
Maggie dan Roberth akhirnya memutuskan untuk datang ke markas setelah perdebatan mereka tadi.
Setibabya di Markas, ternyata sudah ada Roky yang tengah menunggu kedatangan keduanya.
"Loh, om Roky ko ada di sini?" tanya Maggie.
"Iya, om lagi nunggu kalian" jawab Roky.
"Apa om Roky sudah tahu tentang penculikan opa Gaston?" tanya Maggie
"Iya, om Riko udah menghubungi om" jawab Roky
"Baiklah kita bicarakan di dalam saja om." Ajak Rockzy yang sejak tadi hanya diam saja.
mereka akhirnya masuk ke ruang khusus Oma Ratna untuk membicarakan apa yang akan menjadi rencana mereka selanjutnya.
"Apa yang harus kita lakukan om" tanya Maggie langsung pada poinnya.
"Om Riko sama abang lagi mencari tahu apa maunya mereka. Tentu saja mereka punya alasan tersendiri sehingga menculik opa" jelas Roky.
"Itu adalah salah satu trik mereka untuk bertemu dengan kaka om?" ucap Maggie tenang.
"Maksud kaka?" tanya Roky yang memang belum mengetahuinya.
"Mereka ingin menjadikan papa sebagai umpan untuk mengetahui siapa orang yang telah menggantikan papa dari ketua mafia kita" kali ini Rockzy yang menjelaskan.
"Apa itu benar kaka?" tanya Roky memastikan.
"Benar om" jawab Maggie.
"Oke baiklah" putus Roky yang langsung mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi kembarannya.
📞Halo ka
📞iya bagimana Roky
📞Hentikan pencariannua karena mereka hanya menjadikan om Gaston sebagai umpan untuk kaka
📞Maksudnya?
📞Mereka penasaran sama siapa sosok ketua mafia kita yang baru.
📞Dari mana kamu tahu?
📞Saat ini aku sama Kaka dan Rockzy lagi di markas. Mereka mengirim pesan singkat kepada kaka. Sebaiknya sekarang kalian bersiap agar kita bertemu di sana.
Pembicaraan kedua saudara kembar itu berakhir.
"Kamu kenapa kaka?" tanya Roky yang merasa merinding dengan perubahan raut wajah gadis itu. Walaupun saat ini dia tengah tersenyum namun senyumannya itu semacam iblis yang mendapat mangsanya.
"Hei kamu kesambet penghuni markas ini ya?" giliran Rockzy yang bertanya.
"Apa yang sedang kaka rencanakan?" tanya Roky yang tahu jika gadis ini tengah merencanakan sesuatu.
"Kapan kita berangkat om?" tanya Maggie tanpa menjawab pertanyaan mereka.
"Malam ini" jawab Roky singkat.
.
.
.
Pagi ini, seperti biasa Roberth mengantarkan adik kesayangannya ke sekolah.
"De, kamu kenapa kelihatan sedih semalam?" tanya Roberth mengawali pembicaraannya saat mereka sudah berada di dalam mobil.
"Nggak ko? itu perasaan kaka aja" jawab Ike sambil memandang lurus ke arah depan.
"Oh ya, apa kamu sudah punya pacar?" tanya Roberth to the point karena sang adik yang tidak mau jujur.
"Belum, ade nggak mau pacaran dulu soalnya mau fokus sama sekolah" jawabnya masih dengan posisi yang sama.
"Kenapa harus begitu? emang om sama tante Novi melarang ya?" tanya Roberth lagi.
"Kaka kenapa kepo sih?" tanya Ike sewot.
"Ya, kan kaka cuma bertanya aja de siapa tahu ada Teman-teman kaka yang suka sama ade?" ucap Roberth dengan senyum liciknya.
"Mmm Ike lagi kecewa karena itu Ike lari ke negara ini agar tidak melihatnya lagi daripada Ike harus melihatnya sama cewek lain" ucap gadis itu tak terasa air matanya menetes. Roberth yang melihat itu menjadi panik namun rasa penasarannya terus memaksanya untuk harus mengetahui semuanya dari mulut adiknya sendiri.
"Emang siapa orangnya? sepertinya ade terlalu mencintainya sampai serapuh ini." tanya Roberth.
"Kaka sangat mengenalnya bahkan sebentar lagi kaka akan menjadi bagian dalam keluarganya" jelas Ike.
"Siapa? Daffa atau Daffi?" tanya Roberth pura-pura kaget.
"Tapi Ike mau resign dari perasaan Ike. Ike mau menata hidup Ike dan melupakan dia" ucap Gadis itu menggebu-gebu membuat sang kaka seketika tertawa terbahak-bahak.
"Hahahahaha"
"Kenapa ka? adenya lagi galau malah diketawain." ucap Ike dengan memasukkan bibirnya.
"De, kamu itu kalau lagi galau bahasanya ikut kacau balau ya? masa resign, emang kamu kerja makanya mau resign? hahahaha" ucap Roberth yang masih tertawakan kekonyolan sang adik.
Bagaimana si kulkas mau sama kamu de? tingkat kekonyolan kamu itu sama seperti kaka murah Maggie. Cuma aku yang bisa mengimbangi sifatnya itu. Daffa si muka es itu pasti bosanlah. Batin Roberth yang tahu betul sifat calon adik iparnya itu, apalagi adiknya Ike yang bawelnya di luar angkasa memang sangat tidak klop dengan gayanya Daffa.
