Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
S'2 Makan malam Romantis



"Ada apa?" tanya El kepada bawahannya.


"Tuan Gaston saat ini tengah melakukan liburan di negara Turki, beliau pergi hanya bersama asistennya dan tanpa ada pengawal" lapor sang anak buah.


"Apakah benar apa yang kamu sampaikan ini Ton?" tanya El memastikan.


"Benar bos" jawab anak buahnya yakin.


"Hmmm aku harus melakukan sesuatu untuk memancing keluar siapa penggantinya" gumam El dengan senyum iblisnya.


"Toni, Suruh orang-orang kita untuk membawa pria tua itu ke hadapanku dalam waktu cepat" perintah El.


"Siap bos" jawabnya yakin dan langsung ke luar dari ruangan bosnya.


Orang tua, bersiaplah untuk bersujud di bawah kakiku. Karena kau yang sudah mencari masalah denganku untuk menghalangi pundi-pundi uangku maka saatnya aku akan meratakanmu. Batin El dengan bangganya karena sebentar lagi, orang yang paling di segani di dunia gelap akan segera runtuh.


Toni, anak tangan kanan El akhirnya melakukan perintah bisanya dengan mengirim beberapa anak buahnya untuk memantau opa Gaston yang kini tengah menikmati liburannya di Turki.


.


.


.


Di Turki, seorang pria tua tengah menikmati masa bahagianya namun tak lupa ia menghubungi anak cucu untuk sekedar mengetahui kabar mereka.


"Tuan, sudah waktunya makan siang dan minum obat" ucap sang asisten.


"Jangan berlebihan, aku tidak apa-apa" ucap opa Gaston yang merasa terlalu diatur kehidupannya.


"Tapi tuan, sekarang memang sudah saatnya makan siang" ucap pria itu sekali lagi.


"Baiklah, kamu terlalu cerewet Vic" Ucap pria tua itu dan berdiri dari tempatnya dan melangkah masuk ke dalam villa diikuti sang asisten untuk makan siang.


Keduanya akhirnya menikmati makan siang mereka dengan tenang hingga selesai.


"Ini obatnya tuan." ucap Vicky


"Terima kasih vic." ucapnya dan menerima obat yang diberikan untuk dininumnya.


"Sekarang aku lebih merasa menjadi diri sendiri, bisa berinteraksi dengan orang lain, bisa menikmati dunia luar dan banyak hal yang bisa aku lakukan tanpa ada tekanan" ucapnya jujur karena menjadi seorang pemimpin dunia gelap, hidupnya juga ikut gelap. Ia hanya dipertemukan dengan segala sesuatu yang serba menakutkan dan di luar nalar manusia.


"Apakah tuan bahagia?" tanya Vicky.


"Sangat. Terima kasih ya? kamu sudah mau menemaniku hingga saat ini. Tapi aku harap kamu harus mencari pasangan agar hidupmu tidak sepetiku hahahaha" ucapnya dengan tawa lepasnya. Semua yang dilakukan oleh opa Gaston divideokan oleh Vicky dan dikirimkan kepada anak cucunya.


"Baik tuan" jawab Vicky apa adanya.


Keduanya bertukar pikiran beberapa saat dan akhirnya Vicky mengantarkan pria tua itu ke kamar untuk beristirahat. Bagaimanapun Maggie dan Rockzy selalu memantau dan menyuruh Vicky untuk mengingatkan opa Gaston untuk makan yang teratur, istirahat dan minum obat.


Kebahagiaan opa juga merupakan kebahagiaan kedua anak muda yang cukup lama tinggal bersamanya.


"Kamu juga istirahatlah Vic, opa tahu kamu juga capek kan? mengurus orang tua ini?" ucapnya dengan senyum bahagia membuat Vicky juga ikut tersenyum karena pria yang dulu sangat dingin dan menakutkan, akhir-akhir ini lebih banyak senyum dan lembut, tidak menakutkan seperti dulu.


.


.


.


Maggie yang akhir-akhir ini mulai aktif mengerjakan pekerjaan kantor walaupun tidak datang langsung ke kantornya membuat dia cukup sibuk namun waktu bersama sang kekasih tetap jadi prioritas utama, apalagi semenjak papa Arjo menunjukkan foto kepada Roberth waktu itu, membuat pria itu selalu menyisihkan waktu setiap hari untuk bertemu sang kekasih.


