Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
S'2 Kejadian di Kantin



"Maaf, aku tidak membawa bekal. Aku tidak mau merepotkan kamu" ucap Ria dengan wajah yang sudah tertunduk karena malu telah berbohong kepada gadis yang baru menjadi temannya itu.


"Baiklah aku maafkan karena aku anak baru dan tidak punya teman jadi mau tidak mau aku harus memaafkanmu agar aku bisa punya teman." ucap Maggie dengan tampang yang kembali manja.


"Tapi sekarang kita harus cari makan dulu" ucap Maggie lagi.


" Tapi.." ucap Ria terpotong karena sudah disambar oleh Maggie.


"Stop. Aku punya sedikit uang dan bisa buat jajan berdua. Kita bisa cari makanan yang paling murah" ucap Maggie yang tahu arah pembicaraan sang teman barunya itu.


Ria yang awalnya menolak akhirnya harus mengikuti karena temannya ini seorang pemaksa.


Keduanya melangkah pergi meninggalkan ruangan itu menuju ke kantin.


"Kang, makanan paling murah apa sih?" tanya Maggie tanpa rasa malu padahal semua orang mendengar suaranya yang cempreng itu.


"Bakso mau non? sepuluh ribu per porsi" jawab penjaga kantin itu ramah.


"Aku pesan dua ya, minumnya es teh aja dua juga" ucap Maggie dan kemudian berbalik ke arah temannya Ria dan memberi kode untuk duduk di tempat yang sudah kosong karena ada beberapa orang yang sudah selesai makan dan keluar.


Banyak mata yang menatap mereka dengan tatapan yang tidak bisa ditebak. Ada yang menatap dengan tatapan merendahkan dan ada pula yang menatap mereka dengan senyuman seperti cibiran.


"Akhh akhirnya duduk juga" ucap Maggie sambil merentangkan tangannya dan menikmati duduknya walaupun tempat duduknya hanya kursi kayu.


"Bakso di sini enak ya?" tanya Maggie pada Ria, ia berpikir bahwa hanya sekedar bakso murahan itu pasti temannya bisa dan pernah menikmatinya sehingga ia ingin tahu rasa makanan itu dari dari teman barunya.


"Aku juga nggak tahu rasanya, soalnya aku belum pernah masuk makan di sini" jawab Ria jujur membuat Maggie membuka mulutnya lebar seolah tidak mengerti dengan kehidupan temannya itu.


"Kamu serius?" tanya Maggie.


"Iyalah" jawab Ria santai.


Tiba-tiba pesanan mereka datang. Maggie langsung menarik satu porsi untuk lebih dekat ke arahnya lalu menyantapnya dengan lahap.


"Me' kamu lapar ya?" tanya Ria polos.


"Diam. Opaku mengajarkan kami untuk tidak bicara saat makan" jawabnya dan kembali menyantap makanannya.


Dari arah meja yang lain terdengar bisikan-bisikan yang ditujukan kepada Maggie dan Ria dan hal itu membuat Ria sangat malu karena ia baru pertama kali masuk kantin hari ini.


Setelah menyelesaikan makanannya, Maggie baru menegakan kepalanya dan bersendawa membuat Ria terkekeh karena teman barunya itu sangat apa adanya.


Sambil menunggu Ria menghabiskan makanannya, Maggie mengecek ponselnya di bawah meja. Ia tidak sempat berpikir jika hanya ponselnya bis membuat orang mencurigai identitasnya, sehingga menyadari keadaan itu, meggie menyembunyikan ponselnya di balik meja.


📩 Ternyata doyan juga sama makanan murahan.


Mendapat pesan dari Rockzy yang meledeknya membuat Maggie langsung menatap ke arah meja di mana Rockzy duduk dengan tatapan mengancam.


Rockzy adalah yang yang hidup seatap dengan Maggie dalam waktu yang cukup lama. Kebiasaan gadis itu yang melihat makanan enak sudah jadi santapan Rockzy setiap hari dan mau dibilang ini adalah pertama kalinya gadis itu menikmati hidangan yang apa adanya.


"Yuk, keluar" ajak Maggie kepada Ria saat temanya itu sudah menyelesaikan makannya.


