Goodbye Daddy, See You Again

Goodbye Daddy, See You Again
140. Kejutan Untuk Daddy



Mansion Smith menjadi sepi ketika melewati perdebatan yang cukup menegangkan. Seorang anak kecil yang memulai dan tidak mengakhiri masalah tersebut membuat para orang tua dalam rumah itu tidur dengan membawa kegelisahan mereka masing-masing.


Siapa yang menyangka? setelah menjalani hidup harmonis sekian tahun, kejadian ini akhirnya terjadi juga untuk keluarga Alfa. Pria yang dulu pernah melakukan kesalahan fatal kini kembali diperhadapkan dengan masalah itu membuatnya tidak bisa tidur sampai tengah malam.


"Mommy!!! tolong!!!" teriak maggie dari balik pintu kamar kedua orang tuanya. Alfa yang dasarnya belum tidur langsung terkejut mendengar suara ketakutan sang puteri yang seperti tidurnya diganggu ataukah ia bermimpi buruk. Alfa mulai menerka yang macam-macam sekaligus panik karena mendengar suara ketakutan anaknya itu.


"Kenapa dad?" tanya Mey yang ikut bangun karena merasa ada pergerakan di sampingnya, rupanya suaminya yang bergerak bangun karena suara histeris tadi.


"Mommy, buka pintunya... kaka takut!!!" teriak gadis kecil itu sekali lagi. Alfa yang semakin panik langsung bangun dan berlari kearah pintu. Begitu pintu terbuka Alfa langsung di sambut dengan bunyi tembakan dan disertai dengan bunga-bunga yang bertaburan tepat di depannya.


Happy birthday to daddy


Happy birthday to daddy


Happy birthday, happy birthday


Happy birthday to daddy


Alfa terkejut, melihat kejutan yang ada di depan matanya, gadis kecil yang beberapa jam lalu mengaduk-aduk hatinya kini tersenyum lebar di depannya dengan membawa sebuah kue ulang tahun berukuran sedang yang tertulis HBD Daddy sambil menyanyi dengan bahagia membuat Alfa terharu. Pria itu langsung berjongkok tepat di depan puteri semata wayangnya. Oma Ratna mengambil alih kue yang dipegang cucunya, dengan segera Maggie langsung melingkarkan tangan kecilnya di leher sang daddy dan men cium seluruh wajah pria yang dijuluki sebagai cinta pertamanya itu.


"Selamat ulang tahun daddy, panjang umul, sehat telus ya? kaka sayangggg sama daddy selamanya." ucap Maggie tersenyum bahagia.


"Terima kasih sayang, maafkan daddy yang sudah mengecewakan berulang-ulang." ucap Alfa dalam tangisnya, walaupun gadis kecil itu terluka tapi berusaha membahagiakannya.


"No, daddy... kaka tidak malah," ucapnya sambil cekikikan.


"Jadi?" tanya Alfa yang baru sadar.


"Itu bagian dali kejutan kaka untuk daddy. Sehalusnya kaka yang minta maaf kalena ucapan kaka tadi kedengalan kasal. Maaf ya daddy." ucapnya sambil kembali mencium seluruh wajah daddynya.


"Iya sayang" ucap daddy sambil mengusap rambut panjang puterinya.


Semua baru sadarkalau ternyata bukan Alfa yang termakan dramanya tapi semua para orang tua itu.


"Cih, semua jantungan gara-gara dia, ternyata dramanya dia ini" decih Mey yang gemas dengan puterinya yang selalu membuat mereka spot jantung.


"Terima kasih sayang" ucap Alfa sambil mengangkat puterinya kedalam gendongannya. Gadis kecil itu tertawa terbahak-bahak sampai membangunkan kedua adiknya.


"Tiup lilinnya dulu daddy" seru Maggie.


"Oh iya sayang" oma menyodorkan kue ulang tahun tepat di depan Alfa, pria itu menutup mata sejenak lalu membukanya kembali dan meniup lilin tersebut.


"Selamat ulang tahun anak mama, tetap berjuang untuk menjadi suami yang bertanggung jawan untuk isteri dan anak-anakmu ya" ucap mama sambil mencium kening puteranya dengan penuh kasih sayang.