"Sayang kamu punya waktu nggak?" tanya Roberth kepada Maggie.


"Kapan?" tanya balik Maggie. Saat ini keduanya tengah menikmati mkan siang di salah satu Restoran.


"Ada" jawab Maggie sambil menghabiskan minumannya.


"Kalau begitu aku jemput ya sekita jam 5 sore biar tidak kemlaman pulangnya" ucap Roberth.


"Mau kemana?" tanya Maggie penasaran.


"Ke suatu tempat, aku hanya minta kamu temani aku, bisakan?" tanya Roberth.


"Baiklah" jawab Maggie apa adanya.


Keduanya terpisah di sana karena Roberth akan kembali ke kantor sedangkan Maggie akan pulang ke mansion.


.....


Sore menjelang, Roberth pulang lebih awal walaupun masih jam kantor.


Pria itu kembali ke mansion keluarganya untuk bersiap karena satu jam lagi ia akan menjemput gadis yang sudah lama mengisi hatinya.


Ahhh rasanya tidak sabar untuk menjemputnya.


Setelah dirasa cukup dengan penampilannya saat ini, Roberth akhirnya meninggalkan kamarnya dan berpamitan kepada kedua orang tuanya.


"Hei boy, mau kemana sudah rapi begini" tanya Arjo yang tengah berganti bersama sang isteri di ruang keluarga.


"Aku keluar bersama Maggie pa, nanti makan malam duluan aja" ucapnya dengan senyum bahagianya.


"Sepertinya anak mama mau ajak menantu kita dinner ni pa?" ucap Sang isteri.


"Sudah pa aku berangkat dulu, Ike di mana ma" pamit Roberth namun tak lupa menanyakan keberadaan sepupunya.


"Tadi mama lihat dia lagi sama Asry di belakang" jawab mama dan diangguki oleh puteranya yang mulai melangkah keluar.


"Salam buat menantu mama ya?" ucap mama sedikit berteriak karena puteranya hampir menjangkau pintu utama.


"Iya ma" jawab Roberth yang tidak kalah keras juga.


Dengan penuh bahagia ia menuju ke kediaman sang kekasih untuk menjemputnya. Setibabya di sana ternyata gadis itu sudah menunggu.


"Kaka terlambat lima belas menit" ucap Maggie yang membahagiakan selalu konsisten dengan waktu.


"Maaf sayang, masih diajak ngobrol sama papa dan mama, sekalian nitip salam dari mama" jelas Roberth yang memang tahu bahwa dia sedikit terlambat.


"Yang, masa aku pakaiannya begini lalu kamu kaya preman aja?" ucap Roberth yang melihat penampilan sang kekasih tidak ada femininnya sedikit.


"Lah, kan kaka bilang temani entah ke mana kan Maggie nggak tahu?" gerutu Maggie pada sang kekasih yang protes soal penampilannya.


"Ya kan temana dalam banyak hal sayang. Misalnya temani ketemu klien mungkin, masa penampilannya gini?" ucap Roberth selembiy mungkin.


"Cukup, oke aku ganti tapi kalau lama jangan salahkan aku oke?" ucap Maggie yang langsung kembali ke kamarnya membuat sng kekasih terkekeh.


Hampir setengah jam, gadis itu kembali turun dengan penampilan yang membuat pria yang saat ini menjadi kekasihnya sampai pangling.


"Mmmm apakah ini terlalu berlebihan sayang?" ucap Maggie yang kamu karena ditatap sama sang kekasih.


"Tidak sayang, malah kami seperti bidadari yang sangat cantik" ucap Roberth baru melihat penampilannya saat berdandan setelah sekian lama. Bahkan dia terakhir kali melihat Maggie dandan waktu usia mereka masih sangat kecil dan waktu itu di acara ulang tahun Maggie.


"Lalu kenapa kamu lihatnya gitu?" ucap Maggie malu membuat Roberth gemas karena gadis yang ada di depannya ini baru terlihat malu malam ini.


