
Roberth tiba di Rumah sakit dan mendapati gadis itu sudah di lepaskan dari semua alat rumah sakit yang menancap di tubuhnya.
"Bagaimana?" tanya Roberth kepada kedua anak buahnya.
"Dia sudah pulih tuan muda dan sejak kemarin-kemarin dia terus minta pulang" jelas salah satu di antaranya. Asry yang merasa tidurnya terganggu akhirnya membalikan tubuhnya yang tadi membelakangi pintu.
"Siapa sih ganggu orang tidur aja" gerutu Asry sambil mengucek matanya.
Deg
Gadis itu terkejut saat melihat ada orang lain lagi yang berada di ruangan itu, siapa lagi kalau bukan Roberth.
"Apa kamu sudah merasa baikan?" tanya Roberth dengan suara beratnya.
"Mmm sudah dan aku ingin pulang" tanpa menjawab, Roberth langsung melangkah keluar dari ruangan itu.
Apa pria itu punya kelainan? bicaranya singkat, wajahnya jutek lagi, apa sih yang harus dibanggakan dari dirinya? mendingan dokter ganteng itu, aku jadi berat harus keluar dari rumah sakit ini. Batin Asry yang masih menatap pintu yang baru saja tertutup ketika Roberth keluar tadi.
Bebarapa saat kemudian, Roberth kembali dengan sang dokter yang dikagumi oleh Asry. Gadis itu mendadak tersenyum melihat siapa yang datang.
"Halo nona, sudah siap untuk pulang?" tanya sang dokter yang punya nama Carles.
"Siap dok, tapi... " ucapnya terputus.
"Tapi spa nona? apa ada yang masih sakit?" tanya Carles sedikit panik sambil lebih dekat lagi dengan pasiennya.
Aduhhh dok, bagaimana aku bisa move on dari rumah sakit ini kalau kamu aja manis bangat, apalagi jika sedang panik begini. Batin gadis itu lagi.
"Nggak dok" ucap Asry.
"Apakah sudah bisa keluar hari ini?" tanya Roberth dingin.
"Sudah bisa keluar tuan muda" jawab dokter dan anak buah Roberth mulai membereskan barang-narang untuk segera pulang karena tuan muda mereka masih banyak urusan.
"Baiklah, bawa dia ke mansion. Aku masih punya urusan sekalian menjemput adikku" ucap Roberth langsung pergi begitu saja.
Setelah kepergian Roberth, Asry dan para pengawal itu pun pulang ke mansion keluarga Arjo karena ada beberapa hal yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
.
.
Jam pelajaran pun berakhir dan semua bersiap-siap untuk pulang termasuk Ike. Gadis itu membereskan alat belajarnya dan pergi begitu saja membuat Jackson menatapnya dengan tajam. Tadi dia ngotot minta kenalan dan lain sebagainya tapi sekarang pergi pun tidak pamit.
Jackson yang penasaran akhirnya membuntutinya hingga parkiran saat akan melewati inces the geng, gadis itu di tahan oleh kompotan gadis-gadis itu.
"Hai cewek, kenapa buru-buru sih?" ucap Lia yang menjadi ketua geng mereka, gadis paling kaya dan paling cantik dari teman-temannya.
"Maaf ya, aku lagi buru-buru sudah ada jemputan. Lain kali aja ya?" ucap Ike yang memang sudah ditungguin sama sang kaka.
"Heh anak baru jangan belagu," teriak Lia tidak Terima baik. Dari kejauhan Jackson hanya mengamati mereka.
"Maaf ya, aku sudah beri alasan dan aku harus pergi" ucap Ike sambil kembali melangkah namun dengan kasar Lia langsung menarik tasnya dan membuat gadis itu terjungkal ke belakang dan beruntung tidak sampai jatuh.
"Apa maunya kalian?" tanya Ike dengan nada dinginnya.
Gadis itu menarik nafasnya dan menghembuskan kembali untuk meredakan emosinya yang sudah mulai naik.
