Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
S'2 Keputusan Ike



Seperti janjinya bahwa setelah dia menyelesaikan urusannya ia akan menyusul sang kekasihnya ke rumah orang tuanya.


Hari ini Roberth menepati janjinya, ia pamit kepada orang tuanya untuk berangkat ke Australia.


"Pa, ma... aku akan menyusul Maggie ke Australia" ucap Roberth saat mereka tengah menikmati sarapan pagi ini.


"Kapan?" tanya papa Arjo.


"Sekarang pa" ucapa Roberth lagi.


"Apa kamu sedang bertengkar?" tanya sang papa untuk kesekian kalinya.


"Nggak," jawab Roberth singkat.


"Oke papa kasih kamu waktu satu minggu dan cepat kembali untuk menyelesaikan tugasmu karena sebentar lagi kamu akan menggantikan posisi papa" jelas papa Arjo.


"Iya pa, terima kasih" ucapnya senang karena diberi kesempatan yang cukup untuk menghabiskan waktu bersama sang kekasih.


Setelah sarapan, papa Arjo berangkat ke kantor sedangkan Roberth bersiap-siap untuk berangkat ke Australia..


.


"Hati-hati ya sayang. Sampaikan salam mama kepada Maggie dan kedua orang tuanya. Oh ya kemarin om Reno telepon katanya ia akan memindahkan Ike ke Indonesia, kalau bagitu sekalian kamu balik bersama dengannya" pesan mama Roberth.


"Oh ya? baiklah kalau begitu aku akan kembali bersamanya biar dia bisa temani mama nantinya" ucap Roberth sambil menghadiahkan satu kecupan di pipi mamanya dan melangkah keluar untuk berangkat ke bandara.


.


.


Setelah memakan waktu yang cukup lama, Roberth akhirnya tiba di Australia. Karena perbedaan waktu antara Indonesia dan Australia kurang lebih empat jam sehingga Roberth tiba di sana sudah tengah malam. Pria itu memilih cek-in di hotel untuk beristirahat malam ini dan akan ke rumah keluarga sang kekasihnya esok pagi.


Karena kelelahan dengan semua pekerjaan yang menumpuk selama ini, membuat Roberth langsung masuk ke alam mimpinya.


Tak terasa bumi sudah kembali terang sehingga membuatnya harus bangun pagi ini walaupunn tubuhnya belum bisa diajak kompromi karena saking capeknya.


"Ahhh sudah pagi aja sih" gumam Roberth dengan mata terpejam, bahkan ia belum sadar kalau saat ini ia berada di hotel bahkan saat ini ia berada di Australia.


Dengan susah paya ia berusaha sadar dan mengucek kedua matanya. begitu matanya terbuka sempurnah, ia sangat terkejut karena ia harus datang ke mansion keluarga Smith untuk bertemu dengan sang kekasih.


Dengan terburu-buru ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan setelah itu bersiap-siap untuk pergi padahal belum sarapan.


Dengan semangatnya ia keluar dari kamar hotel dan menuju ke parkiran karena sebelumnya ia sudah memesan mobil untuk di sewakan selama ia berada di negara itu agar mempermudahnya bepergian.


*****


Ditepat lain


Pagi ini, Keluarga Reno sudah berada di meja makan untuk sarapan. Kedua orang tua Ike itu terkejut saat mendengar keputusan yang keluar dari mulut anak gadis mereka secara tiba-tiba.


"Pa, ma... ade setuju dengan om Arjo yang meminta ade untuk bersekolah di sana" ucapnya santai sambil terus menyuapkan makan ke dalam mulutnya.


"Sayang, tapi mama tidak setuju" ucap Novi tegas.


"Ma, hanya sampai ade selesaikan sekolah menengah atas doang. Nanti kuliah nanti ade sudah kembali lagi ke sini ko? biar dapat suasana baru aja ma." jelas Ike. Sebenarnya ia juga merasa berat namun semalam ia bahkan sampai tidur lat untuk mengambil keputusan itu. ia merasa bahwa akan semakin menyakitkan jika ia tetap berada di sana dan kalau sampai dia tahu jika Daffa memiliki cewek lain.


