Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
S'2 Teman Masa Kecil



"Ya sudah. Sekarang kita istirahat dulu ya sayang? malam sudah larut." ucap Mey pada sang Puteri semata wayangnya.


"Iya mom." jawab Maggie.


Mey mengantarkan sang Puteri ke kamarnya karena memang mansion itu sudah direnovasi ulang sehingga ketiga cucu Adipati punya kamar masing-masing di mansion tersebut.


.


.


.


Keesokkan paginya, Mey dan para ART sibuk di dapur untuk sarapan pagi yang spesial pagi ini.


"Bi, paha ayam gorengnya ditambah ya?" ucap Mey yang sedang menata piring di atas meja.


"Sudah nyonya" jawab salah satu pelayan kepada Mey.


"Tambah bi, yang pecinta paha ayam beetambah satu lagi" ucap Mey sambil terkekeh membayangkan waktu anak-anaknya masih kecil, selalu ada pertengkaran di meja makan karena paha ayam.


Sang pelayan merasa heran dengan nyonya mudahnya namun lekas menambah paha ayam di meja makan.


Mey terus sibuk dengan pekerjaannya di dapur bersama para pelayan sedangkan yang lain belum keluar dari kamar bahkan mungkin belum juga bangun.


Setelah menyelesaikan tugasnya di dapur, Mey kembali ke kamar untuk membersihkan diri karena tadi ia hanya menyikat gigi dan membasuh mukanya sekalian rambutnya dicepol asal.


"Dad, bangun sayang. Kaka sudah mau pergi loh" ucap Mey sambil mengguncang tubuh suaminya yang tidur tengkurap.


"Hah? apa?" ucap Alfa yang langsung bangun dan turun dari ranjang begitu mendengar bahwa puterinya akan pergi lagi. Tindakan Alfa membuat Mey tertawa karena ternyata bukan cuma dia yang mengharapkan untuk bersama puterinya lebih lama tapi suaminya juga.


"Hei dad, mau kemana? bersihin dirimu dulu" seru Mey saat melihat suaminya hampir menjangkau gagang pintu.


"Aku akan menghentikan Kaka agar tinggal lebih lama lagi di sini sampai kita kembali ke Australia." ucap Alfa tanpa berbalik.


"Kaka masih tidur loh dad, bisa perang pagi-pagi kalau ganggu tidurnya" ucap Mey.


"Lah tadi mommy bilang Kaka sudah mau pulang" ucap Alfa mengurungkan niatnya untuk membuka pintu dan berbalik menatap isterinya dengan muka bantalnya.


"Iya, karena Daddy susah kalau dibangunin, jadi biar mommy pake cara baru" ucap Mey kembali terkekeh.


"Aduhh mom, kalau bercanda jangan kelewat batas deh. Daddy hampir jantungan, pikir Kaka mau pergi betulan" ucap Alfa dengan gaya lemas dan kembali membuang diri di ranjang.


Mey masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dengan terkekeh membayangkan tindakan Alfa tadi.


.


.


Setelah bersiap, Mey dan suaminya keluar dan turun menuju ruang makan, bertepatan dengan itu Oma dan opa juga keluar dari kamar mereka dan berjalan beriringan menuju ke sana.


"Selamat pagi ma, pa" ucap Mey kepada kedua mertuanya.


"Pagi sayang" ucap Oma.


Setelah beberapa menit duduk di meja makan sambil bercerita menunggu si kembar yang sudah dibangunkan oleh pelayan, tidak lama keduanya pun turun dengan wajah yang masih terlihat mengantuk walaupun sudah mandi.


"Wah makan enak ni coy, paha ayamku bertambah" seru Daffi begitu melihat paha ayam yang jumlahnya lebih banyak dari biasanya.


"Cih, itu punyaku jangan macam-macam" ancam seorang gadis yang baru datang dan berdiri di belakang kedua adiknya yang masih berdiri di sana.


Daffa dan Daffi serentak berbalik dengan wajah bingung mereka. Antara percaya dan tidak melihat gadis cantik yang memasang wajah seram kepada keduanya dan lebih tepat kepada si bontot.


