Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
154. Proyek Dari Oma Ratna



Flash Back


Tok tok tok


"Masuk" ucap seseorang dari dalam ruang kerjanya.


"Ada apa?" tanya wanita itu setelah anak buahnya masuk


"Nyonya, Alrm yang saya pasang untuk memantau perusahaan keluarga Reno sudah mulai beraksi" ucap sang anak buahnya, tangan kanan mama Ratna. Ya mereka adalah mama Ratna dan Riko.


"Apa Reno sudah tahu?" tanya mama Ratna.


"Belum nyonya karena Reno baru kembali dari Indonesia bersama isterinya" ucap Riko.


"Kalau begitu jangan kasih tahu dulu, biarkan dia menikmati bulan madunya" ucap mama Ratna terkekeh.


"Baik nyonya" jawab Riko.


"Lalu apa yang mau kamu lakukan?" tanya mama Ratna lagi.


"Seperti yang pernah saya bilang nyonya, mereka akan memanipulasi data untuk mengambil semua keuangan di perusahaan itu untuk membangun perusahaan baru yang sedang dalam proses pembangunan saat ini, dan jika sudah selesai nanti, mereka akan menghilangkan nama perusahaan orang tua Reno" jelas Riko panjang lebar.


"Lakukan sesuatu untuk melindungi khas perusahaan" perintah mama Ratna penuh penekanan.


"Baik nyonya, kalau begitu saya permisi" pamin Riko.


"Riko," panggil mama Ratna saat tangan Reno sudah memegang gagang pintu.


"Iya nyonya?" ucap Riko sambil membalikan kembali tubuhnya menghadap mama Ratna.


"Jika ingin bertindak maka sertakan cucuku agar dia bisa belajar banyak hal soal memecahkan suatu masalah" ucap mama Ratna.


"Baik, sesuai keinginan nyonya. Akan saya hubungi nona Maggie nanti" ucap Riko dan bebar-benar pergi dari sana.


malam itulah Riko mulai menjalankan tugasnya sesuai perintah nyonya Ratna. Sang oma memang sengaja ikut dalam masalah Reno karena ia ingin melihat kemampuan cucunya setelah sekian lama belajar dari anak buahnya Riko.


📱Halo om Liko


📱Malam nona Maggie,


📱No, kaka bukan nona


📱Oh iya kaka Maggie


📱Ada apa om Liko


📱Kaka mau gabung tidak,


📱Gabung apa?


📱Proyek baru, mau?


📱Cihh ga teltalik


📱Yakin?


📱Yakin


📱Yah berarti om Riko sendiri deh yang kasih jalan perintahnya oma Ratna.


📱Hah? mau kalo ployeknya oma Latna


📱Oke, nanti om Riko kirim lewat E-mail ya.


📱Oke.


Sambungan telepon antara Riko dan Maggie akhirnya berakhir.


Beberapa saat kemudian, E-mail dari Riko masuk ke E-mailnya Maggie.


"Cih telnyata pekeljaan untuk masalah om Reno. Tapi menalik biar bisa minta telaktil dari pengantin balu xixixi" ucap Maggie sambil cekikikan.


"Enaknya diapain ya?" gumamnya sendirian di dalam kamar sambil memangku laptop cantiknya.


"Ahha, lebih baik kaka sembunyiin uang pelusahaan aja bial kaka tambah kaya xixixi bial om Leno sama olang jahat itu tau lasa" ucapnya dengan tersenyum licik.


Maggie akhirnya meretas data perusahaan orang tua Reno sambil terus terhubung dengan Riko yang setia menuntunnya untuk melancarkan aksinya. Riko yang jago IT bisa mengetahui SANDI perusahaan tersebut sehingga dapat memudahkan Maggie untuk menjalankan rencananya.


Uang perusahaan itu akhirnya diamankan di data pribadi palsu yang dibuat oleh Riko dan Maggie.


Off


*****


"Ka Reno kenapa sih, tidak mengangkat teleponku?" gumam Novi sedih.


Wanita itu tidak makan seharian karena pikiran dengan suaminya yang pergi tanpa berita dan tidak mengangkat teleponnya bahkan tidak pulang sampai dengan saat ini.


Setelah berperang dengan pikirannya sendiri beberapa saat akhirnya Novi tertidur di sofa ruang tengah dengan memeluk bantal sofa tersebut.


