
Setibanya di mansion keluarga Adipaty, Roberth dan Maggie disuruh Mey untuk beristirahat sebentar di kamar karena masih ada acara selanjutnya yang cukup melelahkan.
"Sayang, ajak suami kamu ke kamar untuk beristirahat sebentar" ucap Mey.
Maggie yang mendengar ucapan sang mommy mendadak wajahnya merah merona karena malu dan salah tingkah membuat semua orang tersenyum.
"Sudah, masuk sana... kemarin-kemarin ngambek, galau karena tidak dihubungi, sekarang sudah di depan mata tidak mau lepas kangen" ucap Alfa menggoda sang Puteri.
"Dad... " seru Maggie semakin malu. Status barunya membuat dia serba kaku.
"Udah sah kali ka" tambah Daffi yang langsung mendapat plototan dari Maggie termasuk Daffa yang tidak mau kakanya terus digoda.
"Sebaiknya kaka masuk kamar aja soalnya di sini banyak cicaknya ka" ucap Daffa yang kembali mendapat plototan dari sang daddy.
Maggie yang mendapat pembelaan dari abang melangkah pergi sambil mencibir Daffi dan daddynya. Tanpa ia sadari tangannya sudah menarik Roberth menuju ke kamar.
"Masih siang woiii" kini giliran Ike yang menggoda calon kaka iparnya.
"Eunike" ucap Daffa lembut dan membuat gadis itu langsung menciut dan diam.
"Cih bucin" cibir Daffi.
"Dad, bukannya daddy sudah janji akan melamar Ike buat Daffi?" ucap Daffi menagih janji kepada sang daddy.
Daffa menatapnya tajam kembarannya dan hal itu berhasil membuat semua orang tertawa.
"Memang Daffi suka sama Ike?" kini giliran Reno yang bertanya kepada Daffi.
"Bukan suka aja tapi sangat suka" jawab Daffi.
"Ya om juga lebih memilih memberi Puteri om kepadamu karena kamu orangnya baik, periang dan yang terpenting tidak kaku" ucap Reno.
"Ya kalau om Reno mau Puteri om hamil dibawah umur ya jodohkan aja sama orang lain" ucap Daffa dingin dan serius.
"Hah? hei jangan macam-macam kau sama puteriku. Alfa, pokoknya aku tidak mau ada Mey kedua dan orangnya adalah puteriku" ancam Reno tidak Terima dengan pernyataan Daffa.
"Ya makanya jangan macam-macam" ucap Alfa santai karena bangga dengan ancaman puteranya.
"Kenapa aku yang harus dibawa-bawa?" gerutu Mey
Yang lain tertawa dengan perdebatan tersebut. Daffa malah mendapat tabokan dari Ike karena ucapannya yang tidak dikontrol itu.
"Abang ngomongnya ko jahat bangat sih?" gerutu Ike.
"Makanya kasih tahu papimu jangan macam-macam sama Daffandra Anugrah Adipaty" ucap Daffa santai.
"Bi... tolong antarkan makan buat kaka sama Roberth ya?" seru Mey kepada salah seorang pelayan.
"Iya nyonya" jawab wanita itu dan menyiapkan makanan untuk di bawa kepada sepasang suami istri yang baru menikah beberapa jam lalu.
.
.
.
Di kamar pengantin.
Roberth dan Maggie yang baru selesaikan makan mereka memilih untuk bersantai di kamar setelah menggantikan pakaian yang mereka pakai untuk pernikahan tadi.
"Sayang," panggil Roberth kepada sang kekasih.
"Hmmm" jawab Maggie sambil asyik dengan ponselnya yang mendapat banyak ucapan dari para anak buahnya.
"Kenapa kemarin pergi tanpa memberitahuku?" tanya Roberth.
"Mana sempat? opa aja dalam bahaya?" jawabnya santai.
"Ya setidaknya hubungi aku jika sudah sampai" ucap Roberth lagi.
"Iiihhh bukannya aku telepon setelah semuanya selesai? kamunya aja yang nggak mau angkat. Sok sibuk mau kasih surprise buat aku" omel Maggie.
"Suka, bangat malah" jawab Maggie serius.
