Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
S'2 Mungkin



Ria dan Rockzy tiba di salah satu rumah makan yang akan menjadi tempat mereka makan siang ini.


Keduanya melangkah masuk dan mencari tempat duduk dan setelah itu mulai memesan makan.


Sambil menunggu pesanan mereka di sajikan, keduanya mengobrol dan sesekali bercanda satu sama lain.


"Nanti sore aku jemput ya?" ucap Rockzy.


"Kenapa selama ini kamu nggak kelihatan" ucap Ria tanpa menjawab ucapan pria itu tadi.


"Kenapa? kamu merindukanku karena lama tidak melihatku?" ucap Rockzy meledek Ria.


"Aku serius, kamu sering muncul mendadak seperti tadi jadi aku bertanya" gerutu Ria.


"Ya jangan marah dong. Aku kembali ke Mexico setelah pernikahan Maggie. Ada banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan di sana" jelas Rockzy jujur dan Ria hanya manggut-manggut.


"Kamu belum menjawab pertanyaanku" ucap Rockzy.


"Pertanyaan yang mana?" tanya Ria.


"Nanti pulang kantor aku jemput" ucap Rockzy sekali lagi.


"Apa nggak merepotkan?" tanya Ria.


"Tidak, aku hanya seorang gemble yang tidak punya pekerjaan jadi hanya sekedar menjemputmu tidak merepotkan" ucap Rockzy membuat Ria menatapnya tajam.


"Maksudnya di Indo aku hanya seorang pengangguran" lanjut Rockzy sambil terkekeh karena tatapan tidak bersahabat yang dilayangkan oleh gadis itu.


Makanan mereka pun datang.


"Selamat makan sayang" ucap Rockzy membuat Ria langsung salah tingkah. Rockzy kembali terkekeh melihat tingkah nya yang terlalu kaku.


"Kenapa tidak menjawab" ucap Rockzy sambil terus menatap wajah gadis itu yang sudah memerah.


"Oke makanlah, kamu tidak mau terlambat ke kantor kan" ucap Rockzy dan dengan tepat Ria langsung mengangguk.


Keduanya pun mulai menikmati makan siang dengan tenang dan tentu dengan perasaan yang berbeda-beda.


Setelah makan Rockzy kembali mengantarkan Ria ke kantor dan ia pun kembali ke Apartemen karena sore nanti ia akan kembali menjemput gadis itu.


.


.


.


Seperti biasa, Ike selalu diantar jemput oleh sopir yang dipilih langsung oleh kekasihnya itu.


"Kamu dijemput?" tanya Jackson saat mereka sama-sama melangkah keluar dari ruang kelas saat pulang sekolah.


"Yah, seperti biasa" jawab Ike.


"Gagal lagi dong buat nganterin kamu" ucap Jackson membuat Ike tertawa.


"Dan akan gagal selama nya" ucap Ike.


"Kenapa?" tanya Jackson.


"Karena aku sudah diberi sopir pribadi yang tugasnya antar jemput aku" jelas Ike membuat Jackson langsung lemas.


Keduanya terpisah di parkiran. Jackson menuju ke parkiran motor dan Ike menunggu di dekat gerbang karena sopirnya mengeluarkan mobil dari parkiran.


Dari sisi lain, Lia semakin terbakar emosi dengan penampilan anak baru yang semakin wao, apalagi mobil yang mengantarnya bahkan menunggunya sampai pulang adalah mobil keluaran terbaru dan hanya dialah pemilik Satu-satunya di sekolah itu. Yang lain diantar jemput oleh orang tua dengan mobil mewah namun keluaran sebelumnya.


"Aku harus cari cara untuk membuatnya malu, bisa-bisanya ia datang dan menarik perhatiannya semua cowok tampan di sekolah ini. Ia hanya beruntung saja punya cowok kaya raya. Atau Jangan-jangan dia itu upik abu?" gerutu Lia dan sahabat-sahabatnya hanya menggelengkan kepala karena setelah


.


.


.


"Sayang ayo bangun mandi dulu. Kamu belum mandi seharian loh" ucap Roberth sambil mengusap wajah isterinya yang enggan untuk bangun.


"Malas ah." ucapnya masih betah dalam tidurnya.


"Nanti malam kamu gerah sayang" ucap Roberth dengan penuh kesabaran. Ia sendiri heran kenapa Maggie sampai melewatkan mandi pagi dan kini ia juga tidak mau untuk mandi sore ini.


