Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
137. Tidak ada kabar



Flash Back


"Sayang, jangan banyak ngemil nanti kegendutan" ucap oma pada malam harinya ketika keduanya lagi asyik menonton dengan Maggie yang memangku satu toples yang penuh dengan camilan.


"Itu namanya sehat oma." jawab gadis kecil itu santai.


"Tapi kelihatan jelek kalau kelebihan gendut" balas oma.


"Tapi kata daddy, kaka semakin cantik kalau gemuk" jawabnya karena memang Alfa pernah memuji anaknya yang gemoy itu.


*Daddy macam apa yang mau anaknya gendut, yang ada nanti dibully teman sekolahnya* batin oma.


"Oke, terus kapan kita akan mulai dengan rencana kita?" tanya oma, karena memang tujuan mereka datang ke sana adalah untuk mengatasi masalah Alfa.


"Sekalang lah" jawabnya sambil terus ngemil.


"Caranya?" tanya oma ingin tahu apa cara yang dipakai oleh sang cucu.


"Apa oma punya satu gedung yang bisa kita pakai untuk jebak si nenek sihil itu?" tanya Maggie.


"Mmmmm memangnya konsepnya mau yang seperti apa?" tanya oma ingin tahu terlebih dahulu.


"Kaka mau belpelan sebagai olang yang mau nolong si nenek itu untuk dapatkan kelemahan daddy jadi bisa suluh dia datang ke sana telus kita tangkap deh olangnya" ucapnya dengan gaya anak kecilnya membuat oma gemas.


"Oke kita pakai markas saja. Apa oma bisa sumbang ide?" tanya oma.


"Boleh, tapi kaka pinjam laptopnya oma ya" ucapnya.


Oma memberikan laptop kepada sang cucu lalu ia juga menjelaskan pendapatnya untuk menyempurnahkan rencana sang cucu.


Oma juga meminta beberapa orangnya untuk membantu menjalankan misi itu, dengan memasang tanda anak panah di sepanjang lorong markas hingga tiba di ruang komputer tempat para anak buah oma memantau segala sesuatu dari dalam sana. Tidak lupa juga oma meminta agar para anak buahnya mengosongkan markas untuk dua jam esok harinya tepatnya jam lima hingga jam tujuh kecuali mereka yang ditugaskan.


Oma melirik ke arah cucunya yang dengan lincahnya memainkan kesepuluh jari tangan di atas keyboard laptop milik oma.


Rupanya selama ini opa Devid sudah mengajarkan banyak hal kepada sang cucu tidak hanya di bidang bela diri tapi juga di bidang IT.


OFF


"lupanya sudah pingsan ya olangnya?" ucap Maggie yang memantau CCTV yang menampilkan Dita yang sudah tidak sadarkan diri.


"Terus mau kita apakan dia kaka" tanya oma. Kali ini oma benar-benar ingin melatih cucunya menyelesaikan satu masalah, karena melihat kemampuan awal yang baik membuatnya untuk semakin menguji cucunya itu.


"Di bawa ke London saja oma, kan katanya dia saudalanya anak buah oma yang menolong tante Nina" ucap Maggie.


"Betul sekali, kog dekat kamu oma mendadak blank ya?" ucap oma yang memang tidak berpikir hingga ke sana untung sang cucu mengingatkan.


"Oke kalau begitu nanti selanjutnya bagaimana?" tanya oma lagi.


"Nanti .......... " jelas Maggie panjang lebar membuat oma juga tersenyum licik karena ide cucunya sangat brilian.


Setelah mengobrol sedikit lama, oma akhirnya langsung menghubungi salah satu anak buahnya untuk mengirim Dita ke London.


Sambil menikmati keberhasilan awal mereka di malam ini, Maggie dan oma akhirnya mulai merencanakan satu ide yang konyol lagi untuk mengerjai Alfa.


*


*


"Aneh, tiba-tiba mengundurkan diri tanpa surat. Sepertinya ada yang tidak beres" gumam Alfa yang merasa ada kejanggalan dari tindakan Dita yang tanpa hujan badai memilih mengundurkan diri begitu saja.


