
Alfa memilih untuk duduk paling pojok agar tidak di jangkau oleh Mey dan tuan Devid, tapi sejak masuk pria paruh baya itu sudah melihat namun dibiarkan karena bagaimanapun ia harus menghargai perasaan puterinya yang pernah berkata bahwa ia tidak ingin bertemu mantan suaminya lagi sejak dia dipermalukan di mall.
Mey melangkah masuk beriringan dengan Aldrich dan hal itu membuat Alfa hampir meneteskan air mata. Cepat-cepat ia menunduk agar tidak lagi melihat kedekatan mereka yang rupanya sangat bahagia karena Mey tersenyum lebar ke arah pria itu.
Aldrich mengambil tempat duduk dibagian depan sedangkan Mey dan tuan Devid duduk sebagai pemimpin rapat pagi ini didampingi oleh Reno sebagai Moderatornya.
Rapat yang dipimpin oleh Mey berjalan dengan baik, sampai Alfa sendiri tercengang dengan pemaparan materi yang begitu rapi dan tujuan yang tepat sasaran. Sebagai seorang awam di dunia bisnis apalagi bermodalkan ilmu pendidikan Sekolah Menengah Pertama, membuat Alfa antara percaya dan tidak karena dia tahu seperti apa mantan isterinya ini.
Gadis pendiam yang dulu dia tindas ternyata punya bakat tersembunyi. Alfa percaya bahwa darah pemimpin seorang Devid Smith benar-benar mengalir dalam diri Mey.
Semua orang merasa puas dengan penyampaian Mey soal tindak lanjut dalam pembangunan gedung Macquarie-Univercity yang akan menjadi sebuah puas jika perusahaan orang tuanya jatuh ke tangan Mey maka ia tidak ragu akan jadi apa semuanya itu.
Kesempatan diberikan kepada tuan Devid selaku penasehat dalam berbisnis, karakter orang tua yang membangun itu juga bisa diacungi jempol karena penyampaian dan nasehatnya bisa membangun bakat dan minat semua pebisnis muda yang ada.
Saat asyik penyampaian dalam forum rapat terbuka itu, Reno dikejutkan dengan pesan yang masuk dari Novi. Reno mengangkat wajahnya dan menatap Mey tanpa bicara tapi Mey bisa membaca raut wajah kegelisahan asistennya. Mungkin sesuatu yang buruk sedang terjadi.
Mey dengan gerakannya yang reflex itu membuat semua orang terkejut. Sedangkan Alfa jangan ditanya, pria itu sudah menghilang dari ruangan itu sejak ponsel Reno berbunyi dan raut terkejut melihat layar ponselnya.
Tuan Devid yang firasat ada hal buruk langsung memberi perintah kepada semua.
"Rapat hari ini kita akhiri sampai di sini" ucap tuan Devid langsung melangkah keluar membuat semua orang semakin bingung.
Mey mengangkat sepatu hak tingginya dan berlari ke arah ruangan CEO di sana Novi tengah menangis dipelukan sekretaris Mey.
"Di mana ade?" teriak Mey tidak bisa menontrol perasaannya
"Ta ta di a aku ke toilet dan kembali ade sudah tidak ada lagi" ucapnya hampir tidak sanggup karena sesugukan.
Mey langsung masuk ke kamar yang ada di belakang kursi kebesarannya dan berganti pakaian, dia yang tadi memakai rok saat ini sudah berganti celana hitam dan kameja hitam ditambah perlengkapan jaga dirinya.
"Ayah sama Novi pulang saja ke rumah ya?" ucap Mey tanpa menatap semua orang dalam ruangan itu
"Reno, berangkat sekarang." tegas Mey yang langsung diikuti oleh Reno
"Hati-hati nak" ucap Ayah
(Ini baru awal nak, ayah yakin kamu bisa. Cucuku baik-baik saja, mereka pasti hanya membawanya sebagai sandera) Batin ayah
Aldrich yang dari tadi diam akhirnya sadar saat Mey sudah menghilang dari pendangannya.
"Tuan, aku akan bantu mencarinya, boleh aku minta fotonya untuk menggerakkan orang-orangku?" ucap Aldrich pada tuan Devid yang langsung mengirim foto Maggie via WA.
