Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
S'2 Ungkapan



Di belahan bumi yang lain.


Rockzy yang sudah berjanji akan menjemput Ria akhirnya sudah berada di parkiran tepat jam lima sore.


Para karyawan mulai keluar satu per satu dari gedung megah itu untuk pulang karena jam kerja telah usai.


Ria belum juga muncul namun Rockzy tetap menunggunya hingga dia puluh menit kemudian, gadis itu baru keluar dari pintu utama kantor itu.


"Maaf, sudah lama menunggu ya?" ucap Ria tidak enak dengan Rockzy karena ia memberitahukan bahwa ia akan selesai kantor tepat jam lima sore namun sekarang bahkan sudah jam setengah enam magrib.


"Tidak apa-apa. Pekerjaannya sudah selesi?" ucap Rockzy sambil mengambil helm untuk Ria.


"Sudah, tadi aku masih kasih laporan terlebih dahulu kepada tuan Arjo" jelas Ria tanpa ditanya namun ia merasa bahwa ia harus memberitahukan dan hal itu membuat Rockzy senang dengan kejujuran gadis itu.


"Oke naik." ucap Rockzy dan Ike kembali naik ke atas motor yang hari ini membawanya pergi ke tempat makan siang.


Rockzy mulai melakukan motor kesayangannya bersama gadis itu pulang ke rumah. Setelah setengah perjalanan, Ria baru sadar jika ini bukan ke arah kontrakannya.


"Loh, mau kemana nih?" ucap Ria sedikit kuat karena bunyi motor membuat suaranya terhalang.


"Kamu tenang aja, aku tidak akan macam-macam sama kamu, aku hanya ingin mengajakmu ke suatu tempat." balas Rockzy yang tidak kalah keras suaranya. Ria terdiam dan mengalah untuk ikut kemanapun pria itu membawanya pergi.


Mereka tiba di salah satu tempat yang seperti pasar malam dan juga ada taman di sana serta pesta kembang api karena memang di tempat itu mereka bisa melihat kembang api yang bertebaran di angkasa.


"Ngapain kita ke sini?" tanya Ria yang memang hidupnya tidak pernah merasakan hal-hal seperti ini.


"Menikmati hidup" ucap Rockzy santai.


"Malas ah," gerutu Ria yang merasa sudah buang-buang waktu. Rockzy malah menariknya hingga duduk di salah satu bangku panjang di sana sambil menatap ke angkasa menikmati keindahan kembang api yang bertebaran dengan warna dan bentuk yang macam-macam.


"Rockzy, tolong antar aku pulang ya, sudah malam dan aku harus mandi dan istirahat" ucap Ria lembut.


"Kenapa buru-buru pulang? apakah kamu bosan terlalu lama berada disampingku?" tanya Rockzy.


"Nggak Rockzy, aku hanya kecamatan kerja sepanjang hari" ucapnya lagi. Rockzy dapat merasakan kalau gadis itu benar-benar capek.


"Ria, maaf jika aku lancang tapi jujur aku benar-benar serius. Aku ingin serius menjalin hubungan sama kamu. Apakah kamu mau jadi kekasihku? Bukan, aku tidak mau hanya sebatas kekasih, aku mau menjadikan kamu pendampingku seumur hidup" ucap Rockzy sambil menggenggam kedua tangan gadis itu.


Deg


Ria malah begong setelah mendapat ungkapan dari pria yang ada di depannya.


"Kenapa bengong? apa kamu tidak mau" tanya Rockzy.


Ria kembali terdiam.


"Jika kamu sudah punya kekasih atau tidak suka dengan ungkapan ku tadi tidak apa-apa. Anggaplah aku tidak pernah mengucapkan kalimat tadi" ucap Rockzy setelah melihat Ria yang hanya diam saja.


"Apakah aku pantas untuk kamu?" akhirnya itulah bahasa yanng bisa diucapkan oleh Ria.


"Kamu tahu, aku hanya gadis desa yang mencari nafkah di kota ini, Kamu masih bisa mendapatkan yang lebih baik darimu. Aku takut nantinya akan membuat kamu malu dimasa mendatang" ungkapnya dengan penuh Hati-hati agar tidak mengecewakan pria ini.


