
Sedikit info untuk pemerannya ya? biar tidak bingung😁
Roky adalah kembaran Riko yaitu anak angkat papa Alberth n mama Ratna. Roky juga mantan asisten Alfa waktu di Indonesia dan yang sekarang dipercayakan untuk mengendalikan perusahaan cabang di Indonesia. Riko adalah tangan kanan mama Ratna di markas London karena punya kemampuan di bidang IT dan yang sekarang menjadi asisten pribadi Mey atas perintah mama Ratna.
Sedangkan Rockzy adalah anak angkat opa Gaston yang tidak lain adalah anak Nina mantan isteri Alfa.
...****************...
Saat perjalanan pulang ke mansion, Maggie merasa ada dua mobil yang mencurigakan yang terus mengikutinya dari belakang. Gadis itu tenang dan terus melakukan motor kesayangannya tanpa terpengaruh karena saat ini masih di keramaian.
Setelah melewati keramaian, Maggie mulai melakukan motornya dengan kecepatan tinggi, dan seperti dugaannya, kedua mobil itupun melakukan hal yang sama.
Maggie terus melakukan motornya dan saat melihat sebuah pertigaan, ia memilih ke arah kiri karena ia tahu itu adalah lahanat kosong dan tak berpenghuni serta jauh dari penduduk kota.
"Shiit sepertinya gadis itu menyadari jika kita mengikutinya. Terus ikut dia" perintah seorang pria paruh baya dengan penuh emosi.
"Baik bos" jawab sang sopir.
Setelah lebih dahulubtiba di jalan yang sepi Maggie melintangkan motornya di tepat di tengah jalan sehingga jika ada kendaraan yang melewati jalan itu tidak bisa.
Setelah motornya diberi standar dia, gadis itu berdiri menyilangkan kedua tangan di dadanya sambil bersandar di body motor.
Dengan celana robek dan jaket bomber yang ia kenalan serta rambut panjang yang digulung ke atas lalu ditutup dengan penutup kepala jaket tersebut membuat menampilannya semakin terlihat sempurna.
"Hei rupanya kau ingin cari gara-gara hah?" bentak pria paruh baya tadi setelah tiba di sana dan keluar dari dalam mobil.
"Hahahaha cari gara-gara? aku hanya meladeni orang yang sejak tadi membuntutiku, padahal hari masih sangat siang bahkan masih dikatakan pagi" cibir Maggie.
"Hahahaha tidak perlu aku berbasa-basi lagi dengan tikus kecil sepertimu" ejek balik pria itu kepada Maggie.
"Sepertinya om terlalu penasaran dengan tikus kecil ini sehingga sejak tadi terus membuntutiku" ucap Maggie tenang.
"Iya, aku hanya membuntutimu untuk memberi pelajaran karena kau telah mengagalkan rencanaku semalam" jawab pria itu.
"Oh rupanya kamu dalang dari semua ini, it's oke... Jadi apa maumu?" tanya Maggie sambil berjalan maju mendekatinpria itu tanpa menurunkan tangan yang ia silang sejak tadi di dadanya.
"Lepaskan anak buahku, dan berhenti mencampuri urusanku" ucap pria itu tegas.
"Lepaskan? hahaha coba aja kalau om bisa." tantang Maggie membuat pria itu mengeraskan rahangnya.
"Dan apa tadi om bilang? mencampuri urusan om? itu juga urusanku jadi aku juga harus ikut campur tangan" jawab Maggie mulai serius sehingga nadanya juga ikut keras.
"Siapa kamu dan apa hubunganmu dengan Arjo?" tanya Pria itu.
"Seharusnya aku yang bertanya, siapa kamu dan apa hubunganmu dengan keluarga om Arjo?" tanya balik Maggie.
"Hei tikus kecil, Arjo itu hanya anak sialan dari pria miskin yang bergantung hidup pada adik perempuanku yang dinikahinya. Jadi sudah seharusnya jabatan itu bukan milik Putera sialannya itu tapi milik aku" ucap pria itu berapi-api.
"Oh jadi itu ceritanya? ko aku baru tahu ya?" ucap Maggie dengan gaya yang dibuat-buat.
"Dan karena kau sudah mengagalkan rencanaku jadi kau harus aku singkirkan." ucap pria itu penuh emosi.
"Aku yang akanengirimmu ke api neraka karena berani mengusik apa yang menjadi milikku" ucap Maggie dengan matanya yang mulai menajam membuat beberapa anak buah pria itu merinding.
Awalnya Maggie melawan mereka dengan santai tanpa mengeluarkan tenaganya. Gadis itu ingin membuat mereka lelah terlebih dahulu.