Ternyata sudah semalam ia tidur di sana, tepat pukul 4 subuh, Reno baru datang dan masuk ke apartemen itu. Reno terkejut mendapati sang isteri yang tertidur di sana, dengan panik ia membopong tubuh isterinya masuk ke dalam kamar dan meletakannya diatas tempat tidur, saat Reno akan berbalik menuju kamar mandi ia mendengar suara aneh dari perut isterinya yang seperti orang kelaparan.


"Apa yang kamu lakukan sampai menyiksa diri sendiri?" gumam Reno sambil berjongkok di samping ranjang tempat isterinya tertidur.


"Sayang ayo bangun, pasti kamu ttidak makan dengan benar" ucap Reno sambil menggoncangkan sedikit tubuh sang isteri.


Melihat tidak ada pergerakan dari Novi, Reno melangkah keluar dari kamar menuju ke dapur, di sana ia melihat makanan yang masih tertata rapi di meja makan yang masih utuh, itu artinya isterinya tidak makan semalam.


Dengan telaten, pria itu memanaskan semua makan malam itu dan menyiapkan di piting lalu mrmbawanya dalam nampan kembali ke kamar.


"Kamu sudah pulang?" tanya Novi yang sudah bangun.


"Makanlah dulu" ucap Reno tanpa menjawab pertanyaan isterinya dan menyimpan nampan itu tepat di depan sang isteri.


"Aku..." ucap Novi terpotong.


"Makanlah, aku akan menjelaskan padamu kenapa aku baru pulang sekarang" potong Reno yang sudah tahu arah pembicaraan sang isteri.


Novi akhirnya diam namun belum menyentuh makanan tersebut. Pikirannya berkeliaran ke mana-mana, ia takut jika nasibnya seperti Mey diawal pernikahannya dengan Alfa. Cerita yang pernah dia dengar dari wanita yang sudah diaanggap menjadi kakaknya itu membuatnya takut.


Reno yang melihat isterinya banyak melamun akhirnya mengambil alih sendok dan mulai menyuapkan makanan itu kepada isterinya.


"Makanlah jika kamu ingin tahu, tapi yang pasti semuanya tidak seperti yang ada dalam pikiranmu itu." ucap Reno yang membuat Novi akhirnya membuka mulut untuk menerima suapan dari sang suami.


Setelah menghabiskan sepiring makanan di subuh hari itu, Novi akhirnya kembali merasa tubuhnya bertenaga. Reno yang tahu jika isterinya belum tenang karena belum mendapat penjelasan darinya, memilih untuk naik ke atas ranjang setelah menyimpan nampan itu di atas nakas.


Keduanya duduk di atas ranjang sambil bersandar di kepala tempat tidur.


"Seperti yang pernah aku bilang, aku masih punya satu tugas yang harus aku selesaikan yaitu mengambil alih kembali perusahaan daddyku" ucap Reno membuka percakapan mereka.


"Lalu kenapa kamu tidak memberitahuku saat pergi? setidaknya kamu meninggalkan pesan aga aku tidak memikirkan hal yang tidak-tidak" ucap Novi dengan memajukan bibirnya seperti seorang anak kecil yang sedang ngambek.


"Maaf sayang, aku mendapat telepon mendadak dan mereka mengatakan keadaan sedang rumit sehingga aku buru-buru pergi tanpa pesan" ucap Reno sambil menghadiahkan satu ciuman di bibir sang isteri.


"Lalu bagaimana hasilnya?" tanya Novi penasaran.


"Aku tidak tahu seperti apa hasilnya karena data perusahaan yang aku temukan ternyata sudah tidak ada apa-apa, tapi sepertinya ada seseorang yang ada di balik ini" ucap Reno.


"Hah? siapa?" tanya Novi.


"Yang pasti dia orang yang memihak kepada kita, karena sepertinya cara kerjanya sangat rapi tanpa meninggalkan jejak sehingga orang-orang jahat itu juga tidak menyadarinya." ucap Reno.


"Syukurlah, apakah mama Ratna?" feeling Novi.


"Kita belum tahu soal itu" jawab Reno.


Keduanya terus melanjutkan obrolan hingga matahari mulai menampakan dirinya.


BERSAMBUNG