Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
132. Target Baru



Reno tiba di Apartemen tempat Novi dan bundanya. Sebelum masuk ia menelepon orang suruhannya untuk melihat keadaan sekitar. Setelah di rasa aman, Reno langsung keluar dari mobil dan masuk ke dalam.


Hal itu selalu ia lakukan jika akan bertemu dengan gadisnya, karena tidak mau sesuatu yang buruk terjadi pada kedua orang itu jika tahu kelemahannya ada pada mereka.


"Hai, aku datang" seru Reno yang baru saja masuk dan mendapati kedua ibu dan anak itu tengan ngerumpi bersama.


"Eh nak, sudah datang?" tanya bunda sambil berdiri menjemput anak muda yang sudah dia anggap sebagai puteranya sendiri.


"Iya bun, maaf tidak bilang dulu" ucap Reno sambil mendekat dan mencium punggung tangan wanita paruh baya itu.


"Tidak apa-apa nak, ayo duduk dulu biar bunda buatkan minumnya" ucap bunda sambil mempersilahkan Reno duduk.


"Iya bun" jawabnya.


Reno duduk di samping Novi yang masih duduk sambil menatap ke arahnya tanpa suara.


"Apa kamu tidak merindukanku hmm?" tanya Reno sambil mentap ke dalam manik mata gadis itu yanh juga sedang menatapnya.


"Biasa saja" jawab Novi mengalihkan matanya ke lain arah.


"Betul? apa aku harus pergi lebih lama lagi biar kamu bisa merindukanku? dua tahun mung..." ucap Reno terputus.


"Tidak!!" ucap Novi dengan sedikit berteriak memotong ucapan kekasihnya membuat Reno terkekeh.


"Kamu pergi-pergi terus, mampir cuma sebentar lalu pergi lagi" ucap Novi sambil memayunkan bibirnya dan matanya ikut berkaca-kaca.


"Bersabarlah, aku janji kita akan cepat untuk hidup bersama" ucap Reno serius.


"Maksud kaka?" tanya Novi karena tidak mengerti maksud sang kekasih.


"Kita akan segera menikah, dan aku akan membawamu dan bunda ke manapun aku pergi" ucap Reno dengan tetap serius.


"Kamu ko lamarnya tidak bermodal banget sih?" gerutu Novi karena Reno mrngajaknya menikah seperti mengajaknya ke pasar.


"Aku kehabisan modal" ucap Reno terkekeh.


Tak


Satu sentilan berhasil mendarat di kening Novi.


"Ini bukan melamar sayang, ini baru ajakan, makanya otak kamu itu jangan dipakai untuk mikir hal-hal yang berat, tidak kesampean" ucap Reno karena gemas.


"Sakit tahu?" ucapa Novi sambil mengusap keningnya dan Reno pun ikut melakukan hal yang sama.


"Ini diminum dulu nak" ucap bunda yang baru kembali dengan membawa segelas minuman dan camilan kepada Reno.


"Terima kasih bun" ucap Reno sopan.


"Bun, aku datang kali ini untuk membicarakan sesuatu yang penting sama Novi dan juga bunda" ucap Reno membuka obrolan sambil menikmati minumnya.


"Apa itu nak, katakan saja jika kami bisa melakukan maka kami akan melakukannya" ucap bunda sedikit deg-degan. Dalam pikirannya, mungkin Reno minta ganti rugi saat paska operasi ayah Veron.


"Mmm sebelumnya aku minta maaf jika terlalu cepat meminta hal ini" ucap Reno menjeda sebentar ucapannya.


Bunda semakin gelisah dibuat Reno.


"Aku sudah memikirkan matang-matang tentang hal ini, aku ingin mrnikahi Novi segera karena itu aku mohon restu dari bunda" ucap Reno pada akhirnya.


Bunda akhirnya lega, tapi kini ia kembali diperhadapkan dengan sesuatu yang cukup rumit, ia takut menjawab ya tapi bagamana jika Novi belum mau menikah.


"Mmm sebenarnya bunda sudah menginginkan punya cucu dari puteri bunda" ucap bunda membuat Novi melotot sedangkan Reno tersenyum puas.