"Iya, aku bisa mendapatkan yang lebih baik. Tapi aku tidak bisa mendapatkan wanita semurni kamu dan sebaik kamu" ucap Rockzy yang menyadari kegelisahan gadis itu.


"Tapi...." ucap Ria terpotong.


"Jangan mencari alasan Ria, aku sudah mempertimbangkan semuanya bahkan aku sudah membahasnya bersama papaku sehingga aku berani mengungkapkann perasaanku kepadamu. Jika kamu tidak percaya, aku bisa membawamu ke hadapan papaku sekarang juga" ucap Rockzy yang tidak mau mendengar kata penolakan dengan alasan apapun.


Ria terdiam setelah mendengar penjelasan pria itu. Ia tidak habis pikir jika pria itu bahkan sudah membicarakan soal dia kepada keluarganya.


"Keluargaku tidak pernah mempermasalahkan soal derajat seseorang, karena jika mereka melakukannya maka aku tidak akan pernah menjadi anak mereka." ucap Rockzy hampir keceplosan soal dari mana ia berasal.


"Maksudnya?" tanya Ria.


"Tidak ada maksud apa-apa. Dan aku anggap kita sudah menjadi sepasang kekasih. Aku akan membawamu berkenalan dengan papaku jika kamu sudah siap" ucap Rockzy lagi. Bukan ingin menutup aib hidupnya tapi ia hanya menjaga hingga orang itu sudah sah menjadi bagian dari keluarganya maka ia akan jujur.


"Ayo aku antar pulang sayang" ucap Rockzy yang mengajak gadis itu pulang. Ria hanya seperti robot yang tengah dikendalikan oleh sang pemilik sehingga dengan patuh ia mengikuti pria itu.


Keduanya pulang dengan diam di atas motor, Rockzy serius untuk mengendalikan motornya sedangkan Ria sibuk dengan pikirannya saat ini, antara senang dan juga gelisah. Pria yang menjadi idaman banyak cewek sewaktu kuliah, kini melamarnya. Dulu sewaktu kuliah, bermimpi saja pun Ria tidak berani jika pria itu adalah Rockzy tapi saat ini semuanya seperti mimpi dan ia tidak ingin bangun untuk selamanya agar tidak kecewa.


Rockzy kembali berhenti di salah satu Restoran, ia menari Ria untuk masuk dan memesan makanan.


"Dibungkus ya mbak" ucap Rockzy kepada pelayanan di sana. Ria hanya menurut. Setelah makanan itu datang, Rockzy kembali membawanya keluar dan mengantarnya pulang.


Rockzy yang melihat Ria terdiam dari tadi hanya memaklumi saja, mungkin gadis itu masih syok karena ditembak secara tiba-tiba. Ya iyalah masa ditembak harus ada pengumuman?.


Setibanya di depan kontrakan gadis itu, Rockzy menuntunnya turun dan mengantarnya ke kamar.


"Aku pulang ya? mandi dan setelah itu makan, aku tidak bisa menemani karena sudah malam, apa kata tetangga nanti" ucap Rockzy yang hanya dibalas dengan anggukan kepala dari gadis itu.


Rockzy pun berbalik dan pergi.


"Rockzy... " panggil Ria.


Pria itu berhenti melangkah sekaligus berbalik dan menatap ke arah gadisnya itu.


"Kenapa?" tanyanya.


"Terima kasih. Dan maaf jika sejak tadi aku hanya diam saja. Aku syok dengan keadaan ini" jelasnya sambil menunduk.


"Tidak apa-apa, aku mengerti. Kita bukan lagi sekedar teman tapi sepasang kekasih, apapun yang mengganggu hidup dan pikiranmu, jangan sungkan untuk memberi tahu ku" ucap Rockzy yang sudah mendekat kembali ke arah gadis itu lalu mengusap rambutnya.


"Tidur yang nyenyak ya? weekend nanti aku akan menemui orangtuamu karena waktu itu tidak sempatkan?" ucap Rockzy.


Ria hanya mengangguk dan menatap kepergian pria itu dengan senyum tulusnya.


BERSAMBUNG