"Roky, apa yang kamu pikirkan tentang masalah pengunduran diri dari Dita?" tanya Alfa soal pendapat sang asistennya itu.


"Apak kamu tidak merasa curiga mungkin?" tanya Alfa lagi.


"Aku juga sedikit curiga mengingat tingkah anehnya yang akhir-akhir ini cukup mencurigakan tapi kita tidak tahu apa itu." jelas Roky lagi.


"Baiklah, tugas kita hanya hati-hati dan berwaspada" ucap Alfa akhirnya mereka pergi meninggalkan kantor karena hari semakin larut.


Seperti biasa, setiap malam Alfa selalu menghubungi isteri dan anak-anaknya.


# Sayang, apa kaka sudah menghubungimu hari ini?


# Belum dad, dia sama sekali belum kasih kabar sejak tiba di sana.


# Lalu mama?


# Belum juga.


# Pelet apa yang mama berikan sampai anakku tidak peduli sama kita?


# Kamu jangan mengada-ada, mama itu kesepian sehingga ia mengajak Maggie.


# Apa kamu terlalu percaya sama mertua dan puterimu itu? yang ada mungkin saja mereka sudah membuat kekacauan di salah satu tempat sehingga lupa memberi kabar. kamu tahukan? mama dan Maggie punya watak yang sama yaitu watak iblis.


#Kalau begitu kamu hubungi mama atau papa" perintah Mey pada suaminya.


Obrolan mereka berakhir dan Alfa terlebih dahulu menghubungi sang papa dan ternyata papa juga terkejut karena mama Ratna minta ijin padanya untuk liburang di Australia sekalian jalan-jalan sama cucu kesayangannya.


"Ada yang tidak beres" gumam Alfa, Pria itu bahkan berkali-kali menghubungi nomor mamanya tapi selalu di luar jangkauan bahkan nomor Maggie juga yang ikut-ikutan diluar jangkauan.


*


*


Menyadari kalau semua orang sudah mulai mencari mereka, keduanya akhirnya memilih pulang sebelum memulai rencana mereka untuk mengerjai Alfa.


"Oma, kenapa kita pulangnya cepat sekali? kaka kan masih mau ketemu sama ka Novi" gerutu Maggie karena omanya mengajaknya untuk pulang sekarang ke Australia.


"Daddymu bahkan sudah menelepon opamu di London" jawab oma.


"Daddy nyebelin" ucap anak kecil itu sambil menghentak-hentakan kakinya di lantai.


"Ayo, kita jalan" ajak oma dan akhirnya keduanya pergi meninggalkan Indonesia kembali ke Australia.


Setelah melewati penerbangan yang cukup lama akhirnya mereka tiba di negara itu. Mereka tidak langsung pergi ke mansion melainkan mereka masih bersenang-senang di salah satu Hotel tempat biasanya oma Ratna menginap jika datang ke negara tersebut.


"Oma, jangan bilang setelah ini oma minta ganti rugi sama kaka ya?" ucap anak kecil itu santai.


"Maksudnya?" tanya balik oma.


"Ya secalakan oma tidak punya banyak uang, jangan sampai oma mau mengulas kaka sampai tidul di hotel segala" sewot Maggie.


"Yah Tuhan, kenapa punya cucu perempuan satu doang kog cerewetnya kebangetan sih? Jadi kamu masih menganggap omamu ini miskin?" tanya oma frustrasi.


"Iayalah," jawabnya santai.


"Heh, suamiku juga masih punya satu perusahaan lagi untu membiayai aku ya? jangan mentang-mentang punya perusahaan gede kamu jadi kamu menganggap oma miskin" gerutu oma tidak puas dikata miskin. Oma Ratna ya tetap oma Ratna, wanita sosialita yang tidak suka direndahkan. Dulu ketika masih aktif untuk arisan bersama ibu-ibu yang lain, oma salah satu orang yang paling menjaga penampilan dan selalu tampil beda setiap bulan karena tidak ingin ada yang melebihinya. Dan sepertinya gennya itu menurun pada cucu perempuan satu-satunya itu.


BERSAMBUNG