Acara baku hantam pun dimulai. Perlawanan yang tidak seimbang itu berlangsung cukup lama. 7 lawan 1, itulah yang sedang terjadi saat ini. Walaupun Maggie dalam mode santai tapi ia begitu menjaga tubuh mulusnya agar tidak tersentuh oleh tangan para bajingan tersebut.
Sambil melayani 7 orang itu, sambil ia mencuri pandang ke arah jam yang melingkar di pergelaangan tangannya, ia berusaha agar saat kekasihnya menjemputnya di mansion, ia sudah berada di sana.
Sebenarnya ia malas jika berantam dengan siang hari karena itu bukan gayanya, ia lebih tertarik berantam di malam hari namun karena musuh sudah ada di depan mata, ia terpaksa melayani mereka.
Setelah kapok di hantam Maggie, mereka akhirnya menyerah namun sebelum pergi pria itu masih semuanya mengancam Maggie.
"Aku akan menghancurkanmu karena telah menggagalkan rencanaku" teriak pria itu saat mobilnya akan pergi.
"Cih, bisanya cuma ngancam. Tapi aku penasaran, seperti apa cerita keluarga Roberth sampai warisan itu jatuh ke tangan adik perempuan pria tadi, berarti omanya Roberth. Cih membingungkan" gerutu Maggie sambil kembali mengendarai motor kesayangannya untuk pulang.
*******
"Huh, akhirnya waktu pulang deh" gumam Ike sambil merapikan buku-bukunya.
Ketika hendak keluar dari kelas, tiba-tiba beberapa gadis datang menghampirinya, mereka adalah Lia dan gengnya.
"Hei gadis nggak tahu diri, rupanya wajahmu masih cukup kebal ya untuk datang ke sekolah ini. Helo, ini sekolah ternama di kota ini jadi jangan pernah mencoreng nama baik sekolah ini dengan hidupmu yang brutal itu ya?" teriak Lia sambil memukul meja tepat di depan Ike.
"Maksud lo apa?" tanya Ike santai.
"Oh rupanya belum nyadar juga lo? Hei semalam aku hadir di acara ulang tahun perusahaan group Abadi dan aku dengar sendiri CEO yang baru itu berkata bahwa ia sudah bertunangan, dan pria itu yang setiap hari mengantarmu ke sekolah kan? kalau bukan lo siapa lagi hah?" teriak Lia yang tidak puas karena Ike tidak terprovokasi.
"Oh itu, aku rasa nggak masalah jika aku dan dia memperjelas hubungan kami dengan ikatan pertunangan, tapi bukan berarti untuk melakukan hal-hal yang nggak jelas. Dari pada... " ucap Ike sambil pura-pura berpikir.
"Daripada apa hah?" teriak Lia lagi.
"Daripada keluyuran di Tempat-tempat keramat seperti diskotik, club malam dan lainnya" ucap Ike santai. Rupanya sejak keluar dari toilet tadi ia langsung menghubungi papanya dan menyebutkan nama belakang sehingga dengan mudah Reno mencari tahu tentang asal-usul gadis itu.
"Maksud lo apa hah?" ucapnya dengan terus berteriak.
"Maksud aku, tidak baik untuk gadis di bawah umur seperti lo udah banyak menghabiskan waktu di Tempat-tempat yang aku sebutkan tadi" ucap Ike sambil memainkan rambut gadis itu membuatnya terkejut sekaligus emosi.
"Jangan ngarang lo, dari mana lo tahu soal kehidupanku?" ucapnya mulai menurun suaranya.
"Aku tunangan seorang CEO terkenal dan pasti akan sangat cepat melacak hidupmu sampai le dalam organ tubuhmu sekalipun" ucap Ike penuh penekanan.
"Omong kosong" ucapnya berusaha membantah kenyataan tadi, namun mimiknya menunjukkan kalau ia sedang panik.
"Coba saja jika lo ingin viral" ucap Ike dengan tersenyum licik membuat Lia mundur satu langkah.
"Awas, aku mau keluar, tunangan sudah menunggu" ucap Ike sambil melangkah pergi dengan kasar sambil menabrakkan bahunya kepada Lia sehingga gadis itu terhuyung hampir jatuh jika para sahabatnya tidak menahannya.
Siapa gadis ini yang nyalinya cukup besar untuk melawan Lia. Semua gadis tunduk kepada Lia tapi dia yang adalah anak baru malah cari masalah sama Lia. Batin Jackson yang memang belum keluar dari kelas itu termasuk kawan-kawan sekelas.
BERSAMBUNG