Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
S'2 Weekend



Karena hari ini weekend jadi semua tidak beraktiftas di luar rumah. Tapi tidak dengan Reno yang janjian bertemu dengan klien pagi ini sehingga tidak punya waktu untuk santai bersama sang isteri dan Puteri mereka.


"Sayang, hari ini aku ada janjian sama klien. Tidak apa kan aku tinggal lagi hari ini?" ucap Reno penuh rasa bersalah.


"Nggak apa mas, kan itu kerjaan mas. Aku sama ade santai di rumah aja deh" jawab Novi penuh pengertian.


"Bagaimana kalau kamu telepon Mey biar kamu bisa weekend bersama" usul Reno kepada sang isteri biar tu idak suntuk setiap hari ada di rumah terus.


"Mmm.... " ucapan Novi terputus saat mendengar seruan dari si biang rusuh yang baru saja muncul entah dari mana.


"Benar itu pa, ayolah ma cepat telepon tante Mey, kan sudah lama juga kita nggak main ke sana" seru Ike merajuk kepada kedua orang tuanya.


Hadeh cepat sekali puteriku kalau bicara soal keluarga Alfa. Sudahlah nak, mendingan kamu kejar putera bungsunya biar cepat dapatnya dari pada si kulkas itu. Batin Reno sambil menggeleng kepala melihat puterinya.


"Iya sebentar mama telepon tante Mey" ucap Novi mengalah.


📞Halo ka, dimana ya?


📞Di rumah aja Nov


📞Emang nggak kemana-mana gitu


📞Nggaklah, mas Alfa lagi ke California jadi aku sama anak-anak di rumah aja.


📞Iya ka, mas Reno juga lagi janjian sama klien jadi kami juga nggak kemana-mana.


📞Ya udah, kalian ke sini aja, aku lagi punya menu masakan baru ni, biar kita coba. Mumpung nggak ada para suami yang mengganggu.


📞Oke, aku sama Oke ke sana.


📞Oke, cepat ya.


📞Iya ka.


Sambubgan telepon pun berakhir. Eunike yang mendengar perbincangan mamanya sama tante Mey langsung melompat kegirangan.


"Hei anak gadis jangan gitu sayang" protes Novi saat melihat tingkah puterinya yang berlebihan.


"Ma, ade tu lagi happy bangat karena setelah sekian lama menunggu kesibukan papa sama mama yang nggak pernah habiis-habisnya akhirnya kita bisa ke rumah tante Mey lagi." ucap Ike terus nyerocos seperti kereta api.


"Emangnya apa sih yang menarik di rumah tante Mey?" tanya Reno penuh kelicikan.


"Papa nggak tahu aja, emang dulu apa yang buat papa betah di mansion opa Devid?" ucap Ike membuat sang papa kalah telak.


Reno langsung masuk n kamar tanpa menjawab puterinya yang kenantangnya dengan balik bertanya.


"Hahahha pa jawab tu, anak gadisnya tanya malah kabur" teriak Novi memprovokasi.


Reno tidak peduli dan terus melangkah cepat untuk masuk kamar.


"Ayo de, kita berangkat. Tunggu mama di mobil" ajak Novi sambil menyusul sang suami ke kamar untuk pamit sekaligus mengambil tas sampingnya.


"Mas, mau berangkat belum?" tannya Novi saat sudah berada di kamar mereka.


"Ini mau berangkat. Mau diantar atau pake mobil sendiri" tanya Reno kepada sang isteri.


"Biar papa tidak telat, mama sama ade pake mobil mama aja deh" ucap Novi.


"Baiklah, Hati-hati ya sayang?" pesan Reno.


Novi akhirnya menggandeng sang suami sambil tangan sebelahnya membawa tas kerja suaminya lalu mereka turun ke bawa untuk segera berangkat.


Novi meletakkan tas suaminya di dalam mobil yang dipakai Reno dan mencium punggung tangan suaminya dan di balas dengan satu kecupan sayang di keningnya oleh sang suami.


