
"Kaka mau makan ayam goleng buatan daddy" ucap Maggie yang sejak tadi menyimak ucapan para orang tua.
Iblis kecil mulai beraksi. Alfa Alfa... jangan pikir kamu bisa lolos karena ada Ratna, kamu akan tetap kena dampak ngidam puteri kecilmu. Batin ayah Devid sambik terkekeh geli.
📹Boy, puterimu minta dibuatkan ayam goreng olehmu.
📹Emang harus ya pa?
📹tanya aja sendiri.
Daddy, kaka mau ayam goreng buatan daddy. (Suara Maggie)
📹Baik daddy buatkan.
Sambungan telepon terputus dan Alfa langsung ingin beranjak berdiri.
"Mas. Kenapa?" tanya Mey yang masih berbaring.
"Kaka minta ayam goreng buatanku" ucap Alfa.
"Aku ikut ya" ucap Mey sambil bangun.
"Oke, ayo kita keluar" ajak Alfa pada isterinya.
Sepasang suami isteri itu akhirnya meninggalkan kamar mereka dan turun ke bawah mendapati semua yang masih duduk ngerumpi kecuali mama Ratna yang sudah pergi ke dapur.
"Daddy, kaka mau ayam goleng buatan daddy. GPL ya?" teriak Maggie yang masih anteng di atas pangkuan opa Alberth.
Yaelah anakku rupanya ingin balas dendam karena dulu aku tidak perhatian saat masih dikandungan mommynya. Batin Alfa.
"Iya ibu ratu" jawab Alfa malas.
"Apa itu GPL nak?" tanya opa Alberth yang kudet.
"Ga pakai lama opa.." ucap Maggie menjelaskan arti dari singkatan tadi.
Anak jaman sekarang, ada saja bahasanya. Batin opa Alberth.
Alfa dan Mey melangkah ke arah dapur mendapati mama Ratna lagi asyik mengerjakan pekerjaannya yaitu membuat nasi goreng untuk mantu kesayangannya.
"Ma, kaka minta aku buatkan ayam goreng, apa saja bumbu-bumbunya?" tanya Alfa pada sang bunda.
"Hah? kan ada ayam goreng yang tadi sudah bi siapakan" ucap mama Ratna karena tahu jika puteri anaknya itu suka ayam goreng. Jadi mama Ratna sudah memberitahukan para ART untuk menyiapkan selalu stok ayam gorengnya.
"No ma, cucu mama minta aku yang harus buatkan" ucap Alfa dengan suara kecil agar Mey yang duduk di kursi dekat di meja makan itu tidak mendengarnya.
"Wah wah wah rupanya cucuku benar-benar luar biasa. Waktu Mey hamil tidak banyak maunya ternyata baru sekarang maunya" ucap mama Ratna sambil cekikikan.
"Sttt ma, cepat bantu Alfa buatkan ayam goreng. Mama mau iblis kecil itu buat ulah?" ucap Alfa sambil menggigit giginya sendiri agar suaranya tidak kedengaran.
"Oke oke." ucap mama Ratna
Wanita paruh baya itu mulai menjelaskan dan Alfa mengikuti caranya hingga ayam goreng ala daddy Alfa pun jadi.
"Kaka... ayam gorengnya jadi nih" teriak Alfa dari arah dapur dan mama Ratna juga yang sudah menghidangkan nasi goreng buatannya di depan sang menantu yang sejak tadi menunggu.
"Silahkan dimakan sayang, kalau menginginkan sesuatu kasih tahu sama mama biar mama buatkan oke" ucap Mama Ratna.
"Iya ma, terima kasih ya" ucap Mey yang mulai menyantap makanan itu dengan lahap.
Semua yang baru datang ke meja makan untuk makan malam hanya melongo dengan tingkah ibu hamil yang makan dengan gayanya sampai kedua pipinya kembung hampir tidak bisa mengunyah.
"Hah? bukannya tadi kaka minta ayam goreng ya kenapa jadi ayam bakar?" ucap Alfa frustrasi dengan sang puterinya.
