
Alfa baru saja tiba di hotel tempatnya menginap saat hari sudah mulai gelap dan diikuti salah seorang dari suruhannya yang selalu melindungibsi kecil dan sang mantan isteri.
"Jery, apa kamu tahu apa yang harus kamu lakukan?" ucap Alfa langsung pada intinya.
"Tahu tuan, dia bahkan sudah ada di negara ini sekarang" jawab Jeri yang sudah tahu siapa orang yang dimaksud tuan mudanya.
"Oke baik. Jangan sampai dia manjamah puteriku dan juga Mey" ucap Alfa kemudian
Jeri menunduk hormat dan kembali keluar dari kamar tempat tuan mudanya menginap.
Tiba-tiba ada suara dering ponsel berasal dari saku celana Alfa.
📹Halo. Siapa? ucap Alfa dengan tegas
📹Tuan, aku pemilik perusahaan Migros di Turki, sekarang aku berada di Australia dan akan tiba di Indonesia esok nanti, apakah kita bisa bertemu untuk meeting sebentar?
📹Baiklah. Jika berkenan, kita meeting di Australia, kebetulan aku juga berada di negara ini, tapi tidak bisa untuk esok mungkin lusa nanti.
📹Baiklah.
Alfa mematikan sambungan telepon dari orang yang baru saja menghubunginya lalu kembali menghubungi kembali Jeri.
📹Halo tuan muda, ada yang bisa aku bantu?
📹Cari tahu perusahaan Migros di Turki dan wanita yang mengaku sebagai pemilik tersebut dan kabari aku kembali.
📹Baik tuan tuan muda.
Alfapun kembali mengakhiri sambungan telepon dengan anak buahnya.
Pria itu memilih beristirahat karena hari ini cukup melelahkan serelah menghabiskan waktu dengan orang-orang terkasihnya.
Semoga Tuhan mempermudahkan semua jalanku untuk bersatu dengan keluarga kecilku. Batin Alfa gelisah, ia merasa akan ada musibah lagi dengan keluarga kecilnya.
"Mama. Aku harus menghubungi mama untuk minta bantuan si ratu serigala itu" ucap Alfa sambil tersenyum karena telah memberi sebutan baru kepada sang mama tercintanya.
Alfa akhirnya tertidur setelah menghabiskan beberapa waktu untuk memikirkan beban hidupnya dan musuh keluarganya yang sudah mulai bertindak satu-satu.
*****
"Mom. Apa sih pekeljaan daddy, kok setiap hali kelja telus, kalau mommy kelja di kantol opa tapi daddy kelja di mana?" tanya anak kecil itu yang penasaran dengan apa pekerjaan daddynya.
"Daddy juga kerja di perusahaan opa Alberth sayang. Tapi kantornya di Indonesia, di London dan ada beberapa di negara lain" jelas Me
"Oh gitu ya? Belalti kita jauhan nanti?" tanya anak kecil itu yang menginginkan sebuah keluarga sempurnah.
"Iya sayang. Tapi daddy akan sering-sering kok kunjungi ade" ucap Mey.
Maaf nak. Sebenarnya kita bisa bersama tapi keadaannya beda. Mommy sama daddy sudah punya jalan masing-masing. Sabar lagi sedikit waktu, jika Tuhan berkehendak kita bisa kembali bersama. Batin Mey yang merasakan kerinduan puteri tunggalnya itu.
Mey juga kembali membawa anaknya dalam dekapannya untuk menikmati istirahat malam ini.
Kedua orang itu tidur dengan tenang, seolah setiap beban yang selama ini terlepas begitu saja setelah seharian berjalan dengan lelaki kesayangan mereka.
*****
Pria itu bangun masih pukul lima subuh lalu menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Dengan penuh semangat ia menyelesaikan ritualnya dan berganti pakaian.
📹Halo tuan muda,
📹Jeri, siapkan mobil aku akan ke mansion Smith.
📹Baik tuan muda.
Jeri yang mendengar tuan mudanya akan ke mansion Smith sepagi ini menjadi tersenyum sendiri.
"Cinta memang gila. Mana tuan rumah masih tidur dianya sudah bertamu." ucap Jeri membayangkan kekonyolan tuan mudanya.