Aldrich melangkah pergi namun saat tiba di parkiran Mey dan Reno sudah tidak ada di sana.
Di tempat lain
📹Sayang. Aku sudah membawa anak ini, , mau diapakan
📹Jangan apa-apakan dia, jangan menakutinya, beri dia makan yang cukup. Kita hanya butuh dia untuk jadi tawanan agar bisa mendapat apa yang kita inginkan.
📹Mau dibawa ke mana?
📹Bawa saja ke jalan xxx di sana ada sebuah rumah yang jauh dari keramaian dan rumah itu kosong walaupun cukup terawat.
Saat selesai berbicara, wanita itu sudah tak sadarkan diri karena ada seorang yang sejak tadi menyimak pembicaraannya dan langsung membekapnya dari belakang menggunakan sapu tangan yang sudah diberi obat.
******
Alfa yang tengah panik memberi perintah pada anak buahnya dikejutkan dengan bunyi ponselnya
📹Al, kamu di mana sekarang?
📹Nina pelakunya. Mama sedikit terlambat mendapat informasi jadi terlambat instruksi orang-orang di sana. Tapi kamu jangan takut karena Nina sudah ada di tangan mama.
📹Terus anakku di mana sekarang ma
📹Kamu segera ke jalan xxx di sana ada sebuah rumah yang jauh dari keramaian. Saat ini mereka membawa cucuku ke sana.
Setelah pembicaraan anak mama itu berakhir, Alfa langsung bersama Roky pergi ke sana.
(Semoga kamu tidak apa-apa nak. Apakah ini artinya mimpi yang jadi kenyataan? jika terjadi sesuatu biar aku saja, jangan anakku) batin Alfa.
*****
"Om mau bawa ade te mana?" ucap Maggie yang dari tadi asyik ngemil camilan yang begitu banyak di atas mobil
"Kita akan pergi ke taman bermain" jawab pria itu
"Tenapa ta Novi tida diajak?" tanya Maggie lagi
"Nanti dia menyusul" jawab pria itu berusaha sabar agar gadis kecil itu tidak ketakutan, padahal dia paling benci anak kecil tapi demi kekasihnya hari ini dia jadi babystter sementara.
Sedangkan seorang gadis yang duduk di samping Maggie hanya diam saja.
Mereka akhirnya tiba di rumah yang sudah diberi tahukan oleh wanita tadi.
"Om, tatana mau te taman belmain. Ini namana tita mau belbulu binatang hutan jadi tita te hutan" ucap Maggie sinis merasa dibohongi
(Oh Tuhan beri aku kesabaran, gadis kecil ini cukup pandai mengujiku) batin pria itu.
"Ayo bawa dia masuk" ucap pria itu pada gadis yang sejak tadi diam
"Ade, kita masuk istirahat dulu ya" ucap wanita itu
"Ote deh. Ade juga cape, jalanna lusak buat badan ade cakit" ucap gadis kecil itu sambil memijit lengannya.
Maggie sama sekali tidak merasa takut karena tidak tahu menahu bahwa ia diculik.
Mereka memasuki rumah itu, memang terawat tapi tidak ada penghuninya. Keadaannya cukup sepi membuat gadis kecil itu mengantuk dan tertidur.
Gadis tadi membawa Meggie ke sebuah ruang tengah yang cukup luas dan terdapat sofa, di sana ia membaringkan gadis kecil itu.
Pria tadi yang masih berdiri diluar rumah itu mengangkat telepon dari bosnya yang tiba-tiba telepon.
📹Cepat kamu carikan seorang gadis kecil berusia sekitar 4 tahun. Fotonya aku sudah mengirim.
Telepon dimatikan secara sepihak. Pria itu yang mendapat perintah langsung dari bosnya langsung membuka pesan WA yang berisi foto anak kecil.
Betapa kagetnya, anak kecil yang dicari bosnya ternyata ada ditangannya.
****
-Bersambung-
Jangan lupa tinggalkan jejek ya Vote, like n comen sebanyaknya.
Ikuti juga Novel Author yang satu ini