil dengan Maggie yang dibaringkan di kursi belakang.


"Yah, ternyata sangat muda membawanya pergi. Sayang sekali, gara-gara dosa ayahnya dia yang harus menebusnya" ucap pria yang satu lagi.


Tiga mobil milik anak buah Ridho beriringan pergi meninggalkan parkiran apartemen tepat jam sepuluh.


****


Roberth sudah selesai membersihkan diri dan karena paksaan sang mama akhirnya Roberth menuju ke meja makan untuk mengisi perutnya sebelum pergi lagi.


Makanan di piringnya telah selesai dan dengan buru-buru ia mengambil segelas air yang telah disediakan oleh sang mamanya untukmeneguknya namun sebelum gelas itu menyentuh bibirnya tiba-tiba gelas itu pecah bagi dua di tangannya.


"Nak?" ucap sang mama panik.


"Ada apa ini?" tanya sang mama lagi yang panik karena ia juga menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri saat gelas itu pecah di tangan puteranya sebelum diminum.


"Aku tidak tahu mah, tapi aku harus segara pergi, aku takut terjadi sesuatu dengan Maggie" ucapnya dengan panik dan pergi dengan buru-buru.


"Siapa itu Maggie nak?" teriak sang mama yang bingung saat puteranya menyebut nama seorang gadis dan itu tidak pernah dilakukannya.


BERSAMBUNG