
Jangan lupa ikuti novel author yang lain
Terpaksa Menikahi Putera Majikan Ayah
Happy Reading ❤️
Maggie dan sang adik berkeliling di sekitar pantai tapi tidak ada tanda-tanda ia akan bertemu dengan teman-teman masa kecilnya padahal jumalahnya waktu itu sekitaran tujuh orang temannya, baik laki-laki maupun perempuan.
Kemana kalian semua? aku sangat merindukan kalian. Batin Maggie.
"Ka, kita mau kemana lagi sih? sudah mulai panas nih" gerutu Daffi karena sejak tadi kakaknya tidak ada kejelasan sama sekali.
"Iya kita pulang" jawab Maggie yang memang sudah mulai merasa kepanasan.
📩 Tunjukkanlah dirimu sebelum kami yang menemukan sendiri.
Sebuah pesan singkat yang masuk ke ponsel Maggie saat mereka akan pulang.
"Cih ulat bulu, rupanya kau belum benar-benar menemukanku. Cuma nomor ponsel yang kau daptkan"ucap Maggie tertawa sinis membuat sang adik menatapnya dengan merinding.
"Ada apa ka?" tanya Daffi kepo.
"Ada ulat bulu yang kegatalan" ucap Maggie asal membuat Daffi mengernyitkan keningnya.
Keduanya pulang dengan pikirannya masing-masing. Jika Daffi berpikir soal siapa orang yang dimaksud oleh sang Kaka, maka Maggieberpikir soal trik apa yang akan dia gunakan untuk memancing musuh orang tuanya itu keluar dari sarangnya karena ternyata selama ini mereka sama-sama bermain di balik layar.
Mereka tiba di villa dan Maggie langsung masuk ke kamar membuat para orang tua yang tengah bersantai di ruang keluarga itu menjadi penasaran, kecuali Mey yang ada di dapur menyiapkan makanan untuk makan siang nanti.
"Kaka kenapa de?" tanya Alfa dengan nada sedikit berbisik karena Kaka masih belum jauh dari sana.
"Nggak tahu pah, tapi tadi katanya ada ulat bulu yang kegatalan" ucap Daffi membuat ketiga orang tua itu punya pemikiran yang sama.
"Apakah mereka sudah memulai?" tanya Alfa.
"Sepertinya" jawab Oma singkat namun penuh penekanan.
"Jalan hidup puteriku akan mulai terasa berat mulai dari sekarang" ucap Alfa mengingat puterinya yang harus menyelesaikan tugas mereka yang tertunda sejak dulu.
"Jalan hidupnya memang sudah berat sejak dalam kandungan mommynya kenapa kamu baru nyadar sekarang?" ucap Oma mencibir puteranya membuat Alfa mati kutu.
Mereka terus berbincang sambil menunggu jam makan siang hingga tiba-tiba terdengar suara motor yang berada di depan parkiran villa tersebut.
"Selamat siang tuan, nyonya besar, tuan besar, aku mengantarkan motor nona muda. Ini kuncinya, aku permisi" ucap seorang pria yang adalah orang suruhan Maggie.
'Iya terima kasih" jawab Oma Ratna sambil menerima kunci yang disodorkan oleh pria misterius itu.
"Sepertinya Kaka akan mulai bergerak sekarang" gumam Oma Ratna yang masih didengar oleh suami dan puteranya.
"Ayo semuanya, makan siang sudah siap" seru Maggie yang baru bergabung bersama para orang tua dan suaminya.
"Iya kebetulan mama juga sudah lapar" ucap Oma Ratna langsung berdiri diikuti sang suami.
"Hei twins ayo makan nak? loh Kaka di mana ya?" panggil Mey kepada si kembar dan beryanya soal Puteri semata wayangnya.
"Oke, Daddy duluan sama papa mama ya? mommy mau bangunkan Kaka dulu" ucap Mey yang juga pergi menuju kamar sang anak.
Mey berdiri di depan pintu kamar sang anak, samar-samar ia mendengar sesuatu yang membuatnya terkejut.