"Hah? Kaka?" ucap si kembar bersamaan. Keduanya baru sadar kalau ternyata yang ada di depan mereka adalah Kaka sulung mereka.


Keduanya langsung berebutan untuk memeluk gadis itu tanpa peduli lagi Maggie yang sudah meneriaki mereka karena kehabisan nafasnya.


"Ade rindu sama Kaka, Kaka lama bangat perginya" ucap Daffi sambil tersenyum ceria sedangkan sang Kaka sudah berlinang air mata antara sedih dan bahagia karena tidak begitu tahu soal pertubuhan kedua adiknya.


"Kaka sudah punya pacar belum?" tanya Daffi kemudian dan langsung mendapat ketokan di kepala dari Maggie.


"Loh, kenapa Ade diketok kepalanya?" tanya Daffi dengan bibir manyun seperti perempuan.


"Umur kamu berapa?" tanyaaggie dengan mata melotot.


"Loh Kaka kecelakaan ya sampai amnesia. Masa ulang tahunnya kami Kaka lupa" ucap Daffi yang belum sadar dengan ucapan sang Kaka yang penuh penekanan tadi.


"Kamu itu kalau masih kecil jangan bicara pacar-pacaran" ucap Daffa memperingatkan kembarannya.


"Yee aku sudah gede buktinya banyak cewek di sekolah yang suka sama aku, tapi aku sukanya sama Ike" ucap Daffi membuat Daffa terdiam dan langsung menuju tempat duduknya.


Mood anak remaja itu mendadak berubah saat kembarannya mengatakan jika ia menyukai gadis kecil yang selama ini mengejarnya sejak mereka masih anak-anak.


Para orangtua itu dapat membaca perubahan yang terjadi pada sang abang barusan.


Semuanya pun mulai duduk dan menikmati sarapan pagi ini dengan bahagia karena kehadiran Kaka di tengah-tengah mereka.


...Akan terjadi permusuhan antar saudara. Rupanya putera sulungku menyembunyikan perasaannya dari gadis yang mengejarnya selama ini, tapi sok-sokan jual mahal. Semoga Ade tidak benar-benar menyukai Puteri Reno. Batin Alfa sambil menatap si kembar bergantian namun mereka yang ditatap sedang asyik menikmati sarapan mereka dengan perasaan yang berbeda....


"Hari ini Kaka kuliah?" tanya Oma setelah menyelesaikan makanannya.


"Iya Oma tapi aku sudah menghubungi Rockzy untuk meminta ijin padaku" jawab Maggie sambil mengambil air minum di gelasnya.


"Bagaimana kalau hari ini kita ke puncak" ucap Daffi bersemangat.


"Malas ah" jawab Maggie.


"Biar bisa ajak Kaka yang semalam itu, yang katanya teman masa kecil Kaka itu loh" ucap Daffi kecoplosan.


Deg


Jantung Maggie berhenti berdetak saat mendengar ucapan teman masa kecil.


"Kita pergi ke pantai tempat Oma Nur saja" putus Membuat semua setuju termasuk Daffa dan Maggie walaupun ada sesuatu yang mengganjal perasaan mereka.


****


"Hei, kenapa gadis itu tidak hadir hari ini?" tanya Asaf kepada teman sekelasnya.


"Mungkin saja sedang dipakai pelanggannya, secara dia kan gadis nggak betul" ucap Sela. Tanpa mereka sadari ada seorang mahasiswa yang tengah merekam pembicaraan mereka di kelas pagi ini.


"Dari mana kamu tahu?" tanya Robin.


"Ya tahulah. Baru pindah kesini saja dia sudah menarik perhatian banyak mahasiswa yang berduit."Ucap Sela lagi, membuat sekelas mulai berbisik-bisik.


Mereka baru berhenti bergosip soal Maggie saat dosen masuk. Ria emosi karena pembicaraan anak-anak sekelas tadi soal sahabat barunya. Ia menyesal karena belum sempat mengambil nomor ponsel Maggie.


Terpaksa ia harus menunggu sampai sahabatnya itu masuk kuliah lagi baru ia bisa memberitahukan semuanya.


BERSAMBUNG