
Flash Back
Tring tring tring
"Halo nyonya besar, ada yang bisa kami bantu?" ucap seorang anak buah saat di telepon oleh Oma Ratna.
"Hentikan penjagaan untuk Kaka selama dua jam ke depan" ucap Oma tegas.
"Baik nyonya" jawab pria itu.
Sebenarnya mereka heran kenapa penjagan harus dihentikan cuma dua jam? tapi mereka tidak berani bertanya kepada wanita tua itu.
Dengan kekuasaannya Oma Ratna juga memberi perintah kepada anak buah puteranya dan tuan Devid untuk menghentikan penjagaan beberapa jam berikutnya. Tapi tidak dengan untuk anak buah opa Gaston.
Oma Ratna kembali menghubungi sang cucu untuk menjalankan rencana mereka untuk mengetahui siapa dalang dibalik semua ini.
Tring tring tring
"Halo Oma," ucap Maggie bagitu telepon tersambung.
"Apa kamu sudah siap?" tanya Oma langsung pada intinya.
"Sudah Oma" jawab Maggie.
"Segera minum obat penangkal racunnya" perintah Oma.
"Siap omaku sayang" jawab Maggie sambil memutuskan sambungan telepon.
Baru setengah jam penjagaan di stopkan langsung terjadi sesuatu diluar pemikiran semua orang.
Beberapa orang berperawakan tinggi dan tegas mendatangi apartemen Maggie, mereka melepaskan gas beracun yang membuat Maggie tak sadarkan diri sehingga dengan gampangnya mereka membawa gadis itu pergi.
******
Roberth baru tiba lagi di parkiran apartemen tempat Maggie tinggal. Ia mencoba menghubungi gadis itu namun hanya suara operator yang terdengar dan itu artinya ponsel gadis itu sedang tidak aktif.
Roberth yang sudah mendapat tanda sejak dari rumah langsung bergegas keluar dari mobilnya dan menuju ke kamar dimana gadisnya tempati.
Sepanjang langkahnya, pria itu harap-harap cemas karena jujur ia juga tidak merasa sejahtera sejak tadi keluar dari rumah.
Begitu pintu lift terbuka, Roberth langsung berlari keluar dari dalam sana menuju ke pintu apartemen kekasihnya yang masih terbuka lebar. Ia berlari masuk ke dalamnya dan memeriksa kamar demi kamar bahkan sampai di kamar mandi sekalian.
"Sayang, Yang kamu di mana sayang?" teriak Roberth sepanjangemeriksa semua ruangan yang ada di sana.
"Shittt apa yang terjadi? semoga semua tidak seperti yang aku pikirkan" gumamnya sambil kembali melangkah keluar dari kamar kekasihnya yang bahkan tidak meninggalkan jejak apapun.
Roberth yang semakin panik langsung menghubungi Alfa karena kebetulan nomor ponsel pria itu yang ada di sana.
"Bagaimana anak muda?" tanya Alfa begitu melihat nomor dari pria yang adalah kekasih puterinya.
"Om apakah om tahu di mana posisi Maggie? aku baru saja meninggalkan apartemennya satu jam lebih tapi aku kembali dan tidak mendapatinya lagi" jelas Roberth dengan suara paniknya. Alfa yang tahu jika anaknya sering keluar malam untuk menjalanlan misinya merasa biasa saja.
"Pasti dia lagi bepergian anak muda" ucap Alfa.
Alfa yang mendengar penjelasan anak muda itu merasa agak tidak masuk akal tapi ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.
Keduanya segera menyudahi teleponan saat ada pesan masuk ke ponsel Alfa.
Hai tuan Alfa, jika ingin puterimu selamat, datanglah ke gedung tua graha di ujung kota. Tapi ingat jangan membawa siapa-siapa kalau tidak nyawa puterimu akan berakhir. bunyi pesan singkat yang diterima oleh Alfa.