Roberth yang menunggu sang adik sejak tadi belum juga muncul akhirnya turun dari mobil untuk mencari gadis kecil itu.
Disisi lain Ike masih berdiri dengan para gadis itu, tentu saja sambil perang Dingin menggunakan Kata-kata.
Para gadis itu mendadak berhenti berdebat saat melihat ada cowok tampan yang mendekat ke arah mereka dan tentu mereka tahu bahwa pria itu datang menjemput gadis yang ada di antara mereka.
"Loh, ko masih di sini? aku udah nunggu dari tadi di mobil" ucap Roberth sambil menaruh tangannya di pundak sang adik. Roberth sengaja menggunakan AKU daripada Kata kaka agar gadis itu tidak tahu jika mereka kaka beradik, karena pria itu punya rencana lain.
"Eh udah pulang? bagaimana urusannya di rumah sakit? yuk jalan, tadi udah janji mau bawa Ike jalan-jalan" ucap Ike menuntut janji sang kaka.
"Siap bos" jawab Roberth sambil tersenyum dan keduanya melangkah pergi sambil berpelukan dan bercanda sehingga terlihat jika mereka sangat bahagia hari ini.
Hari ini sesuai janji Roberth, ia membawa adiknya berkeliling hingga sore dan sebelumnya ia sudah menghubungi kedua orang tuanya.
Ike terlihat begitu nyaman walaupun harus pergi menggunakan seragam sekolah, bahkan banyak orang yang kencibitnya dan mengatakan jika ia adalah anak yang pembangkang sehingga pulang sekolah malah menghabiskan waktu bersama para pria.
Setelah meresa cukup mereka akhirnya pulang ke rumah.
.
.
.
Satu bulan kemudian.
Roberth sudah melaksanakan janjinya kepada Alfa yaitu dengan membawa kedua orang tuanya datang ke Australia untuk melamar Maggie secara sah.
Dan saat ini Roberth tengah dipersiapkan untuk diangkat menjadi pengganti sang papa. Walaupun sampai saat ini dia tidak bisa menghubungi sang kekasih tapi ia tetap menunggu.
Asry juga sudah sebulan bekerja sebagai art di mansion keluarga Arjo. Sesuai kesaksian Roberth yang memberitahukan kepada nenek Asry bahwa ia sudah bekerja di kota akhirnya gadis itu menyetujui untuk bekerja di sana.
"Boy, apa kamu sudah siap untuk menerima tugasmu nanti?" tanya Arjo kepada sang Putera.
"Siap pa" jawab Roberth mantap.
"Baiklah semua sudah dipersiapkan dan papa akan mengumumkannya saat acara ulang tahun perusahaan nanti." ucap Arjo. Ya saat ini mereka dalam persiapan gedung dan semuanya untuk merayakan ulang tahun perusahaan sekaligus mengangkat sang Putera untuk menduduki posisi CEO menggantikannya.
"Iya pa" jawab Roberth. Saat ini keduanya berada di ruan kerja sang papa.
Sebenarnya Arjo tidak tenang dengan keselamatan puteranya karena saudara dari ibu Arjo yang berusaha merampas perusahaan tersebut. Dulu, opa dan oma Arjo membagi warisan kepada kedua anak mereka yaitu ibunya Arjo dan saudara laki-lakinya, namun saudaranya itu pergi ke luar negeri untuk membangun usahanya dan ternyata tidak berhasil. Setelah ia mendengar adik perempuannya meninggal, ia kembali dan mengacam ayahnya Arjo sehingga pria itu pergi dan didukung dengan Arjo yang membenci sang ayah.
Semakin marah pria itu setelah tahu ayahnya Arjo kembali dan yang semakin membuatnya marah adalah ayahnya Arjo kembali dengan membawa seorang anak lagi, hasil dari hubungannya dengan wanita yang bernama Nur.
Papa akan selalu mendukungmu. Kamu harus berjuang demi memperthankan apa yang menjadi hakmu dari omamu. Buatlah dia bahagia di alamnya.
Batin Arjo yang begitu merindukan sosok ibunya.
BERSAMBUNG