"Malam ini, aku sendiri yang akan mendatangi bajingan kaparat itu anggotanya. Siapkan semua yang sudah aku kasih tahu dan jangan sampai satu orang pun lolos dari tempat itu. Jaga semua sudut-sudut club itu karena aku sendiri yang akan membunuh mereka dengan tanganku" ucap gadis itu tegas membuat sang mommy meneteskan air mata di depan pintu kamarnya.
Maggie memutuskan telepon dan beranjak masuk ke dalam kamar mandi. Setelah tidak mendengar apa-apa lagi, Mey melangkah masuk ke dalam kamar puterinya ketika memastikan pintunya tidak terkunci.
Puteri kecil mommy kini kamu tumbuh jauh dari harapan mommy.
Mommy menginginkan kamu tumbuh seperti gadis pada umumnya tapi itu tidak mungkin karena hidupmu memang rumit. Mommy hanya berharap Kaka sehat selalu dan dijauhkan dari bahaya. Batin Mey sambil menatap foto puterinya yang ada di wallpaper ponselnya yang terletak di atas nakas.
"Kaka!!!" seru Mey pura-pura seperti orang yang baru masuk ke dalam kamar tersebut.
"Iya mom, Kakaasih mandi!!" balas Maggie dari dalam kamar mandi.
"Habis mandi turun ke ruang makan ya, yang lain sudah menunggu" seru Mey lagi dan melangkah keluar.
"Iya mom" jawab Maggie.
Mey kembali melangkah keluar dengan suasana hati yang hancur karena malam ini jika iya maka puterinya akan menjadi seorang pembunuh.
*****
Di sisi lain, seorang wanita tengah menyiksa Beberapa anak buahnya yang sampai dengan saat ini tidak bisa melacak keberadaan Puteri dari musuhnya itu.
"Apa saja yang kamu lakukan selama ini hah? aku mau kamu menemukan anak dari wanita kampungan itu" teriak wanita itu dengan emosi membuat keempat pria itu ketakutan.
"Aku kasih lagi waktu seminggu untuk mencarinya dan jika tidak menemukan anak sialan itu maka kamu tidak akan melihat matahari lagi" ancamnya.
"Sayang, kenapa kemu marah-marah hmm" ucap seorang pria yang baru masuk ke ruangan itu mendapati wanitanya sedang emosi di depan keempat orang yang mereka tempatkan sebagai mata-mata untuk menemukan Puteri dari Alfa.
"Bagaimana aku tidak marah sayang, sudah bertahun-tahun kita memberikan tugas kepada mereka tapi lihat, mereka tidak menghasilkan apa-apa." gerutu wanita itu yang sudah masuk dalam pelukan sang kekasih.
"Ridho sayang, kamu tahukan? aku sama sekali tidak mencintaimu. Aku hanya membutuhkanmu untuk menghancurkan keluarga Alfa" ucap Nina. Ya mereka adalah Ridho dan Nina yang menghilang sejak lama. Mereka baru muncul lagi dua tahun terakhir.
Keduanya hidup seperti suami isteri yang saling memuaskan tapi tidak terikat oleh pernikahan. Ridho sangat mencintai Nina dan menginginkan pernikahan namun tidak dengan wanita itu.
Ridho mengalah untuk tidak menikah asalkan dia selalu ada di samping Nina, karena itulah Ridho seperti orang bodoh yang mau saja melakukan apapun yang diperintahkan oleh wanitanya.
"Iya aku tahu, tapi apakah aku bisa memiliki anak darimu?" tawar Ridho karena memang selama ini Nina menjaga aga tidak memiliki anak lagi agar dendamnya bisa berjalan mulus.
"Tidak bisa, cukup kamu mendapatkan tubuhku, apakah itu belum cukup?" ucap Nina yang mulai marah-marah lagi.
Keduanya diam cukup lama tanpa ada yang berbicara, Ridho diam karena ia ingin hidup aman bersama wanita yang dia cintai sedangkan Nina diam karena tidak mau terikat dengan sesuatu apapun.
Seandainya kamu tahu seperti apa perasaanku kepadamu. batin Ridho
Nina yang melihat prianya diam sejak tadi akhirnya melancarkan aksinya untuk mengembalikan mood pria itu, sehingga berakhir dengan kegiatan ranjang.
BERSAMBUNG