"Ka kenapa ngelamun sih? kaka bantu Ike ya biar cepat move on dari abang" ucapnya merajuk.
"Bantu dalam hal apa?" tanya Roberth.
"Ya kenalin Ike sama cowok lain, tapi yang tampan ya dan kaya juga terus yang penyayang" oceh Ike menjavarkan kriteria pria yang harus dikenalkan oleh sang kaka.
"Iya bawel, tadi aja bilang mau sekolah dulu" cibir Roberth.
"Ta... "
"Turun sana, sudah sampai Kelas jangan bicara terus" usir Roberth saat sang adik hendak berbicara lagi.
"Iya, Ike turun. Nggak abang, nggak kaka, sama aja semuanya" gerutunya sambil turun dengan wajahnya yang ditekuk.
Ike melangkah masuk tanpa peduli dengan musuh buyutannya yang tengah memandangnya dengan tatapan sinis.
.
.
.
.
Di tempat lain, Daffa dan Daffi tidak tidur semalaman karena mereka diberi tugas untuk mengalihkan perhatian para anak buah El bahkan El sendiri.
Maggie yang tingkat kecerdasannya di atas rata-rata telah merancang semuanya dan walaupun sang adik kembar tidak dilibatkan di medan perang namun mereka diberi tugas khusus untuk dikerjakan dari jarak jauh.
"Bang, coba lihat ini." ucap Daffi
"Apa sih?" jawab Daffa yang masih fokus pada laptopnya untuk melihat titik-titik di mana para anak buah El Chapo di tempatkan di berbagai negara.
"Makanya lihat dulu baru protes bang" jawab Daffi dengan sewot.
Daffa akhirnya mengalah dan fokus pada laptop sang adik yang menampilkan artikel soal ketua mafia kartel yang sangat kejam dan haus darah.
El Chapo Guzman
Joaquin 'El Chapo' Guzman, pria asal Meksiko inilah yang bertanggung jawab atas perang antar kelompok sepanjang 2007 lalu. Akibat perbuatannya tersebut, setidaknya ada lebih dari 100 ribu orang tewas, termasuk warga negara Amerika Serikat.
El Chapo juga diketahui menjadi pemimpin kartel Sinaloa, jaringan pemasok narkoba paling berkuasa di dunia. Bahkan, disebut-sebut El Chapo memiliki akses untuk mengancam presiden Meksiko.
El Chapo juga telah berkali-kali mendekam di balik jeruji besi, namun sebanyak itu juga dirinya berhasil kabur. Mengingat betapa licik dan cerdasnya El Chapo untuk keluar dari penjara, Badan Anti-Narkotika Amerika Serikat (DEA) langsung meningkatkan kewaspadaan.
Berkat El Chapo juga, situasi di perbatasan kedua negara tersebut jadi meregang. El Chapo sendiri merupakan mafia narkoba paling diburu DEA selama dua dekade terakhir. Sejak lama juga, Amerika Serikat menuntut pemerintah Meksiko untuk mengekstradisi El Chapo.
"Gila ya bang, presiden aja dia ngancam. Wah benar-benar ni orang" gerutu Daffi.
Aku berharap kaka dan daddy serta timnya aman dan berhasil mematahkan takhta kejayaan manusia iblis ini. batin daffa yang malah khawatir akan kakaknya dan sang daddy.
"Kenapa diam bang? bagaimana caranya untuk mengetahui kelemahannya?" tanya Daffi yang melihat kembarannya hanya diam setelah membaca artikel tentang pria yang sudah berhasil menculik opa mereka.
"Bang, aku khawatir soal keselamatan kaka." ucap Daffi mengutarakan isi hatinya karena yang menjadi lawan sang kaka bukan orang sembarangan.
"Kenapa kamu khawatir? Kamu masih ingatkan? diusia kaka yang belum genap 4 tahun, dia sudah menghabisi beberapa nyawa. Itu artinya kaka ditakdirkan untuk melenyapkan para penjahat dari muka bumi ini" ucap Daffa menenangkan sang adik padahal ia sendiri juga tengah kawatir.
"Iya sih? tapi orang ini sangat licik. Apakah Oma Ratna juga ikut?" tanya Daffi.
"Kemungkinan iya" jawab Daffa singkat dan kembali fokus pada laptopnya.
Kedua saudara kembar itu bahkan tidak masuk kuliah karena harus menuntaskan tugas mereka yang sudah diberi oleh sang kaka.
.
.
.
.
Maggie dan orang-orang hebat yang sudah diandalkan opa Gaston dan Oma Ratna sejak dulu akhirnya tiba di negara Mexico dimana markas utama El Chapo berada. Namun mereka memilih untuk mempersiapkan semuanya terlebih dahulu dan tempat yang paling aman adalah di pinggiran kota.
Pihak Maggie juga telah membentuk beberapa tim untuk menyusup masuk dan mengalihkan perhatian para penjaga. Tim tersebut dikepalai oleh Alfa, Riko, Roky, Reno dan beberapa anak buah opa Gaston sedangkan Rockzy dan Maggie yang akan menyerang langsung ke tempat di mana opa dan asistennya berada.
BERSAMBUNG