"Sayang, jangan terlalu menekannya, biar ade sesekali merasakan suasana di luar sana" ucap Reno sangat lembut untuk memberi pengertian kepada sang isteri hingga akhirnya di setujui. Seperti kesepakatan mereka bahwa Ike hanya akan pergi selama dua tahun lebih hingga sekolahnya selesai.


"Baiklah, mama akan sering-sering ke sana menjengukmu sekalian opa dan oma mu" ucap Novi mengalah.


"Oke, kapan ade mau ke sana biar papa membantu mengurus surat kepindahanmu" tanya Reno.


"Tiga hari lagi pa" jawab Ike mantap.


"Oke, yuk cepat habiskan makannya biar papa sekalian antar kamu ke sekolah" ucap Reno dan akhirnya mereka kembali menikmati sarapan mereka hingga habis.


*****


"Sayang, mana anak-anak? ko lama ya turunnya" tanya Alfa yang belum melihat kehadiran si kembar di meja makan.


"Tahu aja dad, siap aja lama bangat mengalahkan cewek yang lagi dandan" ucap Mey terkekeh.


"Sama aja, nggak laku-laku" cibir Alfa kepada kedua anak laki-lakinya itu.


"Mereka beda ya sama kaka, dari kecil sudah punya gebetan" ucap Mey lagi sambil terkekeh mengingat puterinya yang meminta Alfa mendoakannya bersama Roberth di hari ulang tahunnya waktu itu.


"Kaka emang beda sayang. Dia serba bisa sejak kecil. tapi daddy bersyukur karena dia tumbuh menjadi anak gadis yang luar biasa" ucap Alfa sambil membayangkan anak gadisnya yang baru dia temui beberapa hari yang lalu.


Tiba-tiba Terdengar suara bel rumah.


"Daddy ada tamu ya sepagi ini" Tanya Mey karena biasanya para asisten mereka tidak biasa membunyikan bel rumah jika datang ke mansion itu.


"Jangan-jangan tamunya ayah?" tanya Mey kepada ayah Devid setelah mendapat gelengan kepala dari sang suami.


"Ayah tidak ada tamu. Ya sudah kamu buka saja siapa tahu penting" perintah ayah Devid dan langsung dilakukan oleh puterinya.


Mey keluar dari ruang makan dan dengan langkah cepat ia pergi ke arah pintu utama untuk membukakan pintu. Begitu pintu terbuka seacara sempurnah, betapa kagetnya dia mendapati siapa yang tengah berdiri dengan senyum merekah di depan pintu utama.


"Selamat pagi tante, maaf bertamu pagi-pagi" ucap Roberth sambil mencium punggung tangan dari mommy sang kekasihnya.


"Tidak apa-apa nak, ayo masuk sayang. Yang lain sedang berada di ruang makan." ajak Mey kepada kekasih puterinya.


"Siapa mom?" tanya Alfa sedikit berteriak


"Ini dad, calon menantu kita" ucap Mey dengan ceria.


"Oh Robert, ayo sini gabung sarapan dulu" ajak Alfa begitu melihat sang isteri dan Robert tiba di ruangan makan.


Bertepatan dengan itu si kembarpun akhirnya keluar dari kamar dengan style anak kuliahan.


"Eh ada ka Roberth, baru tiba ya?" tanya Daffi.


"Dari semalam dan baru mampir ke sini" ucap Roberth sambil duduk di tempat yang biasanya ditempati oleh Maggie sejak kecil, setelah bersalaman dengan satu keluarga itu.


"Ayo sarapanlah dulu" ajak Alfa sekali lagi.


Mereka akhirnya menikmati sarapan pagi itu namun ada yang kurang dari Roberth karena biasanya Alfa akan menunggu sampai keluarganya lengkap baru akan memulai sarapan namun pagi ini, Maggie bahkan belum muncul tapi mereka sudah memulai sarapan mereka.


BERSAMBUNG