Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
S'2 Alarm Berbahaya



"Selamat datang di daerah kekuasaanku tuan Gasto, hahahaha" ucap salah seorang pria yang duduk di kursi kebesarannya.


"Apa kabarmu orang tua?" tanya El yang berpangku kaki sambil menatap dua orang pria beda generasi yang tengah berjongkok dengan kedua tangan mereka terikat ke belakang.


"Baik, bahkan sangat baik" jawab opa Gaston santai membuat pria yang bernama El geram.


"Hahaha apakah setelah ini anda akan baik-baik saja tuan?" ucap El dengan penuh penekanan.


"Yah, karena aku selalu ditakdirkan untuk selalu baik" jawabnya yang tidak kalah tegas.


"Bermimpilah setinggi langit sebelum aku akan mengantarmu ke neraka dengan tanganku sendiri.


" Oh ya? Sepertinya anda terlalu bernafsu untuk melenyapkan nyawaku El Chapo" ucap opa Gaston dengan senyum penuh kemenangan. Vicky yang melihat tuannya tidak ada gentar sama sekali merasa heran.


Manusia macam apa opa ini? tahu kita lagi dalam bahaya tapi malah memperunit suasana. Dasar mafia, sampai maupun tidak ditakuti. Batin Vicky.


"Iya, karena kau yang sudah berani menantangku selama ini dan membuatku kehilangan miliaran." ucap pria itu mulai tersulut emosi.


"Tapi aku tidak akan menyentuhmu sebelum memancing siapa penggantimu datang menyelamatkanmu" ucapnya yang punya rencana licik.


"Oh rupanya itu rencanamu El Chapo. Tapi kedengarannya sangat menarik, kau memanfaatkan pria tua rendah ini untuk berkenalan dengan siapa penggantiku?" ucap opa dengan santai namun yakin bahwa ia sudah sangat geram dengan cara picik pria itu yang memanfaatkannya untuk memancing cucunya keluar dari sarang pelindungnya.


"Iya karena seorang pemimpin mafia harus berani menunjukkan dirinya agar dia disebut gentle. Aku rasa dia hanya seorang pengecut yang berlindung karena tidak mampu bersaing" ejek El Chapo.


"Aku merasa kasihan denganmu El Chapo. Aku kasian jika kau melihatnya dan malah tertarik dengannya" umpan opa Gaston.


"Hah? jadi sia seorang perempuan? pantas aja penakut" ejek pria itu lagi.


"Hahaha dia seorang laki2 tapi dia sangat imut sehingga banyak pria yang jatuh hati saat bertemu dengannya. Apalagi perempuan, akan klepek-klepek." ucap opa Gaston yang cepat mengalihkan pembicaraannya saat di rasa sudah keceplosan soal ketua Marah Salvatrucha yang baru.


"Cih kau pikir aku kelainan sehingga jatuh hati dengan sesama jenis?" ejek El lagi.


"Bawa pria tua tidak berguna ini bersama anak buahnya ke tempat penyekapan" perintah El.


"Baik bos" jawab Toni dan langsung memberi Isyarat kepada beberapa pria berpakaian serba gelap itu untuk membawa kedua pria itu ke tempat yang seharusnya.


.


.


.


Flashback


"Apa kamu yakin pria tua itu tidak membawa pengawal?" tanya salah seorang pria kepada teman-temannya.


"Iya, menurut laporan ya seperti itu. Toni bahkan meminta kita untuk membawanya ke hadapan bos tanpa lecet" jelas sala seorang teman yang lain.


"Tapi bagaimana jika dia melawan untuk kita bawa dan harus terjadi acara baku hantam?" tanya yang seorang lagi.


"Lebih baik kita membiusnya saja. Dan satu lagi, kita harus membereskan asistennya terlebih dahulu agar berita penangkapan mereka tidak diketahui orang lain." ucap sang pembicara pertama tadi.


"iya ide bagus" jawab yang lain.


Siapa mereka dan apa maksud dari ucapan tadi? Batin opa.


Membawa ke hadapan bos? dan tanpa lecet? wah sepertinya permainan menarik. Aku akan ikut permainan kalian. Batin opa lagi.