Alfa panik begitu mendapat pesan tersebut karena puterinya dalam bahaya tapi saat ini mereka bahkan baru mendarat di Australia dan sedang dalam perjalanan pulang menuju mansion keluarga Smith sehingga membuatnya frustrasi tapi sebisa mungkin ia kendalikan agar tidak diketahui oleh sang isteri yang lagi terlelap di sampingnya karena kecapaian.
Setengah jam kemudian, mereka akhirnya tiba di mansion. Alfa langsung masuk ke dalam mansion dan menuju ke kamar mandi untuk mbersihkan diri setelah itu ia keluar dan bersiap diri.
"Baru sampai dad, mau kemana lagi?" tanya Mey yang heran dengan suaminya yang tidak ada capeknya.
"Lagi ada masalah dengan data-data di kantor jadi aku harus segera menyelesaikannya." jawabnya sambil terus sibuk dengan kegiatannya.
Mey akhirnya ikut mempersiapkan apa saja yang akan dibawa oleh suaminya.
Alfa keluar dan meminta salah satu sopir untuk mengantarnya ke tempat yang ia tuju dan tentu itu sesuai dengan saran dari sang isteri yang tidak mau suaminya menyetir dalam keadaan kecapaian.
Alfa sudah pergi dengan sopir tersebut. Pria itu kembali mengambil benda pipihnya dan meminta para anak buahnya yang bekerja di bandara untuk mengurus keberangkatan jet pribadi opa Devid kembali ke Indonesia.
******
"Iiihhh dasar nggak bermodal, kursinya aja kayu semua, buat bokongku sakit aja" gerutu Maggie yang merasa sakit seluruh tubuhnya karena diikat dengan kursi kayu yang sudah tua.
"Selamat datang cantik, senang bertemu denganmu" ucap Ridho begitu melihat Maggie membuka matanya.
"Cih menjijikan" cibir Maggie sambil membuang muka.
"Apa kamu bilang? bersyukur aku tidak langsung membunuhmu" geram Ridho.
"Bersyukur juga omaku masih membiarkan manusia sampah sepertimu untuk berkeliaran di muka bumi ini" jawab Maggie tak kalah ketusnya.
"Kau benar-benar benar menguji kesabaranmu, jangan salahkan aku jika berbuat kasar kepadamu" ucap Ridho sambil mengangkat tangannya hendak menampar gadis kecil yang tengah terikat diatas kursi.
"Sedikit saja om menyentuh kulitku maka bersiaplah untuk dikuliti oleh omaku sendiri" ancam Maggie membuat tangan yang sudah mengudara itu kembali diurungkan.
"Heh kau pikir Omamu bisa menemukanmu dan menyelamatkanmu dari sini? jangan mimpi" ucap Ridho geram.
"Om pikir bisa dengan mudah membawaku ke sini? jangan besar kepala om, diantara anak buah om ada yang tidak setia sama om dan mereka adalah anak buah omaku sehingga aku mau saja ikut kemari" ucap Maggie memporak-porandakan ketenangan Ridho dan bukan cuma pria itu tapi para anak buahnya yang ikut ketakutan karena asal bicara Maggie bisa menyusahkan mereka semua.
Hmmm aku mau tahu, siapa di balik pria ini yang berani dan nekad menangkap cucu kesayangan singa London. Batin Maggie terkekeh geli karena sebutan singa London padahal ia dan daddynya sendiri yang memberi julukan itu sejak kecil.
"Siapa anak buah omamu hah?" geram Ridho dengan satu oktaf lebih tinggi membuat para anak buahnya mati kutu.
"Mana ada pencuri mau ngaku om, bodoh kali ya? aku juga masih sayang nyawanya karena ada dia, omaku bisa tahu keberadaan kita di sini" ucap Maggie asal membuat Ridho kalang kabut.
"Hai sayang, siapa gadis cantik ini?" tanya seorang wanita yang baru masuk dengan gaya elegannya membuat Ridho semakin emosi karena belum berhasil membawa Daddy dari gadis kecil ini tapi sekarang sudah muncul lagi Nina di sana.
Bersambung