Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
115. Kepanikan Alfa



Siang ini, Alfa hendak menjemput puterinya di sekolah karena sudah jam pulang, sekalian ia makan siang di rumah nanti.


📹Sayang. Ayah sudah jemput kaka ya?


📹Ayah sama ibu lagi keluar. Coba ditelepon jangan sampai sudah dijemput.


📹Oke sayang. Aku sekalian makan siangnya di rumah saja.


📹Iya mas.


Alfa akhirnya memutuskan telepon sama isterinya dan kembali menelepon sang mertua.


📹Ayah sudah jemput kaka?


📹Belum nak, ayah kira kamu yang jemput.


📹Iya ini mau jemput sekalian makan siang di rumah.


📹Iya nak, hati-hati.


📹Iya ayah.


Telepon diputuskan dan Alfa menancap gas mobilnya menuju ke sekolah anaknya.


Setibanya di sana, anak-anak sudah bergegas keluar dan masing-masing sudah ditunggu jemputannya. Alfa juga turut menunggu anaknya di luar gerbang sambil memantau puterinya kapan keluar.


"Pak, jangan di tutup dulu gerbangnya, anak saya belum keluar" seru Alfa saat sekurity akan menutup gerbang sekolah.


"Tapi tuan, di dalam sudah tidak ada anak-anak lagi" jelas pak sekurity.


"Terus anak saya dijemput siapa?" tanya Alfa yang mulai panik.


"Bu, kata tuan ini anaknya belum keluar" ucap Sekurity saat melihat gurunya Maggie yang melintas di sana.


"Oh orang tuanya Maggie. Hari ini Maggienya tidak masuk tuan, tadi pagi juga sudah diijin sama omanya" ucap bu guru.


"Hah? Oma siapa?" tanya Alfa yang semakin panik. Tidak mungkin oma Ani karena pagi tadi tidak keluar.


"Omanya rambut segini, dan kelihatan masih muda" jelas bu guru sambil memberi menaruh tangannya di pundak sebagai penjelasan bahwa wanita yang tadi ijin untuk Maggie rambutnya segitu.


Alfa yang sudah semakin panik langsung berlari ke arah mobilnya dan segera pergi.


Tidak lupa ia menelepon semua orang rumah termasuk opa dan oma yang lagi bersantai.


Berita dari Alfa tentang hilangnya Maggie membuat semua orang panik karena Nina yang kabur dari tahanan dan pasti ia akan semakin bringas. Itulah yang mereka pikirkan.


📹Reno, kamu lagi di mana? tolong bantu cari Kaka, dia tidak ada di sekolah katanya tidak masuk padahal pagi tadi aku yang mengantarkannya.


📹I iiya tuan.


Jawab Reno gugup karena ditatap tajam oleh Maggie.


"Om Leno jangan kasih tahu kalau kaka di sini, nanti di malahin sama daddy kalena bolos sekolah.


"Tapi nanti mereka panik kaka. Daddymu sudah mencarimu ke sekolah tapi kata guru kamu tidak masuk hari ini" ucap Reno memberi pengertian pada puteri kecil tuannya.


"Itu pelajalan buat daddy. Kalau antal anak ke sekolah itu, antalnya sampe kelas bukan tulunin di depan gelbangnya saja telus pergi gitu aja" jelasnya dengan menaik turunkan tangannya seperti orang kampanye.


Oma Ratna malah santai dan terus menikmati hidangan yang ada di depannya. Gadis kecil itu juga kembali menikmati hidangannya dengan santai tapi sambil mengawasi agar om Renonya jangan memberitahukan keberadaannya kepada daddynya.


Oma yang melihat Reno tidak berkutik pun akhirnya mengambil inisiatif untuk mengirim pesan pada puteranya namun di hentikan oleh sang cucu.


Apa Alfa segitu miskinnua sampai puterinya tidak ingin melewatkan makan enak seperti ini? batin oma.


Anak konglomerat tapi berlagak miskin, masa cuma makanan sampai harus bolos sekolah segala. batin Reno.