Jeri yang tidak mau menerima semprotan amarah dari Alfa, segera bangun untuk menyiapkan mobil di depan hotel karena tuan mudanya akan berangkat. Ya, Jeri juga menginap di hotel yang sama untuk membantu tuan muda jika ada yang dibutuhkan mendadak karena asisten Roky tidak bisa meninggalkan perusahaan di Indonesia.
Setelah menyiapkan mobilnya, Alfa keluar dan masuk ke dalam mobil dan melaju pergi ke kediaman Smith.
Alfa betul-betul memanfaatkan kesempatan setelah apa yang dilakukannya bersama mantan isterinya kemarin. Pria itu merasa bahwa hati Mey sudah terbuka untuknya jadi ia segera bertindak karena kemarin juga Aldrich sempat menelepon Mey jadi pria itu sedikit khawatir jika Mey berubah pikiran.
Alfa tiba di mansion itu saat gerbang masih terkunci namun para penjaga yang langsung tahu dari mobil jika itu adalah Alfa, mereka segera membuka gerbang tersebut.
Alfa membawa mobilnya hingga tiba di depan rumah lalu turun dan melangkah masuk. Para pelayan sudah bangun, ada yang ngepel, ada yang menyapu halaman, ada yang menyiram bunga dan masih banyak pelayan lain yang melakukan tugas mereka masing-masing baik di dalam maupun di luar rumah besar itu. Namun tidak dengan para pemilik mansion, belum seorangpun yang nongol di ruang tamu, ruang tengah maupun meja makan.
Alfa yang sudah tidak bisa membendung lagi kerinduannya kepada dua orang yang dicintainya itu, memilih menaiki tangga menuju ke kamar Maggie dan Mey.
Tok tok tok
Alfa mengetuk pintu kamar Mey. Setelah beberapa saat, pintu terbuka dan seorang gadis kecil tengah berdiri di belakang pintu dengan sempoyongan karena masih mengantuk.
"Bibi, ade masih ngantuk. Mama lagi mandi." ucap Maggie berpikir jika ART yang membangunkan mereka untuk sarapan.
Tanpa melihat siapa yang datang, Maggie kembali melangkahkan kaki kecilnya dan naik ke atas tempat tidur dan kembali tertidur dengan gaya yang aneh. Kepalanya diletakan di atas bantal dan tengkurap namun pantatnya tetap terangkat ke atas. Tingkah gadis kecil itu membuat sang daddy gemas.
Alfa melangkah masuk dan kembali menutup pintu lalu mendekat ke arah tempat tidur dan duduk di ujungnya. Tangan pria itu perlahan menyentuh puterinya bermaksud untuk memperbaiki cara tidurnya namun siapa sangka, gadis kecil itu kembali proter walaupun dengan mata tertutup.
"Mom, ade masih ngantuk. Sekolahnya nanti aja ya? ade kan sudah pintal jadi jangan sekolah lagi" ucapnya membela diri padahal dalam keadaan setengah sadar.
Alfa terkekeh, baru beberapa bulan dekat dengan anaknya tapi sudah banyak keanehan yang dia temui dalam diri gadis kecil itu.
Anak ajaib. Ikut siapa sih nak? Batin Alfa bingung dengan setiap tingkah puterinya yang sepertinya tidak menuruninya juga Mey.
Alfa yang asyik menjahili puterinya dikejutkan dengan pintu kamar mandi yang terbuka dari dalam, dan keluarlah seorang wanita yang hanya melilitkan haduk sebatas dadanya dan di atas lututnya. Pemandangan itu membuat pria itu terpaku melihat pemandangan indah di depannya, sedangkan Mey yang tidak menyadari ada orang di dalam kamar, merasa biasa dan terus mengeringkan rambut basahnya dengan handuk kecil yang ada di tangannya.
Mey melangkah ke arah lemari untuk mengambil pakaiannya. Saat sedang asyik memilih pakaian, ia dikejutkan dengan suara puterinya.
"Mom, ade masih ngantuk tau?" ucap Maggie dengan sedikit merajuk karena diganggu tidurnya. Sebenarnya Alfa yang membuat puterinyà tidak nyaman agar Mey tahu akam keberdaannya di dalam kamar itu. Alfa takut jika Mey yang tidak sadar itu, bisa melakukan hal yang tidak terduga jika berganti pakaian nanti.
Sebagai seorang pria normal, Alfa tidak ingin melakukan kesalahan kembali saat hubungan mereka baru membaik.
-Bersambung-