Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
81. Kepergian Novi



Novi dari semalam hingga sekarang masih bingung dengan Reno yang sejak acara Alfa dan Mey selesai ia pergi tanpa pamit bahkan tidak ada kabar sejak semalam sampai pagi ini.


Novi kecewa karena Reno berubah padahal dia sudah dikenalkan pada keluarga Novi.


"Inilah yang aku takutkan untuk memulai sesuatu." Gumam Novi dengan mata terpejam, sedangkan siang ini keluarganya akan pulang ke Indonesia.


Novi sudah mencoba menghubungi tap tidak ada jawaban dan chatingan juga hanya dibaca oleh Reno tanpa di balas.


Gadis itu bangun dan membersihkan tubuhnya kemudian berganti dengan pakaian santai lalu keluar dan bergabung dengan yang lain di ruang tamu.


"Selamat pagi semuanya" ucapnya saat tiba di sana.


"Selamat pagi" jawab mereka serentak.


"Daddy, ade lapal" ucap Maggie sambil menatap sang daddy.


"Oke mari kita sarapan kebetulan ka Novi juga belum sarapan" ucap Novi sambil menggenggam tangan gadis kecil itu dan menuntunnya ke meja makan.


"Ade, mommy mana?" tanya Novi yang tidak melihat sang kakak.


"Bobo" jawabnya singkat.


Novi melayani gadis kecil itu dan keduanya sarapan dengan tenang. Alfa masih menunggu sang isterinya bangun baru sama-sama sarapan.


"Ade, nanti la Novi antar oma Nur sama opa ke Indonesia ya? ka Novi tidak lama ko di sana" ucap Novi meminta ijin pada gadis kecil itu untuk kembali ke negara asalnya.


"Nanti ade ingat ka Novi bagaimana?" tanya Maggie yang merasa berat untuk melepas sang kakak walaupun cuma beberapa hari dan mungkin semingggu lebih.


"Kan ka Novi nanti balik lagi" ucapnya meyakinkan.


"Oke deh, kalna ade sudah ada daddy jadi ade ijinin tapi tak lama kan?" ucapnya terpaksa.


Setelah sarapan, mereka kembali bergabung di ruangan tadi dan ikut nimbrung dengan yang lain.


Alfa memilih kembali ke kamar untuk membangunkan isterinya agar tidak melewatkan sarapan pagi.


********


"Sayang, ayo bangun sudah sudah hampir siang" ucap Alfa.


"Mas" ucap Mey sedikit membuka matanya.


"Iya sayang" Alfa yang melihat isterinya kembali menutup mata merasa gemas.


Dengan perlahan Alfa menjatuhkan ciumannya di bibir sang isteri.


"Hpmmmm mas, aku belum sikat gigi" ucap Mey ketila berhasil melepaskan ciuman sang suami.


"Tidak masalah sayang," ucap Alfa kembali berjongkok di samping sang isteri dan kembil melancarkan aksinya.


Mey yang awalnya hendak protes dengan bahasa tubuh yang seolah memberontak, perlahan mulai melemah dan menggeliat dibawah kungkungan sang suami.


Alfa menyadari bahwa gaya berciuman sang isteri masih parah karena belum berpengalaman sehingga sangat kaku.


"Ikuti nalurimu saja sayang. Balas ciumanku" ucap Alfa di sela ciuman panas yang mulai tercipta.


Alfa mulai menggoda birahi sang isteri dengan tangannya yang mulai bergerak liar di area sensitif sang isteri yang masih tertutup kain. melihat hasrat Mey yang mulai bangkit, Alfa cepat-cepat menghentikan aksinya dan melihat raut wajah kecewa isterinya.


Pria itu bangun dari tidurnya dan menuju pintu kamar, tiba-tiba terdengar suara pintu terkunci.


"Maaf sayang aku mengunci pintunya dulu nanti di ganggu si kecil" ucap Alfa yang mengerti raut kecewa isterinya itu.


Alfa menyibakkan selimut yang menutupi isterinya dan kembali naik dan mengapit isterinya dengan tubuh kokohnya itu.