"Ya udah, ayo kita jalan. Ingat ya pah, jaga mata jaga hati" ucap Ike tegas. Hal itu selalu dilakukan setiap hari saat papanya mengantarnya ke sekolah, ia pasti selalau berpesan hal yang sama.


Posesif bangat sih, masa isteriku tidak pesan apa-apa malah dia yang selalu sewot. Gerutu Reno sambil memutar mobilnya.


Ike punya banyak teman dengan latar belakang yang berbeda-beda. Banyak temannya yang akhirnya ada yang harus putus sekolah karena korban perceraian dan masalah keluarga lainnya sehingga membuat gadis kecil itu selalu waspada dan selalu memberi pesan saat papanya berangkat ke kantor.


Dua mobil akhirnya beriringan, mobil Novi dan diikuti bobil suaminya hingga tibalah Reno lebih dahulu karena tempat pertemuannya lebih dekat.


Novi dan puterinya meneruskan perjalanan setelah membunyikan klakson sebagai tanda kepada sang suami.


......................


"Ade, ke ruang latihan yuk?" ajak Daffa pada kembarannya.


"Ahhh malas ah" ucap Daffi malas untuk berlatih padahal hari ini jadwal mereka untuk berlatih di ruangan yang tersedia sejak dulu jamannya opa Devid masih sendiri.


"Cih, mau aku telepon kaka ya?" ancam Daffa yang lebih suka melaporkan kepada sang kaka dari pada kedua orang tuanya.


"Iya deh, bawel bangat sih" gerutu Daffi sambil bangun dari sofa yang ada di depan TV dan melangkah menuju kamar untuk berganti pakaian.


"Mom, abang sama ade ke ruang latihan dulu ya" seru Daffa sambil melangkah pergi menuju ruang latihan yang ada di bagian belakang mansion.


"Iya sayang. Latihannya jangan lama-lama ya? tante Novi sedang menuju ke sini" jelas Mey


Kenapa harus gadis itu lagi yang datang sih? Gerutu Daffa karena otomatis gadis yang selalu membuatnya risih itu akan datang juga, apalagi hari I ini weekend.


"Sayang, apa suamimu sudah memberi kabar?" tanya opa Devid.


"Sudah ayah" jawab Mey.


Mereka akhirnya kembali berbincang sambil menunggu kedatangan Novi dan puterinya. Beberapa saat kemudian, terdengar suara mobil di halaman rumah, pertanda orang yang mereka nantikan sudah tiba.


Dan benar saja, Novi dan puterinya akhirnya masuk ke dalam mansion keluarga Smith.


"Hai semuanya" seru Novi saat melihat Mey dan kedua orang tuanya tengah bersantai di ruangan TV.


"Mari nak" ucap bu Ani mempersilahkan kedua orang itu duduk.


"Opa, oma, tante Mey" ucap Ike sambil mencium punggung tangan ke tiga orang tua itu.


Ike duduk dengan tidak tenang karena sedari tadi tidak ada tanda-tanda kehadiran kedua putera Adipaty.


"Cari siapa sayang" tanya Mey yang sebenarnya tahu, siapa yang dicari gadis kecil yang dia anggap sebagai pengganti Maggie.


"Ko bang Daffa sama ka Daffi nggak kelihatan tante?" tanya Ike to the point.


"Oh, mereka lagi di ruang latihan sayang. Kayanya sebentar lagi selesai ko?" jelas Mey.


"Mau nyusul ke sana? biar lihat mereka latihan sekalian" tawar opa Devid.


"Apa boleh opa?" tanya Ike minta penjelasan.


"Boleh sayang" jawab opa membuat gadis kecil itu langsung sumringah.


"Bi, tolong antarkan non Ike ke ruang latihan ya?" seru Mey memanggil salah satu pelayanan untuk mengantarkan gadis itu ke sana.


"Baik nyonya" jawab art tersebut.


Ike akhirnya meninggalkan para orang tua dan akan bergabung bersama para anak muda.


BERSAMBUNG