"Tapi semuanya kembali pada Novi. Bunda juga minta nak Reno kembali mempertimbangkan keinginan menikahi Novi, karena bunda takut kamu kecewa nantinya. Kamu tahukan? Novi adalah anak tanpa status, itu artinya dia anak haram, apa kamu mau menerimanya dengan statusnya yang tidak jelas itu?" ucap bunda mrmbuat Novi mulai menangis.


"Aku pikir, lebih baik tidak usah" putus Novi kecewa.


"Aku bukan menikahi statusnya, aku menikahi orangnya dan dengan begitu aku akan memberi status yang jelas kepadanya." ucap Reno tak kalah tegas, tanpa mendengar ucapan Novi.


"Tapi ka'..." ucap Novi terputus.


"Stttt aku tidak butuh kamu bicara yang tidak jelas, kamu hanya wajib menjawab dengan kata YA" ucapan Reno mutlak tak diganggu gugat.


"Ta..." ucapan Novi kembali terputus.


"Aku sudah ketemu ayah dan meminta ijin serta restu padanya walaupun di bawah alam sadarnya dia pasti mendengar" ucap Reno yang tahu arah bicara Novi.


"Kapan kita menikah?" tanya Novi pada akhirnya dengan lirih.


"Satu bulan lagi" jawab Reno.


"Apa tidak terlalu cepat" ucap Novi ingin protes.


"Tidak" jawab Reno singkat.


"Baiklah, terserah ka' Reno saja" ucap Novi.


Alfa yang semangat untuk pulang kembali menunda karena semua yang sudah ditangani dengan baik itu kembali terbengkalai entah karena apa.


Pria itu harus menangani masalah perusahaan itu agar tidak ada kerugian yang lebih besar lagi.


📱Halo nyonya.


📱 Apa semuanya aman?


📱 Ada sedikit kecurigaan nyonya.


📱Apakah itu?


📱Sepertinya masalah kali ini di sengajakan agar tuan muda menunda pulangnya.


📱Oh ya? baiklah jangan biarkan wanita laknat itu berhasil dengan tujuannya. Laporkan semua kegiatannya jika itu bersama suamiku.


📱Siap nyonya.


Obrolan Mey dan salah seorang yang dia tugaskan di kantor suaminya yang di Indonesia itu pun berakhir.


Tanpa Mey tahu ada sepasang telinga yang tengah menempel di balik pintu kamar dengan penuh emosi.


Clek


Pintu terbuka, Mey mendapati puterinya ada di depan kamar itu.


"Kaka? lagi apa? sudah dari tadi?" tanya Mey


"Kaka mau lihat abang sama dede."


"Ayo masuk kita tidur bersama lagi" ajak Mey.


"Kaka tidur di kamar kaka saja Mom, mau kerja tugas juga mom" ucap Maggie sambil masuk mencium kedua adiknya dan keluar lagi. Gadis kecil keluar dan kembali ke kamarnya.


Satu jam kemudian.


📱Halo oma


📱Ada apa sayang, kenapa telepon jam begini, di sana sudah malam kan?


📱Iya oma, tapi itu tidak penting kalena ada yang lebih penting.


📱Apakah itu sayang?


📱Ada mangsa balu, aku balu tahu saat nguping oblolan mommy sama olang.


📱Mangsanya di mana?


📱Mangsanya lagi sama daddy dan sepeltinya mau ganggu daddy.


📱Wah, pasti menarik. Target yang bagus. Apa yang kaka mau lakukan.


📱Kaka mau oma ijin sama mommy untuk bawa kaka pelgi ke London.


📱Loh, bagamana ceritanya?


📱Oma lola. Ijin aja kalo kaka mau ke London tapi tujuannya Indonesia.


📱Pintar sekali cucu oma.


📱Ialah, anak daddy.


📱Hah? jadi kamu yakin daddymu itu pintar?


📱No, kalena dia anak oma. Itu altinya pintalnya oma lompat ke kaka dan tidak singgah ke daddy


📱Betul, daddymu itu nurun dari opamu, makanya otaknya sedikit bermasalah.


📱Oke deal ya, oma halus belusaha dapat ijin dali mommy.


📱Siap ibu negara.


Obrolan oma dan cucu itu berakhir. Dan tahap selanjutnya mereka akan bicarakan lagi nanti.


Jangan lupa like, komen dan Vote sebanyaknya.🙏**