****


Alfa yang tahu puterinya dalam bahaya akhirnya memeriksa sinyal yang terkonek di kalung puteri kecilnya itu. Ya sejak Maggie diculik oleh Nina dan komplotannya waktu itu, mereka langsung mendesain kalung yang dibagian permatanya ada sinyalnya.


Alfa heran karena sinyal itu bukan di tempat sepi tapi malah di keramaian. Pria itu akhirnya menancap gas dan kembali melaju mengikuti gerakan sinyal itu.


Dan setibanya di sana Alfa kaget karena ternyata tempat itu adalah sebuah restoran yang cukup ramai apalagi saat jam makan siang seperti ini.


Alfa turun dari mobil dan masuk ke dalam Testoran itu dengan matanya yang sibuk mencari-cari di mana puterinya berada.


Alfa sampai melongo saat melihat puterinya yang malah asyik makan tanpa peduli dengan orang lain. Dan yang membuat Alfa kesal adalah di sana ada oma Ratna dan ada Reno.


"Hei, tadi aku telepon kamu bilang tidak melihat anakku, jangan-jangan kamu ingin menculik anakku hah?" ucap Alfa geram.


"Bagaimana aku bisa kasih tahu kalau puteri tuan ada di sini? tatapan matanya saja hampir membunuhku" ucap Reno mencari aman.


"Jadi mama yang menculik anakku?" tanya Alfa pada oma Ratna.


"Aku bukan culik tapi jemput" ketus oma tidak mau kalah.


"Iya jemput anak orang tanpa mrmberitahukan pada orang tuanya itu artinya culik ma" ucap Alfa yang sudah berdebat dengan oma.


"Culik apanya? anakmu saja kamu turunin di depan gerbang dan tidak kamu antar ke kelasnya" cibir oma membuat Alfa salah tingkah.


"Daddy bisa diam tidak? kaka lagi makan dan belum kenyang tapi malah kenyang dengan suala belisik daddy" ucap Maggie sambil mengangkat kepalanya dan menatap sinis pada daddynya yang masih berdiri.


Alfa yang di skak oleh anaknya langsung diam dan duduk di kursi yang kosong.


"Al, selama ini kamu tidak pernah kasih makan enak untuk anakmu ya?" tanya oma karena melihat anaknya makan dengan lahap.


"Tidak makan enak apa? dia setiap hari selalu makan yang enak, orangnya saja yang rakus" ucap Alfa santai.


"Yeee lakus lakus lakus,,, kata mommy kalena dulu di pelut mommy, kaka tidak dilasih makan enak dan belgizi. Untung kaka anak mommy jadi tetap cantik bial tak dikasih makanan sehat" ucapnya lagi membuat Alfa terdiam bercampur sedih.


Oma menatap Alfa dengan mencibir bibirnya, sedangkan Alfa sudah tidak ada bahasa lagi untuk menjawab anaknya.


Acara makan oma dan gadis kecil itu pun berakhir.


"Ayo kita pulang, daddy belum makan karena sudah janji sama mommy untuk makan di rumah." ucap Alfa sambil menurunkan puterinya dari atas kursi.


"Kalena kaka sudah kenyang jadi tlaktilan om Leno ditunda dulu." ucapnya sebelum pergi membuat Reno salah tingkah.


Aku harus ketat mengawasinya nanti dewasa. Bisa berabe jika semua cowok dia minta traktir, apa kata dunia? dua pengusaha terbesar tidak mampu memberi makan untuk cucu mereka. Batin Alfa.


Mereka akhirnya keluar dari Restoran itu setelah oma membayar tagihannya.


-----


Seorang wanita dalam masa pemulihan setelah sekian lama dikurung. Ia tidak hanya menderita fisik tapi juga mentalnya terganggu karena itu dia di terapi kusus oleh psikolog.


Nina, kini hanya makan tidur tanpa melakukan banyak hal. Ia hanya fokus pada kesembuhannya dan setelah itu baru memikirkan hal lainnya.


Karena keserakahannya ia menggali lubang untuk dirinya sendiri bahkan membuat orang lain menjadi korban.


BERSAMBUNG