"Oke" jawab Ria singkat dan langsung bangun dari duduknya.


"Hei gadis kampung, cepat bangat makannya" teriak Sela dari meja tempat makannya bersama ketiga sahabatnya.


Maggie tidak peduli, ia terus melangkah untuk ke arah penjaga kantin untuk membayar makan mereka.


Maggie tetap santai dan membayar tagihan makan mereka,


"Apakah Anda sudah selesai berkampanye nona?" ucap Maggie setelah berbalik dan menatap Sela dengan tatapan mencibir.


"Belum, aku bahkan belum puas untuk membongkar semua aibmu" teriak Sela semakin memanas. Sela yang berdiri dari tempat makannya hanya berjarak sekitar sepuluh meter dari Maggie.


"Oh ya? aku baru pertama masuk kuliah hari ini dan ternyata kamu banyak tahu tentang aku. Pasti kamu salah satu orang yang ngefans sama aku sehingga diam-diam kamu mengikutiku untuk mengetahui aku yang sebenarnya" ucap Maggie santai.


"Helouuuu ngefans sama lo gadis miskin? ngaca dong kalau ngomong. Aku bahkan jijik sama pribadi lo" ucap Sela lantang.


"Tapi pecinta keburukan ku" potong Maggie terkekeh dan langsung keluar karena ditarik tarik Ria.


"Me' kamu bisa dalam masalah, kamu tahu? sudah beberapa orang yang dikeluarkan dari kampus ini karena mencari masalah dengannya." ucap Ria


"O ya? baguslah" jawab Maggie santai.


"Ayo, mari kita cari tempat duduk dulu" ajak Maggie lagi kepada Ria.


Keduanya melangkah pergi menuju ke taman yang ada di samping kampus.


"Aku sarankan, sebaiknya kamu menghindarinya mulai dari sekarang" nasehat Ria kepada teman barunya.


"Cih, baiklah yang mulia. Akan aku pikirkan." jawab Maggie meledek temannya.


📩 Aku harap kamu bisa mengelola emosi kamu mulai dari sekarang dan jangan sampai orang mencurigai identitasmu.


"Cih aku juga tahu kali, jangan diingatin" gerutu Maggie pada chat yang baru masuk.


"Kenapa?" tanya Ria.


"Nggak" jawabnya singkat.


Keduanya kembali diam dengan pikiran masing-masing sambil menikmati pemandangan indah yang ada di depan mereka.


****


"Mom, katanya Kaka mau pulang kok belum pulang-pulang sih?" ucap seorang anak laki-laki berusia empat belas tahun. Siapa lagi kalau bukan Daffi putera bungsunya Alfa dan Mey.


Saat ini mereka sedang santai bercerita di ruang keluarga bersama kedua orangtuanya dan opa sama Omanya.


"Sepertinya Kaka tidak jadi pulang de, karena Kaka harus melanjutkan kuliahnya lagi di Indonesia" jelas Mey.


Alfa tahu isterinya sedih karena terlalu lama berpisah dengan puterinya namun paman Gaston sudah menjelaskan semua bahaya yang kini mengincar keluarga Alfa dan sedang mencari tahu tentang Puteri Alfa yang dulu pernah tampil di depan publik namun beberapa tahun kemudian hilang bagai ditelan bumi.


"Loh Kaka kok mau aja sih dimanfaatin sama opa Gaston?" gerutu Daffi yang kini berbaring di atas pangkuan sang Oma.


"Ya makanya kamu itu harus belajar yang baik dan jadi orang hebat buat lindungin Kaka biar dia aman dan bisa kumpul lagi sama kita" ucap Daffa menceramahi sang adik.


"Loh, Abang tahu? kenapa aku tidak dikasih tahu?" ucap Daffi binggung membuat semua orang tertawa melihat tingkah begonya.


"Ya tahulah, bagamana mau kasih tahu? kebanyakan omong doang" jawab Daffa.


Si kembar berdebat dan itu jadi hiburan tersendiri untuk keluarga Alfa karena kedua anak mereka yang tingkahnya sangat bertolak belakang, yang satunya dingin dan yang satunya bego.


BERSAMBUNG