Maggie tidak menanggapi, bahkan untuk membuka matanya saja rasanya berat.


Roberth memilih masuk ke kamar mandi dan menyiapkan air hangat karena tidak mungkin ia mengijinkan isterinya itu tidur malam ini tanpa mandi seharian. Ia pasti akan merasa gerah nantinya. Setelah menyiapkan semua perlengkapan mandi sang isteri dan juga air hangat. Ia keluar dan menuju ke ranjang tempat di mana isterinya berbaring.


Roberth mulai melepaskan satu per satu kancing piyama isterinya sedangkan Maggie semakin betah walaupun tidurnya terusik.


Setelah suaminya berhasil melepaskan pakaian bagian atasnya baru ia merasa terusik.


"Ka tunda dulu ya, Maggie cape." ucap Maggie yang salah mengartikan kelakuan sang suami.


"Siapa juga yang mau minta kalau kamu aja lemas begini" gerutu Roberth tidak habis pikir dengan sang isteri.


Setelah semuanya berhasil lepas dari tubuhnya, dan hanya ********** saja, Roberth langsung mengangkat tubuh Maggie masuk ke kamar mandi dan mendudukkan nya di dalam bath.


"Ahhh dingin" seru Maggie dan matanya langsung terang.


"Kamu jahat bangat sih?" ucapnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Marahnya nanti saja ya? yang penting mandi dulu" ucap Roberth sambil membantu sng isteri untuk membersihkan tubuhnya.


Mereka tidak berlama-lama karena Maggie bahkan sudah menangis karena dipaksa mandi jadi hanya makan waktu 10 menit, Roberth sudah membawa isterinya keluar dari kamar mandi.


Dengan penuh kesabaran ia mengeringkan rambut menggia dan setelah itu memesan makan malam. Maggie bahkan kembali tertidur dan ia benar-benar seperti orang yang lagi teler.


Alfa yang merasa aneh dengan tingkah isterinya memilih untuk menelepon sang mertua untuk bertanya karena selma satu bulan bersama, ia baru mengetahui kebiasaan baru isterinya itu.


📞Halo nak, bagaimana?


📞Mom, aku mau tanya. Apa Maggie biasanya malas mandi ya?


📞Nggak sayang, memangnya kenapa?


📞Seharian dia tidak mau sentuh air dan hanya mau tiduran saja. Tadi aku memaksa untuk mandi, dia sampai nangis-nangis.


📞Hihihi sejak kapan dia seperti itu sayang?


📞Baru pagi ini dia kaya kelainan begitu mom.


📞Mungkin akan ada kabar baik sayang. Biarkan saja nanti sampai sini baru kita membawanya ke dokter. Kamu jangan kawatir ya? pasti Roberth junior atau Maggie junior sudah ada makanya dia seperti itu.


📞Hah, maksud mommy, Maggie hamil?


📞Mungkin.


📞Tapi dia tidak muntah-muntah kaya ibu hamil yang sering aku dengar.


📞Tidak semua ibu hamil itu harus muntah sayang. Pembawaan anak itu beda-beda, seperti yang kamu bilang kalau Maggie hanya ingin tiduran dan malas mandi, itu salah satu pembawaan bayi.


📞Masa anakku malas mandi mom?


📞Hihihi kalau sudah keluar diajari biar rajin mandi. Oke kamu yang sabar ya, nanti sampi di sini baru kita tahu yang sebenarnya.


📞Iya mom.


Telepon antara mertua dan menantu itu berakhir. Roberth langsung menuju ke ranjang dan menatap wajah isterinya yang sedang pulas itu dengan sangat teliti.


"Apa benar apa yang dikatakan oleh mommy? apa aku akan secepat itu menjadi seorang papa? Terimakasih Tuhan semoga semuanya benar, semua keluarga akan sangat bahagia jika ini benar. Nak jika kamu sudah ada di rahim mama, baik-baik di dalam sana ya sayang. Papa akn selalu menjaga kalian" ucap Roberth sambil mengecup kening isterinya dan perut Maggie yang sejak tadi ia usap.


Roberth sangat bahagia walaupun belum ada kepastian jika itu benar atau tidak.


"Maaf ya sayang, kamu sampai selemah ini. Asalkan kamu makan yang banyak, itu sudah cukup" ucap Roberth lagi, ia bertekad akan lebih ketat lagi menjaga isterinya dan menjadi suami siaga untuk isterinya.


Bersambung