
Hari ini acara perayaan ulang tahun perusahaan Group-Abadi, Roberth dan kedua orang tuanya bahkan Ike sudah bersiap untuk datang ke hotel tempat acara berlangsung.
Tamu undangan mulai berdatangan, semua dari kalangan atas yakni para kolega yang melakukan kerja sama dengan perusahaan tersebut.
"Bagaimana perasaan kamu boy?" tanya Arjo kepada puteranya.
"Baik" jawabnya singkat.
Aku baik, hanya hatiku yang kurang baik. padahal aku sangat ingin kamu ada di sampingku untuk memberi dukungan kepadaku tapi nyatanya sampai sekarang kamu belum bisa dihubungi. Batin Roberth yang merasa sangat tidak nyaman malam ini.
"Oke, kalau begitu kita berangkat sekarang" ajak Arjo kepada anggota keluarganya. Arjo bersama sang isteri di mobil lain sedangkan Roberth bersama Ike di mobilnya. Keempat orang itu beriringan keluar dari mansion.
"Pasti kaka bahagia malam ini karena sebentar lagi kaka akan resmi menjadi pemimpin group Abadi." ucap Ike sambil menatap ke arah sang kaka yang tengah menyetir.
"Tidak ada yang bisa amembuat kaka bahagia selain... " ucapannya terputus.
"Selain apa ka?" tanya Ike penasaran.
"Pasti kaka lagi berharap jika malam ini ka Maggie bisa hadir dan mendampingi kaka kan?" tanya Ike membuat sang kaka mengangguk jujur.
"Banyak sabar ya ka? Ka Maggie pasti akan datang jika semua tugasnya telah diselesaikan." jelas Ike memberi pengertian kepada sang kaka.
"Setidaknya dia memberiku kabar. Sudah sebulan lebih, aku bahkan tidak bisaa mendengar suaranya" keluh Roberth yang memegang sangat merindukan sang kekasih.
Kedua mobil itu beriringan masuk ke parkiran hotel. Ternyata di ballroom sudah banyak undangan yang mengisinya. Keempat orang itu melangkah masuk melalui pintu samping dan di kawal oleh para anak buahnya.
Acara-acara demi acara pun berlangsung hingga pada puncak acara yaitu pengumuman pengangkatan jabatan yang akan menggantikan posisi CEO. Ike dan mamanya Roberth bergabung di antara para undangan sedangkan Roberth masih berada di balik layar yang membatasi panggung.
"Selamat malam para hadirin semuanya, Terima kasih atas kehadiran kalian yang turut memeriahkan acara ulang tahun perusahaan Abadi. Terima kasih yang tak terhingga aku ucapkan kepada mendiang ibuku yang walaupun hidupnya sangat singkat namun ia berhasil mewariskan perusahaan ini kepadaku. Terima kasih ayah, untuk kerja keras ayah yang sudah mempertahankan ini semua.
Malam ini aku akan mengumumkan pemimpin perushaan Abadi yang baru yaitu puteraku sendiri, Roberth Mike. Namun sebelumnya aku juga ingin memberikan sebagaian warisan ini kepada adik perempuanku yang juga hadir pada malam ini, Novita Mike. 10 % dari saham akan menjadi miliknya. Inilah puteraku Roberth yang sudah sebagian besar yang mengenalinya" Ucap Arjo membuat ibu Nur dan ayah Veron meneteskan air mata karena ternyata pria itu masih mengingat saudara tirinya walaupun mereka lahir dari rahim yang berbeda.
Novi bahkan sudah sesugukan di tempatnya, ia dirangkul oleh sang suami dan tak lupa iparnya yakni isteri Arjo yang ikut mengusap pundaknya.
Roberth melangkah keluar dari persembunyiannya, dan perlahan melangkah ke tengah panggung di mana sang papa berdiri.
Papa Arjo memberi ruang untuk puteranya berbicara.
Tepukan tangan menggema di seluruh ruangan, Ike tersenyum mendengar pernyataan sang kaka.
Di sana ada beberapa gadis yang bersekolah di sekolah yang sama dengan Ike, mereka semua terkejut jika Roberth sudah bertunangan maka tentu itu adalah Ike, gadis yang sering di antar jemput oleh pria ini.
Ini tidak bisa dibiarkan, dia sudah mencoreng nama sekolah dengan bertunangan saat masih sekolah. Aku harus memberitahukan kepada semua warga sekolah soal ini. Batin seorang gadis. siapa lagi jika bukan Lia, ketua Inces the geng.
Setelah sambutan dari CEO yang baru, dilanjutkan dengan acara potong tumpeng. Bagian seksi acara mendorong meja roda yang telah dihiasi begitu indah dengan tumpeng dan makanan-makanan lainnya.
"Untuk acara pemotongan tumpeng, kami percayakan untuk dilakukan oleh pemimpin CEO yang baru" seru pembawa acara membuat Roberth melangkah dan mendekat ke arah meje tadi.
Dengan di iringi tepukan tangan dan kembang api yang bertaburan di angkasa, membuat acara itu terlihat sangat mewah.
Di sisi lain yang tak jauh dari gedung itu, ada seorang asing yang memakai masker mulut dan jaket bomber yang menutup kepalanya tengah membidik senjata apinya tepat di kepala Roberth yang sedang memotong tumpeng tersebut.
Semua panik saat melihat bulatan berwarna merah yang tepat di kening Roberth yang artinya pria itu dalam bahaya. Roberth sendiri tidak mau panik, ia tetap tenang sambil melihat kegaduhan di dalam ballroom itu, para undangan berlari ke arah yang tidak tentu karena mereka menyadari bahwa ada yang tengah mengincar CEO yang baru dan yang mereka takuti adalah peluru nyasar.
Reno, Roky dan para anak buah yang lain tengah berlari ke arah titik di mana orang jahat itu membidik senjatanya.
Sedangkan ayah Veron dan Arjo mengamankan bu Nur, Novi, Ike dan juga isteri Arjo. Sedangkan Roberth tetap pada posisinya karena ia tidak mau ada yang menjadi korban menggantikan posisinya.
Begitu Reno dan Roky tiba di sana, mereka hanya mendapati senjata itu masih diposisi semula dan ada sedikit darah yang mengalir di sana.
"Apa maksud dari semua ini?" tanya Reno tidak mengerti.
"Mungkin ada orang yang sudah menolong kita" jawab Roky.
"Bagaimana mungkin?" tanya Reno.
"Kamu tahu? Roberth adalah bagian dari keluarga Adipaty dan itu artinya dia akan selalu dilindungi walaupun dari jarak jauh" jelas Roky, walaupun ia sendiri bingung dengan keadaan ini karena jika anggota Mara-Salvatrucha bergerak, itu kecuali atas ijinnya namun sejak tadi ia bahkan tidak memberi perintah kepada siapapun untuk berjaga. Tapi ia mencoba berbicara demikiaan agar tidak ada yang tahu karena ia sendiri yang akan mencari tahu siapa sosok yang melakukan hal ini. Kalaupun orang itu di bunuh, tentu mereka akan menemukan jasadnya karan baru lima menit tapi mereka bahkan tidak menemukan tanda-tandanya.
Di atas atap itu hanya sebuah bentangan luas yang tidak terhalangi apapun tapi mereka bahkan tidak melihat seorangpun yang ada di sana.
Sungguh sangat luar bisa orang ini. Siapa dia yang bertindak seperti angin lalu? Aku h@rus menemukannya. Batin Roberth.
BERSAMBUNG