"Aku hanya melihat dan memikirkan untuk menikahi kamu lebih cepat karena takut jika penampilan kamu yang seperti ini akan membuat banyak orang ingin merebutmu" ucap Roberth jujur.


"Gombal" cibir Maggie.


"Ayo, jalan" ucap Roberth sambil memberi lengannya untuk digandeng oleh Maggie. Gadis itu menurut dan keduanya bergandengan keluar dari mansion menuju ke arah mobil Roberth terparkir.


Roberth melakukan kekasihnya dengan sangat istimewa, mulai dari menggandeng sampai dengan membukakan pintu mobil dan juga memasang sabuk pengaman. Walaupun setiap kali bertemu dan bepergian, Roberth selalu melakukan hal itu namun kemistrinya lebih terlihat malam ini.


.


.


.


.


Setelah setengah jam perjalanan, mereka akhirnya tiba di tempat tujuan mereka yakni sebuah tempat terbuka dekat dengan pantai, lebih tepatnya salah satu restoran yang ada di pinggir pantai.


"Loh kenapa kita ke sini?" tanya Maggie.


"Ya karena orang yang diajak bertemu ya di sini sayang" jelas Roberth.


"Baiklah" ucap Maggie yang turun dari mobil dan kembali menggandeng sang kekasih.


"Tuan Roberth?" tanya sang pelayanan dan diangguki oleh pria yang baru masuk bersama sang kekasih.


"Silahkan tuan, semuanya telah disiapkan dan seperti yang tuan inginkan yaitu Outdoor. Mari, saya antar tuan" ucap sang pelayan.


Wanita itu menuntun mereka keluar dari pintu samping dan berjalan sekitar 30 meter, tiba-tiba semua lampu menyala dan menampilkan pemandangan yang cukup indah dipadukan dengan hamparan laut yang luas dan lampu yang indah.


"Apa kamu suka sayang?" tanya Roberth.


"Apa maksud dari ini semua ka?" tanya Maggie lirih, suara gadis itu seperti orang yang tengah menahan tangis.


"Untuk membahagiakan calon isteriku. Maaf sayang karena selama ini aku dan kamu masing-masing sibuk dengan tugas masing-masing sehingga tidak lagi menikmati waktu indah bersama" ucap Roberth yang sudah menarik sang kekasih masuk dalam dekapannya.


Maggie yang sejak tadi menahan tangis bahagianya akhirnya tumpah juga.


"Kamu membuat aku terharu tahu?" ucapnya sambil menarik cairan di hidungnya membuat Roberth semakin terkekeh, akhirnya punya niat untuk menggoda sang kekasih.


"Ihh jorok" ucap Roberth.


"Biarin" jawabnya santai.


"Eh tapi tunggu dulu" ucapnya tiba-tiba sambil langsung melepaskan pelukan Roberth.


"Kenapa sayang?" tanya Roberth heran dan juga jedavu.


"Ahhh kamu emang nggak peka, kamu juga nggak romantis." ucapnya sambil memukul lengan Roberth.


"Loh kenapa?" tanya Roberth semakin heran.


"Seharusnya tadi itu kamu tutup mataku lalu menuntunku ke sini dan setelah itu bilang surprise ke apa ke? biar kaya di Film-film Korea gitu?" jelasnya dengan menghitung jarinya satu persatu.


Ya elahh gadis ajaibku kambuh lagi tingkah masa kecilnya. Roberth yang sejak tadi hampir jantungan dikira melakukan kesalahan mendadak lemah mendengar penjelasan sang kekasih.


"Oke sayangku, cintaku, honeyku, nanti aku akan membuat surprise lagi yang lebih dari ini tapi sekarang kita duduk dulu ya? paha ayam kesukaan kamu bisa hilang di makan ikan-ikan yang keluar dari laut itu" jelas Roberth dengan gemasnya sambil menuntun sang kekasih menempati dua kursi yang telah tersedia dan satu meja yang dihiasi dengan lilin di sana bahkan tempat itu di dekor sangat indah dan tak lupa ada juga nama keduanya di sana.


"Iya deh, Terima kasih sayang" jawab Maggie dengan gaya manjanya.


BERSAMBUNG