"Mashhh" ucap Mey bercampur *******. Wanita itu malu karena saat ini ia kembali bertelanjang bulat di depan suaminya, sedangkan pria itu pakaiannya masih utuh.


"Iya sayang. Jangan malu aku suamimu" ucap Alfa kembali melanjutkan ciumannya dan di setiap titik tubuh wanita itu, ia beri tanda kepemilikan.


"Mas, ahhh" Mey kembali merancau ketika Alfa secara bersamaan menyentuh dua tempat sensitifnya. Sebelah tangannya ia pakai untuk meremas dua gunung kembar sang isteri secara bergantian sedangkan yang satunya sudah bergerak lincah di bawah sana.


Alfa tersenyum puas saat isterinya menggeliat tak karuan seperti cacing kepanasan.


Tidak ingin membuat isterinya lebih lama lagi menderita kenikmatan. Pria itu meloloskan semua pakaiannya hingga mereka sama-sama polos.


"Siap sayang?" tanya Alfa, dan Mey mengangguk.


Alfa perlahan menembus jalan masuknya dengan susah payah karena baru di sentuh sekali waktu kejadian itu.


Selanjutnya hanya sahutan suara dari keduanya hingga jam menunjuk pukul 11 hampir siang.


"Mas, aku cape" ucap Mey dengan wajah lelanya.


Alfa yang mengeri langsung menggedong Mey dengan tubuh keduanya yang masih polos.


Alfa betul-betul memanjakan isterinya, ia bahkan dengan telaten memandikan sang isteri.


Setelah selesai, ia berjongkok di depan Mey yang masih polos membuat wsnita itu panik jika suaminya kembali meminta hak di siang bolong.


Alfa mendaratkan kecupan sayang di perut isteri.


"Tumbuhlah di rahim mommy ya sayang" ucap Alfa.


"Mas, kita cuma melakukan sekali masa sudah ada?" ucap Mey polos membuat suaminya terkekeh.


"Maggie saja cuma sekali tapi jadi sayang. Apalagi tadi aku tiga kali keluar loh" ucap Alfa percaya diri.


"Pantas kelamaan" ucap Mey kembli membuat suaminya terkekeh.


Mereka menyelesaikan ritual mandi dan berganti pakaian dan setelah itu keduanya keluar dari dalam kamar dengan rambut yang sama-sama basah.


"Wah, bangunin isteri aja hampir tiga jam loh" ucap papa Alberth meledek sepasang suami isteri yang baru keluar dari kamar itu.


"Di mana-mana orang merayakan malam pertama bukan siang pertama" sambung ayah Devid.


Alfa masa bodoh sedangkan Mey sudah merona wajahnya.


"Sudah, sudah jangan di ledek lagi... sana makan dulu soalnya dari pagi belum sarapan di tambah olah raga pasti lapar. Olah raga juga butuh tenaga loh" ucap mama Ratna yang bukannya belain malah semakin meledek anak dan menantu.


******


Siang ini Novi dan kedua orang tua serta bi Ani kembali ke Indonesia. Rombongan itu di antar oleh yang lain kecuali Alfa dan Mey yang tinggal karena kecapaian.


"Ka Novi jangan lama-lama di sana ya?" ucap Maggie yang tidak rela pisah dengan sang kakak.


"Iya sayang" ucap Novi sambil mencium dan memeluk singkat gadis kecil itu sebelum pergi.


Setelah memastikan semuanya pergi, rombongan yang mengantarkan Novi dan keluarganya kembali ke rumah karena esok giliran papa Alberth dan mama Ratna yang akan kembali ke London.


Mau tidak mau Alfa harus menetap di Australia karena harus membantu Mey mengelolah perusahaan keluarga Smith sekaligus perusahaannya yanh sudah jatuh ke tangan isteri dan anaknya.


Novi pergi dengan hati yang hancur karena bahkan hingga saat ini, Reno sama sekali tidak ada kabar.


-BERSAMBUNG-