"Emang iya ya? pelasaaan tadi kaka minta ayam bakal deh" ucap anak kecil itu santai.
"Ya sudah, daddy buatkan ayam bakarnya." ucap Alfa sambil mengangkat piring yang ada ayam goreng buatannya menuju tempat memasak.
"Dad jangan dibuang, sayang kalau tidak dimakan, nanti Tuhan malah loh" ucapnya sambil cekikikan.
Alfa baru sadar kalau puterinya sudah mengerjainya.
"Kaka???" geram Alfa.
"Ya dad?" jawab gadis kecil itu santai.
"Mas aku mau tidur" ucap Mey setengah teler karena habis makan nasi goreng.
"Duluan ke kamar sayang" ucap Alfa.
"Tapi aku mau gendong, malas ah aku jalan sampai atas" ucap Mey.
"Kan ada liftnya sayang" ucap Afa yang bersiap untuk mulai makan malamnya karena sejak tadi harus melayani puterinya terlebih dahulu.
"Tapi aku maunya digendong sama mas" bentak Mey pada sang suami dengan mata yang mulai berkabut.
Alfa menarik nafas panjang, ternyata ia harus punya stok kesabaran karena ia harus lebih terbiasa dengan keadaan ini untuk 7 bukan lagi.
Alfa mendekati isterinya dan hendak menggendong Mey.
"Tidak usah. Mas memang tidak iklas" ucapnya langsung berdiri dengan kasar. Alfa reflex langsung menatang perut bagian bawa isterinya.
"Sayang" ucap Alfa penuh penekanan karena tidak suka dengan tindakan sang isteri yang bisa saja melukai anak mereka dalam kandungannya.
Mey melangkah pergi begitu saja, dengan hati-hati ia mulai menaiki anak tangga satu per satu. Satu tangan ia pakai untuk memegang perutnya dan satu tangan ia pakai untuk memegang erat pembatas tangga.
Sesekali wanita hamil itu menusap air matanya. Tanpa melihat ke belakang, ia terus melangkah hingga hilang di balik pintu kamar.
Alfa terdiam beberapa saat lalu kembali duduk untuk melanjutkan makannya setelah melihat sang isteri mulai masuk ke kamar mereka.
Ayah Devid hanya diam. Sedangkan mama Ratna mulai emosi dengan puteranya yang tidak peka dengan mood wanita hamil.
"Boy, kamu tidak merasakan apa yang dia rasakan. Itu semua kemauan anakmu bukan kemauannya" ucap papa Alberth datar, Alfa merasa bersalah karena penekanan kata-katanya tadi pasti sudah membuat isterinya terluka.
"Mom ta pelnah malah sama kaka. Dulu kaka seling buat mommy kecapean kalna main di pantai sampai malam, mommy cali kaka sampai ketemu telus mommy gendong ade pulang, kasih mandi, kasih makan. Mommy cape kelja tapi ta malah" ucap Maggie acuh, tanpa menatap siapapun.
Deg
Alfa tersentak dengan kata-kata anaknya seolah membanggakan Mey yang tidak pernah lelah mengurusnya.
Gadis kecil itu terus menggigit ayam gorengnya sambil terus bercerita tentang keadaannya saat bersama mommy pergi dari rumah.
Semua yang ada dalam ruang makan itu mendadak tenang tanpa suara bahkan ada yang sudah hampir menyuapkan makan ke dalam mulut pun urungkan niat mereka.
Gadis kecil yang terlihat keras kepala itu ternyata menyimpan semua kenangan tentang perjuangan mommynya.
Alfa berlari menaiki anak tangga menuju kamar mereka, tujuannya hanya satu, meminta maaf pada sang isteri.
Pria itu bahkan meneteskan air mata sepenjang ia menaiki anak tangga itu. Isterinya berjuang dengan segala kekurangan untuk bertahan hidup bersama puteri mereka sesangkan dia yang hanya diminta untuk menggendong saja sudah bersungut-sungut.
Maaf sayang. Maaf. Maaf telah membuatmu kecewa untuk kesekian kalinya. Batin Alfa penuh penyesalan.
BERSAMBUNG