"Thanks ya, sudah sabar menghadapi aku yang seperti ini. Jangan pernah bosan jika kamu mengetahui kebiasaan ku yang lain yang mungkin membuatmu kesal. Aku minta maaf untuk semua kelakuanku yang sudah mengecewakanmu" ucap Maggie serius.
"Iya sayang, seharusnya aku yang minta maaf sama kamu. Setelah ini, jangan tutupi apapun dariku. Kitab harus saling terbuka satu sama lain dan percaya satu sama lain" ucap Roberth menanggapi perkataan isterinya.
"Iya ka" jawab Maggie. Keduanya saling berpelukan menyalurkan rasa kasih sayang mereka masing-masing.
Hari mulai senja, keluarga besar Roberth dan Maggie kembali sibuk untuk malam resepsi nanti. mansion besar itu kembali ramai dengan persiapan masing-masing orang karena mereka harus segera menuju ke hotel tempat berlangsungnya acara.
Saat yang lain tengah sibuk, sepasang pengantin baru itu malah masih asyik dalam dunia mimpi masing-masing sambil berpelukan. Suasana terasa nyaman saat tidur berdua walaupun tidak terjadi apa-apa.
Roberth lebih dahulu bangun dan berapa bahagianya saat membuka mata dan melihat seorang gadis cantik yang masih nyaman dalam pelukannya.
"Terima kasih Tuhan, sudah menghadirkan dia disisiku, gadis yang aku cintai sejak dulu. Jangan biarkan kebahagiaan kami cepat berlalu. Jadikan hidup kami semakin bahagia hari demi hari. Aku mencintaimu isteriku Maggie Pradania Adipaty" gumam Roberth dan akhirnya menghadiahkan satu kecupan di kening gadis itu.
Roberth menelisik seluruh wajah sang isteri yang sama sekali tidak terganggu tidurnya. ia tersenyum melihat Puteri tidur yang ada dihadapannya saat ini.
"Sayang... hei sayang" ucap Roberth sambil mengusap alis mata gadis itu.
"Oma, lima menit lagi. Kaka masih ngantuk" gumamnya membuat Roberth semakin gemas.
Dia bahkan masih belum terbiasa jika sudah menikah. Batin Roberth.
"Sayang, ayo bangun.,. kita harus segera ke hotel" ucap Roberth lagi sambil menekan hidungnya sehingga membuat gadis itu mau tidak mau terbangun juga.
"Ahhhh" teriaknya terkejut karena keberadaan Roberth.
"Kenapa hmmm?" tanya Roberth. Maggie malah malu sendiri karena tindakannya yang dirasa konyol.
"Maaf, aku belum terbiasa." ucapnya.
"Mau mandi sekarang atau nanti di hotel saja" ucap Roberth.
"Di hotel aja" ucapnya cepat karena lagi malas beraktivitas saat ini.
Tok tok tok
Saat sedang berbincang ada orang yang mengetuk pintu kamar mereka.
Roberth bangun dan membukakan pintu dan ternyata Mey yang ingin membangunkan Puteri dan menantunya.
"Mommy?" ucap Roberth.
"Kalian sudah bangun nak?" tanya Mey.
"Sudah mom. Maggie baru saja bangun. " jawab Roberth sambil memberi ruang untuk sang mertua bisa masuk.
"Ya sudah, kamu siap-siap aja ya? supaya berangkat sekarang." ucap Mey.
"Iya mom, Maggie mau sampai sana saja baru bersih-bersih" jawab Roberth.
"Anak itu... aya sudah kalau begitu. Mommy tinggal dulu ya? " ucap Mey yang akhirnya meninggalkan kamar Puteri dan menantunya.
Roberth kembali masuk dan ternyata sang isteri baru keluar dari kamar membasuh wajahnya.
"Mau langsung jalan? sudah jam 5" ucap Roberth dan diangguki oleh sang isteri.
Keduanya melangkah turun dan masih cukup banyak orang yang berada di sana, ada yang sudah lebih dahulu ke hotel dan ada yang masih bersantai.
"Pulas bangat sih tidurnya" goda Reno.
"Om Reno nyebelin...! Ka Novi, nanti malam jangan tidur sama om Reno" ucap Maggie mengadu kepada kakanya itu.
"Dihhh isteri akulah" cibir Reno membuat Maggie bete dan pergi meninggalkan mereka di ruang keluarga. gadis itu masuk ke dapur untuk mengambil minum.
Bersambung