"Selamat ulang tahun, menantu ayah. Selalu siaga supaya jangan sport jantung jika puterimu akan lebih sering membuatmu darah tinggi" ucap ayah Devid sambil memeluk sang menantu ala pria.


Ucapan ayah membuat semua orang tertawa.


Ucapan selamat juga terus dilontarkan oleh semua orang yang turut membuat kejutan itu.


"Terima kasih semua" ucap Alfa berkaca-kaca dengan masih tetap menggendong puterinya. Pria itu menghadiahkan beberapa kecupan di pipi kiri dan kanan anak kesayangannya itu.


Keluarga itu akhirnya lega karena masalah semalam bukan masalah yang serius tapi hanya bagian dari kejutan cucu mereka yang penuh dengan drama itu.


FLASH BACK


Tepat jam 11 malam lebih, gadis kecil yang melakukan masalah itu kembali bangun dan berjalan menuju ke dapur, dengan kaki kecil yang tidak mengenakan alas kaki dapat menyentuh langsung keramik yang dingin itu. Ia terus melangkah ditengah remang-remang lampu malam hingga tiba di dapur. Gadis kecil itu mengambil satu botol kemasan air mineral lalu menegukny hingga setengah lalu kembali menyimpannya.


"Non Maggie" seorang pria mengejutkannya.


"Eh pak Lino? Sudah ya yang kaka suruh semalam" ucap Maggie dengan setengah berbisik.


"Sudah non" ucap pak Lino seorang pembersih taman keluarga Smith.


"Kaka bangunin bi Lina sebentar." Maggie melangkah menuju ke kamar bi Lina karena hanya dia yang Maggie akrab, bi Lina adalah saudara pak Lino.


Setelah beberapa menit kemudian Maggie datang dengan bi Lina. Mereka mulai mengerjakan rencana mereka dibantu pak Lino. Setelah semua persiapan selesai, Maggie menuju kamar opa dan oma Ani lalu datang juga ke kamar oma Ratna.


"Oma... oma... please bangun dong" panggil Maggie dengan suara bisiknya. Oma terkejut saat tubuhnya digoncang, ia langsung bangun dan duduk.


"Kenapa kaka?" ucap oma dengan suara yang sedikit besar.


"Stttt jangan libut nanti mommy sama daddy kebangun" ucap Maggie.


OFF


"Selamat, ulang tahun daddy. Maaf mommy sampai lupa hari bahagianya daddy." ucap Mey saat mereka sudah berada di kamar. Wanita beranak tiga itu menghadiahkan satu kecupan di bibir sang suami.


"Terima kasih mommy, tidak apa-apa aku mengerti karena kamu banyak kesibukan apalagi twins yang sudah semakin aktif." ucap Alfa yang memaklumi sang isteri.


Hari bahagia itu diakhiri dengan sebuah kenikmatan antara suami isteri.


Dan setelah itu, Alfa akhirnya dapat tidur dengan tenang setelah mengetahui jika kekacauan tadi hanya bagian dari rencana puterinya untuk menjalankan kejutan ulang tahun kepadanya. Dalam hati kecil Alfa sangat bahagia karena ternyata puterinya sangat menyayanginya.


Tapi satu yang membuat Alfa masih merasa janggal yaitu tentang apa yang sudah Maggie lakukan terhadap Dita, dan kenapa Dita tiba-tiba menghilang dan mengajukan pengunduran diri hanya melalui pesan singkat.


Alfa menyimpan semua itu karena ia berencana untuk bertanya kepada mamanya, karena ia tidak mau mengusik puterinya lagi. Alfa juga ingin berbicara dengan isterinya jika semua ia sudah menanyakan kepastian dari sang mama.


*


*


*


Reno dan Novi sudah mempersiapkan semua perlengkapan pernikahan, mulai dari baju pengantin dan juga cincin serta gedung. Untuk gedung, mereka memakai salah satu hotel milik keluarga Adipaty yang sengaja dikosongkan dua minggu sebelum hari H.