"Tapi opa... " ucap Vicky yang ragu dengan rencana sang tuan.


"Sttt kita tidak punya banyak waktu. Kita harus ikuti permainan mereka untuk mengetahui apa maksud pembicaraan mereka tadi" ucap opa Gaston. Keduanya pun mulai bersikap dan menelan obat penangkal bius bahkan racun kemudian kembali tidur di ranjang yang berbeda yang ada di kamar itu.


Setelah beberapa menit, tiba-tiba terdengar suara kegaduhan dan tepat saat itupun, pintu kamar itu berhasil mereka dobrak.


"Hei siapa kalian" teriak opa Gaston.


"Tanpa banyak bicara pria yang tengah memegang satu tangan itu langsung bergerak dan sekali gerakan opa Gaston lagsung lemas saat saputangan itu berhasil menutup hidung dan mulutnya. Begitu juga dengan Vicky yang punya nasib tidak jauh berbeda dengan opa Gaston.


Kedua tubuh yang tengah tak sadarkan diri itu langsung diterbangkan ke negara dimana El Chapo berada malam itu juga.


" Huh ternyata kemampuan seorang Gaston hanya seperti ini. Percuma dia dinobatkan sebagai ketua mafia paling ditakuti pada hal hanya berlindung dibawah ketek para pengawal.


"Iya betul itu bos" ucap salah satu pria yang menjadi anggota dari bos mereka yang ditugaskan menangkap opa Gaston dan Vicky.


**Off


📞**Halo kaka? Apa kamu tidak melihat alarm berbahaya yang menyala diponselmu ( Cecar Rockzy langsung pada intinya)


📞Hah? alarm? aku saja baru sadar saat kamu menelpon bang (Gerutu Maggie yang merasa tidurnya terganggu)


📞Maggie!!!!! apakah istirahatmu lebih penting dari keselamatan papa?


📞Hah? maksudmu opa? opa kenapa bang.


📞Tunggu aku ke mansion sekarang.


Rockzy langsung mematikan telepon secara sepihak karena ia yakin bahwa Maggie masih belum sadar betul dari rasa kantuknya.


"Dasar, pacaran sampai lupa waktu istirahat" gerutu Rockzy sambil menuju ke lift yang akan menghantarnya tiba di lantai paling dasar apartemen itu.


Suasana jalan yang mulai sepi karena sudah sangat larut membuat anak muda itu tiba di mansion keluarga adipati dalam waktu singkat.


"Apa kamu sudah tahu kenapa aku meneleponmu tadi?" tanya Rockzy yang baru saja tiba dan ternyata Maggie malah sudah menunggunya di luar rumah.


"Iya, aku bahkan baru dapat pesan singkat dari nomor tak dikenal" jelas Maggie dengan aura dinginnya.


"Bilang apa? apa yang mereka katakan dan di mana papa sekarang? apakah dia baik?..." nyerocos Rockzy tiada titik koma.


"Stop? nggak ada lomba cerdas cermat di sini" ucap Maggie geram.


Maggie menunjukkan layar ponselnya kepada Rockzy dan membuat mata pria itu hapir lari keluar.


Jika ingin pria tua ini selamat maka surulah sosok yang menggantikan posisi pria tua ini datang sendiri ke markas Kartel sendirian jika ingin dia selamat.


itulah pesan tersebut dengan foto seorang pria yang tengah tertidur sambil bersandar di tembok.


"Kurang ajar, papa lagi sakit dan mereka malah melakukan hal ini kepadanya. Ijinkan aku untuk menyelesaikan masalah ini. Biar aku yang menggantikan posisimu untuk ada di sana" ucap Rockzy penuh harap karena melihat posisi tidur papanya walaupun wajahnya biasa saja.


"kamu pikir aku pemimpin yang tidak bertanggung jawab? selain aku sebagai pemimpin geng kita tapi aku juga cucu opa yang harus menyelamatkannya" sepasang anak muda itu malah berdebat untuk siap yang akan memenuhi undangan dari kontak asing itu.


Bersambung