"Sayang, aku akan pulang ke Australia, kamu jangan ke mana-mana ya, siapkan dirimu untuk acara kita nanti" ucap Reno saat mereka sedang bersantai di ruang tamu.


"Iya ka, kapan kamu kembali" tanya Novi.


"Aku akan kembali dua atau tiga hari menjelang hari pernikahan kita" jawab Reno membuat Novi sedih.


"Kenapa hmmm" tanya Reno.


"Tidak ka" jawab Novi senduh.


"Jangan sedih, aku akan berusaha kembali lebih cepat" jelas Reno.


"Iya ka" ucap Reno. Obrolan mereka pun berakhir, dan Reno pamit pulang ke apartemen tempatnya menginap.


Sebelum Reno kembali ke apartemen, pria itu mampir ke Rumah Sakit untuk menjenguk calon mertuanya.


.


.


"Maaf baru ke sini lagi karena aku banyak urusan. Bagaimana keadaannya?" Tanya Reno yang baru tiba dan mendapati Arjo yang berada di sana.


"Seperti yang kamu lihat, ayah masih dalam keadaan koma" jawab Arjo dengan tampangnya seperti orang kelelahan karena harus mengurus perusahaan dan sang ayah yang sepertinya tidak mau untuk bangun lagi.


"Aku akan menanyakan ini untuk yang terakhir kalinya dan aku harap kamu tidak egois dan membuat jika ayah pergi dengan penyesalan." ucap Reno dengan mode dinginnya membuat Arjo langsung menatapnya dengan serius.


"Apakah kamu akan tetap pada pendirianmu untuk memisahkan seorang anak dari ayahnya? aku rasa kamu sudah tahu bagaimana rasanya hidup dipisahkan oleh seorang ayah." ucap Reno.


"Aku terpisah dari ayah karena ulah mereka." jawab Arjo yang masih tetap keras kepala membuat Reno mengepalkan tangannya penuh emosi.


"Rupanya kamu menyimpan dendam pada orang yang tidak bersalah sama sekali. Sakit yang kamu rasakan tidak sama dengan yang mereka rasakan. Orang yang ada di dekat mereka setiap hari tapi ternyata orang itu sulit di jangkau. Mereka hanya memiliki raganya tapi kamu yang mengambil semua hati dan kasih sayangnya. Jika kamu takut karena akan berbagi warisan dengannya atau takut mereka merampas hartamu maka kamu salah. Dia hanya minta diakui sebelum melepas masa lajangnya, tapi jika kamu tidak mau maka tidak masalah. Ada seorang Pria yang dia anggap sebagai ayah dan pria itu juga bersedia menjadi wali nikahnya nanti. Dan hari ini aku sekalian memberitahukan kepadamu, aku akan menikahi gadis yang tidak dianggap itu tiga minggu lagi, jika kau masih punya hati maka aku memberimu kesempatan dalam waktu itu untuk mempertemukan anak dan ayah yang terpisahkan oleh keegoisanmu." ucap Reno dengan emosinya dan setelah itu ia langsung pergi begitu saja.


Tanpa mereka sadari, pria yang terbujur kaku itu meneteskan air matanya. Di alam bawah sadarnya, ternyata ia mendengar semua ucapan Reno yang akan menikahi puterinya tapi untuk bergerak sajapun ia tidak mampu, apalagi untuk berbicara.


Setelah kepergia Reno, ayah Veron kembali kejang-kejang membuat Arjo panik, ia menekan tombol darurat sehingga para dokter datang untuk menangani sang ayah.


"Apakah baru terjadi sesuatu di ruangan ini?" tanya dokter pada Arjo.


"Tidak terjadi apa-apa dokter" jawab Arjo yang tidak mengerti maksud dari sang dokter.


"Pasien kejang-kejang, mungkin karena merespon sesuatu yang terjadi dan ia dapat merasakan di alam bawah sadarnya." ucap dokter.


Deg


Arjo baru menyadari jika barusan ia dan Reno baru membahas soal adik tirinya itu. Rupanya sang ayah akan merespon jika semua itu menyangkut puterinya yang entah di mana sekarang ia berada.


BERSAMBUNG